İlk 200 satır.
ERA SHOWA JEPANG
"Politik adalah perang tanpa pertumpahan darah."
Kutipan favoritku oleh Mao Tse Tung.
Dengan kemenangan telak, Anggota Dewan Katsuya Tabuse
memenangkan kursi dalam pemilihan DPR.
Impianku adalah jadi perdana menteri Jepang.
Gaji perdana menteri, 40 juta yen. Donasi, 200 juta yen.
Selain itu, ada satu sampai tiga miliar yen "Dana Hak Milik".
Dana rahasia yang dipakai politikus untuk "uang saku".
Itu pekerjaan impian terbaik.
Bagaimana aku bisa menjadi perdana menteri?
UPACARA PENERIMAAN SMA KAITEI
Selamat, para murid baru!
Aku ketua OSIS kalian.
Kaitei didirikan pada tahun 1891 sebagai akademi pelatihan angkatan laut elite
yang kemudian diubah namanya menjadi SMA Kaitei,
inkubator untuk para politikus dan birokrat masa depan.
Aku harus menjadi ketua OSIS SMA Kaitei,
lalu menjadi anggota faksi politik yang terdiri dari para ketua sebelumnya.
Ini jalan menuju kantor perdana menteri,
dengan keuntungan tambahan penerimaan otomatis ke Universitas Tokyo.
Kami akan memberikan bimbingan yang lembut, tapi tegas!
Semua orang ingin menjadi ketua.
Semua pria ambisius.
Tapi aku menolak kegagalan.
Tepuk tangan!
Berhenti!
Sekarang, mewakili angkatan baru,
dengan nilai tertinggi di ujian masuk sekolah,
dan ketua SMP Kaitei dari kelas satu, kursi satu,
Teiichi Akaba!
Hadir!
Ayo, Teiichi.
Selangkah demi selangkah, aku akan naik ke posisi ketua OSIS.
Pada akhirnya, menjadi perdana menteri
agar aku bisa menciptakan
kerajaanku sendiri!
Berdasarkan Manga oleh Usamaru Furuya
TEIICHI - Battle of Supreme High -
Masaki Suda sebagai Teiichi Akaba
Shuhei Nomura sebagai Kikuma Togo
Ryoma Takeuchi sebagai Dan Otaka
Shotaro Mamiya sebagai Roland Himuro
Jun Shison sebagai Komei Sakakibara
Yudai Chiba sebagai Okuto Morizono
Mei Nagano sebagai Mimiko Shiratori
Kotaro Yoshida sebagai Josuke Akaba
Disutradarai oleh Akira Nagai
TEIICHI AKABA, KELAS EMPAT, SD BUNMEI
Ayahku, Josuke Akaba, saat ini Wakil Menteri Perdagangan,
adalah alumni SMA Kaitei.
Ibuku, Sakurako, adalah pianis konser.
Aku lahir di keluarga elite dengan harapan besar.
Ayahku kalah dalam pemilihan ketua SMA Kaitei
dari musuh bebuyutannya, Usaburo Togo.
Togo dilantik ke dalam Lingkaran Presiden elite
dan kini menjadi Menteri Perdagangan.
Ayahku ingin aku mewujudkan impiannya.
Tapi ironisnya,
aku mewarisi gen ibuku.
Aku menyapu banyak kompetisi piano,
menyebabkan putra Usaburo Togo, Kikuma, dan sahabatnya, Nishizo Nezu,
mengejekku tanpa ampun.
- Bocah puting! - Aduh!
Bermain piano lagi, Banci?
KIKUMA TOGO, KELAS EMPAT, SD BUNMEI
Kembalikan!
Bersikaplah jantan dan paksa aku!
Kau akan membayar untuk ini!
Akan kuhajar kau lain kali!
MIMIKO SHIRATORI, KELAS 4, SD BUNMEI
Namanya Mimiko Shiratori.
Kenapa kau tidak melawan?
Aku benci konfrontasi.
Aku menyukaimu.
Kau manis, Teiichi.
Teiichi! Bermain piano lagi?
Ayah sudah pulang.
Ayah tidak melarangmu bermain, tapi masih banyak yang harus dipelajari!
Kau membuatnya takut, Sayang.
Dasar banci. Itu sebabnya putra Togo selalu merundungmu.
Nilai Teiichi bagus.
Butuh lebih dari nilai bagus untuk menjadi ketua Kaitei!
Aku tak mau menjadi ketua.
Bodoh!
Menjadi ketua OSIS
adalah jalan untuk menjadi politikus yang bisa membentuk kebijakan nasional!
Untuk menciptakan kerajaanmu sendiri!
Adakah yang bisa memimpikan lebih?
Kerajaanku sendiri?
Sakurako, pianomu mengubah putramu menjadi banci!
Dia tumbuh menjadi orang baik.
Saatnya latihan air terjun!
