Specials

Sürüm bilgisi

Who Are You School 2015 Episode 14 HDTV Kuning
Şunun yorumuyla Saputra Nainggolan
Sesuai EYD

Etiketler

HDTV
hdtv
HD
Yayınlandı: 2015-06-14
İndirmeler: 35
İşitme Engelliler: No

Indonesian altyazı önizlemesi

İlk 200 satır.

Tentu saja dia merasa nyaman.

Dia punya seseorang yang selalu melindunginya.

Jadi Lee Eun Bi sekarang berada di Tongyeong?

Syukurlah, dengan begitu orang buangan itu tidak akan menggangguku lagi.

Astaga, Han Yi An pasti sangat kecewa.

Kang So Young, apa sebenarnya yang ingin kau katakan?

Apakah kau mau tahu?

Han Yi An kabur dari Kompetisi Renang, hingga kemudian mengalami kecelakaan saat menuju sekolah.

Apa?

Menurutmu siapa yang ingin dia selamatkan hingga mau bertindak bodoh seperti itu?

Meski saat itu dia sudah tahu bahwa Lee Eun Bi bukan Eun Byul.

Apa yang dia katakan?

Han Yi An, aku ingin tahu sesuatu darimu.

Orang yang sebenarnya kau sukai, apakah Go Eun Byul atau Lee Eun Bi?

Hei, anak baru.

Kau tak berhak tahu jawaban atas pertanyaanmu itu.

Benarkah? Tapi kurasa Go Eun Byul mungkin penasaran mendengar jawabanmu.

Benar, 'kan?

Kang So Young.

Kau memang berbakat membuat galau semua orang dengan perkataanmu.

Kenapa? Apa kau tidak penasaran pada jawaban Han Yi An?

Tidak sama sekali.

Kau memang tidak mahir berbohong dengan ekspresi itu.

Kau pernah membuat Adikku hampir mati.

Sekarang mencoba mengadu-domba dengan sahabat yang sudah kukenal selama 10 tahun?

Kau berani?

Aku tidak tertarik terlibat dalam hobimu.

Cari saja orang lain selagi aku bersikap baik padamu.

Enyahlah karena aku sudah muak melihatmu.

Apa?

Go Eun Byul, kau memang punya temperamen buruk.

Hei, hentikan!

Astaga!

- Jadi karena itu kau mendapatkan cedera di bahumu? - Cederanya sudah terjadi sebelum itu.

Ada apa?

Sudahlah.

- Lalu mengenai Gong Tae Kwang. - Kenapa dengannya?

Dia tahu kalau aku bukan Eun Bi. Dia berteriak menanyakan Eun Bi lalu berlari keluar sekolah.

Kudengar dia juga pergi ke Tongyeong.

- Tongyeong? - Ya, dia bermalam di sana kemarin.

Gong Tae Kwang semakin bodoh saja sejak aku tak ada.

Lebih bagus dia tak usah kembali kemari.

Kalaupun aku pergi sekarang, aku tak ingin masuk sekolah.

Baiklah, baiklah.

Ra Jin, dalam perjalananmu ke sekolah, pastikan dia naik bus.

- Oke. - Apa? Memangnya aku bodoh?

Aku tak butuh anak kecil mengantarkanku.

Aku 10 kali lebih percaya pada Ra Jin daripada kau.

Hati-hati di jalan.

Kami berangkat dulu.

Kami berangkat!

Dah semuanya.

Kau akan kembali, 'kan?

Jawab aku, kau akan kembali, 'kan?

Jalan yang benar.

Akan kutunggu.

Gong Tae Kwang.

Kalian! Tunggu aku.

- Waktunya pelajaran matematika. - Siipp!

Aku ada pertanyaan sulit, apa Pak Guru ada di kantornya?

Kurasa beliau tak datang hari ini. Beliau tidak terlihat sejak pagi tadi.

- Ada apa? Apa kau mau kubantu? - Sungguh? Aku tak ingin merepotkanmu.

