Wasteland (The Rise)

Wasteland (The Rise)

Indonesian Altyazısını İndir

Sürüm bilgisi

Wasteland (2013) Bluray, WebRip, HDRip
Şunun yorumuyla kokosansan
IDFL SubsCrew

Etiketler

hdrip
webrip
web
BluRay
HDRip
BRip
HD
Yayınlandı: 2013-07-29
İndirmeler: 46
İşitme Engelliler: Yes

Indonesian altyazı önizlemesi

İlk 200 satır.

Diterjemahkan Sansan Xaverius IDFL SubsCrew Batam, Taman Kota Mas

Baiklah, nak. Coba katakan namamu.

Kau sudah tau namaku.

Aku mau kau katakan padaku.

-Mengapa? -Itu untuk mereka.

-Siapa "mereka"? -Siapapun yang sedang mendengarkan kita sekarang.

Namaku Harvey Miller.

Tanggal lahirmu, Harvey?

19 April 1989.

Umurmu 22. Itu umur yang bagus. Aku harap umurku 22.

-Aku harap aku adalah sesuatu yang lain. -Kau mau menjadi apa, Harvey?

-Sesuatu yang lain. -Cukup adil.

Harvey, aku mau kau melakukan sesuatu untukku.

-Apa? -Aku mau kau ceritakan padaku apa yang kau lakukan,

duduk du hadapanku, berdarah dan dalam tahanan.

-Di mana aku harus mulai? -Well, kuharap kau tidak melupakan...

kenalan kita berdua sedang di bawa ke unit gawat darurat.

Apa yang membuatmu berpikir bahwa aku mengenalnya?

Pernyataan 30 saksi mata.

Aku tau aku seharusnya tidak boleh kelihatan mencolok.

Yeah.

Kau bisa bercanda tentang itu jika kau suka, Harvey,

tapi ini adalah situasi yang serius.

Aku bisa menebak dari raut wajahmu bahwa kau tidak melancarkan...

serangan mendadak atas Tuan Roper.

Setidaknya, jika kau memang menyerangnya, serangan itu kurang berhasil.

Dilihat dari sepak terjangnya, aksimu paling dinyatakan sebagai pembelaan diri.

Tapi dialah yang berada di rumah sakit.

Jika dia tidak bangun, kau akan berada dalam masalah besar.

Dan jika dia akhirnya bangun tapi dia lebih meyakinkan dari dirimu,

kau tetap masih dalam masalah yang besar.

Kau baru saja bebas penjara beberapa minggu, Harvey.

Kau tidak bakalan jadi anak emas di pengadilan manapun di Inggris.

Tidak akan ada masa percobaan 12 bulan untuk kelakuan baik kali ini.

Jadi, jika aku menganggap kau mencoba berbohong, atau tidak bekerja sama,

itu akan dianggap sebagai pelanggaran dari masa percobaanmu.

Aku akan mengembalikanmu ke penjara malam ini juga.

Apa kau mengerti apa yang ku katakan padamu, Harvey.

-Yeah. -Well, pastikan tidak meninggalkan apapun di luar, ya kan?

Jika kau benar2 menginginkan gambaran besarnya, kita akan lama di sini.

Kau akan mendapatkan perhatianku secara penuh sepanjang malam ini.

6 Minggu Sebelumnya

Demps, ini Harvey. Aku sudah keluar.

Aku mendapatkan ijinnya semalam. Aku tidak sempat meneleponmu.

Dengar, teman, aku...aku butuh tumpangan.

Uangku tidak cukup untuk naik kereta api.

Aku akan pergi ke stasiun, menunggu di luar sampai jam 3.

Jika...jika kau tidak, um...

Oh, sialan.

Rambut jelek, baju lusuh, dan pandangan gugup.

Kau ini kalau bukan baru keluar dari penjara, pasti dikeluarkan dari tentara.

Kau baik-baik saja, Demps.

Lumayan, Harvey. Lumayan.

Lihatlah dirimu. kau tidak berubah.

Tidak percaya kalau sudah 6 bulan.

-Sudah satu tahun. -Oh, benar.

-Yeah. -Pastinya rindu padamu, bro.

-Sialan. -Aku tau.

12 bulan, 3 hari pagi ini.

Aku tidak yakin bisa mengenalimu, melihatmu dengan muka marah waktu masuk penjara.

