İlk 200 satır.
Richie! Enyahlah, Bodoh!
Jangan sentuh, Nona.
Bagaimana kalau kau simpan makananmu di kandang babi?
Kau gila, ya? Itu tempat pertama yang dilihat Ibu.
Kau cuma memikirkan makanan.
Kau cuma memikirkan Brad, "kekasih yang seksi".
Brad yang hebat, "Oh, Brad!"
Kau membaca buku harianku lagi, ya?
Brad, "kekasih yang seksi".
"Oh, Sayang!"
Kalau kau baca itu lagi, aku akan...
"Brad, cium aku, Sayang."
"Aku suka saat kau memelukku."
Louise!
Cepat bangun!
Bu, aku sudah bangun.
Sarapan tiga menit lagi.
Selamat pagi.
- Pagi, Sayang. - Pagi.
Astaga...
Sayang, kau sangat cantik.
Aku tahu, Ayah. Ini warna favorit Ayah.
Kau memang putri kesayanganku.
- Hai. - Hai.
Pangeran Tampan tiba tepat waktu untuk menjemput Cinderella.
Maksudmu, Lady Guinevere.
Dah.
Kau percaya itu?
Bagaimana dia bisa begitu?
Sudah keturunan.
Kau lihat bajunya?
Siapa yang perhatikan bajunya?
Bajunya sangat tipis.
Kau tak akan melihatku memakainya.
Aku juga tak mau.
Astaga!
Santai saja dan kami merasa keren
Tak perlu menongkrong di sekolah
Tak apa, kami tak rugi apa-apa
Tak bisakah kau lihat, Sayang Ini kegalauan masa SMA
Karena itu membuang-buang waktu kami
Karena kami cuma belajar Soal mencari nafkah
Apa-apaan? Kami tahu kami tidak bodoh
Karena kami terjebak Dalam kegalauan masa SMA
Permisi, Cantik...
Kau sungguh siswi SMA?
Bagus. Bagus sekali.
Abaikan mereka.
- Kelak, kita yang jadi murid senior. - Ya.
Sampai jumpa di kelas.
- Dah, Poll. - Dah.
Damai bagimu, Louise.
Hai.
Kami ingin bilang bahwa kau kandidat kami.
Sudah didaftarkan.
Apa? Maaf...
Untuk presiden klub Latin. Kau pasti menang.
Ayahmu belikan mobil?
Sedang diusahakan.
Itu tidak penting.
Brad mengantarku ke mana pun.
Cinta dari pintu ke pintu.
Penyair abad ke-16 mengekspresikan perasaan menjadi suatu karya seni.
Saat ini, kenapa romansa itu sirna?
Karena semua wanita menyebalkan. Itu alasannya.
Siapa yang bilang?
Coba lihat ini.
Murid teladan kita telah hadir.
Tampaknya, bolos kelas tidak cukup bagi Nona Miller.
Dia juga merasa bisa menyia-nyiakan waktu berharga kita.
Kalian pikir ini semacam permainan,
bahwa aku tak punya kegiatan lain
selain mengajar bahasa Inggris tingkat akhir?
Kau pikir begitu, Nona Miller?
Tidak, Pak.
Tidak, Pak Weaver.
Kumpulkan tugas.
Pasti kalian tahu siapa John Donne itu.
Salah satu penyair romantis yang Bapak bahas tadi, Pak Weaver.
Itu pertanyaan retorika, Nona Miller.
Baiklah, mari kita lihat apakah ada murid di kelas ini
yang mampu menyampaikan ide romansanya dalam kata-kata.
Kertas ini lengket,
tetapi menarik.
"Dia menempelkan bibirnya ke bibirku."
"Namun, dia tak berhenti di sana."
"Tak lama kemudian, setiap inci tubuhku
dipenuhi ciuman Brad."
"Siapa yang percaya aku jadi milik Brad seutuhnya malam ini?"
