İlk 179 satır.
Ada tukang permen!
Beli, yuk!
Permennya, dong, Mang!
Episode 10 Motivasi
Aku sudah lama tak bikin ohagi.
Eh.
Rasanya sangat lezat.
Terima kasih.
Tetapi ohagi itu makanan yang umum dibuat, kok.
Tidak, waktu kali terakhir Nona Kaoru membuat,
rasanya mirip bola lump...
Jangan katakan hal yang tak perlu!
Astaga, kau benar- benar gadis yang kasar.
Sudah dipertimbangkan?
Untuk memilihku ketimbang dia?
Megumi!
Dibiarkan sebentar, langsung saja cari kesempatan!
Sudah kubilang akan mengusirmu, kalau sampai merayu Kenshin!
Lo?
Cinta itu tak bisa dipaksakan, kok.
Kalau sedikit-sedikit resah begitu,
bukannya sama saja meragukan diri sendiri?
Kalau merasa kesal, cobalah dahulu membuat ohagi yang enak.
Uh, tak terbantah.
Kupikir dia bakal lebih kalem,
ternyata masih usil kayak biasa.
Paling tidak, dia lebih riang dan ceria dibanding sebelumnya.
Hasilnya sangat bagus.
Bagus apanya?
Ada apa pagi-pagi sudah ribut?
Oh, Sano.
Si Kakek sudah dapat hasil, nih.
Katanya, ini sudah pasti opium baru yang beredar di kota.
Begitu, ya.
Kau belum sarapan, 'kan?
Silakan.
Tak butuh.
Aku tak sudi makan dari masakan orang
yang menjadi peracik narkoba.
Aku belum tidur semalaman.
Aku menumpang tidur saja, bangunkan sorenya.
Tunggu sebentar!
Perkataanmu tadi tak bisa diterima!
Sudah, sudah.
Nona Megumi, tak perlu diambil hati.
Meskipun kita tahu bahwa kau yang meracik narkoba,
tetapi setelah tahu latar belakangmu juga,
kami jadi tak bisa menyalahkanmu.
Apalagi tak ada pergerakan lagi dari Kanryu, setelah seminggu.
Karena bingung ingin melampiaskan tinjunya ke mana,
pasti jadi membuatnya sangat kesal.
Berikan saja dia sedikit waktu.
"Peracik narkoba", ya?
Permisi!
Terima kasih atas langganannya.
Aku dari penyewaan buku.
Ada banyak buku- buku baru, lo.
Mau lihat?
Boleh.
Nona sering terlihat di sini, ya.
Berniat tinggal di sini juga?
Tidak, aku hanya menumpang.
Begitu, ya.
Berarti, baguslah.
Tetaplah diam.
Kalau melawan, kutuang cairan ini ke sumur itu.
Merkuri?
Kanryu Takeda ingin bicara denganmu.
Bisa mohon kerja samanya sebentar?
Kau mau bicara apa?
Bukannya sudah sangat jelas?
Bisakah kau segera kembali?
Ketimbang kembali ke tempatmu, lebih baik aku mati.
Begitu, ya.
Kalau kau tak mau kembali,
biar kubakar habis Dojo Kamiya.
Bersama pasukan khususku, Grup Oniwaban,
lalu ditambah yakuza tetangga.
Total 500 orang akan mengepungnya,
dan menembaki panah api tanpa membiarkan seekor tikus pun lepas.
"Kalau burung tak mau berkicau, bunuh saja."
Bisakah kau berhenti berangan-angan?
Peranmu sebagai peracik narkoba adalah fakta tak terbantahkan.
Meski bertemu keluargamu sekalipun,
bagaimana jadinya setelah tahu putri bungsu Takani melakukan itu, ya?
Sudah sangat terlambat bagimu untuk melarikan diri.
Kau dan aku
adalah satu kesatuan bersama opium.
Selamanya terus begitu.
Oh, ya, hampir lupa.
Ancaman tadi dilakukan malam ini.
Tolong gunakan waktumu yang sempit untuk memutuskannya dengan bijak, ya.
Sampai jumpa.
