İlk 200 satır.
DAN MEMPERKENALKAN...
KELUARGA VINSON
DIBUAT OLEH CARLOTTA KLATT
Sarapan, Anak-Anak!
NEW YORK DAILY POST LUPUT DARI BADAI
Wah. Jangan buru-buru.
Ada cukup panekuk untuk semuanya.
- Terima kasih, Bu. Kami sayang kau. - Terima kasih, Bu. Kami sayang kau.
Aku juga sayang kalian.
Aku bagaimana?
- Kau juga, Ayah. - Kau juga, Ayah.
Sayang, kau mengubah tata rambutmu?
Kau tampak cantik.
Cuma dirapikan.
Honey Pops habis.
Maaf?
Honey Pops habis.
Carlotta?
Honey Pops.
Honey Pops habis.
Carlotta?
Carlotta!
Honey Pops?
Memang aku harus bagaimana?
Kau baik-baik saja?
Kau tampak lelah.
Ya. Semua baik-baik saja.
Saat menonton orang-orang ini,
menjalani hidup mereka,
seolah-olah tak terjadi apa-apa...
Dedo, kita sudah melakukan ini selama berpekan-pekan.
Dan rasanya kita masih sulit menemukan Wanda.
Detektif Rauch terus mengabaikanku.
Jadi jelas, polisi pun tak lebih berhasil daripada kita.
Ini cuma soal waktu.
Sebentar lagi akan ada terobosan, bisa kurasakan itu.
Ole menyarankan kita coba pesawat nirawak dengan kamera pencitraan termal.
Apa harus beli itu? Bagaimana menurutmu?
Layak dicoba?
Ya, baiklah.
Baiklah.
Beristirahatlah satu hari. Cari udara segar, mandi.
Lalu kita mulai lagi besok.
Aku akan terus menonton sebentar.
Membuatku merasa seperti aku melakukan sesuatu.
Baiklah.
Aku akan membuat roti lapis.
DEDO, JANGAN ABAIKAN AKU. BERI TAHU DIA, KALAU TIDAK, KULAKUKAN.
HARI KE-0
Sekitar seribu tahun yang lalu, pria Swiss bernama C.G. Jung
menentukan sinkronisitas sebagai peristiwa
yang tampaknya hanya terjadi kebetulan secara bersamaan,
tetapi masih saling terkait
dan hanya masuk akal bersama.
Jujur saja, mungkin dia agak berlebihan.
20 M - PINTU KELUAR KEDUA FORSTSTRAßE - 10:38
Tetap saja, ide itu cukup menarik.
Maksudku, apa kau pernah memikirkan berapa hal yang harus terjadi
bersama secara bersamaan
agar, pada akhirnya, semua terjadi tepat seperti yang terjadi?
Bagaimana jika hanya ada satu perincian kecil yang berbeda?
Kehidupanmu akan menjalani alur yang berbeda.
Seperti ketika ibuku berpikir akan bagus
jika tetangga kami Karin memotong rambutku,
lalu dia memberiku poni yang konyol
yang membuat kelas tigaku sangat menyebalkan.
Hei, kadang takdir itu menyebalkan.
HARI KE-96
Wanda pergi dari rumah.
Ponselnya ditemukan di kedai kopi.
Di sinilah kausnya dibuang di wadah daur ulang,
dan di sinilah dia muncul di unggahan Instagram Lenka.
Data ponsel Lenka menunjukkan dia berhenti
di sini, di sini, di sini,
dan di sini
sebelum tampaknya berkendara pulang hingga Republik Ceko
tanpa berhenti, di sana dia jatuh ke pinggir gunung.
Mungkin dia tertidur?
Karena kelelahan menyetir.
Agak mirip tikus?
Hidung, itu telinga, lalu ekornya.
Jadi, foto dekat patung itu adalah unggahan terakhir Lenka.
Dan unggahan sebelumnya ada di sini.
LENKA-MENYELIDIKI #PEMENGARUHPENYELIDIK
Halo.
Jadi, apa kau temukan penjahatnya?
Makhluk yang makan burungmu.
Benar, burung. Ya.
Kami pikir itu teledu.
Teledu! Hewan yang megah.
Tetapi janggal mereka menyerang burung.
Ya?
Yang ini berengsek.
Benar.
Begitulah, kami ingin menggeledah hutan
mencari sarangnya.
