İlk 200 satır.
setelah minum bersama di rumahmu?
- Kau bodoh? - Sial, hentikan.
Aku tak tahu kau sangat kutu buku.
Apakah sudah rusak?
"DOOR LOCK"
Liburan Tahun Baru Imlek 10 hari lagi!
29 juta orang diperkirakan
pulang untuk liburan,
lebih 300 ribu daripada tahun lalu.
Tanggal 3 pagi, sehari sebelum liburan dimulai,
diduga akan menjadi hari tersibuk,
dan lalu lintas menuju ke Seoul
akan sangat padat pada tanggal 5.
Diduga, waktu tempuh dari Seoul ke Busan
adalah 8 jam, sedangkan ke Kwang-ju 6,5 jam,
setengah jam lebih lama
daripada tahun lalu.
Selamat pagi, Nn. Jo Kyung-min.
Aku menelepon untuk membahas asuransi perawatan gigi baru.
Bisakah kita berbicara sebentar?
Aku harus segera berangkat kerja.
Kalau begitu aku akan cepat.
Asuransi ini cuma 20 dolar sebulan, selama 10 tahun,
dan itu mencakup implan gigi
jembatan gigi, dan mahkota gigi, tanpa batas.
Setelah masa asuransi berakhir, kami akan membayar 500 dolar
dan membebaskan uang asuransi.
Apa aku harus memutuskan sekarang?
Aku sungguh harus pergi sekarang.
Cuma butuh 5 menit.
Bisakah kau meneleponku kembali?
Aku akan menghubungimu pada waktu pilihanmu.
Kapan waktu yang tepat?
Setelah pukul 18.00.
- Aku akan menghubungimu. - Terima kasih.
Senyum membawa keberuntungan
dan juga klien baru! Bilang "keju", Semuanya!
Keju!
Senyum yang lebih besar!
- Datanglah ke kantorku, Nn. Oh! - Ya, keju!
Pelanggan No. 36, silakan.
Sudah lama, Nyonya.
Lewat sini. Aku akan mengurusnya.
No 37, silakan.
Kenapa kau selalu biarkan assisten Park melakukan itu?
Itu sangat membuat frustrasi.
Kau terlalu baik. Itu masalahmu.
Kau tahu jadi apa orang-orang baik di negeri ini?
Orang lemah.
Apa kau akan memperpanjang kontrak?
Tidak ada perpanjangan lagi.
Sepanjang hidup, aku memperpanjang banyak hal.
Kuliah, lulus,
hubungan... Aku bahkan memperpanjang bioritmeku,
jadi aku menderita sembelit kronis.
- Hei, bersandarlah! - Maaf.
Aku sangat butuh perpanjangan ini...
agar aku punya cukup uang untuk pindah rumah.
Performamu bagus.
Kurasa kau bisa mendapatkan posisi permanen
jika melatih keahlianmu sedikit.
Keahlian?
Aku selalu bilang agar kau tersenyum saat berjualan.
Ketika lansia datang,
jual asuransi tipe perak
dan bilang mereka baru hidup setengah dari hidup mereka.
Kepada para karyawan, jual asuransi anuitas
dan menunjukkan kepedulian akan uang sekolah anak mereka
atau kehidupan setelah pensiun.
Kau perlu mengincar kelemahan mereka
untuk menjual.
Kau selalu dihina oleh Tuan Park yang licik itu
karena kau bekerja terlalu jujur.
Apa yang kau lakukan
dengan keahlianmu yang luar biasa?
Aku tahu. Aku tak mengharapkan ini.
Apa?
- Benarkah? - Tidak.
Permisi.
Kau tinggal di Studio 601. Benar?
Ya.
- Seseorang meninggalkan ini. - Siapa?
Aku tidak tahu.
Penjaga di sif siang yang menerimanya.
Terima kasih.
Tolong tanda tangan sebagai tanda terima.
Terima kasih.
(Ibu meninggalkan ginseng di meja resepsionis. Ibu)
Tidak, aku sering mengubah kodenya.
Mestinya Ibu bilang jika mau datang.
Sia-sia perjalanan 2 jam.
Tidak, tidak serius. Aku bisa minum pil.
Bu, tunggu!
Ibu membiarkan penutup kunci pintu terbuka?
Tidak, bukan apa-apa.
Aku harus makan sekarang.
Ibu makan malam juga.
Lakukan analisis sidik jari? Dengan ini?
Ya. Apa itu mungkin?
