İlk 181 satır.
IBU KOTA FEDERASI JURA TEMPEST: RIMURU
Tidak ada...
Ah,
kalian ada yang melihat Tuan Rimuru?
Tuan Rimuru?
Sayangnya, hari ini aku belum melihatnya sama sekali...
Begitu, ya.
Tuan Rimuru...
Anda di mana?
Wah, makin terlihat besar, ya.
Festival Pendirian Tempest, kota monster kita, telah berakhir dengan sukses besar.
Awalnya, ini hanyalah desa goblin kecil.
Lalu, perlahan tapi pasti kota ini makin berkembang,
dari desa menjadi kota, dan kawan-kawan pun makin bertambah.
Berbagai rencana pembangunan kota sedang berjalan,
termasuk dungeon yang telah memasuki tahap uji coba pembukaan.
Dengan ini, aku ingin membangun hubungan simbiosis
tempat manusia dan monster bisa bekerja sama.
Benar!
Tujuanku adalah kemakmuran bersama bagi manusia dan monster!
Aku akan terus mengandalkanmu, sobat.
Baik.
Serahkan padaku, Master.
Ya!
BEREINKARNASI MALAH MENJADI SLIME MUSIM KEEMPAT
KESEHARIAN BARU
Hup, hup, yak. Wah!
Terima kasih buat yang kemarin.
Sudah sewajarnya tolong-menolong di saat susah.
Sip! Nanti kita minum-minum!
Boleh!
Oh, Tuan Rimuru!
Hai.
Tuan Rimuru, selamat pagi.
Selamat pagi.
Tuan Rimuru, salam sejahtera.
Salam sejahtera.
Ada Tuan Rimuru!
Halo!
Tunggu!
Hei, hati-hati.
Iya!
Tuan Rimuru!
"TAKOYAKI" Baru matang, nih. Silakan ambil!
Eh, boleh, nih?
Aromanya lezat!
Tuan Rimuru, hari ini sedang meninjau kondisi kota?
Iya, soalnya inspeksi juga penting.
Tuan Rimuru memang hebat!
Baiklah, mulai sore nanti...
Hei!
Tuan Rimuru!
Ada oleh-oleh, bagikan untuk semuanya, ya.
Siap!
Terima kasih banyak.
LOKASI PEMBANGUNAN STASIUN KERETA SIHIR
Jadi, kita bisa membangun stasiun di sini.
Inilah impian kaum pria!
Lokasi stasiun di Eurazania juga sepertinya sudah ditentukan.
Iya,
lokasinya akan menyatu di lantai satu istana baru.
Geld dan yang lain sudah berjuang keras.
Tempest dan Eurazania,
serta negara lain nanti akan terhubung dengan kereta sihir.
Konstruksi di luar juga lancar seperti di dalam kota.
Gedung parlemen baru juga hampir selesai.
Ah, gedung yang terlalu mewah itu, ya?
Benar!
Kita harus menyebarkan keagungan Tuan Rimuru!
Ya-Yah, yang penting kotanya berkembang pesat...
Omong-omong, dungeon juga makin berkembang, ya?
Iya, iya! Terima kasih sudah menanyakan!
Aku memindahkan fasilitas penelitian Gabiru dan yang lain dari gua,
lalu ada toko elf khusus anggota eksklusif di lantai 95 bawah tanah!
Muah.
Apanya yang dungeon?
Isinya musuh semua!
Enggak ada perlengkapan langka!
Siapa yang akan termotivasi untuk menaklukkannya?
Sudah kami bilang...
Berisik! Ini namanya penipuan!
Kalian cuma mau untungnya saja, kan?
Cih, beginilah kelakuan monster.
Apa katamu?
Tenang dulu.
Ada keributan apa ini?
Hah?
Ha?
Apa-apaan dia?
Ada apa?
Terjadi keributan?
Tuan Rimuru.
Ada penantang dungeon,
tapi menggerutu karena tidak bisa mencapai lantai dua.
Belakangan ini banyak yang begitu.
Serius?
Maaf jadi merepotkan kalian.
