İlk 200 satır.
layaknya langit malam yang gelap
layaknya langit malam yang gelap
like a scarlet night
like a scarlet night
di dalam kegelapan itu
di dalam kegelapan itu
fell in the dark
fell in the dark
kau bisa sembunyikan rasa takutmu
kau bisa sembunyikan rasa takutmu
you can hide your fear
you can hide your fear
dan kau juga masih bisa berbohong
dan kau juga masih bisa berbohong
can lie my dear
can lie my dear
teruskan saja dan raihlah mimpimu
teruskan saja dan raihlah mimpimu
kono mama yume wo mite
kono mama yume wo mite
bentangkan sayapmu, kepakkanlah
bentangkan sayapmu, kepakkanlah
chidarake no tsubasa hirogete
chidarake no tsubasa hirogete
seperti apa kebenarannya
seperti apa kebenarannya
what's the truth?
what's the truth?
yang ingin kupercayai
yang ingin kupercayai
what to believe?
what to believe?
bak malaikat yang jatuh
bak malaikat yang jatuh
like a fallen angel
like a fallen angel
diterbangkan oleh angin waktu
diterbangkan oleh angin waktu
toki no kaze ni
toki no kaze ni
seraya terjatuh
seraya terjatuh
nagasarete oshite yuku
nagasarete oshite yuku
ke langit yang penuh bintang
ke langit yang penuh bintang
into the starry night
into the starry night
nan indah seperti dewi
nan indah seperti dewi
kagami no you ni
kagami no you ni
dan kau kan kupeluk selama-lamanya
dan kau kan kupeluk selama-lamanya
dakisihimete eien wo
dakisihimete eien wo
hingga terbang sampai nirwana
hingga terbang sampai nirwana
fly to heaven
fly to heaven
Pengamat
Hoi!
Tunggu di sana!
Bukankah ini...
Ya, bukan seperti ratu yang kuharapkan, sih.
Jangan lari dariku! Dengar aku bicara, dong!
Padahal baru dua bulan sejak dia dilantik.
Sepertinya dia memang lebih cocok urus anak-anak yatim piatu.
Kau tahu apa panggilan rakyat padanya?
Camilannya nanti kalau tugas kalian sudah selesai!
Dewi Peternakan Sapi.
Meski maksudnya baik, sih.
Dasar bandel, ya!
Jadi, akhirnya kita punya dewi sendiri, ya.
Kalau begini, tak ada yang ingat lagi siapa yang tutup Trost, ya?
Salah satu alasan kenapa Historia memutuskan untuk jadi ratu adalah
untuk lakukan ini semua.
Ini maksudnya?
Mengurus panti asuhan dan rakyat bawah tanah sampai ke ujung tembok sekalipun.
Karena kapten sendiri dibesarkan di bawah tanah, kapten pun mendukungnya.
Saat rakyat butuhkan pertolongan,
dia yang akan datang menolong, apa pun, siapa pun, dan di mana pun.
Itulah yang diinginkan Historia.
Oh? Kalian malas-malasan lagi!
Eh...
Sudah mau gelap, lo!
Dia kok jadi mirip ibuku, ya.
Dewi, ya.
Kudengar uji coba pengerasanmu berlangsung baik.
Ya.
Tapi kalau kita tak bergegas, mereka akan kembali.
Apa yang mau kaulakukan?
Kalau kau bertemu Reiner dan Bertolt, lalu harus berhadapan dengan mereka lagi...
Aku tak punya pilihan, selain membunuh mereka.
Semoga kita bisa segera mengetahuinya.
Cerita tentang dunia ini dan kenapa dunia jadi seperti ini.
Semua yang sudah kita lakukan, aku tak ingin menyesalinya.
Bahkan anak-anak dari bawah tanah selalu tersenyum akhir-akhir ini.
Bukan pilihan yang salah, kok.
Ya.
Kau sudah bekerja dengan baik.
Tak juga, kok.
Padahal kau sendiri juga yang bilang ingin lenyapkan umat manusia.
Itu karena aku terbawa suasana!
Apa?
Berikan padaku.
Hoi!
Eren sudah kelelahan karena uji coba.
Benar juga. Maaf ya, Mikasa.
Kau bisa tidak sih, berhenti perlakukanku seperti orang tua?
Karena sanksi militer, kita kehilangan banyak anggota berbakat,
tapi ditemukannya batu bersinar di gua bawah tanah
juga jadi penemuan yang berguna.
