Bambi: The Reckoning

Bambi: The Reckoning

Indonesian Altyazısını İndir

Sürüm bilgisi

Bambi The Reckoning 2025 WEBRip id
Şunun yorumuyla Kudalumping
Durasi: 01:38:11

Etiketler

webdl
manually_transcribed
Yayınlandı: 2025-09-01
İndirmeler: 311
İşitme Engelliler: No

Indonesian altyazı önizlemesi

İlk 200 satır.

Hutan.

Saat ini, bagi banyak orang, hutan melambangkan hal yang berbeda.

Itu mungkin tempat ajaib, tempat petualangan.

Itu mungkin tempat bermain.

Itu mungkin juga menjadi tempat yang menakutkan.

Tempat para serigala lapar atau penyihir licik.

Tempat yang dituju anak-anak dan tidak pernah kembali.

Tapi juga bisa menjadi rumah,

tempat di mana keluarga dilahirkan.

Di mana mereka tumbuh, di mana mereka makmur,

di mana orang tua mengajarkan anaknya bagaimana berperilaku

yang tentu saja termasuk bahayanya.

Karena itu intuisi orang tua, kan?

Untuk melindungi tanpa peduli harganya,

karena terkadang, tidak peduli seberapa keras kau mencoba

melindungi diri dan keluargamu dari bahaya,

terkadang hidup punya rencana lain.

Karena ada saatnya dalam setiap kehidupan saat dunia berubah selamanya.

Bagi kehidupan yang terkena dampaknya, pertanyaannya adalah bagaimana mengatasinya?

Atau mungkin mereka marah, getir, jahat, dan bertekad membalas dendam.

Karena apa yang terjadi

jika hutan melawan?

A L I H B A H A S A K U D A L U M P I N G

Kau pernah menembak rusa?

Tidak. Kau pernah?

Ya. Sekali.

Jadi kau tidak datang?

Kau tahu, Simon? Aku akan bilang padanya.

Karena setelah semua yang sudah kau katakan,

semua yang sudah kau janjikan, kau sama sekali tidak menghiraukan.

Kau mau berpura-pura dalam perjalanan kerja.

Kau tahu apa lagi? Sialan kau.

Sialan kau.

Kau akan sakit jika memainkannya di mobil.

Benji? Benji, ayo.

Ayolah. Sialan.

Kita mau ke tempat yang bagus, kan?

Ya. Kami mau mengunjungi keluarga ayahnya.

Oh. Keluarga?

Satu-satunya hal yang lebih buruk dari milikmu sendiri adalah milik orang lain.

Kau bisa memilih pasangan,

tapi kau tidak bisa memilih mertua, kan?

Mertuaku mengerikan.

Mendapatkan, menurutku, adalah hal terbaik yang bisa kulakukan.

Maaf soal itu, sayang.

Mereka berkeliaran di jalanan selama berminggu-minggu.

Mereka sedang merencanakan sesuatu. Catat kata-kataku.

Sesuatu yang kriminal.

Temanku, suatu malam, dia terperosok ke dalam parit.

Mobilnya mati total.

Jadi, kita lolos dengan mulus, bisa dikatakan.

Permisi? Bisa kau menepi?

- Oh, oh. Ya, tentu. - Kumohon?

- Ya. - Dia pasti sakit.

Baiklah. Oke.

Ayo, ayo, ayo, ayo.

Bangun.

Bangun, angkat semuanya. Bagus.

Dan lagi.

Mendingan? Ayo, duduk sebentar, oke.

Duduk sebentar di sini.

Kau baik-baik saja? Kau mungkin mau mendengarkanku nanti.

Kupikir Ayah akan menjemputku.

Ya, dia terlambat.

Apa yang terjadi?

Bukan apa-apa. Hanya urusan pekerjaan.

Kau akan dideportasi, kan?

Apa?

Dideportasi. Kau dan ayah sudah tidak menikah lagi.

Tidak, Benji. Tidak, kita tidak akan dideportasi.

Ayo. Dia akan menemui kita di rumah nenekmu.

Benarkah?

Ya. Ya, ayo, naik ke taksi.

Benji, ayo.

Dia persis seperti anak lelakiku dulu.

Kurang dari lima menit perjalanan dia akan memuntahkan isi perutnya.

Kemudian si kurang ajar itu menyalahkanku karenanya.

