İlk 181 satır.
ZainuddinAri
ZainuddinAri mempersembahkan
Umar bin Khattab
ZainuddinAri mempersembahkan
Umar bin Khattab
ZainuddinAri mempersembahkan
Umar bin Khattab
ZainuddinAri mempersembahkan
Umar bin Khattab
Episode 28
Kau tahu kabar anak-anakku?
Tidak
Ada kabar tentang anak-anakku?
Kau tahu berita tentang anak-anakku? Aku Khansa'.
Tidak.
Kedatangan Hisyam bin Uthbah dan pasukannya dari Syiria sepertinya tertunda.
Kita sudah memberi harapan besar pada warga tentang kedatangannya
dengan membawa 6.000 pasukan.
Kita akan berhadapan dengan musuh kita di hari ke-3 perang Qadisiyah.
Kita tak ingin seluruh rakyat jadi berkecil hati.
Sebaiknya kalian bergerak secara diam-diam di malam hari
untuk menghindari Qadisiyah, pastikan jangan sampai terlihat.
Lalu di siang hari, datanglah 100 orang demi 100 orang, seperti sebelumnya.
Ketika kelompok pertama sudah menghilang, kelompok berikutnya mulai bergerak.
Kalau Hisyam datang tak dalam keadaan prima, terus beri mereka semangat.
Mereka bertempur dengan gagah berani.
Semoga Allah menerima arwah mereka.
Usahakan tetap sabar dan ikhlas menerima takdir Allah.
Aku hanya mengatakan hal-hal yang baik tentang Tuhanku.
Kita semua adalah milik Allah dan kepada-Nya lah kita akan kembali.
Segala puji bagi Allah yang telah menaikkan derajatku
dengan gugurnya mereka di jalan Allah.
Semoga Allah menyatukan kami di tempat yang penuh dengan rahmat-Nya.
Lihat!
Itu gugus depan dari pasukan Hisyam bin Uthbah.
Segala puji bagi Allah yang mendatangkanmu sebelum pertempuran dimulai.
Para serdadu siap bertempur di hari ke-3. Mana sisa pasukanmu?
Mereka akan segera datang.
Aku pecah mereka beberapa bagian, dengan jarak tertentu di antara mereka.
Sedang apa kau di sini?
Itu taktik yang bagus. Aku akan lakukan hal yang sama dengan pasukanku.
Sekarang pergilah!
Segala puji bagi-Mu, Ya Allah.
Allahu Akbar, Allahu Akbar.
Allahu Akbar.
Allahu Akbar.
Allahu Akbar.
Kudengar ada bantuan dari negeri seberang.
Segera susul mereka.
Allahu Akbar, Allahu Akbar.
Saat pasukan gajah maju, pasukan berkuda Qa'qa' dan Ashim akan maju menghadang
mereka harus menyerang mata dan mulut gajah-gajah itu.
Kalau mereka kerahkan pasukan gajah lagi, kita akan hadang lagi!
Allahu Akbar.
Allahu Akbar.
Allahu Akbar.
Allahu Akbar.
Kembali!
Allahu Akbar.
Allahu Akbar.
Kau datang dari mana?
Najd.
Apa kau tahu berita tentang bangsa Irak di Qadisiyah?
Semua orang yang kutemui menanyakan hal yang sama denganmu.
Kami pergi meninggalkan Najd tanpa mendengar berita apa pun.
Semoga Allah memberkatimu, dan memberkati kita dengan berita yang kita harapkan.
Insya Allah.
Ini sudah beberapa hari, Ayah, dan kau terus bertanya tanpa pernah ada jawaban.
Ini tengah hari dan udara terasa panas sekali.
Bukankah lebih baik pulang dan menunggu di rumah berita yang insya Allah baik itu?
Kalau utusan Sa'ad datang, ia pasti akan mencarimu.
Keluar dari Medinah tak membuat Ayah bisa mempercepat datangnya berita itu,
atau memperlambatnya kalau Ayah tetap tinggal di rumah.
Kau pulanglah, Abdullah.
Kalau aku, duduk pun sulit,
dan rasanya tak bisa tidur sebelum aku tahu apa yang telah ditakdirkan Allah kepada saudara-saudara kita.
Apa kau tak dengar perintah ayahmu sekaligus Amirulmukminin ini?
Kau berdosa atas dua pelanggaran kalau tetap di sini. Pergilah.
Ayah akan seorang diri. Biar aku temani Ayah.
Teman yang kubutuhkan hanya berita kemenangan kita, insya Allah.
Kau datang dari mana?
Dari Qadisiyah.
Tolong beri tahu aku.
Allah telah mengalahkan kaum kafir.
Perang selama empat hari, lebih parah dari Yarmuk.
Kami kesulitan melawan pasukan gajah, hingga datang pertolongan Allah.
Bagaimana dengan panglima mereka?
Rustum? Ia tewas, begitu juga panglima mereka yang lainnya.
Sa'ad memerintahkan untuk mengejar mereka semua yang kabur.
Qa'qa' memburu mereka dengan pasukannya.
Ia berhasil membunuh Fairuzan, salah satu panglima utama mereka.
Hanya Hurmuzan yang berhasil kabur.
Bagaimana korban dari pihak pasukan muslimin?
Delapan ribu lima ratus orang.
Kau tahu di mana aku bisa temukan Amirulmukminin?
Bersiap pergi dengan pasukan istana. Jangan ditunda-tunda lagi.
Apa Anda tak mau berjuang demi kerajaan leluhur?
Kalau ada yang tersisa dari kerajaan leluhurku, aku akan memperjuangkannya.
Tapi mati karena kerajaan yang akan sirna adalah suatu kebodohan.