Air terjun?
Untuk membuatmu sadar!
Kumohon, Sayang.
Kenapa permainan pianoku menciptakan perdebatan seperti itu?
Aku hanya ingin bermain.
Teiichi!
- Teiichi! - Kakak!
Aku akan berlatih di air terjun.
Teiichi.
Saat itulah tombol menyala di dalam diriku.
Aku bersumpah akan menciptakan kerajaanku sendiri
dan melakukan apa pun.
"Jujur dan adil" tidak ada dalam kosakata Teiichi.
KEDIAMAN AKABA
Ini makan malammu.
Terima kasih.
Selamat datang, Ayah.
Bagaimana sekolahmu?
Biasa saja.
Pidatoku berjalan lancar.
Jadilah perwakilan wali kelas.
Dengan nilaimu, seharusnya bisa langsung terjadi,
tapi ayah akan menambah donasi kita, untuk berjaga-jaga.
Ini baru hari pertamanya.
Ibu harap kau akan punya teman, Teiichi.
Ibu, aku tidak masuk ke Kaitei untuk berteman.
Bagus sekali.
Jangan kalah dari Kikuma Togo, apa pun yang terjadi!
Baik, Ayah.
Bagaimana Sekolah Putri Hanazono?
Membosankan. Semua orang sombong. Mengatakan hal seperti, "Selamat siang."
Itu bukan gayamu.
Kau jahat sekali.
Omong-omong,
kenapa memakai telepon darurat?
Berhubungan dengan wanita melanggar kebijakan sekolah.
Skandal politik adalah ciuman kematian.
Tidak ada yang bisa menyadap telepon ini.
Kau sangat berhati-hati.
Jadi, bagaimana sekolahmu?
Ada tingkat ketegangan yang menyenangkan. Ini langkah pertama menuju impianku.
Kau masih bermain piano?
Tidak.
Sayang sekali! Kau bisa menjadi pianis konser.
Aku ingin mendengarmu bermain.
Mimiko...
Ada saatnya seorang pria harus berjuang demi hidupnya.
Bagi sebagian orang, bentuknya ujian masuk universitas.
Bagi orang lain, itu untuk pekerjaan.
Bagiku, sekarang saatnya!
Piano bisa menunggu.
Aku akan mendukungmu.
Terima kasih.
Aku mencintaimu.
Aku juga.
Berdiri! Beri hormat! Duduk!
Perwakilan wali kelas
harus menunjukkan perilaku teladan.
Pertama, ketua kelas harus menjadi perwakilan wali kelas
dan anggota OSIS.
Kami sudah memilih.
Perwakilan kalian adalah...
Teiichi Akaba!
Sudah kuduga.
Ya.
Aku merasa terhormat, Pak Kawamata.
Aku akan melakukan yang terbaik
untuk memajukan kepentingan kelas ini.
Pilih wakil perwakilan besok.
Sudah kupilih.
Wakil Perwakilan Komei Sakakibara!
Aku dengan rendah hati menerima.
Teiichi, aku harus buang air kecil.
Aku akan ikut denganmu.
Mereka sangat dekat.
Kami siap, Pak Kawamata.
Baik, Kepala Sekolah.
Ketua Kelas Satu, Teiichi Akaba. Donasi, enam juta yen.
Wakil Perwakilan, Komei Sakakibara. Donasi, satu juta yen.
Mereka ketua dan wakil ketua kelas saat SMP.
Ketua Kelas Dua, Kikuma Togo.
Donasi, lima juta yen.
Wakil Ketua,
Nishizo Nezu. Donasi, satu juta yen.
Jadi, Kikuma dan Nishizo di Kelas Dua.
Tapi semua orang bilang kau pasti akan menjadi ketua OSIS.
Akan membantu jika ada genius sepertimu yang bisa membuat penyadap seperti ini.
Jadi, kau ingin menjadi ketua untuk membalas kekalahan ayahmu terhadap ayahku?
Teiichi, aku akan menjadi ketua berikutnya.
Kau bisa mengingat kembali penghinaan ayahmu.
Kikuma, jangan katakan itu.
Komei, aku percaya padamu.
Kau harus meninggalkan pecundang ini dan bergabung dengan faksiku.
Tidak. Napasmu bau.
Ayo, Komei.
Melarikan diri?
Aku tak melawan siapa pun.
Pemilihan ini adalah pertarungan pribadiku.
Anak baik. Itu yang kubenci darimu!
Tapi aku tahu hatimu busuk.
Baumu jahat.
Dia bau, Nishizo!
Setidaknya napasku tak bau, seperti napasmu.
Jangan terbawa suasana, Bocah Puting.
Mau dirundung lagi? Lihat, kakimu gemetar.
Maaf! Kau baik-baik saja?
Kau berpidato di upacara tadi.
No comments yet. Be the first to leave one.