Ya, milik siapa?
Nona Miller.
Apa?
Hei.
Dah, Louise.
Louise?
Jangan marah kepada Weaver.
Semua tahu dia menyebalkan.
Aku tak bisa menghadapi Brad lagi, Polly.
Hei, Pemandu Sorak, aku punya sorakan baru.
Keren sekali!
Aku suka lelaki!
Kucampakkan rumah bonekaku
Kubuang semua mainanku
Pagi ini, aku sadar
Aku suka lelaki
Aku suka lelaki
Aku suka lelaki
Aku suka lelaki
Aku suka lelaki!
Kulupakan permainan engklek
Untuk menjaga sedikit keseimbangan
Kuoleskan lipstik
Untuk memikat lelaki
Aku suka lelaki
Aku suka lelaki
Aku suka lelaki
Aku suka lelaki!
Aku tak akan membuat pai lagi
Aku menghindari berkotor-kotor
Aku akan membeli stoking nilon
Dan rok mini kulit
Aku suka lelaki
Aku suka lelaki
Aku suka lelaki
Aku suka lelaki!
Akan kuberi tahu dunia
Dengan membuat kegaduhan
Tak ada jalan kembali sekarang
Karena kami suka lelaki!
Kami suka lelaki
Kami suka lelaki
Kami suka lelaki
Kami suka lelaki!
Kami suka lelaki
Kami suka
Kami suka lelaki!
Kami suka lelaki
Kami suka lelaki!
Kami suka...
Sampai jumpa, Brad!
Kita tangguh!
Hei, kita nomor satu!
Baiklah, ayo!
Ayo.
Bagus! Kerja bagus.
Sekarang, dua finalis lain.
Sebagai kesatria, Hans, Brad Powell.
Kalahkan mereka, Brad!
Untuk peran utama Ondine, Louise Miller.
Louise?
Astaga, Louise Miller?
Anggap saja ini ujian akhir kemampuan aktingmu.
Jangan jadi Louise. Jadilah Ondine.
- Kau bisa. - Baiklah.
Semoga berhasil.
Kita akan selalu mengingat momen ini.
Momen sebelum kau menciumku, sebelum kau bilang kau mencintaiku.
Aku tak bisa menunggu satu jam.
Katakan sekarang.
Menurutmu, itu dikatakan begitu saja?
Aku harus bagaimana?
Duduk di pangkuanmu?
Saat aku memakai baju zirah?
Aku punya cara melepas baju zirah.
Apa tanganku terbuka bagi pendatang pertama?
Aku punya cara membuka tangan.
Juga cara menutupnya.
Brad!
Bagus. Luar biasa. Kalian berdua. Terima kasih.
Itu bagus sekali.
Terima kasih.
Sutradara memutuskan Lawrence akan memerankan raja.
Brad dan...
Kiki akan jadi tokoh utama.
Louise akan jadi asisten penata kostum.
Astaga...
Astaga...
Louise.
- Louise, kau tak apa? - Aku tak apa.
- Biar kubantu. - Tidak, aku bisa.
Sini. Maaf, aku tak melihatmu. Kurasa itu salahku.
Itu percobaan bunuh diri yang gagal.
Boleh kuantar pulang?
Tidak! Brad, tak perlu.
Kau tak perlu mengantarku.
Aku tahu, tapi aku ingin.
Bradley, katanya, dia tak apa. Ayo pergi.
- Kau yakin? - Ya, aku baik-baik saja.
Pergilah.
Celaka. Sekarang aku harus bagaimana?
TELEPON
Astaga.
NYONYA SERENA DI TANGANMU - MASA LALU, KINI, DEPAN
Halo?
Halo?
Mendekatlah, Nak.
Jangan takut.
Nyonya Serena tahu segalanya, melihat semua, menceritakan semua. Kemari.
Aku hanya ingin pinjam telepon.
Mustahil.
No comments yet. Be the first to leave one.