Apaan kau ini.

Sini biar kulihat.

Yang ini.

- Formulir apa ini? - Apa? Itu formulir pendaftaran klub olahraga seusai sekolah.

Kau ikut Badminton? Wah, kau ikut olahraga sekarang?

Suamiku, kenapa tak kau lepas semua kancing bajumu selagi aku minta dengan baik-baik?

Baiklah.

Tunggu, buka lagi.

- Lagi? - Lagi!

Baik.

Cepat, jangan sisakan satu kancingpun.

Astaga.

Semuanya.

Kenapa? Kenapa kau tak melepas kancing terakhir?

Haruskah?

Kwon Ki Tae, Hae Na, percakapan kalian menggelikan.

Hae Na, bukankah lebih baik begini?

Lihat, sekarang aku senang. Terima kasih, Ki Tae. Tersenyumlah.

Sudah.

Lihat itu.

Maaf mengundang anda tiba-tiba, Ayah Min Joon.

Tidak apa-apa. Apa ada masalah dengan Han Yi Ahn?

Sebenarnya saya ingin membahas ini hingga semester berakhir.

Tapi kurasa saya tak bisa merahasiakan ini lebih lama lagi.

Ini mengenai kasus Jung Soo In setahun lalu.

Saya akan menyerahkan diri.

Eun Bi, perbaikan data kependudukanmu sudah selesai.

Satu permasalahan sudah selesai.

- Kau senang? - Ya.

Kau sudah banyak menderita, semua akan lebih baik sekarang, jangan khawatir.

Ya.

Ibu tahu kau ingin sekali menjadi guru.

Mulai sekarang lebih fokuslah pada sekolahmu.

Ibu akan mengurus segala proses pendataannya.

Kau paham?

Eun Bi?

Ya, Bu.

Apa kau takkan kembali ke Seoul?

Apa terlalu berat bagimu meninggalkan adik-adikmu?

Bolehkah aku minta waktu lagi untuk berpikir?

Maafkan aku, Bu.

Ibu paham.

Baiklah, kita sambung lagi nanti.

Jung Ah?

Eun Bi!

Kau masih hidup!

- Apa yang kau lakukan di sini? - Aku selalu datang ke sini setiap kali memikirkanmu.

Kau pasti sangat terpukul.

Tidak, aku berpikir bagaimana jika itu terjadi padaku.

Eun Bi.

Sebenarnya...

Saat di hari kepergianmu, aku benci pada diriku sendiri karena jadi pengecut.

Lalu kudengar kau menghilang, maka aku pergi ke laut setiap hari.

Wajahnya tak bisa dikenali.

Sementara, kami menutupi jasadnya dengan sesuatu.

Melihat pakaiannya sepertinya dia seorang pelajar.

Baik, tolong cepatlah!

Kupikir itu dirimu.

Aku menjadi geram dibuatnya. Kemudian aku berencana membalas Kang So Young yang bilang dia tidak tahu apa-apa.

Lalu aku meletakkan papan nama-mu di jasad itu.

Semua terjadi padamu karena kau membantuku, dan aku tak melakukan apa-apa padamu.

Aku merasa lebih buruk dari Kang So Young.

Tidak.

Aku paham betapa mengerikannya di-bully.

Aku sangat memahaminya.

Aku tahu kau tak punya pilihan lain, aku juga mengerti.

Berkali-kali aku mencoba ingin sekali membantumu.

Sama seperti yang kau lakukan padaku.

Aku ingin sekali membantumu.

Maafkan aku.

Sungguh aku minta maaf, Eun Bi.

Maafkan aku.

Gong Byul!

Hai, Yi An.

Kalian sudah baikan?

Baikan?

Kami tak bertengkar. Akulah yang salah.

Kapan Han Yi An pernah salah? Yang ada justru sebaliknya, iya 'kan?

Hei, dia juga pernah salah.

Kapan? Coba beritahu kapan?

- Lihat, tidak pernah, 'kan? - Tidak pernah.

