İlk 200 satır.
Berita tragis hilangnya anak di bawah umur di Brooklyn.
Penemuan NYPD itu didapatkan setelah orang tuanya mengaku.
Suamimu tidak memergoki putramu bersama Olivia.
Ayah?
Putramu memergoki suamimu.
Ada pistol.
- Kau baik saja? - Aku salah menilai semua.
Kau dapatkan kebenaran, sebagiannya karena persepsimu
tetapi juga meskipun dengan persepsimu.
Seharusnya aku yang belajar darimu.
Mungkin kita saling belajar.
Ada laporan bahwa Kids Campus menerima ancaman.
Aku ingin kau memeriksanya.
Aku tidak melaporkan ancaman apa pun.
Aku memberitahumu. Kutemukan ini ditempel di jendela.
Tak terpikir untuk melapor?
Kau berharap aku bagaimana?
Menutup setiap kali seseorang menempelkan gambar ke jendelaku?
Jika itu adalah gambar bom.
Tidak ada bom.
Kau tak perlu datang.
Bisa orang lain.
Saat giliranku jadi sukarelawan, aku selalu muncul.
Baik sekali polisi mengizinkanmu.
Di mana peti matinya?
Ugh.
Masalah pasokan.
Kami harus meminjam dari Lakewood.
Itu akan sampai.
Siapa dia?
Tunggu, aku akan memberitahumu.
Isaac Zabarsky. Tahu dia?
Aku juga tidak.
86 tahun, tidak ada keluarga.
Duduklah kalau bisa,
berbaringlah kalau bisa.
Malam ini masih panjang.
Ini caramu hibur jiwa?
Aku tidak berguna jika aku tidak terjaga.
Siddur dibaca nanti.
Ingat ini menakuti kita saat kecil?
- Ya. - Ingat yang pertama?
Shomer-mu yang pertama?
Itu bukan shomer.
Semuanya, tetaplah di area aman.
Terus bergerak ke area aman. Terima kasih banyak.
Earl, apa yang kita tahu?
Sejauh ini, ada bom dan FBI yang menangani
yang disampaikan dengan arogan.
"FBI yang menangani" adalah ucapan paling menakutkan.
Pastikan mereka tidak melakukan hal bodoh.
Janine, tenangkan semua orang.
- Ya. - Kugendong?
Hati-hati.
- Kau baik saja? - Ya. Itu palsu.
- Apa? - Benda itu.
- Itu palsu. - Tahu dari mana?
- Baiklah, ayo. - Permisi.
Ayo pergi.
Anak-anak memakai ponsel.
Buat lubang.
Ini tempat yang waktu itu diancam?
Benar.
Yang tidak dia anggap serius.
Hai, sayang.
Semua akan baik-baik saja. Pegang tanganku.
Kau baik saja? Kau akan baik-baik saja.
Pak?
Pak!
Baiklah.
Kau mau bagaimana?
Sebentar.
Jadi itu palsu?
Menurut anjing pelacak.
Namun tetap diledakkan, demi keamanan.
Mereka suka ledakkan sesuatu.
Agar hari jadi seru.
Seorang pria sepertinya tahu.
Apa?
Seorang ayah memberitahuku itu palsu,
yang terlihat agak mencurigakan,
jadi aku mengambil fotonya.
Jangan pernah melakukan ini lagi.
- Apa? - Foto warga sipil.
Dia akan mengeluh kau melanggar hak.
Itu mengacaukan fail personaliamu
dan sebabkan masalah bagi satuan.
Ini tidak bertentangan dengan prosedur.
Kita boleh memfoto orang di depan umum.
Bicaramu seperti Avi.
Pokoknya jangan.
Siapa orang ini?
Dia menabrakku,
bilang itu palsu,
yang menurutku aneh.
Bicaralah dengannya bersama Avi.
Karena ini cuma bom palsu,
FBI mundur, ini jadi yurisdiksi kita lagi.
Aku tak setuju ini dianggap remeh.
Saat anak-anak terlibat, ini tidak remeh.
Ini situasi serius.