Dengan kemampuan pengerasan Eren, senjata anti Raksasa pun terlahir.
Bagus.
Masukkan kepalamu ke sini.
Sekarang!
Oh!
Langsung kena lehernya!
Seharusnya ini berhasil.
Kita berhasil! Raksasa 12 meter hancur!
Kita berhasil!
Mantap! Dengan begini, kita bisa bunuh Raksasa tanpa ada prajurit yang bertarung!
Kita bisa bantai Raksasa setiap hari!
Inilah pembunuh dari neraka!
Kita berhasil, Eren!
Eren?
Dia mungkin terlalu banyak pakai kekuatan Raksasa.
Selama ini dia selalu lakukan uji coba pengerasan.
Maaf, Eren.
Tak perlu minta maaf, Ketua Hange.
Tak penting 'kan, meski aku lelah?
Ayo cepat, kita buat senjata, dan pergi menuju Shiganshina.
Kita bisa menang! Kita bisa kalahkan mereka!
Dengan senjata baru, para Raksasa bisa hancur seperti kertas!
Kau ini semangat banget.
Hanya kau yang senang bisa masuk Pasukan Pengintai.
Benar! Bukankah Hitch sudah berusaha hentikanmu?
Hitch? Dia kenapa?
Kenapa? Karena kalian berdua 'kan, anu...
Aku tak paham, sih.
Hitch bilang, aku jangan ceroboh dan bertindak sok keren.
Makanya dia mau tetap tinggal di Polisi Militer, agar bisa hidup lebih lama.
Aku kira dia bisa jadi orang yang lebih baik.
Aku juga sudah salah sangka padanya.
Payah kau.
Ha?
Marlo, si bodoh itu?
Dia juga polos sepertimu.
Kenapa? Marlo tak salah, 'kan.
Lagian, selain kau, para anggota baru yang tak punya pengalaman juga terlalu senang.
Wah, wah, jadi kau merasa jadi pahlawan veteran, ya?
Dibandingkan denganmu sih pasti.
Kasar sekali. Bukankah kita sama-sama angkatan 104?
Lagi pula, kita bukan satu-satunya.
Semua orang di tembok sama-sama ingin rebut kembali Tembok Maria.
Begitu, ya?
Tapi kalian semua tampak berbeda sekarang.
Wajah kalian...
Apa yang sudah terjadi?
Mau tahu?
Tidak, sepertinya aku tanya nanti saja.
Aku pergi dulu. Dah.
Eh? Secepat ini?
Besok ada persiapan, jadi, aku mau pergi ke desaku dulu.
Mungkin ada petunjuk baru di sana.
Selamat malam.
Mengembalikan ibu Connie jadi seperti semula, apa itu mungkin?
Ya.
Kalau pemahaman kita terkait Raksasa meningkat, suatu hari...
Maksudmu Raksasa itu manusia?
Saat ini, itu baru spekulasi.
Sekitar 60 tahun yang lalu.
Rasanya, aku seperti terjebak dalam mimpi buruk yang tak pernah berakhir.
Mimpi buruk, ya?
Eh?
Dengan semua kejadian itu, rasanya aneh, ya.
Tapi sebenarnya kita ini melawan siapa?
Itu dia, apa Raksasa sebenarnya hanya
manusia yang tersiksa oleh mimpi buruk?
Dulu, aku pernah jadi mereka.
Eren!
Roti dan supmu masih banyak.
Jangan bicara dan makanlah.
Ya.
Maaf, Mikasa.
Yang benar saja, Eren.
Akhir-akhir ini kau hanya bergumam tak jelas.
Kau sebaiknya berusaha mengingat orang itu.
Kau melihatnya, 'kan? Di gua tempat ingatan itu kembali.
Orang dari Pasukan Pengintai yang bertemu ayahmu.
Ya, hari itu, aku yakin dia bersama ayah.
Dia pasti tahu sesuatu.
Rasanya, malah aku seperti pernah bertemu dia di suatu tempat.
Maksudmu bukan dr. Yeager, tapi dirimu sendiri?
Begitu kira-kira.
Coba hantamkan kepalamu biar ingat.
Benar.
Kau mungkin bisa ingat kalau kau pegang tangan Historia.
Kena tandukan kepala dari pelatih komandan.
No comments yet. Be the first to leave one.