Captivating the King

Captivating the King (세작, 매혹된 자들)

Indonesian Altyazısını İndir

Sürüm bilgisi

세작-매혹된자들-Captivating-The-King-E09-NEXT-NF
Şunun yorumuyla Anangkaswandi

Etiketler

other
Yayınlandı: 2024-02-11
İndirmeler: 27
İşitme Engelliler: No

Indonesian altyazı önizlemesi

İlk 200 satır.

EPISODE 9

Bagaimana bisa aku tak sadar bahwa kau wanita?

Sejak awal, hanya kaulah yang kulihat dan kuinginkan.

Astaga!

Bukankah mau menjengukku? Mengapa kabur?

Rendamlah.

Astaga, dingin sekali!

Akhirnya sekarang aku tahu.

Inilah alasan hatiku hancur berkeping-keping

saat mengirimmu ke ambang kematian.

Kembalikan ini…

ke tempatnya semula.

Sampaikan kepada Mong-woo…

"Aku tidak punya maksud apa pun…

di balik menyelamatkanmu.

Persahabatan kita

telah berakhir,

dan tak perlu diingat lagi. Jadi, jalanilah…

sisa hidupmu dengan damai."

Cepat.

Mong-woo hilang? Apa maksudmu?

Katanya dia terjatuh ke jurang

saat kabur karena terguncang akibat kematian Hongjang.

Keberadaannya tak diketahui.

Kata para algojo,

mungkin dia sudah dimakan harimau.

Tutup mulutmu.

Itu mustahil.

Perintahkan pasukan untuk mencarinya.

Maaf, Paduka.

Aku sudah mencarinya di jurang tempatnya terjatuh

dan juga sekitarnya,

tetapi tidak ada jejaknya sama sekali.

Mong-woo pasti sudah mati.

Aku yakin itu.

Mustahil.

Paduka.

Paduka.

Jangan sentuh aku.

Aku benar-benar tidak paham.

Mengapa Paduka Raja sampai menderita begini karena dia?

Dia…

adalah tangan kiriku.

Tangan kiri yang harus kupotong demi bisa menjadi raja.

Kau juga berhati-hatilah.

Entah kapan aku akan memotong tanganku yang tersisa.

Rupanya…

tabib itu berbohong waktu bilang

sudah mengobati luka di punggungmu.

Aku akan ketahuan jika diobati,

dan pasti akan mati jika ketahuan.

Jadi, aku memohon kepadanya untuk berbohong.

Jika Paduka ingin menghukum,

akulah yang pantas dihukum.

Kau membohongiku sepenuhnya.

Apa ada satu saja kejujuran…

di antara kata-katamu selama ini?

Aku akan jawab…

jika Paduka bertanya.

Aku…

berniat tak menanyakan apa pun kepadamu.

Aku tak akan tanya nama aslimu,

mengapa menyamar sebagai pria padahal kau wanita,

dan ke mana saja kau selama tiga tahun ini…

sehingga baru kembali sekarang

dan membuatku hampir gila.

Sekarang…

yang jelas, tanpa kusadari,

aku mencintaimu sejak dahulu hingga sekarang,

dan kau pun begitu.

Aku sudah puas dengan itu.

Aku tidak akan memelukmu,

ataupun memberhentikanmu dari tempat ini.

Paduka…

sangat kejam.

Bagaimana aku menahan rasa malu ini?

Aku pun sedang berusaha bertahan.

Jadi, bertahanlah juga.

Ini titahku.

Tuan.

Ada pesan dari istana.

Paduka Raja batal bermalam dengan Dayang Senior Dong

dan pergi ke luar istana.

Kupikir dia akan berpura-pura sudah tidur dengan Dayang Dong.

Sepertinya perasaan Paduka Raja kepada gidaeryeong

lebih mendalam daripada dugaan kita.

Malam penyatuan ini tak akan berhasil sejak awal.

Dewan kerajaanlah yang memaksakan hal ini,

jadi, wajar saja Paduka Raja kabur.

Ini tak hanya keinginan dewan.

Ibu Suri menginginkannya lebih dahulu.

Lantas?

Kau rela mati jika disuruh Ibu Suri?

Ayah Ratu!

Perkataanmu keterlaluan kepada Ketua Dewan.

Aku sudah menahan lidahku.

Mau kuumpat lebih parah lagi?

Ayah Ratu.

Ini saatnya pejabat setingkat menteri

membicarakan masalah penting bangsa mewakili Paduka.

Istirahat saja di rumah jika tak bisa mengendalikan emosimu.

