Daemons of the Shadow Realm

Daemons of the Shadow Realm (黄泉のツガイ)

Indonesian Altyazısını İndir

Sezon 1

Sürüm bilgisi

Daemons of the Shadow Realm S01E11 Big Brother and Little Brother
Şunun yorumuyla jambuijo

Etiketler

webdl
Yayınlandı: 2026-06-14
İndirmeler: 48
İşitme Engelliler: No

Indonesian altyazı önizlemesi

İlk 177 satır.

PASANGAN DARI ALAM BAKA

Sudah terbunuh.

Tapi jalur menuju markas Tadera sudah ketemu.

Kita bisa mengambil jasad-jasad orang yang hilang di sana.

Terima kasih, Asagiri.

ABANG DAN ADIK

Waktu berlarian tadi,

Serangan Tenaga dan Ashinaga berhenti saat aku lewat sini.

Dia di sini.

Tuannya Tenaga dan Ashinaga.

Keluarlah.

Aku akan dibunuh?

Kok suaranya begitu?

Anak kecil, ya?

Tergantung jawabanmu.

Kejam sekali, apa dia benaran anak kecil?

Akan kukatakan semuanya, tapi jangan bunuh aku!

Wah, benaran anak kecil.

Kamu tuan Tenaga dan Ashinaga?

Iya, aku tuannya.

Kamu siapa?

Kenapa ada di sini?

Namaku Tadera Ken.

Katanya, ini rumah ayahku.

Tadi kamu bilang apa?

Ayah?

Dera, ini anakmu?

Tunggu sebentar!

Aku tidak...

Aku tidak ingat!

Kok sempat ragu?

Siapa nama ibumu?

Abeba Tesfaye.

Orang asing?

Orang Etiopia.

Aku tidak mengenalnya!

Dia bukan anakku!

Kamu Tadera Ryuu, kan?

Ayah memberitahuku soal kamu.

Aku Tadera Ken, anak Tadera Rouei.

Nama Rouei terdengar tidak asing.

Itu nama ayahku, kepala Klan Tadera yang dulu.

Waktu kamu kecil, dia masih suka bolak-balik Desa Higashi.

Anaknya Ayah? Umurmu berapa?

13 tahun.

Kita beda 22 tahun!

Mereka saudara tiri yang umurnya jauh, ya.

Pertemuan mengharukan.

Baguslah, Dera, keluargamu bertambah.

Suasananya enggak pas, tahu!

Anu, saat bersembunyi aku mendengar obrolan kalian.

Abang itu si kembar dari Desa Higashi, kan?

Anaknya Mine dan Nagisa.

Aku tahu dari Ayah.

Kamu kenal orang tuaku?

Begitulah.

Soalnya yang mengajari mereka cara kabur dari desa

adalah ayahku.

Lah, apa-apaan itu?

Aku baru tahu!

Benarkah?

Cepat katakan, di mana ayah dan ibuku?

Ampun!

Berarti...

Kalau orang tua si kembar ada bersama Kagemori,

bukankah Desa Higashi akan mengira Klan Tadera adalah mata-mata?

E-Eng, cerita dari mana, ya...

Jangan dilanjutkan!

Aku tidak mau tahu lebih banyak lagi.

Aku akan tutup mulut karena sudah ditolong.

Aku tidak akan bilang ke Asuma

maupun ke kelompok Desa Higashi.

Terima kasih.

Bisakah aku pulang sekarang?

Yah, karena Tsugai-nya Asuma sudah menyusup,

tempat ini sudah ketahuan dan tidak berguna lagi.

Percuma juga membunuh satu mata-mata.

Yuru, bagaimana?

Apanya?

Tadi nene...

Bibi ini sempat mengadukanmu ke Tenaga dan Ashinaga, lo.

Biar sajalah.

Toh, dia tidak punya niat membunuh.

Tolok ukur pengampunannya dari situ?

Asal banget.

Suamimu juga mata-mata?

Bukan, dia pegawai biasa.

Bahkan dia tidak tahu soal pekerjaanku ini.

Biarkan saja dia pulang.

Baiklah.

Terima kasih.

Ternyata begini nasib orang Kagemori

yang hilang karena membuntuti Tadera.

