İlk 200 satır.
~ Wadaiko Girls ~
Sub indo oleh ch4nk-san
Oh Tuhan...
Hanya kepada-Mu, aku berserah diri siang dan malam.
Semoga doaku sampai ke hadirat-Mu.
Dengarkanlah jeritan tangisku.
Dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus.
Amen.
Amen.
Semoga kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita,...
...dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kalian semua.
Semoga menyertai Sister juga.
Beberapa tahun yang lalu, novel "Kani Kousen" mulai diminati kembali.
Kalian tau soal ini?
Tidak.
Kalian pasti berpikir kehidupan kalian jauh...
...dari kehidupan orang miskin dan melarat di lingkungan kerja yang keras, iya kan?
Tidak bu...
Benarkah?
Saat ini...
...dunia dihadapkan dengan masalah ketimpangan sosial yang sangat serius.
Ibu harap kalian semua juga memikirkan soal ini.
Ini enak.
Hei, apa yang akan kalian lakukan selama libur musim dingin?
Gimana denganmu, Iku?
Tahun ini, Mamaku bilang mau pergi Dubai.
Dubai?
Enak banget...
Hikari, katanya mau pergi ke Inggris, kan?
Ya, kurasa ini yang ketiga kalinya.
Eh, kamu gak ingat?
Kurasa gitu.
Tamaki harus terus berlatih, kan?
Ya.
Pertunjukannya kapan, ya?
Katanya kelas balet itu benar-benar sibuk.
Ya, kudengar juga gitu.
Aku merasa bisa makan sebanyak yang kumau.
Kurasa kamu bisa makan sebanyak ini. - Ya, ini memang enak.
Semuanya jadi 1.683 yen.
Saya bayar pake kartu kredit ini.
Pertama, scan dulu kartunya.
Kemudian tekan ini dan masukkan jumlahnya.
Dan terakhir, tekan ini!
Terima kasih banyak. - Terima kasih banyak.
Kantong plastiknya.
Terima kasih banyak.
Silahkan! - Silahkan!
Ibu pulang.
Ya?
Tamaki, ibu pulang.
Hei, sudah makan malam?
Aku sudah makan.
Gitu ya.
Masih ada makanan di bawah, ibu makan saja!
Makasih.
Mau pergi makan pancake?
Aku gak mau makan kalo ada stroberinya.
Hei, mana Tamaki?
Pergi kelas balet nya, mungkin?
Sepertinya ada yang jual disana.
Ah, udah gak sabar. - Ya.
Tidak, aku bukan seperti itu.
Apa?
Otsukare.
Matsuzawa-san?
Tamaki-chan, kamu sudah boleh pulang, otsukaresama.
Otsukaresamadesu.
Bu, aku pulang.
Nene, selamat datang kembali.
Kenapa kamu ada disini?
Eh, kamu mengenalnya?
Ya, dia teman sekelasku.
Ah, jadi gitu ya...
Tapi Matsuzawa-san, bukannya kerja paruh waktu itu...
Makan malamnya sudah siap, cepatlah pergi makan!
Baik, tapi ini beneran tak apa-apa?
Pergilah cepat!
Baik.
Tamaki.
Kamu dari mana saja baru pulang sekarang?
Gak kemana-mana kok.
Eh, apa?
Dia mengajakmu datang kesana juga.
Aku?
Coba kuliat! Apa itu?
Festival ya?
Apa itu terlihat seperti festival?
Itu pertunjukan wadaiko.
Kenapa kamu mengajak Tamaki?
Entah...
Kamu tertarik sama taiko, kan?
Itu gak benar.
Mana mungkin aku tertarik sama taiko.
Itu benar, mana mungkin Tamaki tertarik sama yang kayak gini.
Kalo ada waktu luang, datanglah juga.
Maria, Arisu, ayo pergi!
Hei, tunggu!
Mereka kenapa, ya?
Apa maksudnya itu?
