İlk 67 satır.
Permisi.
Kalian jalan pelan sekali!
Dari arah rumah Pak Dibyo ini tadi.
Jelas.
Kalau itu tadi binatang, kita bacok!
Kalaupun manusia, juga kita bacok!
Semua bacok pokoknya!
- Itu Pak Dibyo? - Pak Dibyo.
Tidak. Kalian lihat ini.
Talinya putus.
Perangkapnya tertutup sendiri.
Aduuuh!
Berarti nggak ada yang tertangkap ini Pak?
Bawa senjata pula.
Kok bisa putus ya?
Apa mungkin tertabrak kelelawar terbang ya Pak?
Tapi sudah kuganti dengan tali yang dipakai lomba 17 Agustus kemarin itu lho.
Oohh, ya ya Pak.
Ya sudah kalau begitu Pak.
Pamit dulu.
Ya.
Mau kembali ke pos ronda.
Ya. Silakan, silakan.
Mari, Pak.
- Permisi, Pak. - Ya, ya, ya. Silakan.
Kok bisa putus ya?
Nggak mungkin kalau kelelawar bisa makan atau menggigit tali setebal itu.
Yang bawa Pak Rahmat lewat sini.
Aku yang disini saja.
Kamu ikut ke sana dong.
Jangan di rumah, kan bareng-bareng carinya.
Nanti kalau di hutan langsung dipencar.
Dibagi dua.
- Ikuti kamu. - Ikuti Markun.
kok ikuti aku? Ikuti Ketua RT-lah.
Lek Sutik.
Ganti, oper.
Gimana Lek?
Jadinya semalam gimana?
Pokoknya di 4 perangkap itu tidak ada apapun.
Tinggal perangkap yang di rumah Pak Dibyo itu.
Hey,
kalau membicarakan hal yang kemarin, bikin bingung.
Kamu itu masih ingin di sini kan Reng?
Ada kemungkinan kamu dan teman-temanmu,
akan diusir dari pasar.
Apa?!?
Siapa yang akan mengusir?
Hah?
Pak,
kamu itu udah janji kan,
bahwa anak-anak buahku akan diangkat menjadi karyawan tetap di sini?!?
Ini yang bajingan Dibyo, Reng.
Kalau revitalisasi pasar selesai,
pasar akan ramai.
Kamu dan yang lain akan diusir oleh Dibyo itu.
Bajingan! Dibyo memang anjing!
Kupenggal lehernya. Anjing!
Asal kamu tahu, ini semua konspirasi, Reng.
Kon apa Pak?
Kon apa?!?
Anjing! Kamu memang betul-betul nggak paham ya, Reng?
Jadi ceritanya begini.
Aku menitipkan sesuatu ke Pak Rahmat.
Dan yang anjing,
adalah Dibyo tidak merasa menerima titipan itu.
Yang anjing lagi,
No comments yet. Be the first to leave one.