Mengenaskan sekali.

Sebelum pulang, izinkan aku mengubur dua rekan yang mati tadi.

Mereka tidak punya kerabat lain.

Boleh, kubur saja di mana pun.

Biar kubantu.

Dengan mudah mau membunuh orang, tapi membantu mengubur musuh sendiri.

Kompas moralmu aneh juga.

Kalau mayat tidak dikubur, nanti jadi penyakit.

Itu akan membahayakan seluruh desa.

Oh, aku paham sekarang.

Dan Ken bisa cerita lagi kalau kamu cepat pulang.

Penjaga Ilahi Sayuu, bantu aku.

Sudah cukup dalam?

Wah, kamu pakai tangan kosong?

Enggak perlu alat, dong.

Eng...

Abang...

Panggil saja Ryuu.

Ryuu.

Terima kasih sudah mengalahkan Tenaga dan Ashinaga.

Oh, iya.

Mengontrak Tsugai butuh darah, kan?

Selain dengan kematian tuannya, bagaimana cara memutus kontraknya?

Tsugai kita harus setuju dulu.

Barulah mereka kembali ke wujud asalnya.

Kompromi?

Betul, meski kamu disebut tuan,

kedudukan kalian setara.

Tsugai juga punya perasaan.

Oh, masuk akal.

Kalian juga sama?

Iya, kalau kamu memintanya, kami akan kembali ke pintu masuk desa.

Agak disayangkan tapi begitulah aturannya.

Soalnya jarang-jarang kami boleh bertindak bebas begini.

Sejujurnya, kami ingin lebih menikmati dunia ini setelah 400 tahun.

Ingatlah, Bocah!

Tidak semua Tsugai itu pengertian seperti kami.

Jangan membebaskan Tsugai sembarangan.

Aku mengerti!

Fuu bisa menyegel secara paksa Tsugai sekuat apa pun

tanpa perlu aturan yang ribet.

Kai menghasilkan Tsugai liar.

Tapi Fuu mengubah Tsugai ke wujud asalnya sebelum disegel.

Kekuatan yang penuh belas kasih.

Ini kota sebelumnya.

Kita sudah ada di dunia biasa, bisa pulang sendiri, kan?

I-Iya.

Oke.

Salam buat Kagemori Asuma, Bibi.

Aku mau pensiun saja, deh.

Kalau begitu...

Ken, ceritakan semua yang kamu tahu.

Pertama, aku tidak tahu orang tua Yuru ada di mana.

Bahkan ayahku saja entah di mana.

Pendahulu masih hidup atau tidak, ya?

Kamu juga tidak tahu Ayah ada di mana?

Tidak.

Karena Dera menyebutnya pendahulu,

kukira dia sudah mati.

Aku tidak pernah bilang dia mati.

Tsugai ini pun milik Klan Tadera, bukan milikku.

Kepala Pendahulu yang punya kontraknya, tapi pergi tanpa mewariskannya padaku.

Oh, pantas saja tidak ada reaksi meski nyawamu terancam.

Padahal Tsugai cenderung melindungi tuannya.

Ayah memberitahuku banyak hal soal Tsugai.

Katanya buat jaga-jaga.

Kadang Ayah mendadak menemui Ibu,

lalu mendadak pergi lagi.

Begitulah dia.

Ibu baru saja meninggal.

Ayah tidak bisa dihubungi.

Akhirnya aku sendirian.

Karena berpikir harus jadi kuat agar bisa hidup sendiri,

aku mencoba mencari Tsugai kuat.

Setelah menemukan dan mengontrak Tenaga dan Ashinaga,

ternyata mereka jahat.

Sebagai tuan, aku memang tidak disakiti.

Tapi juga tidak dipatuhi.

Bisa bahaya kalau mereka dibiarkan bebas.

Makanya kamu mengurung mereka di Mayoiga ini?

Iya, aku sudah diajarkan cara keluar masuk sini.

Pendahulu mewarisiku pekerjaan ini sepuluh tahun lalu.

Tepat saat orang tua Yuru kabur dari desa.

Tiba-tiba dia melimpahkan semua tugas Tadera dan pergi.

More Indonesian subtitles for Daemons of the Shadow Realm

Yorumlar

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left