İlk 200 satır.
Diterjemahkan oleh : IDFL™ SubsCrew zambronk_lah - tiyo46 - Blackspiders
Ayahmu mengatakan, Oh sayangku
Kau adalah bagian dari hatiku
Saat utusan telah datang
Dia akan meculik dan membawamu pergi
Bagaimana kenangan akan berlalu tanpa dirimu, katakanlah
Bagaimana diriku akan hidup sendiri tanpamu, katakanlah
Kau akan menikah dan kebahagiaan akan selalu menyertaimu
Untuk sukacita ini diriku akan menanggung apapun kesulitannya
Aku pastinya akan bersedih dengan perginya dirimu
Bersama dengan kesedihan ini aku akan tetap tersenyum selamanya
Seorang ayah berharap seperti ini dari hatinya
Semoga hidupmu selalu berada dalam kebahagiaan
Ayahmu mengatakan, Oh sayangku
Kau adalah bagian dari hatiku
Boddy itu curang. Kau selalu melakukan ini.
Boddy sakit. Boddy sakit. Boddy sakit.
Lihat ini, bagaimana kenangan ini tak bisa dilupakan.
Rasanya baru kemarin dia ada dipangkuanku.
Ya, dan dia telah dewasa...
...lalu pergi dari pangkuan kita untuk belajar ke Amerika.
Sudah tujuh tahun sejak anak kita pergi.
Dia pastinya anakmu.
Bagiku dia adalah temanku, Buddy.
Hai, buddy.
Sejak Avi pergi rumah ini terasa sunyi.
Oh ya? Itu berarti aku tak ada. Diriku tak dianggap.
Apa yang kau katakan? kau adalah bagian dariku.
Separuh bagian, separuh dirimu separuh Avi, aku bahkan tak ada.
Dia datang pagi ini, semuanya akan lengkap.
Hey ..
Bung, kau tahu...
...anakku kembali dari Amerika setelah tujuh tahun?
Aku juga dari Amerika. Setelah 7 tahun juga!
Oh ya? Anakku tiba dari New York. British Airways.
Aku juga dari New York. British Airways.
Sungguh? Anakku tinggal di 5th Avenue, BeIIa Vista.
Itu suatu kebetulan, aku tinggal di sana juga.
Apa yang kau katakan? siapa namamu, bung?
Avinash Kapoor. Permisi, ibuku menunggu.
Bukankah kau Tn.BaIraaj Kapoor?
Bukankah kau Buddy?/ Buddy! Buddy, Buddy...
Buddy Buddy, siapa wanita cantik itu?
Itu ibumu./ Ayo kita temui Ibu.
Ibu, mengapa sekarang kurus sekali?
Buddy./ Apa Buddy menyusahkan Ibu?
Tidak, karna kenanganmu.
Sekarang aku datang aku takkan pergi lagi...
...Ibu tak perlu mengingatku lagi. Kau terlihat keren.
Panchi, bagaimana kabarmu?/ Kabarku baik kak!
Ayo kita pulang.
Jeetu, aku akan menemuimu nanti malam./ Baik, baik.
Sebentar, sebentar, sebentar.
Itu mobilmu.
Tapi Buddy aku lelah./ Tidak lelah.
Masuk kemobil dan pelihatkan apa yang kau pelajari disana!
Cepat!/ Apa yang kau lakukan?
Kau tetap tenang ini urusan ayah dan anak!
Oh. Baiklah jika begitu, kau tahu apa?
Aku akan memberikan halangan.
Jangan. kau tahu aku tak pernah curang.
Ayo, istriku, masuk./ Ya, ya.
Ibu, telepon rumah suruh mereka...
...menyiapkan telur dan roti./ Baik, baik.
Kita ketemu disana. Panchi, ayo masuk.
Akan kutunjukkan padanya sekarang.
Semoga beruntung.
Semua akan baik-baik saja.
Sudah kubilang tak usah balapan kau akan kalah.
Jangan pikirkan mobilnya tapi pikirkan diriku.
Aku masih perjaka. Kenapa kau tak mengerti?
Ayo, Buddy./ Ayo, Avi.
Istriku, telepon Avi...
...tanyakan apa sudah cukup atau kita mulai lagi balapnya?
Telepon dia.
Kau selalu yang terdepan.
Ya, ibu./ Ayah bertanya...
...apa sudah cukup atau kita mulai lagi?
Katakan aku mempertimbangkan usianya ..
...jika tidak aku sudah sampai rumah.
Dia bilang: mempertimbangkan usiamu ..
...jika tidak dia sudah sampai rumah.
Katakan padanya, bicara tentang usia semangatku tak berkurang sedikitpun.
Ini balap mobil, kau butuh pengalaman di sini.
Kau dengar? Pengalaman sangat dibutuhkan./ Pengalaman.
Katakan padanya, darah panas, darah muda, dia yang mana?
Akan kukatakan padanya./ Aku meberinya keuntungan tapi Buddy...
Ada apa, Pak?
Lihatlah orang itu, dia memakai ponsel di mobil.
Curang./ Aku akan memeriksanya.
Aku anaknya.
Katakan padanya ini adalah perlombaan antara manusia dan mesin.
Dia mungkin punya mesin yang lebih baik ..
..tapi aku orang yang lebih baik, dan dia tahu itu.
Dengar, Avi./ Ya ibu.
Mau apa dia?/ Ada apa, Pak?
Mengapa kau menelepon saat mengemudi?/ Telepon?
Pinggirkan mobilmu dan tunjukkan surat-suratmu.