Aku juga gak tau.
Kenapa kamu datang kesini?
Apa aku gak boleh datang?
Hah?
Temanmu, ya?
Bukan.
Kami cuma di kelas yang sama.
Kalo gitu, dia temanmu kan?
Aku Tsukasa, kakaknya Kotoho.
Terima kasih sudah datang hari ini.
Kamu suka taiko?
Tidak juga.
Senpai...
Loh...
Otsukaresamadesu, kalian bermain dengan baik.
Otsukaresamadesu.
Itu bagus sekali.
Saya benar-benar minta maaf.
Tidak, yang salah itu putri saya.
Padahal dia sudah tau kalo sekolahnya melarang siswanya kerja paruh waktu.
Tidak, tidak...
Kalo dia datang lagi, tolong suruh dia pulang saja, ya!
Tamaki-chan benar-benar memikirkan tentang...
Tamaki-chan?
Kenapa ibu ada disini?
Kerja paruh waktu kamu berakhir hari ini.
Kenapa juga kamu harus kerja paruh waktu?
Saya minta maaf.
Ini bukan salahnya Hoshino-san.
Tunggu, Tamaki!
Katakanlah sesuatu!
Apa maksudmu?
Aku juga mau dia gabung.
Kamu serius?
Gak ada salahnya juga, kan?
Lagian, kita juga kekurangan orang.
Ya, kan?
Aku setuju.
Baiklah.
Tapi ada syaratnya.
Bertandinglah denganku!
Jika kamu menang, aku akan mengizinkanmu bergabung.
Kalian mau bertanding apa?
Kita akan mainkan ritme nada kedelapan selama 30 menit.
Sulit sekali. - Apa 30 menit gak terlalu lama?
Kamu mau atau tidak?
Akan kulakukan.
Kanno, ajari dia caranya.
Kamu yakin?
Ya.
Ambilkan stik drumnya.
Baik.
Yang lainnya, pergilah bersiap!
Baik.
Pertama, buka kaki selebar bahu dan tekuk lutut.
Ini adalah postur dasar dalam wadaiko.
Beginilah cara memukul drum untuk ritme nada kedelapan.
Ulangi saja terus seperti ini.
Kalo gitu, ayo mulai!
Nene, perhatikan waktunya!
5 menit lagi.
Kamu gak apa-apa?
Sekarang, pergilah!
Dia sudah kalah, tak ada yang protes lagi, kan?
Bukannya kamu bilang kita kekurangan orang untuk pemain drum panjang (Nagado) nya?
Bener tuh...
Tamaki.
Ibu minta maaf soal kerja paruh waktu kamu.
Mendengar Tamaki memikirkan ibu, ibu merasa senang.
Kamu bahkan sampai berhenti latihan balet...
Bu...
Aku baik-baik saja.
Hebat, hebat!
Tunggu aku!
Ko-chan, jangan lari-lari!
Mulai dari sini.
Baiklah, mulai dari awal!
Ya!
Tiga empat...
Maaf, membuatmu menunggu.
Letakkan handuk ini di leher kamu.
Hati-hati, mungkin agak panas.
Gimana? Kamu tak apa-apa?
Tahanlah seperti itu dan tarik napas dalam-dalam!
Tarik napas!
Hembuskan!
Tarik napas perlahan...
Hembuskan...
Sekali lagi, tarik napas...
Relax...
OK.
Gimana akhir-akhir ini? Kamu bersenang-senang di sekolah?
Bagaimana latihan taiko-nya? Lancar?
Begitu ya.
Lain kali, ijinkan sensei mendengarmu bermain juga ya...
Kamu bisa berikan lagi handuknya.
Harusnya sudah lebih mudah untuk bicara sekarang.
Pertama-tama, kita lakukan seperti latihan yang sebelumnya.
Cobalah ucapkan "A I U E O".
Ini bu!
No comments yet. Be the first to leave one.