Kau bilang tidak ada yang rusak,
cuma ada orang mengetuk pintu.
Benar.
Jadi orang itu cuma mengetuk pintu dan pergi
tanpa mencoba masuk rumah, 'kan?
Dan kau tak dapat membuktikan itu orang yang sama.
Mengajukan kasus hanya mungkin
ketika sesuatu benar-benar terjadi.
Analisis sidik jari hanya dapat dilakukan pada saat itu.
Menurut catatan, kau telah melaporkan
kasus serupa beberapa kali.
Tidak ada yang bisa kami lakukan
untuk laporan seperti ini.
Tak ada yang aneh di sini. Kami akan kembali ke kantor.
Kenapa aku merasa pusing setiap pagi?
Permisi.
Selamat pagi.
Apakah kau menerima paket tadi malam?
Aku berikan ke penjaga sif malam.
Ya. Terima kasih.
Omong-omong...
apa mungkin aku memeriksa
rekaman kamera pengawas di sini?
Kurasa bisa.
Tapi aku boleh tanya kenapa?
Seseorang mencoba membuka pintuku tadi malam.
Kau ingin memeriksanya sekarang?
Tidak, aku harus pergi.
- Aku akan minta nanti. - Tentu.
Sampai jumpa.
Ini yang terbaik yang bisa kutawarkan di lingkungan ini
dengan kondisimu.
Tapi ini lebih kecil dari rumahku sekarang.
Bagaimana ini bisa lebih mahal?
Harga pasarannya naik. Kami tak bisa berbuat apa pun.
Jika kau terus merasa tak aman,
bagaimana jika kau ganti kunci pintunya?
Yang modern dengan sistem pengenalan sidik jari.
Aku pindah ke gedung besar ini dengan harapan lebih aman.
Ada sesuatu yang salah dengan tempat itu.
Aku merasa lelah setiap pagi.
Pakai jimat!
Kau kenal dukun? Aku bisa mengenalkannya padamu.
Aku tidak punya uang.
Mari kita menikah dan membeli rumah.
Menikah dengan siapa?
- Bagaimana dengan dia? - Siapa?
Halo, Tuan!
Di sini!
Pernahkah kau memperhatikan?
Dia sangat baik padamu.
Hentikan.
Biar kutunjukkan keahlianku hari ini. Ayo pergi.
Pelanggan No. 119, silakan.
Mau membuka tabungan perencana, Tuan?
Aku bisa membantumu.
No. 119, lewat sini.
Aku No. 119.
- Aku akan berbicara dengannya. - Baik, Tuan.
- Selamat sore. - Selamat sore.
Ada yang bisa kubantu, Tuan?
Aku tidak bisa mentransfer dari mesin ATM.
Begitu.
- Boleh pinjam KTP-mu? - Ini.
Maaf, apa kau sudah menikah?
Apa? Tidak, belum.
Boleh aku tanya apa pekerjaanmu?
Aku seorang tukang kayu.
Maka paru-parumu
pasti dalam kondisi yang buruk.
- Butuh salinannya? - Ya, terima kasih.
- Di mana rumahmu, Tuan? - Di Bongcheon-dong.
Aku juga. Kalau begitu kita bertetangga.
Kurasa aku mungkin pernah melihatmu...
- Ya? - Di lingkunganku.
Kadang-kadang kau di pusat kegiatan masyarakat?
Kurasa begitu. Kadang-kadang.
Apa kau punya tabungan perencana?
Tidak.
Ini cukup bagus untuk mereka yang hidup sendiri.
Mulai berlaku 6 bulan sejak pembukaan,
dan secara otomatis mencakup
asuransi penyakit kritis juga.
- Benarkah? - Ya.
Kau dapat memilih... Begini...
Ini dokumennya.
Transfernya selesai.
Mengenai tabungan itu, mungkin lain kali.
Bagaimana jika kita minum kopi bersama?
Apa?
Aku akan membuka tabungan, dan sebagai gantinya
kurasa kita bisa minum kopi sebagai tetangga?
Untuk tabungan perencana,
lain kali akan kurekomendasikan yang lebih baik.
- Tapi kenapa? - Apa?
Kau baru saja merekomendasikannya.
Kenapa berubah begitu tiba-tiba?
Itu...
Karena aku tidak punya banyak uang?
Aku tak bisa buka tabungan itu jika aku tidak kaya?
Tolong tenanglah. Maksudku...
No comments yet. Be the first to leave one.