Dia mengisap permen, itulah yang dulu bisa mengalihkan pikirannya dari berbagai hal.

Bajingan kecil yang kurang ajar.

Benji.

Semuanya baik-baik saja? Semuanya baik-baik saja?

Dia masih ada di luar.

Oh. Oh.

Tidak apa-apa.

Apa yang terjadi, Bu?

Oh, terima kasih Tuhan.

Bu, ada air menetes.

Kau harus ke belakang. Geser di belakangku.

Tutup matamu.

Pindah ke depan.

Ayo.

Bambi.

Bambi.

Benji, ayo. Ayo.

Bambi.

Bambi.

Kau percaya dia membuat kita menunggu seperti ini.

Kau tahu seperti apa taksi, terutama di sekitar sini.

Andrew. Tisu dapur.

Bukankah Simon yang mengambilnya?

Simon? Simon tidak datang.

Ternyata, saudara kita ada pekerjaan.

Setidaknya dia punya kesopanan memberi tahu kita.

Kenapa kau tidak meneleponnya?

Aku mau, tapi di sini tidak ada sinyal, kan?

Telepon rumah?

Aku harus mencabutnya.

Kenapa?

Ibu terus menelepon polisi.

Dasar ibumu.

Mary?

Bambi.

Mary. Kembalilah ke dalam.

Oh. Atau bicaralah.

Cukup sulit menikahi putramu tanpa kau melarikan diri.

Kukira aku sudah bilang, awasi dia. Duduklah di sana.

Sudah.

Tapi, jangan biarkan dia lepas dari pandanganmu.

Sebenarnya kau bukan ibu asliku.

Kau akan gemuk, tahu? Kalau kau makan itu terus.

Benarkah?

Ya, kau akan menggelembung seperti istana balon.

Memantul, memantul, memantul.

Mereka datang.

Apa itu?

Terima kasih, Nek. Itu sama sekali tidak aneh.

Ya, kami sedang dalam perjalanan kembali.

Semuanya berjalan sesuai rencana?

Jangan khawatir. Percayalah.

Apa?

Aku harus pergi.

Telepon aku kalau...

Apa?

Jika berbahaya seperti yang kau bilang kita akan lebih aman di dalam.

Oke. Bagaimana dengan supirnya?

Kami meninggalkannya.

Ya, itulah masalahnya.

- Harriet. Tidak. - Ya, begitulah.

Tidak.

Aku akan pergi.

Apa? Tidak.

Aku bisa mencoba mencari sinyal. Meminta bantuan.

Andrew.

Entahlah, terserah dia saja. Mungkin itu yang terbaik.

Ketemu?

Dia cukup cantik, kan?

Apa itu?

Di belakangku.

Nenek?

Nenek? Nenek?

Diam!

Harrison.

Apa?

Jangan lakukan itu.

Kenapa tidak?

Karena itu kejam.

Dia menyebalkan.

Kau yang menyebalkan.

Dia sudah mati, kan? Sopirnya.

Tidak. Tidak, Josh bersamanya.

Semua akan baik-baik saja.

Cobalah tidak memikirkannya, oke?

Kapan Ayah sampai?

Segera.

Dia akan tahu apa yang harus dilakukan.

- Ow. - Maaf.

Maaf.

Menyeramkan, ya?

Apa itu?

Entahlah. Dia melukisnya selama berminggu-minggu.

Kubawakan beberapa pakaian.

Oh terima kasih.

Ini milik Harriet.

Akan kujaga.

Terima kasih.

Sial, sial, sial, sial, sial, sial.

Dari mana datangnya dia?

Menurutmu, apa ada kecelakaan lagi?

Tidak. Tidak, terlalu bersih.

Tebakanku tetap di rumah itu.

Apa yang dilakukannya di sini?

Meneketehe.

Bawa dia kembali ke truk.

Pengecut.

Harrison!

Apa?

Kemari, sayang.

Kenapa?

Karena kusuruh.

Apa yang kau tertawakan?

Um.

Sayang, menyedihkan sekali.

Apa yang menyedihkan, Nek?

Aku tidak tahu kenapa kau peduli. Dia sudah gila.

Dia sekarang...

Sayang, ini Simon.

Nenek?

Tidak. Bukan anakku.

Harrison!

Apa?

Bambi: The Reckoning subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Bambi: The Reckoning

Yorumlar

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left