Like a Flowing River (Da Jiang Da He / 大江大河)

Like a Flowing River (Da Jiang Da He / 大江大河)

Indonesian Altyazısını İndir

Sürüm bilgisi

Like a Flowing River | EP 03
Şunun yorumuyla VesseL
(Viki Version) Enjoy >.< (I'm just uploaded, credits to Viki)

Etiketler

other
Yayınlandı: 2018-12-27
İndirmeler: 12
İşitme Engelliler: No

Indonesian altyazı önizlemesi

İlk 200 satır.

Kau di sini untuk pekerjaan putrimu, kan?

- Duduk. - Ya.

Aku lihat bagaimana kau telah berkeliling untuk masalah putrimu.

Biar aku jujur juga denganmu.

Untuk masalah ini, aku pikir aku tidak bisa memutuskan. Tidak ada gunanya bicara denganku.

Kau harus bicara dengan petinggi.

Tapi dengan situasi keluargamu,

Aku rasa itu akan sia-sia tidak peduli dengan siapa kau berbicara.

Bagaimana kesehatan orangtua kita?

Jangan biarkan mereka terlalu lelah. Mereka sudah tua.

Kau pulang!

Ayah, Xiao Hui menulis surat pada kita.

Apa yang dia katakan?

Dia bilang dia melakukan dengan baik untuk semester ini.

Dia bilang dia merindukan kalian berdua. Dia minta kau menjaga kesehatanmu dan jangan terlalu lelah.

Baik, baik.

Suami,

apa yang telah dikatakan petugas apotik?

Bisakah mereka memberikan Ping Ping pekerjaan?

Aku ke sana beberapa kali dan telah mengatakan semua yang bisa dikatakan,

tapi mereka bahkan tidak memberikannya pos sementara.

Aku juga telah ke pusat kesehatan beberapa kali.

Mereka hanya membuka beberapa lowongan di sana, hanya satu atau dua pertahun.

Juga sulit untuk mereka, mereka tidak membalas sampai sekarang.

Ping Ping,

kami benar-benar sangat tidak mampu, karenanya tidak dapat membantumu.

Ibu, apa yang kau katakan?

Aku tahu bahwa

para pemuda terpelajar yang kembali ke kampung halaman mereka dan para prajurit yang bangkrut

semua mengantre untuk mendapatkan pekerjaan.

Tidak apa. Aku bisa menyiapkan diriku sendiri tidak peduli pekerjaan apapun yang aku terima.

Tapi apa yang bisa seorang wanita seperti kau melakukannya sendiri?

Aku bisa merajut pakaian atau menempel kotak kertas.

Aku bahkan tidak apa melakukan pekerjaan rumah mencuci baju.

Ayah, ibu, aku juga telah memikirkannya

Aku seharusnya tidak terus tinggal di rumah dan jadi benalu.

Aku seharusnya keluar dan mencari pekerjaan

untuk membantu dengan keuangan kita.

Beberapa hari lalu, aku mengirim beberapa obat ke Bibi Li.

Aku melihat seluruh keluarganya, keduanya tua dan muda,

merajut pakaian untuk pabrik desa.

Dia bilang mereka mendapat banyak dari itu.

Ping Ping,

pekerjaan seperti merajut pakaian dan menempelkan kotak kertas terlalu melelahkan.

Jika yang lain bisa melakukannya, mengapa aku tidak bisa?

Mengapa aku tidak pergi ke desa sekarang dan mencari lowongan pekerjaan?

Ping Ping.

Mengambil pekerjaan bukan masalah kecil.

Kau harus memikirkannya dengan baik sebelum memutuskan.

Aku akan lihat situasinya dulu. Bukan seperti jika aku menempelkan kotak kertas sekarang.

- Hati-hati. - Ya.

- Suami. - Ada apa?

Ping Ping kita

harus mencari uang sendiri untuk hidup sekarang?

Bukankah anaknya sudah mengatakan

bahwa dia hanya mau memeriksa dulu.

