İlk 157 satır.
Bumi.
Api.
Udara.
Air.
Hanya Avatar yang bisa menguasai keempat elemen
dan membawa keseimbangan pada dunia.
ZainuddinAri mempersembahkan
Negeri udara mendapat anggota pertamanya.
Tim Avatar yang mencari pengendali udara di kerajaan bumi
menuntun mereka pada Kai, anak yatim piatu dengan masa lalu yang kelam.
Sementara itu,
Raja Zuko sedang melakukan penyelidikan terhadap tiga kriminal yang melarikan diri
dan sangat membahayakan keselamatan Avatar.
Tak tahu dengan bahaya yang mengancamnya,
Korra melanjutkan misinya untuk menemukan pengendali udara yang lain.
Pemberhentian selanjutnya adalah kota dinding, Ba Sing Se.
Buku Tiga
Buku Tiga
Perubahan
Perubahan
Bab Tiga
Bab Tiga
Ratu Kerajaan Bumi
Ratu Kerajaan Bumi
Lebih cepat lagi, Paman Bumi.
Ingatlah, kau harus cepat dan waspada.
Tak perlu mencemaskanku, Nona Kecil.
Aku sudah sering berkelahi.
Hanya bocah. Aku tak akan bersungguh-sungguh melawanmu.
Aku tak mau melukai anak-anak.
Paman Bumi, kuda-kudamu harus lebih diperkuat lagi.
Kai, tadi itu...
Hebat.
Terima kasih, Jinora.
Kau guru yang hebat.
Dompetku jatuh?
Kembalikan padaku, dasar pencuri cilik.
Aku sangat antusias pergi ke Ba Sing Se untuk misi diplomatik.
Ratu bumi itu seperti apa?
Aku belum pernah bertemu dengannya, tapi kudengar dia itu sedikit berisik.
Aku belum pernah bertemu dengannya, tapi kudengar dia itu sedikit berisik.
Ini dia, Mako! Kita sampai!
Di sinilah tempat ayah tumbuh besar! Ayo lihat!
Oke. Tenanglah. Aku lihat, kok.
Entah berapa banyak pengendali udara di bawah sana.
Penduduk kelas bawah dalam keadaan yang mengerikan.
Ya, aku bisa menciumnya di sini. Pantas saja ayah pergi.
Halo, warga kelas menengah.
Nah, ini dia yang kutunggu.
Avatar Korra dan Master Tenzin.
Kehormatan untuk bisa menyambut Anda dan delegasi Anda di masyarakat kelas atas di Ba Sing Se.
Aku Sekretaris Besar Gan.
Terima kasih.
Aromanya memang kelas atas.
Oh tidak, ratu sangat benci binatang. Kita harus menyembunyikannya.
Ya, aku bisa menyembunyikan Pabu di pakaianku.
Tapi yang dua ini sulit.
Ikuti aku. Akan kutunjukkan ruangan kalian.
Saat bertemu ratu, pastikan kalian membungkuk cukup rendah.
Itu sangat penting.
Dan jangan lihat matanya, beliau tak suka.
Kalau makanan sudah disajikan, jangan makan sebelum beliau makan.
Sebenarnya, akulah yang harus merasakannya dulu.
Lalu beliau makan, kemudian baru kalian makan.
Baiknya, sih, tak perlu makan saja.
Peraturannya merepotkan sekali.
Anda mungkin tak mengerti.
Akulah yang akan dapat masalah kalau kalian tak mengikuti aturan itu.
Jadi tolong, demi kebaikanku, jangan sampai mengecewakan Yang Mulia.
Ini dia.
Sangat berkelas.
Masuklah dan nikmati tempat ini.
Dan jaga binatang di belakang saja!
Avatar Korra, ikuti aku.
Jangan membuat Yang Mulia menunggu.
Yang Mulia, kupersembahkan Avatar Korra.
Kau sudah mengacaukan kolam ikannya!
Bayangannya terlalu menutupi!
Penjaga, bawa si badut ini, cari orang yang lebih profesional!
Kau! Singkirkan itu dan ulangi lagi.