Bagaimana Anda bisa berkata begitu?
Jadi Anda akan pasrahkan Mada'in dan pergi begitu saja, saat Anda-
Saat aku apa?
Aku bersembunyi di kalangan rakyat jelata,
memastikan tak ada yang tahu tentang keluargaku dan hubunganku dengan Kisra.
Sehingga kerabat Kisra takkan membunuhku atau saling bunuh.
Saat tak ada lagi yang tersisa dari sebuah kerajaan kecuali beban dan kematiannya,
aku dibawa ke sini dan diberi takhta yang mereka tahu akan dibunuh.
Dengan demikian, tak ada lagi tujuan mereka kecuali membunuhku di Istakhr.
Mereka tawarkan kematianku di Mada'in, tapi dengan pedang Arab.
Rumah putih milik Kisra.
Istana putih tepatnya.
Senantiasa mengingat dan memuji Allah. Merendahkan diri di hadapan Allah.
Aku bersyukur pada Allah yang membuatku tinggalkan tanah mereka saat masih muda
dan membawaku ke jazirah Islam.
Saat tinggal di sini sebagai salah satu dari mereka,
aku takkan bermimpi untuk melihat satu barang pun dari semua ini.
Kami semua bekerja untuk para penguasa dan pengikutnya.
Tapi kami tak dapatkan apa pun dari itu.
Dan kami tetap serba kekurangan seperti ini hanya karena semua ini.
Mereka yang dipercayakan semua ini benar-benar orang yang bisa dipercaya.
Kau selalu menjauhkan diri dari semua ini, maka begitu juga pengikutmu.
Seandainya kauambil untuk dirimu, mereka juga akan lakukan hal yang sama.
Kenapa denganmu, Amirulmukminin, menangis di hari yang penuh keceriaan ini?
Aku tak takut pada cobaan yang berat dan kehidupan yang sederhana.
Tapi aku takut akan kecintaan pada benda-benda ini.
Kalau dunia memberikan segolongan orang hal semacam ini,
maka akan ada lebih banyak rasa iri, kebencian dan ego di antara mereka.
Mereka akan mementingkan kehidupan dunia daripada kehidupan akhirat.
Di mana Suraqah bin Malik? Aku sudah menyuruhnya datang.
Suraqah mana?
Itu.
Kau tahu apa semua ini?
Bagaimana seorang keturunan Arab tahu semua ini?
Ini adalah mahkota, sabuk, gelang dan pakaian Kisra.
Ini adalah pemenuhan janji nabi padamu. Janji itu jadi kenyataan. Nah, pakailah.
Bagaimana menurutmu, Suraqah, kalau kau mengenakan pakaian Kisra?
Kisra? Kisra raja Persia itu?
Rasulullah saw. memberitahuku bahwa kau akan mengenakannya kelak.
Berjalanlah.
Kemarilah.
Bukan main! Orang Arab dari suku Mudlij memakai barang pribadi Kisra.
Mahkota, celana panjang, pedang, sabuk dan sepatu.
Ada saat-saat tertentu, Suraqah, saat memakai barang-barang Kisra dan pengikutnya.
akan menjadikannya suatu kehormatan bagimu dan bagi sukumu.
Tapi, segalanya yang diridai Allah jauh lebih baik. Tanggalkan semuanya.
Bukankah ini untukku?
Milikmu hanyalah hak untuk memakainya, seperti yang dijanjikan Rasulullah padamu.
Itu semua seperti yang lainnya adalah milik kaum muslimin.
Semua akan mendapat bagiannya yang diberikan Allah kepada kita.
Tanggalkan semuanya.
Ya Tuhanku, Kau tak memberikan semua ini pada rasul dan nabi-Mu,
ketika Kau lebih menghormati dan menyayanginya lebih dari hamba.
Kau tak berikan itu semua pada Abu Bakar,
ketika Kau lebih mencintai dan menghormatinya daripada hamba.
Hamba memohon pada-Mu untuk melindungi hamba dari kecintaan pada barang-barang ini.
Kau akan keluar sekarang?
Apa yang akan kaulakukan malam-malam begini?
Kalau memang harus begitu,
bukankah kau bisa meminta orang lain untuk melakukannya?
Aku sudah bertekad untuk melayani rakyatku, kaum muslimin.
Aku ingin tahu keadaan mereka setiap siang dan malam hari selama aku bisa.
Karena Allah mencatat perbuatan seorang hamba pada setiap malam dan siang.
Kembalilah ke kamarmu. Semoga Allah memberikan rahmat-Nya padamu.
Assalamualaikum.
Waalaikumsalam.
Malam terasa panjang, bintang memulai perjalanannya.
Dan di sinilah aku terjaga, tanpa ada pasangan yang menemani.
Aku menemaninya dengan penuh cinta.
Layaknya bulan yang muncul di kegelapan malam.
Sungguh tak ada yang bisa menggantikannya.
Tempat ini sepi seakan tak berpenghuni.
Sungguh aku merindukan seseorang yang mendampingiku.
Hidup ini tak ada artinya tanpanya.
Semoga Allah memberkatimu.
Ia baik-baik saja.
Ia rindu pada suaminya tapi akhlaknya mencegahnya dari perbuatan dosa.
Sungguh akhlak yang amat mulia, kalau itu bisa membuatnya terhindar dari dosa.
Maka jadikanlah akhlak mulia sebagai benteng dari perbuatan dosa.
Sebagaimana jadikanlah ibadah layaknya perisai.
Kau kenal wanita yang tinggal di rumah ini, Aslam?
Suaminya bergabung dengan pasukan Sa'ad.
No comments yet. Be the first to leave one.