Ode to Joy

Ode to Joy (欢乐颂)

Indonesian Altyazısını İndir

Sürüm bilgisi

Ode to Joy E40 Webrip
Şunun yorumuyla indri danti22
credit to Viki

Etiketler

webrip
web
BRip
Yayınlandı: 2017-04-29
İndirmeler: 29
İşitme Engelliler: No

Indonesian altyazı önizlemesi

İlk 196 satır.

Alih bahasa dipersembahkan oleh The Splash Of Joy Team @ Viki

Ode to Joy

Episode 40 -

Guan Guan.

Tebak siapa yang kulihat di pintu!

Si Tampan dr Zhao duduk di depan pintu Qu Xiao Xiao.

Pria tampan itu sungguh tergila-gila.

Tak heran berapa lama dia sudah menunggu di situ. Aku jadi patah hati hanya dengan melihatnya.

Apa kau sudah melihatnya?

Sudah. Saat aku pulang, dia sudah di sana.

Aku melihatnya tidak nyaman berdiri, jadi aku memberinya kursi.

Tidak.

Ada cerita di dalamnya.

Pasti ada yang lainnya.

Apa kau belum lihat postingan di Weibo Qu Xiao Xiao?

Dia baru saja memosting fotonya bersama Presiden Bao.

Ini menunjukkan apa?

Jelas-jelas ini cinta segitiga.

Mana mungkin itu?

Presiden Bao selalu menyukai Andy. Kenapa dia mau bersama Xiao Qu?

Aku akan tunjukkan padamu.

Tadi.

Apa kau lihat?

Bukankah Xiao Qu sudah bersikap baik belakangan ini?

Dia tidak membuat lelucon pacar kita lagi.

Selain itu, dia selalu menghormati Andy. Kenapa dia mau bercanda dengan pacara Andy?

Kau tidak mengerti.

Mungkin Xiao Qu suka pria dengan janggut.

Selain itu... Andy tak pernah bilang dia tertarik dengan Presiden Bao.

Kupikir Xiao Qu dan Presiden Bao cukup serasi.

Yang satu tampan yang satu lagi cantik.

Halo?

Halo, Xiao Qu. Kenapa kau bersama dengan Presiden Bao?

Wow! Xiao Guan marah.

Presiden Bao bukan pacar Andy. Apa salahnya aku makan bersamanya?

Jangan bilang kau suka dia?

Tidak.

Jika kau suka dr Zhao, kau harus pulang sekarang. Jika tidak, kau harus membiarkannya pergi.

Apa kau orang murah hati hingga membiarkannya menunggumu seperti itu?

Apa?

Dr Zhao?

Apa kau mau bilang dia sedang menungguku di pintuku?

Apa lagi? Dia sudah di sini sejak dia pulang kerja. Dia sudah menungu selama 2 jam.

Dia meneleponku tadi dan bilang dia salah sambung.

Ternyata itu tidak benar.

Dia sedang menungguku di depan pintu.

Aku tidak menyangka dia menyukaiku sampai seperti itu.

Kapan kau pulang?

Aku jarang pergi ke pub dengan Yao Bin dan lainnya.

Kau tak pernah tahu, aku mungkin tidak pulang sampai matahari terbit.

Jangan beritahu dr Zhao. Biarkan saja dia menunggu.

Biar tahu rasa.

Kenapa kau seperti itu?

Apa gunanya mempermainkan perasaan orang lain?

Apa kau duta untuk keadilan?

Tapi seribu potong emas tak bisa membeli kerelaanku.

Aku cuma mau dia menunggu.

Jadi?

Qu Xiao Xiao! Teganya kau membiarkan dr Zhao menunggu?

Aku tutup dulu. Aku akan berdansa dengan Yao Bin dan lainnya. Aku tak mau mempedulikanmu.

Bye.

Guan Guan.

Sejak kapan kau jadi begitu tegas?

