İlk 200 satır.
BEN DAN JAMIE
SAHABAT
SAHABAT SEJAK KELAS 2 SMP
KULIAH BERSAMA
SAHABAT KETIGA
TRINITAS SUCI
PACAR JAMIE STATUS KARIER
LEMPARAN TOUCHDOWN TERBANYAK
IPK TERENDAH SEJARAH PENERIMAAN HARVARD
PACAR BEN RATU DRAMA
KEKASIH MASA SMA
TETAP BERSAMA
BARANG-BARANG UNTUK KULIAH
PETA PERJALANAN JARAK JAUH
SMA EAST CRANFORD
KAMPUS DENSEN
HUBUNGAN JARAK JAUH
TIDAK AKAN PERNAH BERHASIL
LAGU UNTUK SAAT KAU MERINDUKANKU
SANGAT MERINDUKANMU HINGGA PILU
HIDUP PENUH SESAL JADI PECUNDANG KAMPUS
BERSELINGKUH, DAN DIBUNUH PERPISAHAN MENYAKITKAN
TETAP BERSAMA
CINTA DAHULU
BARU KULIAH
SAHABAT
Kupikir
lebih lambat akan lebih tenang
tapi ternyata jauh lebih buruk.
Semoga hari kalian indah.
Ya! Lebih cepat!
- Ya! Maaf. - Kau suka itu, Sayang?
Ya. Aku hampir siap.
Sedikit lagi.
Hampir selesai. Sedikit lagi.
Aula makan akan tutup.
Aku tahu. Maaf.
Ya. Lebih cepat, lebih keras.
Ya!
Aku ingin kau selesai untukku, sekarang.
Kau ingin aku selesai di mana?
- Sepatuku. - Tunggu, sepatumu?
Baik, aku selesai di sepatumu.
Sial. Kau juga sudah selesai?
Sebagai temanmu, kau tidak memberikan perhatian yang pantas.
Ini pukul 08.00, maaf aku tidak berpikir
sebelum Sastra Abad Pertengahan.
Jadwal sepak bola Simon sangat padat.
Kau juga menjalani hubungan jarak jauh.
- Aku menuntut empati. - Ya, baik.
Saat aku intim secara virtual dengan Claire
dia A, sendirian
dan B, benar-benar merancap.
Kau berpikir begitu
tapi wanita bisa melakukan banyak hal sekaligus.
Aku tahu apa yang Claire lakukan karena aku bisa melihatnya
karena kami melakukan FaceTime.
Ya, format videonya menjadi masalah bagiku.
Kau tidak suka sudut kamera Simon?
Kelaminnya memenuhi seluruh bingkai
tapi wajahku masih ada di kotak kecil di sudut.
Aku merasa seperti masuk berita lokal
melaporkan langsung dari urat-urat pacarku.
Menurutku sangat menginspirasi
bahwa kau memilih tetap berhubungan
dengan pria yang kelaminnya benar-benar membuatmu jijik.
Luar biasa kau mempertahankan kehidupan seks yang sehat
dengan pacarmu yang masih SMA.
Hei, Luther.
Kau akan pulang untuk liburan Thanksgiving?
Tidak. Ibuku menyebalkan.
Tentu saja.
Jadi, kalian akan pergi ke acara di rumah Tyler nanti?
Tyler teman sekamarmu?
Semua mahasiswa baru yang pergi ke pesta di luar kampus
akan minum di kamarnya.
Ya, minum di kamar tempat tinggalku.
Ya, kurasa kami akan ke sana.
Orang-orang akan mabuk, Kawan.
Mabuk.
Mabuk.
Jadi, kita pecundang besar, bukan?
Kita bukan pecundang.
Ben, kita tidak diundang ke pesta di kamarmu.
Ya, tapi sekarang kita diundang.
Kau tidak terganggu kita tidak pernah keluar?
Tentu, tapi kau yang bilang percuma kita keluar
karena kita tidak bisa mencumbu siapa pun.
Itu benar. Aku tetap pada pendirianku.
Kita tahu akan seperti ini saat memutuskan tetap
bersama Simon dan Claire, tapi kita memutuskan itu
karena kita saling mencintai.
- Kurasa. - Ya.
Pakaian luar biasa lainnya dari raksasa berbaju wol kita.
Kau harus berhenti mengunggah pakaiannya. Dia akan sadar.
Semua yang kuunggah bagus.
Dia ikon mode dan aku hanya penggemar.
Dia tidak tahu kau ada kelas?
Ya, pergilah.
Bisa tolong catat untukku?
- Hei, Sayang. - Sayang, aku panik.
Apa yang terjadi? Kau baik-baik saja?
Pak Gresh memintaku menyanyikan lagu kebangsaan
di pertandingan futbol Rabu malam.
Itu terdengar bagus, bukan?
Itu enam hari lagi. Aku tidak punya waktu untuk bersiap.
