İlk 200 satır.
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
Ini 12 jam neraka.
Serius.
Yang kulihat di depanku sekarang adalah permukaannya.
Bukannya yang kulihat saat ini buruk,
tetapi buat aku berpikir lagi.
Itu membuatku takut.
Takut kehilangan hal yang bagus.
Takut merayakan Natal lagi tanpa pacar.
Takut menjadi sendirian di dunia ini.
Takut diabaikan.
Jadi, sekarang, dalam beberapa detik,
aku akan membuat pilihan kecil, putus asa itu
yang akan memutarbalikkan Natal ini.
Sial.
Tidak, maksudku, maaf.
Aku harus pergi. Aku buat kesalahan besar.
Namun, agar kau memahami kejadiannya,
kita harus kembali ke Malam Natal tahun lalu,
saat bel pintu berbunyi di rumah Ibu dan Ayah.
Siapa yang datang?
Astaga, katanya kau tak ada tamu.
- Wah, wah. - Wah…
- Hai. - Hai.
Ini untuk Johanne.
- Ya, itu aku. - Bagus.
- Ini untukmu. - Terima kasih.
- Selamat Natal. - Selamat Natal.
Ini. Nikmati liburanmu.
Terima kasih. Kau juga.
Kau bekerja selama Malam Natal?
Aku selesai pada tengah malam.
Seluncur es harus dijalankan.
- Ya. Selamat Natal. - Selamat Natal.
Yang benar saja?
- Hai. - Hai.
Aku tak berniat bunyikan bel pintu saat Malam Natal,
aku tak yakin apa kau ada di rumah.
Bente mengatakan kau akan bersama keluargamu.
Ya, aku baru dari sana.
Maaf sudah mengganggu.
Tak apa-apa. Orang yang tinggal denganku,
atau penyewaku,
bersama pacar barunya malam ini.
Dia badut, omong-omong.
Raul?
Aku tak tahu dia punya pacar.
Itu masih baru.
Kau mau masuk?
Ya. Terima kasih.
Hei, Johanne…
aku datang ingin katakan…
maksudku, aku lihat jadwal bahwa kau akan bekerja besok,
dan alih-alih kau melihatnya di koran atau dengar dari orang lain,
aku ingin mengatakan…
Sebastian…
Kami tak bisa menyelamatkannya.
Baiklah.
Maafkan aku.
Tak apa-apa.
Aku tahu ini Malam Natal.
Kupikir kau harus tahu.
Bisa kulakukan sesuatu untukmu?
Kau bisa memelukku?
Tentu.
Kau mau menginap di sini malam ini?
Sepuluh, sembilan, delapan, tujuh, enam, lima,
empat, tiga, dua, satu…
Selamat Tahun Baru!
- Bersulang! - Bersulang!
Aku beli banyak kembang api.
Ayo keluar dan nyalakan kembang api!
Halo! Kau ikut?
Ya, kami ikut.
Tunggu.
Kau perlu kacamata pelindung.
Kembang api tak bisa diduga.
Dasar kutu buku.
Namun, aku kutu bukumu.
FEBRUARI
- Sedang apa kau? - Membereskan.
Jika kau bereskan saat kau masukkan,
kau hemat waktu saat dikeluarkan.
Pisau sendiri, garpu sendiri, sendok…
Aku tak tahu kau gila kerapian.
Aku cuma suka kesan keteraturan.
Jika kulakukan ini?
Tak akan kulakukan jika jadi kau.
Kuperingatkan kau.
Jangan!
Ini akan ada akibatnya.
MARET
Ya?
Aku memikirkan giliran kerja nantinya.
Ya, sedang kukerjakan.
Apa Henrik dan aku bisa satu sif?
Tak boleh berpacaran di tempat kerja.
Ya, tetapi jika waktu kerja kami sama,
kami selesai bersamaan.
Alasan yang menarik.
- Sudahlah, itu tak terlalu penting. - Satu sif?
Ya. Atau tidak… Ya.
- Tidak atau ya? - Ya.
- Ya? Baiklah. - Baik.
Kapan kau buat tato itu?