Tidak ada kabar selama setahun. Tiba-tiba menelepon minta dijemput.

-Kau tau itu bagaimana, Demps. Aku tak mau kau melihatku... -Aku tau maksudmu.

Ayo.

Kau kelihatan keren, teman.

Terima kasih.

Bagaimana di penjara?

Banyak membaca. Banyak waktu terbuang.

Kau berhasil menjalaninya. Kau lebih kuat dari aku.

Itu sudah pasti.

Kau mau pulang jalan kaki ya?

Mungkin lebih aman jalan kaki.

Di mana van mu?

Disita pemerintah karena membawa tembakau melebihi batasnya.

Pengganti temperatur. Kecepatan sampai 60?

Jika kau mendorongnya dari tebing. Masuklah.

Pria tampan sepertimu 12 bulan dalam penjara? Pasti pantatnya sakit.

Bangke.

Kau tidak digituin kan... Kau tau...

Jalan saja, sialan.

Sialan.

Charlie tidak tau kalau gadis itu pacarnya Dodd.

Dodd telah menyembunyikannya dari kami dengan cukup rapi sejak dia mulai berkencan...

karena takut pacarnya menyadari bahwa dia yang paling tidak menarik...

dan paling jelek di antara teman-temannya, dan itu benar.

Tapi dia harusnya tau bahwa tidak mungkin teman2nya menggebet gadis itu...

jika mereka tau kalau gadis itu adalah pacarnya.

Aku tidak memihak di sini. Tapi bayangkan kalau kamu Charlie, kamu sedang di klub malam,

dan ada gadis cantik ini bergelayutan di lehermu, dan minta "dihajar",

kau tidak mungkin berhenti dan bilang, "Maaf, manis, aku akan menidurimu sepanjang hari minggu,

tapi temanku ini punya pacar yang belum pernah kutemui,

dan bisa jadi itu kamu."

Gila kan. Kau mencoba jelaskan itu pada Dodd...

ketika dia berjalan masuk ke kamar Charlie yang sedang "menghajar" gadis itu dari belakang...

dan menampar pantatnya di Minggu pagi.

Bajingan malang itu sangat hancur, dia pingsan berkali-kali.

Dia datang ke kamar Charlie hanya untuk menanyakan apa Charlie mau ikut makan malam bersamanya,

dan ternyata pintunya tidak dikunci, kacau sekali pokoknya.

Katakan sesuatu, Harvey?

Harvey!

Aku mengambil rute pedesaan karena aku tau kau suka pinggiran kota.

Ternyata aku ngomong sendiri, dasar sialan.

Maaf, bro. Kau bilang apa tadi?

Aku memberitahumu tentang Dodd mergoki Charlie sedang meniduri pacarnya,

dan sekarang mereka saling bermusuhan.

Oh, yeah. Dapat suratnya dari Charlie.

Aku tertawa, kau juga?

Bicara tentang surat, kau sudah dapat kabar dari ibumu belum?

Belum.

Cukup adil.

Tinggal bersamaku, kalau begitu, eh?

Hey, teman-teman.

Bagus, Dodd. Sudah mengambilkan.

-£3.20 satu gelasnya. -Tidak mungkin.

Oh, pasti menyakitkan menyerahkan £20 itu ke bar.

Bisa minta kembalianku, ngomong-ngomong?

Pasti minuman ini lebih enak dibanding obat yang kau pakai tahun lalu.

Kau tidak bisa tidak menghargai minuman bagus.

Mmm. Mana punyaku?

-Di bar, dasar kau bajingan. -Sialan kau, Dodd.

Mau bilang berapa kali? Aku tidak tau kalau dia pacarmu!

-Yeah, well, kau tidak tanya. -Dasar sialan.

-"Ngehajar"nya pun gak enak. -Katakan yang keras, Charlie,

-dan akan kuhabisi kau, brengsek! -Bisakah kalian berdua sudahi?

-Kita kan di sini merayakan. -Maaf, Harvey.

Bersulang. Bersulang.

Jadi aku dengar itu benar, Harvey. Penjara melakukan itu pada pria.

-Apa? -Aku khawatir. Aku harus memberitahu mereka.

-Beritahu mereka apa? -Ini nyatanya sudah setahun...

sejak kau terakhir melihat gadis, kau belum ada bilang membutuhkan belaian.

