İlk 184 satır.
Kami sedang menempel hiasan imlek.
Kau sedang apa?
Aku sedang siapkan makan siang untuk putramu.
Mu.
Kemari dan lihat.
Bagaimana kalau ini digantung di sini?
Ayahku memanggilku.
Aku tutup dulu teleponnya.
Coba kulihat.
Kebahagiaan datang.
Setelah kami punya anak,
aku pasti akan mendapatkan kembali semua uang ini.
Bagian ini
pemberian Nyonya.
Selamat tahun baru.
Terima kasih, Bos.
Terima kasih, Nyonya.
Sudah.
Pergilah bekerja.
Baiklah.
Halo.
Mengapa kau terus tidak balas pesan?
Apa kau mengirimkan pesan kepadaku?
Tadi aku mengobrol di grup keluarga,
aku tidak melihatnya.
Maaf.
Apakah itu Xie?
Xie tidak ada di grup keluarga, 'kan?
Kita sudah satu keluarga.
Cepat undang dia masuk.
Apa kau sudah dengar ucapan ibuku?
Dia mau kau masuk grup keluarga.
Apakah
boleh?
Boleh.
Tidak masalah.
Namun, anggota keluargaku sangat banyak.
Sedikit lebih heboh.
Tidak apa-apa.
Baiklah.
Aku tutup dulu teleponnya.
Apa yang harus kukatakan?
Boleh katakan apa pun.
Tidak perlu merasa terkekang.
Paman Sepupu sudah masuk grup.
Cucu Menantu,
selamat tahun baru Imlek.
Selamat tahun baru Imlek, Kakak Ipar.
Mu.
Apakah tidak kenalkan kepada kita?
Selamat tahun baru Imlek.
Aku adalah Xie Shi,
suami Xu Mu.
Xie ini,
aku makin lama makin menyukainya.
Temperamennya sungguh baik.
Nak,
cepat ganti panggilan WeChat.
Identitas ditambah nama.
Bukankah kau terlalu buru-buru?
Xie baru saja masuk.
Biarkan dia tenang dulu.
Tidak bisa tenang.
Keinginan seorang ayah
tidak bisa menunggu sampai besok.
Ayah.
Nama sudah diubah.
[Xie Shi, suami Xu Mu; @Kekayaan Bak Awan]
Benar.
Lihat.
Sekarang melihatnya pun terasa nyaman.
Dia bagi angpau.
Keberuntunganku lumayan.
Ibu.
Berapa punyamu?
Dua ratus yuan.
Kau rebut berapa?
Lihat sendiri.
Bagaimana?
Kekayaan Bak Awan,
kau sudah dapat keuntungan.
Kau juga harus menjaga sikap.
Jaga sikap apa?
Penyakitmu yang
selalu memanggil nama daring orang ketika marah
yang seharusnya diubah.
Aku berhasil merebut angpau berarti aku beruntung.
Kau senang?
Boleh.
Orang dengan keberuntungan tangan terbaik lanjut bagikan.
Ah, benar.
Keberuntungan tangan terbaik.
Itu artinya dia seharusnya merebut angpau orang lain.
Eh, kau ini sungguh menyebalkan.
Dasar kau ini.
Mengapa kau bagikan uang sebanyak ini?
Kami biasanya hanya bagi ratusan untuk buat heboh saja.
Tahun baru Imlek hanya sekali dalam setahun.
Yang paling penting adalah senang.
Awalnya aku mendapat 100 lebih,
kukira keberuntungan tahun ini ada padaku.
Tidak disangka ada pada ayahku.
Memang pada dirimu.
Selamat tahun baru Imlek.
Selamat tahun baru Imlek.
Mu,
bantu aku buka pintu.
Ibu sedang sibuk.
Oh.
Baru pukul 07:00.
Siapa yang datang bertamu sepagi ini?
Mengapa?
Kau tidak kenal padaku lagi?
Mengapa kau datang?
Supnya datang.
Xie,
bukankah kau bilang tidak kemari?
Tahun baru begini,
apakah tidak masalah kau tinggalkan Bibi Kecil di rumah sendiri?
Oh, ya.
Di mana Bibi Kecil?
Bibi Kecil punya pacar baru.
Dia sibuk berkencan.
Wah,
itu bagus.
Benar.
Ada yang menjaganya.
Kalian juga sudah tenang.
Benar.
Oh, ya.
Bukankah setiap tahun kita selalu ambil foto keluarga?
Kebetulan Xie datang.
Kita bisa berfoto ulang.
Ah.
Aku pergi ambil kamera.
Eh, jangan.
Berfoto sehabis makan.
Makan selagi panas.
Kita berfoto sehabis makan.
Mari, Xie.
Makan paha.
Mari.
Cicipi udang masakan ibumu.
Ayah.
Oh, benar.
Aduh.
Kau juga ambil satu.
Tiga.
Dua.
Satu.
Senyum.
[Selain itu, rambutku? Bukankah terlalu coklat?]
Bukankah ini wawancara jalananku?
Benar.
Lanjut tonton.
Astaga.
Kau juga ada di sana.
Aku juga baru tahu kau di sana
setelah melihat videonya.
Di sebuah sudut yang tidak kita ketahui,
dunia telah mencatat pertemuan antara kita berulang kali.
Menurut saya...
Dua orang bersama adalah
hal pasti yang disebabkan
oleh kebetulan yang tidak terhitung.
Titik awalku adalah kamu,
titik akhirku juga dirimu.
Xu Mu,
maukah kau menikah denganku sekali lagi?
Tadi saat mencuci piring,
apakah kau sengaja membuatku melepaskan cincinnya?
Benar.
Kalau tahu, aku akan berpakaian lebih cantik.
Kalau begitu, aku lamar sekali lagi.
Kembalikan cincinnya padaku.
Tidak mau.
Sekarang ini sudah jadi milikku.
Jangan, ini punyaku.
Jika Anda bertemu dengan orang yang sudah Anda sukai sangat lama,
apa kalimat pertama yang akan Anda katakan?
Saya akan bilang,
tunggu dengan sabar.
Suatu hari nanti,
kita akan saling mencintai.
No comments yet. Be the first to leave one.