Anak ini punya kehidupan yang sulit.

Dia merasa diperlakukan tidak adil, tapi tidak bisa mengatakannya.

Xiao Hui!

Kakak? Mengapa kau ke sini?

Aku merindukanmu, jadi aku datang mengunjungimu.

Lihat kau.

Kau melakukan perjalanan sangat jauh untuk datang ke sini, jadi mengapa masih membawa begitu banyak barang?

Ayah dan Ibu merindukanmu.

Mereka khawatir kau tidak makan dengan baik. Aku membawakan banyak makanan enak untukmu.

Jika kau tidak dapat menghabiskannya, kau bisa berbagi dengan teman sekelasmu.

Makanan begitu enak, aku tidak mau membaginya dengan mereka.

- Kak, apa kau lelah? - Tidak.

Xiao Hui, sekolahmu sangat besar.

Aku harus tanya banyak orang sebelum aku bisa menemukan asramamu.

Tunggu aku sebentar. Aku akan hanya meletakkan ini.

- Aku akan membawamu berkeliing. - Baik.

Kakak, ini kelas kami.

Xiao Hui, kelasmu sangat besar.

Jika kau lihat dari sini, seperti gunung kecil.

Xiao Hui, di mana kau biasanya duduk?

Kakak, ini universitas.

Tidak ada tempat duduk khusus. Kau bisa duduk di manapun kau mau.

Sangat bebas.

Benar-benar hebat.

Apa kehidupan kuliah menarik?

Sangat menarik.

Kami sering berdiskusi.

Tentu saja, kami juga berdebat sampai wajah dan telinga kami merah.

Tapi kami juga bisa berkumpul untuk anggur dan bersenang-senang.

Oh, benar, Kak.

Aku biasanya berdiri di sini untuk membacakan People's Daily untuk semuanya.

Dan tingkat bahasa Inggrisku saat ini menjadi luar biasa.

Bahkan profesorku bilang aku meningkat sangat cepat.

Semuanya memujiku.

Aku berpikir

jika aku bisa membaca koran dalam bahasa Inggris, itu benar-benar tingkat yang berbeda.

Kak.

Kak, apa yang kau pikirkan?

Aku senang untukmu.

Aku bangga.

Benar.

Tamu-tamu dan teman-teman,

semua anggota Asrama Kamar 209 Universitas Anyun

menyambut Rekan Song Yunping, yang telah jauh-jauh datang ke sini.

Baik. Ayo perkenalkan.

Untuk yang ini, aku pikir tidak memerlukannya.

Kau mungkin mengenalnya lebih baik daripada kami.

Ketiga dalam senioritas, Yu Shanqing.

Jika kami mau membicarakan tentang seseorang yang dingin di luar tapi hangat di dalam, dia pasti akan sesempurna contohnya.

Bagaimana kau bicara?

Yang ini...

lewat.

Oh, salah. Ini orang yang tertua

di antara kami di sini di kamar kami, dengan yang paling bijak dan bermartabat.

Bagaimanapun, dia tidak sebaik yang satu.

Dia biasanya lebih rendah daripada Xiao Hui dalam hal tidak terkekang. Bos besar kita,

Ding Jianguo.

Kau bicara dengan liarnya!

Itu.... Rekan Song, jangan dengarkan omong kosongnya.

Di antara kami, dia yang paling memalukan dan tidak punya aturan.

Aku Tian Jiachang.

Di dalam kamar ini, aku senioritas kedua. Song kecil dan aku

seperti saudara.

Kapanpun dia menulis surat ke rumah, apa dia biasanya memujiku?

Ya.

Kapanpun Xiao Hui menuliskanku surat, dia akan menceritakan banyak hal menarik tentang kalian semua.

Aku biasanya tidak berhenti tertawa.

Aku akhirnya bertemu kalian semua.

Kalian lebih menyambut dan menarik daripada yang aku bayangkan.

Aku suka mendengar kata-kata itu.