Aku sampai tidak mengenalimu.

Aku benci melihat Xiao Qu menyusahkan orang lain.

Aku tahu.

Aku harus menuliskan ringkasan akhir tahunku. Matilah aku!

Aku takkan mampu menyelesaikan ringkasan akhir tahunku.

Jangan lupa makan setelah pulang kerja.

Hati-hati mengemudi.

Aku baru saja membeli beberapa buku baru untuk berbagi denganmu.

Andy, aku merindukanmu.

Ibumu memiliki penyakit mental turunan!

Hanya dengan sedikit provokasi, dia akan menjadi gila!

Bagaimana jika kau menemukan aku waktu itu?

Aku mungkin sudah mencekikmu sampai mati.

Dia pergi?

Apa aku membuatnya takut karena selalu keluar untuk memeriksanya?

Tidak, kupikir aku perlu mengirim pesan memberitahu Qu Xiao Xiao.

Kalau tidak dia akan berpikir aku mengusir Tn. Tampan dan berteriak padaku.

Xiao Qu masih orang yang tak bisa dikendalikan.

Dr Zhao datang dan pergi, tapi dia tidak peduli.

Malah kitalah yang mengkhawatirkan dia.

Mendadak saja, aku berpikir guruku sangat luar biasa.

Dia punya begitu banyak pria di sisinya.

Termasuk Yao Bin, ada tiga.

Lihatlah aku, satupun tak ada.

Menyedihkan sekali membandingkan dirimu denga dia.

Bagaimana denganmu? Berapa banyak kedai kopi yang kau kunjungi hari ini?

Ada yang sukses?

Memikirkan ini membuatku marah!

Selama bulan-bulan musim dingin ini, aku keluar untuk berbisnis,

aku melupakan syalku, hampir membekukan telingaku!

Tapi tak satu pun penjualan yang berhasil.

Aku memikirkannya.

Xiao Qu dan Andy bepergian setiap hari dengan mobil mereka,

dan saat mereka kembali ke apartemen, mereka punya pemanas.

Lihatlah aku, memakai transportasi umum setiap hari.

Telinga dan tanganku membeku, serta kapalan di mana-mana.

Jika aku pria, aku akan memilih mereka juga.

Selamat, kau akhirnya mengerti.

Selamat untuk apa? Ini kesedihan.

Kesedihan apa?

Menggunakan kemampuanmu sendiri, kau hidup tenang dan tidur nyenyak.

Lihatlah Andy jie. Semua yang dia miliki hasil keringatnya sendiri.

Tidak seperti Qu Xiao Xiao, yang cuma terlahir di keluarga kaya.

Xiao Guan, kupikir kau benar,

tapi itu juga banyak pekerjaan.

Di tengah musim dingin, kita harus keluar ke jalanan dan bekerja.

Aku tak boleh bicara lagi. Aku perlu buru-buru ke vipshop untuk beli topi,

kalau tidak telingaku akan beku.

Gadis baik.

Gadis baik? Kau anak kecil yang berpura-pura menjadi orang dewasa. Hati-hati aku akan memukulmu!

Teman sekampung halaman, begini saja. Berikan aku kartu namamu.

Halo?

Halo. Apa kabar?

Kopi yang kubeli waktu itu sudah habis, dan lupa memesan tadi siang.

Jika aku memesan sekarang, bisakah diantarkan besok?

Dua hari ini, aku kerja lembur.

Jika tidak ada kopi besok, orang-orang akan mati.

Ah, maaf, ini siapa ya?

Aku teman sekampung halamanmu. Belum lama ini, aku datang ke kedai kopimu

dan hampir menerima daging kering dan sosismu.

Oh kau ya! Aku ingat sekarang!

Bagus sekali, kantormu cukup dekat dengan kedai kami.

Bagaimana jika aku mengantarkan kopimu besok?