Banyak orang bodoh di sini.
Akhirnya aku mendapat kunjungan dari Avatar.
Biar kutebak, kau pasti menginginkan sesuatu.
Ya, sebenarnya, Yang Mulia, aku berharap agar Anda...
Aku yakin ada cara yang pantas untuk meminta sesuatu padaku.
Setelah apa yang dilakukan Avatar sebelumnya pada kerajaan bumi.
Dia dan raja api Zuko memanfaatkan kelemahan ayahku
dan mencuri tanah kami untuk membuat kerajaan mereka sendiri.
Persatuan Republik adalah wilayah milik kerajaan bumi.
Ya, aku...
Aku tak yakin apa yang bisa kulakukan soal itu.
Kau juga tak peduli, tapi sisa dari wilayah kerajaanku sedang menuju kehancuran.
Bandit barbar menyerang desa di mana-mana.
Dan beberapa warga negaraku menolak membayar pajak.
Maaf atas permasalahan Anda, tapi sebenarnya...
Rumput itu harusnya angsa.
Bukan bebek.
Ada yang melihat Kai?
Kai?
Kai? Adik kecil?
Dia tak di sini.
Aku juga tak melihatnya sejak kita mendarat.
Aku tahu anak itu bukan anak yang baik.
Dia hanya menunggu kesempatan untuk bisa lari lagi.
Kita harus menemukannya.
Buat apa?
Dia jelas-jelas tak peduli dengan kita.
Tapi dia adik laki-lakiku yang baru.
Dia mungkin hanya tersesat dan takut.
Dia hanyalah anak kecil, dan dia adalah tanggung jawab kita.
Lagi pula, dia satu-satunya pengendali udara yang kita rekrut sejauh ini.
Kita tak bisa kehilangan dia.
Baiklah. Bolin dan aku akan menemukannya.
Bukan! Lebih ke kiri lagi!
Sebelah kirimu!
Apa kau juga punya masalah dengan para pelayanmu?
Aku tak punya pelayan.
Tapi, Yang Mulia, alasan kenapa aku berkunjung
adalah untuk kumpulkan semua pengendali udara yang muncul di kerajaan bumi.
Kami ingin Anda membantu mencarikan mereka di Ba Sing Se.
Pengendali udara di Ba Sing Se?
Dari mana kau mendengarnya?
Sebelum kami pergi dari Kota Republik, kami mendapat laporan.
Ya.
Sebelum aku mempertimbangkan untuk membantumu,
aku membutuhkanmu untuk melakukan sesuatu untukku.
Tentu. Apa itu?
Aku punya lemari besi yang menyimpan uang pajak yang ada di selatan kota ini.
Para barbar sudah mencuri dua muatan.
Pergi, ambil uangku dan bawa ke sini.
Baik, Yang Mulia.
Kai? Apa kau sedang memancing di bawah jembatan?
Ini, Pak. Biar kubantu.
Terima kasih, Anak Muda. Tadi itu angin yang aneh.
Ya, benar-benar aneh.
Terima kasih sudah membantu.
Kai!
Kembali ke sini!
Kai, ini kami! Mako dan Bolin. Keluarga barumu.
Permisi. Maaf.
Tak apa, lanjutkan saja.
Apa maksudmu berlarian dan mencopet orang lain?
Aku hanya melatih pengendalian udaraku.
Ya, oke. Kau dalam masalah.
Dia adikmu, ya?
Ya, hanya untuk pengakraban saja.
Aku jadi ingat dengan adikku sendiri.
Ini adalah kereta ekspres untuk kelas rendah.
Berhenti di Stasiun Bo Kong.
Baiklah, semoga kita bisa mengejar kereta dan kembali ke kelas atas.
Paspor dan tiket.
Kami bisa bayar, kok. Tunggu.
Di mana uangku?
Tidak. Kai tak akan—
Aduh!
Baiklah, pergilah kalian sebelum keadaan semakin memburuk.
Kabar buruknya adalah kita tersesat di sini.
No comments yet. Be the first to leave one.