Tarzan the Ape Man

Tarzan the Ape Man

Indonesian Altyazısını İndir

Sürüm bilgisi

Tarzan the Ape Man (1932) AVI 1 19 GB
Şunun yorumuyla Artficial
Indonesian Translate: ARTFICIAL Movie : https://www.facebook.com/movieartficial

Etiketler

other
Yayınlandı: 2013-08-18
İndirmeler: 41
İşitme Engelliler: Yes

Indonesian altyazı önizlemesi

İlk 200 satır.

Disini adalah Sungai Gangga.

Disanakah Lokasi-nya?

Sungai apa ini?

Belum pernah terjamah...

karena termasuk "Wilayah Bahaya".

Sepertinya ini Sia-sia.

Dia hanya "Bergumam".

Baiklah, Riano. Bawa dia.

Dia tidak berguna.

Sama seperti lain-nya.

Takut pada "Wilayah Bahaya".

Padahal maksudnya "Habitat Para Gajah"...

yang di-lindungi, dan kita dilarang kesana.

- Mungkin saja. - Apa?

Biarkan Milyaran Uang hilang begitu saja?

Bukankah ini Ide-mu juga?

Untuk jadi: Kaya Raya.

- Aku ingin Kaya. - Aku juga.

Permisi, bisa dibantu? Aku adalah Dr. Cutten.

Apa kabar? Makasih ya.

Aku mencari Ayah-ku.

Sepertinya disini. Tapi entah dimana.

Namaku adalah Jane Parker.

- Permisi. Nona Parker? - Ya.

Bagus sekali. Ini kebetulan.

Ini adalah Tuan Holt, dia Rekan Ayah-mu.

- Apa kabar? - Luar biasa.

Apa Ayah-ku masih disini?

- Belum pergi kan? - Dia masih disini.

Waktu yang tepat.

Bisa kesana sekarang?

- "Barang-barangmu"? - Disini.

- Aku yang urus. - "Kertas Sketsa-ku.

- Titip ya? - Tak masalah.

Kau siap? Lumayan dekat.

Lihat Bangunan di kanan?

- Ayah gimana? - Dia baik-baik saja.

- Kau tak Merawat Rambut-mu? - Maaf. Aku tak menyimak-mu.

Aku ingin seperti itu, itu bukan Gaya Dokter.

Kita sampai. Dengarkan.

- Ayah-mu sedang sibuk... - Aku, paham.

Bila perlu sesuatu panggil aku saja.

- Soalnya disini... - Makasih.

Mungkin nanti sore kau mau Minum Teh...

Halo.

Jane. Ya ampun...

Ini kejutan.

Sayang, apa kabar.

Aku sangat merindukan-mu.

Kenapa kau Menangis sayang?

Jangan seperti ini.

Aku tidak mau ditinggal sendiri.

Sudah.

Baiklah.

Akhirnya.

Lihat diri-mu.

Ayah masih sama.

Cuma sedikit "Terlihat Tua".

Itu karena Merindukan-ku.

- Ayah rindu padaku? - Tentu saja, sayang.

Lega rasanya.

Kalau tidak aku akan pulang lagi.

Sebaiknya begitu.

Benarkah?

Aku sudah "Bosan Di-Kota".

Aku ingin "Bebas Seperti-mu".

Jangan buru-buru. Biar kulihat dirimu.

"Menarik".

Sangat menarik.

Tak kusangka.

Untuk Tuan. Dari Perahu.

Halo, Beamish. Lihat ini.

Ya ampun.

Ternyata ada Nona Kecil Jane.

Halo, Beamish.

Mau apa ketempat ini?

Jangan menghina Afrika.

- Dari siapa? - Kau: Katanya mau kesini.

"Tepat Waktu Sekali".

Halo, Holt. Ada kejutan apa lagi?

- Ini Putriku, Tuan Holt. - Kami sudah ketemu.

Dia menolong-ku. Benar kan?

- Tentu. - Bawa kesini.

- Disini? - Ya, nanti ku-atur.

Letakan Pakaian disebelah sana.

Lalu lain-nya di-situ.

Bagus sekali.

Semoga saja muat disini.

Sisa-nya terserah dimana saja.

- Tak apa. - Ya ampun.

Aku sudah bilang kan.

Kenapa Sebanyak Ini?

Ini Keperluan Sehari-hari.

Nona mau, Secangkir Teh?

Kebiasaan Inggris?

Pergi jauh-jauh cuma Minum Teh.

Kalau "Alkohol"?