Oh, iya. Kau tidak berpakaian hangat waktu itu. Apa kau jadi sakit?

Hari itu... hari itu aku bermain gunting-batu-kertas dengan teman kerjaku.

Aku kalah, jadi aku harus pergi membeli kopi,

aku bahkan tak memakai jaket.

Tapi aku tidak sakit hari itu.

Kemarin lusa, baru aku mulai sakit.

Kau harus banyak tidur, dan minum air hangat. Kau akan cepat sembuh jika begitu.

Aku banyak minum air, tapi tidak punya nafsu makan.

Besok, tolong jangan lupa mengantarkan kopinya.

Tolong ya. - Tak masalah.

Oh iya. Apa kau suka makan daging kering dan nasi?

Tentu saja!

Saat aku sakit waktu kecil, ibuku selalu membuatkan aku daging kering dan nasi.

Aku bisa makan bermangkuk-mangkuk.

Ibuku selalu memarahiku, mengatakan itu terlalu berminyak,

dan orang sakit seharusnya tidak makan itu.

Kalau begitu besok saat mengantarkan kopimu, aku akan bawakan daging kering dan nasi.

Mana boleh aku merepotkanmu?

Tidak, tidak, maksudku bukang begitu.

Maksudku...

Maksudku, ya... terima kasih banyak.

Aku agak bersemangat,

tidak bisa menunggu.

Baiklah. Karena kau dari kampung halamanku dan cukup baik,

aku akan membuatkan daging kering dan nasi sekarang.

Aku akan bawakan bersama kopi yang kuantarkan besok.

Kalau begitu...

Sampai jumpa besok.

Baik, sampai besok!

Sampai nanti.

Aromanya sangat harum!

Qiu Ying Ying, aku benci kau!

Kenapa kau membuat daging kering dan nasi semalam ini?

Fan jie, apa kau mau makan sedikit?

Tidak mau! Nanti bisa tambah berat badan.

Ying Ying, beri aku semangkuk. Aku mau.

Oke, tentu! Apa kau punya kotak makanan?

Cukup besar untuk porsi makan laki-laki.

Tidak punya. Kita tidak membuat makanan, jadi tak punya kotak makanan.

Tanya saja pada Andy jie. Mungkin dia punya.

Benar juga. Aku akan tanya Andy.

Andy!

Andy, aku mau tanya apa kau punya kotak makan yang besar?

Ada. Ambil saja sendiri. - Oke.

Kau tidak mau tanya kenapa aku memerlukannya?

Ini buat seorang pelangganku, dia dari kampung halamanku.

Dia sakit, dan tidak menyadarinya. Akulah yang memberitahunya.

Lucu ya? Aku bilang padanya akan membawakannya daging kering dengan nasi.

Begitu dia mendengar kata "daging kering dan nasi"

dia senang sekali sampai tak bisa bicara.

Orang ini terdengar sangat kasihan.

Dia ingin makan daging kering dan nasi,

tapi harus ngiler karena itu semalaman.

Kau minum seluruh botol ini?

Andy, apa... kau baik-baik saja?

Kenapa kau minum alkohol?

Tak apa-apa.

Aku putus.

Kau terlihat seperti baru putus.

Tak masalah. Aku punya pengalaman dengan putus cinta.

Beberapa hari setelah putus, kau akan merasa sangat sedih,

tapi setelah beberapa waktu, kau akan merasa lebih baik. Sungguh, percaya padaku.

Sekarang, aku tak boleh ditinggal sendirian.

Bisa terjadi hal buruk, jika kau terus depresi sendirian.

Bagaimana... kalau kau pergi jalan-jalan denganku?

Aneh sekali,

kupikir kau berbeda dari kami,

dan setelah putus, kupikir kau akan sangat tenang.

Tak disangka kau sama seperti kami semua.

Jangan minum lagi, juga jangan menangis.

More Indonesian subtitles for Ode to Joy

Yorumlar

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left