Aku bahkan belum mempelajari lagunya.
Lagu kebangsaan?
Ditambah, ini malam sebelum Thanksgiving
yang berarti seluruh kota
dan banyak alumni akan berada di sana.
Lalu beberapa industri, mungkin.
Baik, setidaknya itu berarti aku akan berada di sana juga.
Kau benar. Aku tidak sabar bertemu denganmu.
Aku sangat terangsang memikirkan kau kembali.
Ya. Ya, aku juga.
Memikirkan kau datang ke rumahku
dan menyetubuhiku ke dinding.
Ya, kedengarannya seru. Kita harus lakukan itu.
Aku sangat kesal Pak Gresh tidak mau mempertimbangkan lagu lain.
- Benar sekali. - Kata-katanya
- sangat tidak relevan. - Namun, Sayang, aku harus pergi.
Apa itu benteng?
Maksudku, aku hanya merasa
The Star Spangled Banner pernah dibuat sebelumnya.
- Sungguh? - Orang-orang akan mengharapkannya.
Sial, Claire, aku harus pergi. Aku sungguh harus pergi.
Baik, aku akan meneleponmu kembali. Baiklah, sampai jumpa.
Kau melewatkan seluruh kelas, Berengsek.
Apa dia mengatakan sesuatu soal ujian tengah semester?
Tentu saja aku tidak mendengarkan.
Astaga, kurasa aku akan melewatkan diskusi Psikologi-ku dan tidur siang.
Belajar tentang Raja Arthur membuatku sangat lelah.
Baiklah, Ben. Apa yang terjadi di sini?
Dia kacau dan aku stres tentang ujian tengah semester
dan profesor seniku terus menekanku
untuk jawaban masalah Kopenhagen.
Tunggu, apa?
Semester di luar negeri.
Mereka suka portofolioku. Aku diterima.
Baik, tapi apa kau akan mempertimbangkan
kabur ke Eropa jika bukan karena Claire?
Dia membuatmu tersiksa.
Baik. Berikan itu.
- Tunggu sebentar. - Berikan itu.
Kau tidak butuh Kopenhagen. Kau butuh batasan.
Kau bisa ambil ini kembali nanti. Sama-sama.
Baik, tapi singkat saja, aku merasa...
Hanya satu sore, Ben.
Bebaslah.
CLAIRE GESER UNTUK MENJAWAB
CLAIRE PANGGILAN TIDAK TERJAWAB
CLAIRE GESER UNTUK MENJAWAB
Angka keberuntungan 49.
Ya, itu saat dia akan menjawab.
Apa dia membuat wajah tersenyum di akhir?
Tidak, dia membuat wajah berkedip yang aneh itu, kau tidak tahu
- apa yang dia katakan. - Hei, Nona.
Ini temanku, Erin.
- Dia tinggal di lantai atas kita. - Hai.
Erin, ini teman sekamarku, Jamie.
Aku banyak mendengar tentangmu. Kelly bilang kau lucu sekali.
Benarkah?
Astaga, aku merasa belum mengatakan satu pun hal lucu
sejak kuliah, tapi itu...
Itu mungkin karena aku sangat tidak bahagia.
Lihat? Sudah kubilang.
Astaga. Kau luar biasa.
Tyler?
Hei, Teman Sekamar.
Aku hanya ingin tahu, apa kau tidak sengaja
memindahkan semua barangku ke lorong?
Lihat ini. Aku punya proyektor untuk kita.
Bagaimana? Keren, bukan?
Sangat keren.
Suasana di sini malam ini, "Untuk selamanya dan aku terangsang."
Kau tahu pria itu?
Jamie, kau akan menonton film dengan Simon malam ini?
Dia dan pacarnya melakukan kencan jarak jauh yang sangat manis
di mana mereka menonton film yang sama di saat bersamaan.
- Manis sekali. - Aku tahu.
Kami tidak melakukannya malam ini karena aku akan ke luar.
Kalian akan pergi ke pesta di luar kampus itu?
Ya, kami akan bermain dengan beberapa gadis Kappa.
Kau mau ikut dengan kami?
Apa kau mempercepat semester depan?
Aku tidak tahu soal itu.
Kami berdua ingin pergi ke Kappa
karena mereka mengadakan maraton menari.
Pesta besar yang mereka adakan
di akhir tahun untuk menggalang dana bagi Santo Yudas.
Kau menari dan semua gadis merencanakannya bersama.
Bukankah menyenangkan jika kita semua bergabung?
Karena itu akan seperti kita bertiga.
Ya.
Omong-omong, kau bisa berterima kasih nanti
karena aku akan pergi membeli miras.
- Kau mengambil kunci mobilku? - Ya.
Senang punya teman sekamar dengan mobil.
Kecuali kau yang mau beli.
No comments yet. Be the first to leave one.