İlk 157 satır.
[di mana kau tak bisa menyentuh orang yang kau cintai?]
[Kau akan merenggut nyawa apa pun yang kau sentuh.]
[Itulah kutukan yang diberikan penyihir kepadanya.]
[Tak bisa merasakan kehangatan orang lain lagi,]
Begitu katanya.
Menjauh!
Kau terlalu dekat, Alice.
Reaksimu terlalu menggemaskan. Aku ingin melihatnya dari dekat.
Lalu, bagaimana dengan ini?
Aku takkan bingung jika tak bisa melihatmu.
Kau benar-benar menggemaskan.
Aku lupa aku punya telinga!
Punggungku sudah sembuh total.
Aku akan kembali bertugas hari ini.
Ini sungguh kabar yang baik.
Selamat datang kembali, Rob.
Maaf telah meninggalkan Tuan Muda
dan tanggung jawab mengurus wastu kepadamu, Alice.
Aku tak keberatan sedikit pun.
Aku bisa menikmati malam-malamku dengan Tuan Muda.
Apakah kau mencoba membuatnya salah paham?!
Kalian berdua selalu membuatku tersenyum.
Minta bawahanmu untuk berhenti melecehkanku secara seksual!
Kalau begitu, aku permisi dahulu.
Sepertinya Rob mulai mengurus semuanya begitu dia kembali.
Ya. Bahkan tugas yang tak bisa kulakukan.
Lagi pula, dia hampir seperti manusia super.
[Rob telah menjadi pelayanku sejak aku berada di wastu utama.]
[Dia adalah satu-satunya orang yang ikut denganku ke wastu ini.]
[Bisa dibilang... dia ayah pengganti bagiku.]
Jadi, berapa lama kau akan berdiri di sana?
Rob mengambil alih semua pekerjaanku.
Apakah kehadiranku di sini mengganggumu?
Tidak, aku hanya tak bisa fokus pada bukuku.
Permisi. Aku membawakanmu teh.
Dia barusan ada di taman!
Tidakkah menurutmu kau bekerja terlalu keras, Rob?
Aku?
Kau baru saja pulih dari cedera.
Beri Alice kesempatan untuk bekerja juga.
Terima kasih atas perhatianmu.
Mungkin aku terlalu antusias bisa kembali bekerja,
tapi aku baik-baik saja, Tuan Muda.
Lantas, mungkin kami bisa membersihkan wastu.
Ayo, Alice.
Baik.
Ada apa dengannya?
Ini sangat enak.
[Memang benar, Rob belum kehilangan ritme pekerjaannya.]
Alice.
Bolehkah aku bertanya kepadamu?
Ini aku! Apa yang kau lakukan, Rob?!
Kau rupanya, Tuan Muda?
Maaf, mataku terkadang hilang fokus. Jadi, sulit untuk melihat.
Kau kehilangan penglihatan!
Sudah kubilang, kau mulai pikun!
Jika kau menyentuhku, kau akan mati!
Aku tak ingin kau menghindariku, tapi kau harus menjaga dirimu!
Apa?
Kau tuli juga!
Ada masalah apa?
Alice. Bisakah kau katakan sesuatu juga?
Permisi.
Ini Alice yang sebenarnya.
Ya, itu Alice! Siapa lagi kalau bukan Alice?!
Yang benar saja...
Kau melakukan segala sesuatu dengan begitu sempurna. Kenapa kau...
Setelah menjadi kepala pelayan begitu lama,
semuanya tertanam dalam memori otot.
Aku akan baik-baik saja.
Selama sisa hidupku masih ada,
aku akan melayanimu, Tuan Muda.
Rob...
Punggungmu lagi?!
Sepertinya begitu...
Ya. Semuanya berjalan dengan baik.
[Jika keluargaku memutus hubungan denganku,]
[aku berniat untuk bertahan hidup dengan musik.]