Tidak apa-apa, itu hanya hal kecil.
Bisanya cuma mengumpat karena kalah saja.
Tapi, kalau hal ini terus berlanjut, bisa memengaruhi operasional.
Perlu dipertimbangkan lagi.
Elementaler, penyihir khusus yang mengendalikan roh.
Ada yang tahu apa ciri khas dari skill sihir mereka?
Aku!
Aku, aku, aku!
- Aku, aku, aku! - Pak Rimuru?
- Aku, aku, aku! - Kok ada di sini?
Jelas mau belajar...
Waduh!
Kamu, sedang apa di sini?
Tidak, aku cuma mau inspeksi...
Ganggu.
Kamu tidak apa-apa?
Sayang banget.
Padahal aku juga mau diajari Bu Hinata.
Anak-anak itu mau menuruti perkataan Bu Hinata, ya.
Syukurlah dia mau meluangkan waktunya untuk mengajar.
Hinata itu ahli dalam mengendalikan roh,
makanya cocok banget jadi guru mereka.
Tapi siapa sangka dia mau menerima tawaran itu.
Sepertinya anak-anak itu benar-benar menikmati keseharian mereka
sejak pindah ke sekolah di Tempest.
Mereka juga langsung akrab dengan teman barunya.
Iya, iya.
Terlebih lagi,
karena sudah yakin Yuuki dalangnya,
aku tidak bisa membiarkan anak-anak tetap di Kerajaan Ingrassia.
Aroma apa ini?
Jadi ini rasanya masuk angin...
Sungguh menarik.
Apanya yang menarik?
Apakah pantas kamu jadi sekretaris kedua dengan tubuh selemah ini?
Daripada itu,
kamu serius mau menyajikan ini nanti?
Terus kenapa?
Lagi bikin apa, nih?
Wah, Tuan Rimuru!
Saya baru merasakan pengalaman menegangkan...
Ah! Begini! Sebenarnya saya ingin...
Eng, itu, begini...
Omong-omong, Nona Shuna sedang mencari Anda,
apa Anda sudah menemui...
Tuan Rimuru!
Syukurlah, ternyata Anda ada di sini.
Memangnya ada apa?
Saya punya camilan baru.
Wah, kelihatannya lezat!
Saya ingin Anda jadi pencicip pertama...
Jadi saya mencari-cari Anda.
Shuna...
KERAJAAN INGRASSIA
MARKAS BESAR SERIKAT BEBAS
Nah, bagaimana, ya...
Sepertinya Raja Iblis Rimuru benar-benar mencurigaiku.
Eh?
Kalau bisa, aku tidak mau bermusuhan dengan slime itu...
Aduh, kayaknya kemarin terlalu ikut campur, ya?
Kamu yang menghasut Tujuh Luminari
agar Hinata bergerak membasmi Raja Iblis Rimuru, kan?
Bukankah ketahuan gara-gara itu?
Tapi, ini soal bos kita,
mustahil dia meninggalkan bukti, kan?
Iya, sih.
Semuanya dilakukan lewat Damrada...
Tapi, aku tahu hubungan antara Bu Shizu dengan slime itu,
dan tidak bisa mengelak soal hubungan kita dengan pedagang dari timur.
Kertas yang kita gunakan saja buatan Kekaisaran.
Mustahil serikat yang membawahi banyak petualang berkata,
"kami tidak ada hubungannya."
Bagi mereka, bukti tidak langsungnya sudah terkumpul lengkap.
Jadi kita akan merombak rencananya?
Kalau sudah dicurigai begini, tidak bisa dilanjutkan begitu saja, kan?
Tidak, kurasa tetap begini juga tidak apa-apa.
Tapi...
Cukup buat dia berpikir
"saat ini tidak perlu bermusuhan".
Manusia itu mengubah sudut pandangnya tergantung situasi.
Lagi pula, soal pengelolaan dungeon, mereka sendiri yang minta bantuan.
Eh?
Bahkan ingin serikat mempromosikan sistem hadiahnya.
Aduh, itu terlalu mencurigakan!
No comments yet. Be the first to leave one.