Apa kau mendengarku?/ Daa.
Mengapa? kau tersesat? Lain waktu persiapkan semua dengan baik.
Selamat datang di surganya orang curang.
Jika ada orang bilang tak ada untungnya curang...
...maka jangan dengarkan dia.
Karena curang ada untungnya. Lihatlah ini.
Jadi kuminta padamu./ Ya./ Jangan pernah curang./ Ya.
Dan bahkan kau, buddy.
Apa ini pertama kalinya kau kalah dan membuatmu menangis?
Dengar Buddy. Aku tak bisa menang denganmu.
Dan aku tak mau kalah. Jadi aku sedikit curang.
Lagi pula aku ayahmu.
Saat aku menjadi seorang ayah, Aku akan balas dendam pada anakku .
Tapi kau harus jadi seorang ayah..
...sekarang ayo makan Parathas.
Aku punya puisi tentang parathas./ Katakan.
Berjuta-juta kejahatan... Aku lupa.
Berhenti semua. Adik, kau pikir siapa dirimu?
Apa ada yang lebih tua darimu?/ Jangan bilang begitu Kakak.
Kakakmu sudah tak ada.
Setelah 7 tahun anakmu telah kembali.
Kau tak memberi kabar, kau tak menelepon.
Khushi datang dan dia memberitahuku.
Ayah, sudah lupakan. Hei, Avi, apa kabar?
Apa kau sudah gila?/ Ayo, Kakak.
Berhenti! Shobhna! Shobhna!
Salam, kakak./ Kau masih bersamanya.
Katakan padaku, Adikku ini sejak dulu gila...
..tapi kau juga sudah lupa?
Kau lupa semua tradisi kita.
Setelah 7 tahun anakmu pulang ..
...ribuan orang pasti sudah mempengaruhinya.
Kau tak mau menyembuhkannya?
Aku hendak membawa piring pemujaan.
Kishan!/ Baik, nyonya.
Beneran ni?/ Kemari.
Buddy.
Apaan ini?/ Kau diam saja atau Pamanmu akan marah.
Selamat pagi Pak.
Selamat datang.
Kau sudah tak asing dengan semua orang ..
..tapi dia, dia tambahan baru. Tn. Ropday.
Tapi dia tertawa, ayah.
Ayo, kutunjukkan ruanganmu.
Ayo Nak, ini adalah ruangmu./ Aku suka. Aku suka.
Dan ini kursimu. Duduklah./ Terima kasih.
Dalam hidup seseorang, hari itu adalah hari yang sangat penting ..
...saat anaknya mengambil alih tanggung jawabnya.
Ia duduk di kursinya. Sungguh...
..hari ini aku sadar betapa menyenangkan menjadi seorang Ayah.
Buddy, pikiran dan hatiku sepertinya ingin menyentuh kakimu.
Terima kasih./ Aku sayang padamu, buddy./Aku juga Nak.
Panjang umur sukses selalu.
Aku telah cukup bekerja dalam hidup, sekarang hanya bersantai.
Benar! Pada usia ini kau harus santai.
Kau jangan bicara masalah usia.
Seseorang mengatakan, tangan yang kuat dan mata yang bersinar...
...Itu bagai lautan Meena di depanku.
Kenapa?/ Jelek sekali.
Jelek sekali? Maaf.
Aku tak mengharapkan itu darimu.
Tapi siapa Meena, apa ibu tahu tentang dia?
Ibu tak tahu tahu. Dan kau jangan memberitahunya.
Dimana sekretarisku?/ Ya, sekertaris.
Jenny!
Pak, kau memanggilku./ Dia adalah ..
Terima kasih, ayah.
Dia bukan sekertarismu!/ Hah!/ Julie!
Ini. Dia sekertarismu.
Buddy, kau mau menggubahku menjadi Alkoholic?
Paman, sedang apa disini sendiri?
Pesta ini merayakan kembalinya Avi...
...aku memeriksa apa semua berjalan lancar.
Pengaturan makanya tak masalah...
..tapi Jika mau silahkan periksa sendiri.
Bodoh, aku tak minum, aku menawarkan pada orang lain.
Kau tak minum, kau cuma menawarkan, aku setuju denganmu.
Tapi Paman, cobalah minum sekali, kau pasti takkan bisa berhenti.
Aku akan menamparmu sekali dan kau akan menari Bhangra.
Menari Bhangra bersama teman-temanmu
Menari Bhangra bersama teman-temanmu
Menari Bhangra bersama teman-temanmu
Hey! Yoh! Hei! Yoh! beginilah yang akan terjadi
Hey! Yoh! Jangan berhenti biarkan energi mengalir
Ayo semua orang bergabung dan semua mengatakan mulai
Hey! Yoh! Hei! Yoh! beginilah yang akan terjadi
Hey! Yoh! Jangan berhenti biarkan energi mengalir
Ayo semua orang bergabung dan semua mengatakan mulai
Menari Bhangra bersama diriku
Begitulah yang akan terjadi
Menari Bhangra bersama diriku
Seperti kataku sebelumnya
Menari Bhangra bersama diriku
Ayo sayang, ayolah cinta
Ayo kita saling berpandangan
Ayo menari bersama denganku
Ayo sayang, ayolah cinta
Ayo ayo, mari kita rayakan
Ayo ayo, mari menyanyi dan menari
Ayo ayo, Sayang, Oh! Ya!
Ayo ayo, Depan belakang atas bawah
Ayo ayo, mari kita rayakan
No comments yet. Be the first to leave one.