İlk 142 satır.
RINGKASAN SEJAUH INI
Anak kembar laki-laki dan perempuan yang lahir saat siang dan malam setara,
kelak akan jadi penguasa para Tsugai!
Menurut legenda desa dari Timur,
lahirnya anak kembar yang memisah siang dan malam akan mengguncang dunia.
Sekitar 400 tahun lalu, terjadi perang antara dua kubu di dalam negeri.
Para pengguna Tsugai terlibat di baliknya.
Warga Desa Higashi sengaja menahan si kembar tetap di desa
demi bisa memanfaatkan mereka.
Orang tua si kembar sadar akan bahaya yang mengancam
dan mencoba membawa keduanya kabur.
Sayangnya yang berhasil dibawa cuma Asa, sang adik.
Si kembar berpotensi memiliki kekuatan istimewa.
Namanya Kai dan Fuu.
Kekuatan untuk membongkar segala hal secara paksa, Kai.
Dan kebalikannya.
Kekuatan untuk menyegel segala hal secara paksa, Fuu.
Aku tidak memilih terlahir jadi kembar yang ditakdirkan.
Tapi mulai sekarang ini pilihanku.
Meski harus mengotori tangan.
Setelah mendapatkan kekuatan Kai,
Asa menyerang desa untuk merebut kembali Yuru.
Menyingkir dari situ!
Kekacauan itu membuat kami dibangkitkan setelah 400 tahun.
Untung tuan baru kami tidak banyak aturan.
Yuru, mereka adalah Tsugai milikmu.
Asa dilindungi oleh Klan Kagemori.
Klan dari Desa Higashi yang memisahkan diri karena beda pandangan.
Yuru tidak bergabung dengan mereka
dan memilih mencari orang tuanya sendiri.
Aku tidak akan lari atau sembunyi.
Karena itu tidak perlu.
Desa Higashi maupun Klan Kagemori terlalu ribet.
Mau nyawaku? Datang dan ambil saja!
Dan sepertinya, Kagemori tidak semuanya sepaham.
Aku
pernah mati sekali.
Kai dan Fuu sebaiknya tidak ada.
Zaman sudah berubah.
Sebagai keturunan desa itu, kitalah yang harus mengakhirinya.
Kai dan Fuu memang dihasilkan Desa Higashi.
Dan harus tetap begitu.
Sepertinya ada campur tangan pihak lain.
Kita harus berhati-hati.
Yomi no Tsugai: Pasangan dari Alam Baka
PINTU MASUK JALUR PENDAKIAN DESA HIGASHI LAMA
Iya.
Aku berhenti membuntutinya di tengah jalan.
Kurasa dukun itu sudah sampai di Desa Higashi.
Oke, kerja bagus.
Yang penting dia sudah masuk desa, bersiagalah di situ.
Pergilah, Ivan.
Siap.
Ayo, Shokyo.
Hah? Biasakan panggil aku Tuan Shokyo!
Hei, majikannya itu aku.
Jangan membantah! Kamu mau dicincang, Nyet?
Daikyo, tolong nasihati dia.
Jangan malah berpaling.
Bergerak tanpa tuan saja tidak bisa, kok kamu sombong sekali?
Berisik!
Kamu cuma ampas tanpa kami, Nyet!
Sudah lupa siapa yang menghidupimu?
Diriku sendiri, lah, dasar tumpul.
Dasar monyet!
Berisik, cepat pergi!
Bekerjalah dengan benar! Aku sudah bayar mahal!
Iya, deh.
Hup.
Aku pergi dulu.
Menjijikkan.
DAIKYO DAN SHOKYO
Seperti ini?
Betul.
Sedang apa?
Bikin senjata lagi?
Mumpung gabut.
Sini, biar kuberi hiburan.
Papan apa itu?
Televisi.
Terasi?
"BESOK DIPERKIRAKAN CERAH" Potensi hujan sore ini, nol persen.
Sepertinya kemarau akan berlanjut.
Musim panas ini, dikhawatirkan adanya krisis air di Jepang Barat.
CUACA NASIONAL
Berikutnya cuaca nasional.
Okinawa cerah, disusul Kepulauan Tokara...
Aku tidak bisa pergi ke kampung halaman Ibu.
Kalau kamu?
Aku?
Kampung halaman ibumu di Echigo, kan?
Yang benar Etiopia, ada di luar negeri.
Kamu tidak tertarik ke sana?
Habisnya jauh, sih.
Kamu bahkan tidak bisa pulang ke desamu, ya?
Kalau aku pulang, itu akan berbahaya
bagi Desa Higashi.
Tapi banyak yang kutinggalkan di sana,
aku ingin pulang kalau memang bisa.
Ke-Kenapa jadi begini?
Mbah Dukun.
Tunggu, jangan ke mana-mana.
Woi, Nyet.
Aku merasakan Tsugai lain di pusat kastel.
Pusat kastel, ya.
Kata pepatah, tempat tinggi disukai orang bodoh dan...
Orang bodoh dan monyet, kan?
Orang bodoh dan asap, lah, dasar bodoh.
Kamu yang bodoh!
Itu parah, sih.
Memang.
Dia terlihat asing.
Iya.
Siapa kamu?
Kok bisa ke sini...
Hei!
Bukan.
Merepotkan.
Ini juga bukan.
Bukan, bukan, bukan.
Bukan dia.
Dia juga bukan.
Hampir saja.
Siapa kamu? Komplotan yang waktu itu?
Warga sudah berjaga ketat dan pelindungnya pun utuh.
Bagaimana caramu masuk?
Wajah itu...
Tsugai yang ada dalam kurungan...
Kamu Asa palsu, ya?
Dan karena muncul saat nenek ini terancam,
berarti dia tuanmu, ya?
Padahal tuanmu disandera, kok kamu berani sekali?
Kalau dia Tsugai,
seharusnya mereka sepasang.
Di mana pasangannya?
Nyet, lihat kakimu!
Kamu tega banget, Shokyo.
Hah? Masih mending daripada mati, kan?
Cepat sujud dan berterima kasih!
Mana bisa sujud dengan kaki begini.
Dia mirip Asa.
Tapi dibuat lebih mungil dari aslinya.
No comments yet. Be the first to leave one.