İlk 200 satır.
Selamat, Kaisar Duan.
Apakah itu
Kitab Sembilan Yin?
Apakah Anda mau istirahat sebentar?
Tidak perlu.
Silakan.
Ketua Huang.
Aku berubah pikiran.
Aku menginginkan
semua Kitab Sembilan Yin.
Guru.
Kau bukan Huang Yaoshi.
=Duel Gunung Hua=
(Diadaptasi dari novel Jin Yong "Legenda Pendekar Pemanah Rajawali")
=Pertarungan Lima Master Terbaik= =Episode 6=
Jika diberi satu kesempatan lagi,
apa kau tetap akan melompat untuk menyelamatkannya?
Keluar dari tubuhku!
Bukan kau yang menentukan
tubuh siapa ini.
Kita berdua
sebenarnya adalah
realitas
ataukah
hanya ilusi?
Siapa juga yang bisa menjelaskannya?
Dia melompat,
itu adalah pembebasan.
Lalu, untuk apa kau melompat?
Tidak hanya gagal menyelamatkannya,
tetapi juga mengorbankan dirimu.
Masalahmu sekarang
adalah akibat ulahmu sendiri.
Langit pun akan menua jika memiliki perasaan.
Pohon bisa hidup abadi karena tidak berperasaan.
Kau terbelenggu oleh cinta
dan terus berlarian.
Pulau Bunga Persik itu
adalah penjaramu.
Kehidupan manusia di dunia ini
sangat singkat dan fana.
Kau ingin menjalani hidup biasa
dengannya seumur hidup,
tetapi aku bukan orang biasa.
Dari Gunung Wuliang
dan Tanah Suci Langhuan,
kau telah berkultivasi teknik
Delapan Kehancuran, Enam Harmoni, Akulah yang Maha Agung.
Keluar dari Gunung Wuliang,
lima belas tahun kemudian kau berhasil menguasainya di Mongolia.
Namun, sepuluh tahun terakhir ini,
kau tidak lagi berusaha untuk maju,
malah tenggelam dalam perasaan padanya.
Apakah kau tidak mengecewakan masa lalu,
tidak mengkhianati dirimu sendiri?
Apakah yang kau pedulikan
hanya ilmu bela diri?
Selama hidupmu, berapa tahun yang sudah dihabiskan
untuk berlatih keras demi menguasai ilmu bela diri?
Cepat selesaikan semua masalah ini
dan kembalikan kebebasanku.
Karena dia,
seberapa lemah dirimu sekarang?
Bisa-bisanya kau diserang diam-diam
oleh Ouyang Feng dengan ular kecil.
Seandainya itu aku...
Aku tidak menyalahkannya.
Rumahnya sudah lenyap.
Orang yang tidak punya apa-apa itu
benar-benar menyedihkan.
Dia menginginkan Kitab Sembilan Yin
bukan untuk dirinya.
Cara terbaik
agar seseorang menjadi kuat
adalah dengan memiliki seseorang
yang ingin dia lindungi.
Dia akan menjadi kuat.
Dia bisa menjadi kuat atau tidak, apa urusannya denganku?
Yang kupedulikan
adalah kau.
Dia adalah temanku,
sedangkan kau siapa?
Setiap tahun,
kita berlatih keras
dalam kesunyian
di dunia yang tidak berujung ini.
Untuk apa?
Di lorong tidak berujung ini
tentu saja sunyi,
tetapi bukankah ini
juga suatu bentuk pelarian?
Coba kau lihat.
Di bawah gunung,
suasana kedamaian yang indah.
Kebahagiaan di dunia ini
tidak lain hanyalah hidup di desa kecil
yang tidak terganggu oleh siapa pun.
Menggenggam tangan kekasih
dan menghabiskan sisa hidup bersama.
Benar.
Namun, bahkan harapan
yang begitu kecil,
dan biasa ini pun,
tidak ada seorang pun di dunia
yang pernah benar-benar mewujudkannya.
Aku sudah mewujudkannya
di Pulau Bunga Persik.
Pulau Bunga Persik.
Lembah Bunga Persik.
Aku akui menyelamatkannya dulu bukan keputusan yang bijaksana,
tetapi aku lebih percaya
bahwa tidak ada satu pun kepingan salju
yang jatuh di tempat yang salah
karena sebuah kebetulan.
Sepasang kekasih yang saling mencintai
hidup bersama hingga tua.
Cinta di dunia ini
hanyalah sebuah ilusi.
Lagi pula, pertemuan dengannya waktu itu
memang hanya kebetulan.
Bagaimana jika Kitab Sembilan Yin
juga tidak bisa menyelamatkannya?
Kalau begitu, cari lagi.
Saat menyukai seseorang,
kita ingin melakukan banyak hal untuknya.
Meski sesulit apa pun,
tetap terasa bahagia.
Dia sangat baik.
Aku juga sudah mengerti.
Tidak ada sebenarnya,
tidak ada seandainya.
Mencintai
berarti mencintai.
Jika diberi satu kesempatan lagi,
aku tetap akan melompat lagi.
Terima kasih
telah menemaniku selama bertahun-tahun.
Aku akan pergi
dan tidak akan kembali lagi.
Karena penderitaan di hati,
barulah tercipta ilusi ini.
Urusan duniawi bagaikan ilusi,
jadi pandanglah dengan cara yang sama.
Terima kasih kepada kalian berdua.
Di mana Kitab Sembilan Yin?
Karena ini adalah pertandingan,
kau harus mematuhi aturan.
Kenapa aku harus mematuhi
aturan yang dibuat pendeta tua itu?
Ratu Bangau Mahkota Merah, Ou Bujing,
datang untuk menantang.
Raja Kera Bermata Emas,
Xue Miao, datang untuk menantang.
Raja Naga Sisik Putih, Lu Yi, datang untuk menantang.
Raja Beruang Lengan Hitam,
Bao Sanlang,
datang untuk menantang.
Anda ini siapa?
Ketua Sekte Ming,
Zhong Juesheng.
Ketua Sekte Ming, Zhong Juesheng?
Sudah lama kudengar nama Anda, tetapi belum pernah bertemu Anda.
Hari ini muncul di puncak Gunung Hua
pasti juga datang
untuk merebut Kitab Sembilan Yin.
Kenapa harus merebut?
Tiga tahun lalu,
Kitab Sembilan Yin ini
memang sengaja kusebarkan sendiri
ke dunia persilatan.
Awalnya, aku berniat membagikan kitab rahasia tiada tanding ini
pada semua ahli bela diri di dunia.
Namun, tidak kusangka
itu malah memicu
konflik berdarah yang tiada habisnya.
Kalian melihat kitab
lalu terjerat nafsu.
Demi nafsu pribadi,
kalian dibutakan oleh keserakahan,
hingga akhirnya
menimbulkan begitu banyak korban.
Apa hubungannya ini denganku?
Ketua Sekte Zhong
sudah bersusah payah merencanakan ini bertahun-tahun,
pasti ada yang diinginkan.
Lebih baik terus terang saja.
Dongpo Jushi pernah berkata dalam puisinya,
"Kekhawatiran hidup dimulai saat belajar membaca".
Sedangkan semua kekhawatiran kita,
orang dunia persilatan ini,
bermula sejak mempelajari
jurus pertama ilmu bela diri.
Jika tidak belajar ilmu bela diri,
bagaimana cara melindungi diri
saat ditindas orang kuat?
Bagaimana jika di seluruh dunia
tidak ada lagi orang kuat?
Ambisimu terlalu besar.
Ketua Huang sudah mengerti.
Kau justru tidak peduli dengan semua ini.
No comments yet. Be the first to leave one.