Pikirmu, wanita itu akan patuh dan kembali?
Semoga saja seperti itu.
Setelah tahu, kalau pria bercodet itu adalah Battousai Himura yang melegenda,
lebih baik mengambil langkah cerdas, ketimbang menyulut amarahnya.
"Megumi Takani pergi atas kehendaknya sendiri."
Setelah Battousai tahu itu, motivasinya akan sirna.
"Motivasi", ya?
Tak bisa lepas.
Lepas dari Kanryu.
Atau juga opium.
Selamanya tak akan terlepas.
Peracik Narkoba.
Dengan segala hormat,
tolong maafkan kepergianku tanpa berpamitan.
Berhubung pengejaran Kanryu tampak berhenti,
jadi, kuputuskan untuk kembali ke Aizu saja.
Meskipun hanya sekitar sepuluh hari, terima kasih atas bantuan kalian semua.
"Tertanda: Megumi Takani."
Momennya tak enak banget, ya.
Aku gagal!
Kenshin?
Seharusnya, tak ada seorang pun yang menunggu Nona Megumi di Aizu.
Sudah pasti ada campur tangan ancaman Kanryu!
Sano, kau tahu kediaman Kanryu, 'kan?
Ayo!
Sendiri saja.
Untuk apa aku membahayakan diri demi si Peracik Narkoba?
Sanosuke?
Kenapa kau menjadi berpikiran sempit...
Hentikan egomu, Sano.
Tak seperti biasanya.
Kawanku itu adalah penjual permen.
Dia adalah pecundang yang suka berjudi dan melihat tawa anak kecil saat membeli.
Tetapi orang sepertinya malah mati karena narkoba wanita itu.
Motivasi apa yang membuatku harus berjuang?
Aku bukan orang yang sok baik, ataupun pengembara sepertimu!
Sano.
Kau belum menyimak mata Nona Megumi, 'kan?
Mata?
Meskipun bersikap tegar,
dia selalu menatap kita dengan raut wajah yang kesepian.
Kau kan...
Sampaikanlah kepada Kanryu.
Bahwa Megumi Takani sudah kembali.
Mata yang mendambakan sosok teman, untuk memberinya tempat seperti keluarga.
Kalau kita butuh motivasi untuk diperjuangkan,
alasan itu saja sudah cukup bagiku.
Kenshin! Aku juga ikut!
Tunggu dahulu, Yahiko!
Kehadiranmu hanya akan menghambatnya!
Diamlah!
Aku berutang satu nyawa kepada wanita itu!
Meski harus bertaruh nyawa, aku akan menolongnya!
Kalau itu saja tak bisa, buat apa aku belajar ilmu Kamiya Kasshin-ryu?
Tanpa disadari, dia sudah tumbuh seperti pendekar pedang sejati.
Mungkin ini akan sampai pagi buta.
Jangan lupa siapkan sarapan lima porsi dan air hangat untuk mandi.
Sanosuke.
Aku tak lagi memikirkan hal-hal sepele!
Aku akan mengamuk seperti biasanya!
Bagus.
Ayo!
Kenshin si Pengembara
Kisah Heroik Pendekar Pedang Meiji—
Inikah kediaman Kanryu Takeda?
Ya.
Jadi, mau bagaimana kita menyerang?
Kunci dari sergapan regu kecil adalah kecepatan.
Setelah mendobrak gerbang,
kita maju secepat mungkin sampai pintu rumah.
Jadi, langsung terjang saja?
Baiklah!
Sanosuke.
Jangan sampai tertinggal.
Paham?
Ayo!
Ada apa?
Selamat kembali, Mbak Megumi.
Sudah kutebak, kau akan kembali.
Soalnya, inilah satu-satunya tempat untukmu pulang.
Sayangnya, Jaring Lelaba kebetulan sedang menipis.
Kau mau meraciknya, 'kan?
Repot juga, ya.
Kau selalu saja membangkang.
Padahal, aku berniat menyayangimu.
Kau hanya peduli pada opium racikanku, 'kan?
No comments yet. Be the first to leave one.