Lihat dia, dia benar-benar kembali menjadi kasar, ya 'kan?

Benar! Go Eun Byul yang tadinya lembut kini sudah menghilang.

Hei, coy!

Ini adalah hari pertamamu tapi raut mukamu malah begitu?

- Kau tahu ini takkan kembali seperti semula. - Aku tahu.

- Tapi tetap diam kurasa tidak begitu bagus. - Lalu? Apa kau mau kabur lagi?

Jangan khawatir, aku sudah bertekad akan memulai lagi, jadi aku takkan mengulangi itu lagi.

Baguslah kalau begitu. Itu berarti sekarang kau sudah berada setengah jalan.

- Semangatlah dan beristirahat dengan teratur. Mengerti? - Ya.

Ayo kita mulai.

Aku tahu berat bagimu setiap kali melihatku.

Tapi aku ingin kau sembuh.

Dan kembali menjadi Han Yi An yang dulu.

Kak Eun Bi.

- Benda apa itu? - Medali emas. Ini bukan mainan ini medali asli.

Bukankah itu yang ada di samping foto kakak di tempat pemakaman?

Kau ingat? Kau memang hebat, Ra Jin.

- Apa hadiah itu kakak terima saat ada di Seoul? - Ya.

Tapi Kakak harus mengembalikan ke pemiliknya. Ini milik orang lain. Kakak hanya meminjamnya.

Apa boleh aku menyentuhnya, sekali saja?

Tentu saja.

Wah, ini keren.

Selama ini, begitu berat bagiku karena tak tahu harus memanggilmu apa.

Hati-hati di jalan, Lee Eun Bi.

Kakak? Kakak ingin pergi ke Seoul lagi?

Apa? Tidak.

Sekarang kakak punya ibu dan banyak teman.

Lalu?

Kau khawatir aku akan kembali ke Seoul?

Tidak, dengan mengetahui Kakak masih hidup sudah membuatku senang.

Bukankah kakak ingin bersekolah dan bertemu teman-teman kakak?

- Ra Jin? - Kakak tak harus tinggal di sini hanya karena kami.

Sebaliknya, saat ulang tahun kami, Hari Anak, dan Natal.

Janjilah kakak akan datang.

Berjanjilah padaku.

Kakak mau berjanji, 'kan?

Ya, Kakak janji.

Kau tak perlu melakukan ini, ini bukan masalah yang serius.

Bahkan akan segera reda jika kita diam saja.

Pak Direktur, saya melakukan ini karena saya siap menerima sanksi hukuman.

Jangan terlihat lemah begitu! Insiden itu hanya kecelakaan.

Kau tidak sengaja membiarkan dia di sana. Dan aku tak bermaksud menutupinya demi keuntungan pribadiku.

- Tapi, Pak Direktur... - Diamlah! Aku melakukan ini demi sekolah.

Tapi kita sudah menyembunyikan kebenaran.

Terlalu memikirkan hal lain menjadikan siswi yang meninggal itu terlupakan bahkan mengenai kematiannya.

Mereka bilang saya sudah menyalahi UU Perlindungan Anak.

Saat itu Soo In baru berumur 15 tahun, sudah seharusnya dia mendapat perlindungan kita, apapun bentuknya.

Tapi kita justru melakukan sebaliknya.

Mari kita hentikan semua ini.

Meskipun Anda tidak bersedia, saya tetap akan menghentikan semua ini.

Apa? Apa aku setampan itu sampai kau melihatku begitu?

Kudengar kau pergi ke Tongyeong.

Kau tak bisa menghubunginya, ya? Dia sudah ganti nomor.

Benarkah? Aku tak tahu karena aku belum meneleponnya.

- Apa kau tak suka aku pergi ke Tongyeong? - Tidak.

- Lalu, kau cemburu? - Tidak.

Terus kenapa melihatku seperti itu? Apa sebenarnya yang mau kau katakan?

More Indonesian subtitles for Who Are You: School 2015

Yorumlar

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left