Jika kau bukan keluarga, kau tidak akan masuk ke dalam kamar yang sama.

Xiao Hui seperti keluarga bagi kami. Kau adalah keluarganya.

Maka, kita semua adalah keluarga besar. Tidak perlu basa basi dengan kami.

Ya, keberuntungan Xiao Hui untuk bertemu kalian semua.

Terima kasih telah menjaganya.

Jika kau mau berterima kasih pada semuanya, terima kasih pada peraturan yang baik negara kita.

Itu karenanya kita semua bisa masuk perguruan tinggi dan berkumpul bersama.

Rekan Song,

aku dengar kau juga lulus ujian masuk perguruan tinggi.

Tapi karena beberapa alasan,

kau menyerahkan kesempatan itu pada adikmu.

Apa seperti itu?

Ini...aku juga mendengarnya.

Rekan Sing, untuk itu, kau benar-benar

luar biasa. Kami semua mengagumimu.

Baik sudahlah. Berhenti mengatakannya.

Itu...Paman Ketiga, minum satu untukmu sendiri dulu.

- Benar, minum. - Ha?

- Benar. Kau minum sendiri dulu. - Aku tidak bisa minum sebanyak itu.

Minum sendiri. Ayo...Ayo bersulang!

Aku akan minum dulu, habiskan.

Kak, kita mau kemana?

Sini.

Ayo.

Kak, kenapa kau membawaku kemari?

Aku akan pulang malam ini.

Jarang untukku bisa menjengukmu. Mari beli barang untukmu.

Aku tidak kurang apa pun. Tidak usah beli.

Xiao Hui, ke sini lihat.

Baju ini kelihatan bagus kan?

Bagaimana dengan yang ini?

Kak, tidak usah dibeli.

Aku rasa ini kelihatan bagus.

Teman, boleh lihat baju ini?

Lihat betapa bagusnya.

teman, berapa harganya?

¥6,29.

Mahal sekali. Lagipula, aku tidak akan bisa memakainya.

Kenapa tidak bisa?

Aku lihat teman sekelasmu memakai baju seperti ini.

Lihat, kau akan kelihatan lebih gagah memakai ini.

Aku mau baju ini. Tolong dibungkus.

- ¥6,29... - Harap bayar di kasir.

Kasirnya dimana?

Di sana.

Terima kasih.

Kak, aku belum berbicara dengan baik denganmu sejak kau datang

dan kau sudah mau kembali.

Ada tempat penginapan dekat sekolahku.

Bagaimana kalau kau menginap malam ini dan pulang besok?

Tidak bisa. Tempat penginapan juga lumayan mahal.

Lagipula, aku dibutuhkan di rumah.

Kalau kau mengatakan sesuatu, tulis surat saja untukku.

Xiao Hui, berbalik dan biarkan aku lihat.

Pas.

- Pas? - Iya, kau kelihatan gagah.

Aku akan memakainya kalau begitu.

Ketika aku membaca novel dulu,

pemeran utama lelakinya pasti akan memakai baju putih seperti itu.

Aku kemudian berpikir satu hari nanti, aku juga akan membuatmu memakainya juga.

Dimataku sekarang, kau punya daya tarik, tenang, berani dan elegan.

Cantik. Anak muda yang tampan.

Kak, kenapa kau bisa memuji adikmu seperti itu?

Aku cuma bilang kalau kau sudah dewasa sekarang. Kau adalah lelaki.

Aku memang laki laki.

Aku cuma bilang walau baju apapun yang kau pakai, kau tetap tampan.

Kau harus sering memakainya. Berani memakainya, mengerti?

Oh iya, kak. Kau sudah membeliku banyak barang.

Kau juga membeli baju dan tiket pulang.

Kau darimana mendapat banyak uang?

Aku ada caraku. Tidak usah dipikirkan.

Kenapa kau melihatku seperti itu?

Aku tidak melakukan hal ilegal atau penipuan.

Jadi darimana kau mendapat uangnya?

Yorumlar

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left