Roda kapal paling bawah, saat usiaku 17 tahun.
Itu pemberontakan terhadap Ibu dan Ayah. "Aku kapten diriku."
Yang satu lagi?
Setelah hubunganku dan Christian usai, aku harus melampiaskan.
Sedramatis itu?
Tak perlu dibicarakan.
Aku harus cemburu?
Tidak.
Henrik datang?
MEI
Dia temui kita setelah pawai anak.
Dia bekerja?
Dia tak terlalu suka dengan anak-anak.
Dia republikan, dia pikir bodoh untuk melambai kepada raja dan ratu.
Ini bukan soal monarki, bukan?
Ini hari santai dengan es krim, bendera, dan konstitusi.
Aku tak membantah itu.
- Hip, hip! - Hore!
- Hip, hip! - Hore!
Kau yakin tak mau berenang?
Tampak agak dingin dan basah.
- Tak mungkin! Suhu airnya 21 derajat. - Kau bisa berenang.
Aku suka melihatmu berenang. Kau tampak seksi.
- Kumohon? - Tidak.
Kumohon!
Masakanmu ini lezat.
Hanya masakan ini?
Semua masakan. Kau koki hebat.
Terima kasih.
Lebih baik dari Christian?
Kenapa tanya itu?
Tidak, kau jarang membicarakannya.
Tampaknya kau menghindarinya.
Ya. Apa gunanya membicarakan mantanku,
kita menikmati hidangan lezat dan anggur?
Maksudku bukan sekarang. Selalu. Kau selalu tak mau membicarakannya.
- Henrik… - Maksudku…
Kau punya tato di punggung
yang kau buat saat putus, pasti dia bermakna sesuatu…
Ayo bersulang untuk itu.
Ya, bersulang.
AGUSTUS
Ya?
Aku memikirkan sif nanti.
Ya, aku coba buat kau dan Hendrik satu sif.
Itu pikiranku dahulu. Kami terlalu sering bersama.
Sedikit ruang mungkin bagus.
Kurasa bagus untuk hubungan kami.
- Ya. Jadi, beda sif? - Tidak, tetapi ya.
Johanne, tidak atau ya?
Tidak.
Tidak? Baiklah.
Kau ambil fotoku menaruh alat makan ke mesin?
Kami dari SMA, kelas 2002, mengobrol
saat kami pasang foto atau film pasangan kami
untuk tunjukkan mereka tak sempurna.
Kau bercanda.
Tidak. Saat pindah ke tempatku, harus ikuti aturanku.
Tempatmu?
Ya, ini lebih seperti… tinggal dengan teman sekamar.
Agak ramai. Aku, kau, Jørgunn, Raul.
Apartemenku besar. Bersih, lebih luas.
Pikirkan nantinya.
- Baik. - Sempurna!
Kau pikirkan untuk hilangkan tato itu?
Tidak. Aku suka itu.
Serius? Kau suka?
Ya.
Kau jadi ingat mantan.
Bersikaplah dewasa.
- Hai. - Hai.
Kami tetangga baru. Tinggal di sebelah.
Bagus. Hai, Johanne.
- Hai. Nick. Dan ini Noëlle. - Johanne.
Aku tinggal dengan Jørgunn, dia tak di rumah.
- Tanduk bagus. - Ya.
Kami pikir akan masuki semangat Natal,
dan buat sanggar kerja Natal atau apa…
- Ya. - Hai.
- Ya. - Ini bulan November.
Agak terlalu dini untuk sanggar Natal, bukan?
Ini Henrik, pacarku. Ini tetangga baru kita, Nick dan Noëlle.
Hai.
Kau tinggal di sini?
Aku berkunjung, kami segera pindah ke tempatku.
Baik. Jadi, kami akan dapat tetangga baru.
Kau tak pindah sebelum Natal?
Tidak.
Karena itu akan nyaman, bukan?
Bisa kumpulkan semua di lingkungan untuk lebih saling kenal…
- Ayah! - …dan semacamnya.
- Ide itu bagus. - Benar?
Ya.
- Aku senang kau mampir. Sampai jumpa. - Ya.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
No comments yet. Be the first to leave one.