İlk 200 satır.
Paduka Raja.
Harus ada penjahatnya jika mau interogasi.
Siapa mata-mata itu?
Chu Dal-ha
memberi tahu nama mata-mata itu?
Aku akan memberi tahu nama penjahat itu
saat interogasi sedang dilakukan.
Maaf, Paduka Raja.
Jika Paduka mengungkit lagi masalah itu,
salah-salah, takhta Paduka-lah yang terancam.
Mengapa begitu?
Pangeran Rui akan murka jika tahu kita menginterogasi
untuk menemukan dan menghukum mata-mata
yang berkomunikasi dengan Qing.
Itu bisa merusak hubungan baik kedua bangsa.
Keinginan Paduka untuk menghukum penjahat itu
malah bisa membahayakan
rezim Paduka sekarang.
Artinya Qing sudah ikut campur internal kita.
Semua urusan kita sudah kena campur tangan mereka.
Bahkan kita tak bisa memperbaiki tembok perbatasan
yang hampir hancur karena takut kepada Qing.
Maksudmu, Dewan Pertahanan Perbatasan gagal melakukan tugasnya?
Kalau begitu, bubarkan saja dewan itu.
Kau di luar, Sida Kim?
Paduka memanggilku?
Segera pulangkan para Dewan Pertahanan Perbatasan
karena dilarang menginterogasi kali ini.
Cek apa Inspektur Jenderal Kim Je-nam sudah di istana,
dan suruh dia kemari bersama Kepala Sekretaris Kerajaan.
Baik, Paduka.
Kepala Direktorat.
Kau sudah boleh pergi.
EPISODE 14
Jangan ikut sertakan para pejabat setingkat menteri
pada interogasi kali ini.
Para sekretaris, staf, dan petugas harus bekerja sama
untuk memeriksa lagi berkas-berkas terkait kasus mata-mata tiga tahun lalu,
juga tembok perbatasan, lalu laporkan kembali kepadaku.
Namun, kecualikan Kim Myung-ha
karena dia terkait hal ini.
Baik, Paduka.
Akan kulaksanakan.
Paduka Raja.
Mohon izin bertanya.
Mengapa Paduka menerima kesaksian
dari Chu Dal-ha yang telah berusaha membunuh Paduka?
Isi kesaksiannya persis dengan yang kuinginkan.
Paduka Raja.
Apa Paduka curiga bahwa mata-mata
yang berkomunikasi rahasia dengan Qing itu salah seorang Dewan Pertahanan Perbatasan?
Apa dia
Kepala Direktorat, Park Jong-hwan?
Jadi, itukah alasan Paduka
menyuruhku mencari cara untuk memecat
Dewan Pertahanan Perbatasan dan mereformasi pemerintahan?
Sejak awal, sebenarnya aku mau begitu.
Hanya saja belum didiskusikan dengan para dewan.
Aku akan lapor lagi kepada Paduka setelah membuat rencana detail.
Benar.
Namun, para pejabat makin kuat,
dan aku tak bisa mengganggu gugat sembarangan.
Aku
akan melakukan titah Paduka dengan sepenuh hati,
tetapi para dewan pasti akan menentang mati-matian.
Aku sudah bersiap untuk itu.
Seorang pengkhianat yang berkomunikasi secara rahasia
dengan Dinasti Qing sampai membuat bangsa dan rakyat kita berada dalam bahaya.
Aku akan mengungkap pengkhianat bejat itu
dan menghukumnya seberat-beratnya.
Aku akan menulis nama bajingan itu di sejarah…
dan membuat rakyat negeri ini…
mengingat pengkhianatan itu.
Kakakku…
diracuni.
Siapa yang berani melakukan hal kurang ajar seperti itu?
Siapa yang meracuninya?
Larut malam begini,
Paduka memanggil kita,
tetapi setelah itu malah disuruh pulang lagi.
Paduka tak boleh semena-mena
pada para pejabat pemerintahan.
Paduka hampir saja dibunuh.
Mungkin dia belum merasa tenang.
Menurutku, sepertinya Paduka punya maksud lain.
Ada pertanda aneh sejak Paduka
memanggil Kim Je-nam tiba-tiba.
Tampaknya Paduka tak percaya pada kita…
Penasihat Kanan.
Perkataanmu kelewatan.
Apa maksudmu Paduka tak memercayai Kepala Direktorat?
- Bukan begitu. - Hentikan.
Berhenti berselisih.
Menurut kalian,
apa alasan Paduka mau menerima kesaksian seorang pengkhianat?
Pasti Chu Dal-ha
meyakinkan Paduka bahwa ada nama pengkhianat lain.