Maafkan aku.

Aku memang agak keterlaluan tadi.

Sudah satu bulan

sejak kabar utusan Dinasti Qing

telah sampai ke Paju.

Katanya mereka mengintai berbagai tempat dengan dalih bertamasya.

Laporan terkini meminta segera dikirimkan pendamping utusan,

mengutip beban finansial

karena biaya menjamu bisa menghabiskan 1.000 nyang perak tiap jamuan.

Pendamping utusan?

Jika salah mengirim orang,

bisa-bisa dia langsung kembali ke Dinasti Qing.

Itu malah bisa menyebabkan masalah.

Kepala Utusan yang kali ini datang

bukan orang semena-mena.

Namun,

Jung Je-pyo, wakil utusan yang datang bersamanya, berbeda.

Lantas, siapa yang pantas

untuk dikirim menjadi pendamping utusan?

Mengapa kalian semua memandangku?

Sebutannya saja pendamping utusan,

tetapi tugasnya melayani Jung Je-pyo, kan?

Permintaannya pasti makin banyak

karena sekarang dia menjadi wakil utusan.

Aku memang bisa mengalah sekali dua kali,

tetapi tidak bisa terus-menerus.

Aku tak akan memaksa jika kau tak mau.

Banyak orang yang mau berkorban harta.

Benarkah?

Harta milik kerajaan baru bisa dipakai jika ada izin Paduka.

Orang bodoh mana

selain aku yang mau mengorbankan harta sebanyak itu?

Suruh dia masuk.

Utusan Qing datang membawa pesan kenaikan takhta Kaisar.

Pendamping utusan setidaknya harus menteri,

mengapa malah Menteri Ketiga Ritus?

Aku dan Wakil Utusan Jung Je-pyo

sudah mengenal dan memiliki hubungan baik sejak dahulu.

Aku yakin bisa bawa kelompok utusan ke sini dalam beberapa hari.

Jadi, percayakan saja kepadaku.

Bagi yang menolak Yoo Hyun-bo menjadi utusan,

silakan angkat tangan.

Selain satu orang, sisanya setuju.

Maka, Yoo Hyun-bo diputuskan jadi utusan kita.

Paduka Raja tidak akan menyetujui hal ini.

Aku yang akan menagih persetujuan kepada Paduka,

jadi, jangan cemas.

Aku tidak akan melupakan kebaikanmu

karena telah memercayaiku.

Apa ada orang di luar?

Selamat pagi, Paduka.

Aku mau kembali ke istana.

Bersiaplah.

Baik, Paduka.

Sang-hwa, kau tetap di sini,

dan sampaikan titahku pada gidaeryeong saat dia bangun.

Apa titah Paduka?

"Semalam kau menyingkirkan pengawal,

dan mabuk parah sampai mengabaikan tugasmu sebagai gidaeryeong . Itu kesalahan besar.

Jangan ke istana untuk sementara,

dan tunggu titahku seraya introspeksi diri di kediamanmu."

Baik, Paduka. Akan kusampaikan.

Sepertinya itu bukan bordir untuk ayahmu.

Itu untuk siapa?

Aku mau memberikan ini untuk Hongjang.

Dia banyak membantuku selama ini,

tetapi aku tak pernah membalasnya.

Nona.

Ayahmu sudah pulang.

Ayah.

Hee-soo.

Sebenarnya kau tak mau menikah, atau enggan menikahi Kim Myung-ha?

Aku mau menikah.

Jika sudah ada pasangan yang tepat.

Maksudmu, orang yang bisa mengalahkanmu?

Bagaimana jika dia penyihir gunung yang beruban?

Jika memang sudah takdirnya,

akan aku terima.

Sungguh merepotkan.

Ayah pergi untuk memenuhi titah Raja.

Ayah pergi sebagai penjahat.

Ayah akan kembali hidup-hidup…

seperti biasanya.

Ayah…

Sayang.

Kau pun harus

menjalani hidup dengan baik.

Paham?

Kau seperti habis melihat hantu.

Jika melihat Kapten Unit Khusus Senjata Api menunggu seperti ini,

siapa pun pasti terkejut.

Paduka bertitah kepadamu.

Silakan katakan.

Kau sementara ini dilarang ke istana

dan tetap di kediamanmu untuk introspeksi diri.

Jika begitu, artinya sama saja aku sedang dihukum.

Apa alasannya?

Kau mabuk sampai melalaikan tugasmu sebagai gidaeryeong .

Jangan sampai hal seperti semalam terulang lagi.

Yorumlar

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left