Seks, Harvey, dengan wanita.

Tadi kita lewat panti pijat di jalan Sheffield, mencoba menggodamu. Kau diam saja.

Kau pernah ke sana? Gadis Thailand itu bukan wanita.

Apa kau serius?

Lihat mukamu itu.

Dia suka meniduri banci Thailand.

Yeah, jangan khawatir. Aku akan segera beraksi.

Jadi itu bukan karena kau menunggu seseorang yang spesial.

-Tidak... -Kami hanya mengira kau mencoba untuk menyesuaikan kembali.

Tidak, banyak waktu terlewatkan.

Aku bahkan tidak ingat dia lagi.

Apa yang dia tau tentang aku, dia tidak menyukainya.

Lihat, alasan aku menanyakanmu adalah itu,

dia sedang berada di pinggir lantai dansa, sendirian.

Sepengetahuanku, dia jarang ke sini.

-Di mana? -Di sana.

-Sialan. -Cantik kan dia, bro?

-Dia selalu terlihat cantik. -Terlalu baik untukmu.

-Apa lagi yang kau tunggu? -Aku tidak akan ke sana bicara dengannya.

-Mengapa tidak? -Mau bilang apa?

Katakan halo misalnya?

-Yang wajar lah. -Well, banyak hal.

-Kalian kan banyak kenangan bersama, ya kan? -Tidak, terlalu banyak malah.

Kenangan, Harvey, hanya minyak di atas kanvas.

Kau memiliki lukisannya, jadi kau bisa merubah lukisanmu sendiri.

Darimana dapat kata-kata seperti itu?

Si Deidre.

Bukan berarti itu salah. Hal terburuk soal kenangan, Harvey,

adalah orang2 hanya melihatnya dengan mata berlinang penuh penyesalan.

Oh, ya Tuhan, hentikan sekarang, kau bajingan tengik.

Oh, kau penuh dengan omong kosong.

Bicaralah dengannya.

-"Hajar" dia untukku, teman. -"Hajar dia untukku". Dalam sekali.

-Sialan kau, Charlie. -Mengalahlah.

Lihatlah kerjaanmu, oh, berlepotan ke celanaku.

senang kau kembali, bro. Ini.

Ini kunci apartemen kita.

Aku sarankan kalau kau menginap dengan gadis itu,

lakukan itu di rumahnya, karena kau tidur di ruang tamu.

Diam kau. Masalahmu adalah pacarmu.

Kau harus meluruskan ini. Dia yang menghampiriku, tau...

Karena kau tidak bilang padaku--

Kukatakan padamu, kau bicara lagi, aku akan menghajarmu.

Kau tidak bicara padaku karena gadis itu memisahkan hubungan kita.

Pasti lebih jauh dari kelihatannya.

Kelihatannya butuh waktu lama supaya kau datang ke sini.

Yeah, aku juga pikir aku cantik. Terima kasih sudah mengatakan itu.

-Bisa aku belikan kau minum? -Aku yakin kau bisa.

Apakah aku mau meminumnya, itulah pertanyaannya.

-Maukah kau meminumnya? -Tidak.

Tapi mungkin saja karena aku sudah beli minuman ini.

Jika kau belikan minuman lagi, rasanya pasti jadi tidak enak,

dan esnya sudah mencair sebelum aku sempat meminumnya.

Atau mungkin, karena aku benci melihatmu.

-Benarkah? -Mungkin saja.

Boleh aku duduk, menunggu gelasmu kosong, dan melihat hasil teorimu tadi?

Itu tergantung.

Pada?

Apa yang kau mau.

Haruskah aku duduk?

Kau mau bercinta denganku?

Well, ini sudah setahun, Harvey,

dan seperti yang kau bilang, aku terlihat cantik.

Atau apakah kau hanya mau membicarakan tentang perasaanmu?

Aku yakin sudah lama kau tidak curhat kepada seseorang.

Atau kau akan minta maaf karena telah jadi bajingan yang telah menghancurkan hatiku?

Bagaimana kalau ketiganya?

Kembali ke ranjang.

Nanti aku kelelahan.

-Tidak, cuma tiduran saja. -Jam kerjaku mulai setengah jam lagi.

-Aku buatkan teh ya. -Ini masih malam, demi Tuhan.

Yorumlar

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left