Lalu nama yang terungkap itu
akan membersihkan nama Paduka yang dituduh sebagai mata-mata Pangeran Rui.
Siapa pun nama yang disebutnya,
orang itu dan klannya pasti akan hancur,
dan semua yang berhubungan dengannya pun pasti akan ketahuan,
lalu dibunuh sebagai seorang penjahat.
Jika interogasinya dimulai,
semua pasti akan kacau balau.
Hanya ada satu cara menghentikannya.
Kita harus menghentikan interogasi ini
sebelum masalahnya makin besar.
Pergilah ke ruang penyimpanan berkas, dan ambil semua buku harian sekretaris,
juga berkas-berkas dari perbatasan tiga tahun lalu.
Baik, Tuan.
Tuan.
Apa yang harus kulakukan?
Untuk sementara waktu, kau jangan kemari.
Ini terkait kasus mata-mata tiga tahun lalu.
Paduka bilang kau harus dikecualikan.
Paduka Raja.
Apa Paduka tak perlu dipanggilkan tabib?
Mungkin tubuh Paduka tak terluka,
tetapi lebih baik denyut nadi Paduka diperiksa tabib untuk berjaga-jaga.
Aku melakukan itu setiap pagi. Sudah cukup.
Namun, Paduka…
Paduka.
Kapten Joo bilang ada yang ingin dia sampaikan.
Suruh dia masuk.
Maaf, Paduka,
tetapi ini waktunya Paduka beristirahat.
Temui dia besok saja.
Tidak apa. Suruh dia masuk.
Baik, Paduka.
Bagaimana keadaan Mong-woo?
Dia terkejut karena Chu Dal-ha dibawa ke pengadilan.
Sepertinya orang yang bernama Se-dong
yang menyampaikan kabar soal Chu Dal-ha.
Jangan larang dia masuk,
tetapi langsung lapor jika ada yang terjadi pada Mong-woo.
Baik, Paduka.
Mengapa kau tidak becus
dalam melindungi Paduka?
Hubungan kau dan aku memang tak baik,
tetapi tadinya aku percaya kau bisa menjaga Paduka.
Namun,
hal mengerikan macam apa ini?
Paduka hampir dibunuh oleh pengkhianat.
Perkataanmu benar.
Aku memang bersalah.
Paduka…
berkunjung ke rumah pribadi, dan itu masalahnya.
Hal seperti ini bisa terjadi lagi
jika kau tidak menghalanginya.
Aku juga tahu soal itu.
Namun,
aku hanya mengikuti titah Paduka.
Aku dan kau tidak bisa berbuat apa-apa.
Namun, Kapten Joo…
Aku kembali.
Apa Unit Khusus Senjata Api tak menghalangi kalian masuk?
Mungkin Tuan Choam sudah bilang,
jadi, mereka tak melarangku masuk.
Soal pengadilan, bagaimana?
Bagaimana dengan nasib Tuan Chu?
Katanya Paduka yang akan menginterogasinya sendiri.
Jadi, dia hanya dikurung sebelum dibawa ke istana.
Padahal waktu itu dia dibawa seakan-akan mau langsung dibunuh.
Membuatku takut saja.
Se-dong, tolong urus Dal-ha selama dia dipenjara.
Jangan cemas.
Aku dan dia akan mengurusnya.
Terima kasih.
- Kalian boleh pergi. - Baik.
Selamat istirahat.
Nona, silakan berbaring.
Nona?
Mengapa Paduka
kembali ke istana tanpa bicara dahulu kepadaku?
Menurutku,
Paduka cemas kau menderita karena masalah Tuan Chu.
Jadi, Paduka langsung pergi begitu saja dengan terburu-buru.
Apa sungguh hanya karena itu?
Paduka.
Semuanya baik-baik saja.
Hari ini pun Paduka sehat.
Soal racun waktu itu.
Racun yang membunuh kakakku.
Apa kau masih belum menemukannya?
Maaf, Paduka.
Racun itu tidak ditemukan di dalam obat
atau mangkuk mendiang Raja,
tetapi terdeteksi di jubahnya yang berlumuran muntah darah.
Aku yakin dia mengonsumsi racun,
tetapi tidak bisa mengetahui racun apa yang dikonsumsinya.
Aku tahu itu pasti sulit.
Namun, teruslah berusaha dan jangan menyerah.
Baik, Paduka.
Paduka mengutusku untuk berkunjung menanyakan kabar Yang Mulia.
Mendengar kabar Raja hampir mati, aku pun juga hampir mati.
Mengapa sulit sekali baginya berkunjung ke sini
sampai harus mengirimmu?
Maaf, Yang Mulia.
Paduka sibuk menyiapkan interogasi…
No comments yet. Be the first to leave one.