Aku ingin pelakunya ditangkap sekarang juga.
Ya, Bu.
- Janine. - Ya.
Jangan pernah mengejar tersangka sendirian.
Terjadi begitu saja. Dia mendadak lari.
Itu bodoh dan berbahaya.
Jika kau begitu lagi,
aku sendiri yang akan menghajarmu.
Mengerti.
Kau akan menanyainya atau tidak?
Si tersangka?
Aku menanyainya?
Tangani dia.
Di mana Avi?
Ya Tuhan. Dia yang menaruhnya?
- Kau kenal pria ini? - Ya.
Maksudku, aku pernah kenal dia.
Dia adalah mantan orang tua.
Putrinya ada di sini tahun lalu,
tapi mereka keluarkan dia.
Kau ada masalah dengannya?
Dia? Tidak, aku...
Sebenarnya, dia sangat baik.
Tapi istrinya punya kritik.
Tentang apa?
Semua hal.
Aku yakin dia wanita yang baik,
cuma kebiasaan begitu.
Dia meragukan hampir semua yang kami lakukan.
Tapi keluarga Holt adalah orang-orang baik berniat baik
bukan tipe orang yang akan menaruh bom.
Aku tak yakin itu ada tipenya.
Atau tipenya terlalu banyak.
Orang yang sakit jiwa.
Seseorang mencoba membuat pernyataan.
Pemeras.
Fakta bahwa itu palsu menunjukkan
seseorang ingin membuat pernyataan
dan menimbulkan takut.
Bisakah kau memikirkan alasan mengapa dia lari dari TKP?
Tidak.
Ini gila.
Aku di sana cuma karena aku berhenti untuk melihat apa yang terjadi.
Aku tahu sekolahnya.
Anakku pernah ke sana.
Aku penasaran.
Mengapa kau lari?
Awalnya aku tidak lari.
Aku mulai berjalan
lalu kau mengejarku, jadi...
Itu bukan jawaban yang bagus bagiku.
Terdengar bagus bagimu?
Baik, ya, lari adalah tindakan bodoh.
- Tapi kau lari. - Aku tak menaruh bom.
Tn. Holt,
aku memandangi lautan orang yang melihat
dan hanya satu dari mereka, kau,
memilih untuk membuat dirimu mencolok.
Perilaku itu tak sejalan dengan kondisi tak bersalah.
Jadi kusarankan kau memberiku alasanmu lari
atau aku tak punya pilihan selain menyimpulkan
bahwa itu karena bom ini.
Aku mau pengacara.
Sial.
Kubuat dia bungkam.
Dia mulai berbicara
setidaknya sedikit, dan seharusnya kubiarkan
tapi aku malah menyudutkannya.
Dia tak punya rekam kriminal, 'kan?
Ya, tidak ada, tapi dia jelas menyembunyikan sesuatu
jadi aku tidak mengerti.
Mungkin ada narkoba.
Mungkin dia melihatmu, gugup, dan kabur
melempar narkobanya saat lari.
Semua orang bersalah atas sesuatu.
Pemilik tempat juga sembunyikan sesuatu.
Kalian bicara lagi padanya
aku pada si pelari.
Bandingkan catatan.
Masih ada kasus pembunuhan.
Tiga detektif tangani ini?
Davies bilang ini prioritas utama, aku setuju.
Mungkin bukan apa-apa, tapi mending salah yang mana?
Ada ancaman lain.
Itu suara wanita, aku yakin.
Dan kata-kata persisnya?
"Bom itu hanyalah permulaan."
Hanya itu, lalu dia menutup telepon.
Kau tak mengenali suara itu?
Kurasa tidak. Tidak.
Aku merasa sangat tidak enak.
Kubilang, tak perlu khawatir,
tapi seandainya bom itu asli,
ya Tuhan, orang bisa saja terbunuh.
Si Holt ini, pria yang kami tahan?
Tidak, aku tidak bisa membayangkannya.
Aku sudah memberi tahu rekanmu
bahwa dia dan istrinya adalah orang baik
cuma tak suka di sini
No comments yet. Be the first to leave one.