İlk 156 satır.
Panik seperti itu… Jangan bilang air ini…
Tebakanmu benar.
Itu air dari tempat aku tercebur! Mata Air Bebek Tenggelam!
Ranma, kau…
Mu Su.
Kau tak akan kubiarkan macam-macam dengan Ranma-ku!
Jadilah istriku.
Aku sudah melamarmu berkali-kali…
MATA AIR BEBEK TENGGELAM
Akan kuperkenalkan pacar baru untuk Mu Su yang malang itu.
Aku tak percaya kau menghindari serangan Shan Pu tercintaku!
Terimalah nasibmu!
Mana mungkin aku
dengan senang hati menjadi bebek!
Gawat! Airnya ke mana-mana!
Aka…
Apa nasib gadis itu?
Apa yang akan terjadi?
Dia pasti akan muncul sebagai bebek.
Akane!
RANMA1/2
BERJUANGLAH, MU SU
Akane!
Akane.
Ranma.
Ranma!
Ini salahku.
Aku harus mengubahnya kembali.
Ranma? Ranma.
Ranma!
Ranma.
Ranma!
Ranma!
Ranma.
Ranma!
Ranma.
Ranma.
Ranma.
Ranma.
Ranma.
Ranma.
Akane dan Ranma terlambat.
Terlepas dari semua ucapan mereka, pasti mereka lupa waktu.
- Lihat. - Mereka sudah pulang.
Baiklah, Akane.
Tenang saja, ya?
Ini adalah rahasia kita.
Bagaimanapun, mari jadikan dirimu normal lagi.
Ada apa ini?
Kukira kau mengatakan sesuatu tentang Akane.
Apa yang kau bicarakan?
Apa yang mau kau sembunyikan?
Ya ampun. Manis sekali bebek ini.
Benar.
Mustahil.
Dia tidak kembali.
Akane!
Akane?
Bebek ini?
Begitu, ya? Jadi, ini salahmu.
Ya, tapi…
Dia tak bisa kembali walau dia kutaruh di bak.
Ranma, ini bukan hal yang perlu kau cemaskan.
Kami cuma ingin agar kau sedikit bertanggung jawab.
Sekarang, waktunya pernikahan!
Apa?
Akane, kau terlihat cantik.
Ranma, mohon jaga dia.
Ya.
Aku merasa itu cuma bebek biasa.
Entahlah.
Baik, mari kita toas pernikahan.
Hentikan itu!
- Jaga sikapmu, Akane! - Dia tak suka itu.
KAU UBAH DIA MENJADI BEBEK
Itu salahku.
SULIT DIPERCAYA! DASAR ANAK BODOH
Jadi…
DUNGU ANAK TERBODOH DI DUNIA
COBA KULIHAT TAMPANG ORANG TUAMU!!!
Kaulah orang tuaku!
ITU BENAR!
Sungguh pernikahan yang meriah.
Aku akan ambil foto.
Maaf aku mengubahmu menjadi bebek.
Tapi, lihat, aku bisa merebut boneka babimu lagi.
Jadi, jangan sedih.
Dasar kau…
Baik sebagai manusia maupun bebek, kau benar-benar tidak manis.
Maaf aku tidak manis.
Ya ampun, Akane. Selamat datang.
Aku pulang.
Ada keributan apa ini?
- Kau… - Apa?
Tapi kau tersiram air dari Mata Air Bebek Tenggelam.
Ini salahku.
Aku harus mengubahnya kembali.
Sakit.
Akane cuma tersemprot air biasa.
Air dari Mata Air Bebek Tenggelam jumlahnya terbatas.
Mengubah Akane Tendo menjadi bebek tak ada untungnya bagiku.
Sasaranku cuma Ranma.
Dengan seember air terakhir dari Mata Air Bebek Tenggelam ini…
Habislah air dari Mata Air Bebek Tenggelamnya.
Ya ampun, untuk sesaat tadi kukira…
- Kau kira apa? - Bukan apa-apa.
Ada apa ini? Apa kalian merayakan sesuatu?
Situasinya akan lebih seru jika kau pulang lebih telat sedikit lagi.
Hei, Ranma. Bisa ikut aku sebentar?
Apa? Selarut ini?
Kita mau ke mana?
RESTORAN NEKOHAN
Duel?
Aku dan Mu Su? Kenapa sekarang?
Dia menyerahkan tantangan kepadaku untuk diberikan kepadamu.
Kenapa dia berikan kepadamu?
Sebenarnya…
Aku akan mengalahkan Ranma
dengan atau tanpa air dari Mata Air Bebek Tenggelam.
Mu Su, kau berniat memakai trik pengecut lagi?
Aku pengecut apanya?
Hei! Untuk apa itu, Shan Pu?
Kau mau apa?
Kau menyedihkan.
Menyerah saja dan kembalilah ke Tiongkok.
Apa?
Selamat tinggal.
Shan Pu, kau…
Kau tahu betul perasaanku, tapi kau masih…
Aku sudah muak.
Jika wanita kejam sepertimu tak menginginkan aku, baguslah!
Aku senang mendengarnya.
Selesai sampai sini saja.
Shan Pu, kumohon! Ucapanku tidak serius!
Apa kau mau menangis semalaman?
Tapi, Shan Pu…
Kau benar-benar menyedihkan.
Aku menyedihkan apanya?
Yang benar saja.
Karena aku merasa kasihan denganmu, aku akan membantumu.
Kau bilang apa?
Berduellah dengan Ranma sekali lagi.
Kali ini kau mungkin menang.
- Hei. - Kurang lebih begitu. Semoga berhasil.
Kau yang membujuknya untuk berduel.
Apa yang kau pikirkan?
Sudah jelas bahwa Ranma akan menang.
Lalu bagaimana jika Mu Su menang?
Aku tak bisa membayangkannya.
Kita tak akan tahu sampai mereka bertarung.
Mana mungkin aku kalah darinya.
Begitukah?
Andai saja, walau peluangnya kecil,
Mu Su bisa mengalahkan Ranma,
maka aku akan memacari Mu Su.
Aku mendengarmu dengan jelas.
No comments yet. Be the first to leave one.