[Semasa kecil, aku hanya pernah dipuji karena bermain piano.]
[piano adalah mimpiku dan satu-satunya harapanku.]
Sebuah requiem?
Maaf.
Aku mendengar lagu yang indah saat aku sedang membersihkan.
Lalu, bisakah kau berbicara denganku secara normal?
Apa maksudmu dengan "normal"?
Maksudku jangan dekat-dekat denganku!
Terserah, jangan ganggu aku.
Rob sedang istirahat. Kau bisa kembali bekerja.
Baiklah.
Tuan Muda.
Kau menatapku.
Kau melakukannya dengan sengaja!
Aku tak bisa berkonsentrasi. Kau bisa membersihkannya nanti.
Duduklah di sini dan dengarkan sampai aku selesai bermain piano.
Baik. Tempat duduk khusus untukku.
Aku takkan menyebutnya begitu...
Agak muram, tapi sangat indah.
Kau tahu, kau tadi menyebutnya requiem,
tapi itu seharusnya balada bagimu.
Aku mempertimbangkan untuk membatalkannya karena malu,
tapi aku sangat ingin kau mendengarkannya.
Aku sedikit lelah. Aku mau tidur siang.
Bangunkan aku saat makan malam sudah siap.
Baiklah. Kalau begitu...
Ciuman selamat malam.
Lelucon yang hangat.
Silakan beristirahat di tempat tidurmu.
Aku tak mengantuk lagi!
Maaf.
Kau belum menyentuhnya.
Aku sedang diet.
Porsi yang lebih kecil untukku besok.
Hei, bisakah kau membuatkanku apple crumble? Aku lapar.
Bukankah kau sedang diet?
Hei, itu tak apa-apa, 'kan?
Oh, ya!
Aku akan keluar besok. Siapkan kereta kudanya.
Sungguh hari yang tenang.
[Aku membuat banyak kemajuan. Aku mungkin selesai melebihi rencana.]
Apakah wastu ini harus begitu gelap?
Ini sangat tua, dan terlalu besar!
Aku akan jerawatan karena stres jika aku tinggal di sini.
Itu buruk untuk kulit.
Bagaimana orang bisa tinggal di sini?
Kau di sini?
Maaf, aku tak memperhatikan karena Kakak tak meninggalkan banyak kesan.
Lama tak bertemu, Kakak.
Alice!
Alice! Kemari!
Ada apa?
Kau melakukannya lagi! Kenapa kau membiarkan gadis ini masuk ke wastu?
Astaga, kenapa Kakak mengatakan itu? Dasar aneh.
Nona Viola adalah adik perempuanmu.
Betul sekali!
Aku mengunjungi Kakak. Perlihatkan antusiasme sedikit.
Sepertinya Kakak ingin berbicara denganku. Tunggulah di taman.
Ya, Nona Muda.
Aku tak mengatakan apa-apa!
Ini enak sekali.
Crumpet manis sangat cocok dengan teh.
Aku bisa makan satu wastu penuh crumpets manis.
Kapan kau pergi hari ini?
Dasar aneh.
Kakak tak perlu menyuruhku. Aku akan segera pergi.
Jika Ibu tahu aku datang, aku akan dimarahi habis-habisan.
Hei, bisakah kau membawakanku lebih banyak makanan manis?
Juga teh Assam dan sesuatu yang isinya buah.
Mohon ditunggu.
Kenapa kau nakal sekali?
[Adikku suka makanan manis, romansa, dan hal lain yang feminin.]
[Dia kadang datang berkunjung, kurasa agar tak bosan di wastu utama.]
Apa yang Kakak lihat?
Jadi, Kakak suram, tak menarik, dan pedofil?
[Aku tak tahan dengan kepribadiannya yang menawan.]
Puding toffee lengket.
Wah, kelihatannya enak!
Maaf. Terima kasih telah membawa ini.
No comments yet. Be the first to leave one.