Dan putraku menceritakan tentang pesawat nirawak pencitraan termal?
Aku punya barangnya.
Teledu?
Serius?
Lucie, kau mengintai?
Kau tahu aku tak suka bila kau mengintai.
- Semua baik-baik saja? - Ya.
Ya?
Maaf, Sayang. Sebentar.
Apa?
Kukira kita sudah rampungkan soal ini?
Itu tak terlalu ideal...
Hei. Ini aku.
Aku coba bicara kepada ibuku lagi, tetapi dia terlalu sibuk.
Aku agak panik, tetapi mungkin baik-baik saja, bukan?
Maksudku, Lina tak haid selama dua pekan,
dan itu hanya karena Merkurius mundur.
Balaslah teleponku.
Astaga.
- Baik. Ini untukmu. - Terima kasih.
Apa kau pernah mematahkan hati pria?
Harald! Apa kata kita tentang menakuti pelanggan?
- Maaf. - Ya.
Maaf.
Istrinya baru dirawat di panti karena demensia.
Aku prihatin.
Lalu pacarnya meninggalkannya.
- Semua baik-baik saja, Harald? - Ya.
Mau kuambilkan apa?
Aku menyelidiki hilangnya wanita muda.
Wanda Klatt. Ya.
aku kenal keluarganya. Buruk sekali.
Anita!
Harald!
Aku membicarakan wanita lain.
Baiklah.
Tidak, aku tak kenal dia.
- Siapa dia? - Pemengaruh dari Republik Ceko.
Pemengaruh bukan pelanggan kami yang biasa.
Dia datang ke sini pada Malam Nuppelwocken.
Banyak orang ke sini pada Malam Nuppelwocken.
Mungkin itu hari tersibuk kami dalam setahun,
dengan pawai dan sepak bola...
- Kenapa kau mencarinya? - Dia tewas.
- Tewas? - Dia mengalami kecelakaan mobil.
Katanya.
- Di perbatasan Ceko. - Ya.
- Kurang dari 24 jam setelah dari sini. - Astaga.
Ya ampun.
Tidak.
Tidak. Aku tak ingat dia. Maaf.
Baiklah.
- Jika saja kau ingat sesuatu. - Akan kuhubungi.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
- Harald, serius, lagi? - Anita.
Ya, Anita.
- Hei. - Sedang apa kau?
Apa? Ini hari pengiriman.
Katamu cicilan terakhir hari ini.
Jangan di sini.
Ayolah.
HARI KE-96
HARI KE-0
Hai. Mau kuambilkan apa?
Aku minta jus nanas dengan seloki tequila.
Tetapi jus nanas harus segar.
Baik, berikan saja itu.
Kostummu bagus.
Kau menjadi apa? Semacam orang-orangan sawah?
Aku Nuppelwocken.
Hari ini Malam Nuppelwocken.
Wuppelnocken?
Nuppelwocken!
Puppen-Dockel?
- Nuppelwocken. - Aku tak tahu maksudmu.
Legenda kuno.
Kau lihat? Itu Nuppelwocken.
Monster yang tinggal di hutan,
dan setiap seratus tahun dia datang ke kota untuk menculik gadis tercantik.
Aku suka itu. Sebaiknya aku waspada.
Lakukanlah.
- Bisa kubantu dengan yang lain? - Ya.
Kau tahu apa itu trenggiling?
- Apa? - Mereka menggemaskan.
Tetapi lebih dari sejuta trenggiling ditangkap tahun lalu saja.
Jangan merekam lagi.
Aku mencoba mencari dalang
jaringan penyelundupan hewan liar terbesar di Eropa.
Aku minta baik-baik untuk berhenti merekam.
Dia menyebut dirinya King.
- Kataku berhenti merekam. - Hei.
Jika sentuh barangku lagi, Voldemort, kusemprotkan merica ke wajahmu.
Begini.
Aku tak pernah dengar raja apa pun. Ya?
Jadi, minumlah dan keluar.
- Kau tak tahu? - Tidak.
Itu aneh.
Karena dia sering melakukan transaksi dari sini.
Black Souk. Pernah dengar?
Itu pasar di web gelap.
Kesalahan sebagian besar orang
adalah berpikir web gelap seratus persen anonim.
Tetapi itu membuat mereka rentan.
Tunggu di sini.
No comments yet. Be the first to leave one.