Baiklah, sebentar.

- "Sisa Bawaan-nya"? - Apa?

Tuan Holt itu Lucu, iya kan?

- "6 Kotak"... - Apa?

Maksud-ku: Tuan Holt.

Ya, dia Orang Baik.

Tapi sebenar-nya.

Dia Benci: Afrika.

- Benci Afrika? - Ya.

- Itu bohong. - Kenapa?

Karena dia terlihat Kuat Seperti Ayah.

- Aku juga Benci Afrika. - Itu-pun Kebohongan.

Ya, menurut-ku...

Itu tidak perlu. Aku kan Anak-mu.

Kita dulu Mandi Bersama...

dan kau tak masalah kan.

Itu dulu.

Kau ajarkan-ku, "Untuk Cuek".

Aku jadi Seperti Ini.

- Sedang apa kau? - Bersihkan wajah.

- Tidak Air & Sabun? - Ini sama saja.

Namanya juga "Anak Gadis".

Apa itu?

Siapa mereka?

Suku: Wakumbas.

- Yang Topi Besar? - Itu Suku: Kabaranda.

Mereka memakai Ratusan Bulu...

Burung Unta di-kepala.

Itu seperti memakai "Dendam Dikepala".

- Mau apa mereka? - "Perdagangan".

Baiklah, ayo kesana.

Jangan ikut campur.

Bukan, tapi aku mau Ambil Alih.

Beamish, ambil Topi-ku.

Mereka suka Bernyanyi?

Itu bukan: Lagu.

Tapi Doa: Agar Dewa Memberi Keuntungan.

Tentu saja.

Ini mirip dengan: "Pasar Kecil".

Lumayan juga.

Hati-hati, Nona.

Jaga mulut-mu.

Itu "Pembeli Wanita-nya".

Sepertinya mereka "Sukses Belanja".

Sayang sekali: "Jadi Begini".

Kau sudah lihat-lihat. Mereka Orang Baik.

Ya, seperti sih begitu.

Ayo kita lihat "Pria-nya".

"Lambang Perisai" artinya "Petarung Kuat" di Suku-nya.

Masa sih?

Itu ada yang "Kecil" sepertinya "Lemah".

Sebalik-nya.

"Perisai-nya" tertulis "Membunuh 5 Singa".

- "Singa"? - Atau Manusia.

Ini Suku: Wakumbas.

Pakaian-nya berbeda.

Lalu sebelah sana, juga "Suku Sama"?

Ya, betul.

Ini "Topi-nya". Matahari sangat panas.

Makasih.

Bukankah "Masih Dini" untuk ikut "Berdansa"?

- Siapa? - Itu "Bayi-nya".

Jane, ayo pulang.

- Kau khawatir padaku? - Tidak. Kau sudah Dewasa.

Yang disana memakai "Bulu Burung Merak"?

Tetua: Aloas.

Parker, itu ada Ketua Oomtelli.

Mungkin tau: "Wilayah Terlarang".

Tidak, Holt. Aku sudah coba.

"Wilayah Terlarang" apa?

Semoga saja mereka...

masih berniat untuk "Bekerja Sama".

- Ayo... - Kesana.

Ayah ceritakan soal: "Wilayah Terlarang".

Ingatkah "Kisah Gajah"?

Banyak. Yang mana?

Kisah: "Kenapa Bangkai Gajah Tak Ada Di-Hutan".

Aku tebak.

Tentu saja.

Aku ingat.

Gajah selalu tau "Saat Ajal Tiba"...

kemudian mereka...

pergi ke sebuah "Tempat Rahasia".

Tempat: Kerangka Para Leluhur-nya.

- "Peristirahatan". - Benar.

"Makam Rahasia Para Gajah".

Disebelah Timur, ada "Pegunungan Misterius"...

itulah: "Wilayah Terlarang".

Dan itu sangat "Di-Rahasiakan".

"Keramat", pantangan.

Bila ada yang cuma "Melihat"...

akan "Dihukum Mati" oleh "Dukun Suku-nya".

Aku & Holt percaya...

sebenar-nya disana...

ada "Makam Para Gajah".

Lalu, untuk apa?

Aku tau: "Gading".

"Gading Terbanyak Sedunia".

Harganya pasti Milyaran.

- Lalu aku bantu apa? - Kau tak perlu bantu.

Tuan Holt, kau pasti paham.

"Aku Sangat Ingin Ikut".

Kalau dia begitu ingin sekali...

Yorumlar

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left