İlk 200 satır.
Belok kanan.
Anda akan tiba ditujuan dalam empat hari.
Maaf.
Jalan
...Lapar untuk tahu arti...
...dan asal dari setiap kata baru yang dia dengar.
Takjub akan gedung-gedung tua dan kota-kota mati,
Kecerdasannya...
...seolah ada rintangan yang diperlukan,
Terhadap kehidupan ideal binatang, tanaman, dan mungkin...
...Bukan perjalanan mudah, tidak sejak dia 12 tahun...
...dan kabur dari orang tua yang mengadopsinya.
Dia berusia 42 tahun musim gugur itu...
...Kehidupan yang panjang untuk dijelajahi.
Tentu saja terkadang rinciannya tidak menarik.
Terkadang nama-nama berubah,
Kronologi adalah ketidak-sesuaian.
Sebagai pekerja lepas desain grafis...
Minggir!
Sial!
Bajingan.
Apa-apaan?
Apa-apaan?
Hai, sayang. / Hai.
Kenapa kau tak menelepon ke rumah dan bicara dengan Ibu?
Karena aku ingin bicara denganmu, dan bukan Ibu.
Ada perkembangan dengan bank? / Ya.
Hei, dengar, sinyalnya buruk. Apa kau di rumah?
Sebenarnya, aku sudah pergi.
Aku hanya ingin mengabarimu.
Apa? Kapan?
Pagi ini.
kami seharusnya datang membantumu besok.
Aku tahu, aku tahu.
Aku hanya ingin menghindari Ibu dan drama berikutnya.
Dia hanya khawatir denganmu. Begitu juga Ayah.
Aku tahu. Aku akan baik saja.
Kami hanya ingin membuat...
Lupakanlah,
Kau sudah seberapa jauh?
Maaf, apa tadi kau bilang, Ayah?
Aku... Kau sudah seberapa jauh?
Sekitar 300 mil dari rumah.
Astaga, kau pasti terus berjalan, ya?
Ya, kurasa begitu.
Aku hanya ingin memberitahumu./ Oke.
Terima kasih sudah menelepon.
Mungkin kami bisa datang mengunjungimu...
...saat situasimu sudah beres?
Tentu saja. Dan...
Sampaikan salamku kepada Ibu.
Maaf.
Aku mengagetkanmu?/ Ya.
Tak apa, jangan khawatir.
Tentu?/ Ya.
Apa kau mengenaliku?
Tidak, tidak terlalu.
Aku mengendarai itu.
Benar.
Aku hanya ingin meminta maaf soal kemarin.
Aku mengirim SMS. Aku tak melihatmu berusaha menyalib.
Itu sangat nyaris.
Tidak, aku meletakkan ponselku,
Dan sadar aku buru-buru, jadi aku berusaha menyalibmu.
Itu hanya hari-hari seperti itu, kau tahu?
Tak apa. Apa yang sudah terjadi biar terjadi.
Tapi aku cukup membuatmu ketakutan.
Dengar, aku harus pergi, maaf.
Kau tinggal didekat sini?/ Tidak, tidak terlalu.
Ke mana tujuanmu?
Aku pergi ke utara./ Aku selalu di area ini, jadi...
Boleh tahu namamu?
Jessica./ Jessica.
Sekali lagi aku minta maaf,
Dan sampai jumpa lagi.
Ya, senang bertemu denganmu.
Senang bertemu denganmu juga.
Semoga perjalananmu lancar.
Terima kasih.
Bisa kau buka jendelanya?
Halo.
Hei, apa yang terjadi?
Aku tidak tahu. Mesinnya tiba-tiba mati.
Itu mobil tua. Mau bagaimana lagi?
Ya, sangat disayangkan.
Ya, aku tahu. Katakan soal itu padaku.
Kau mau aku panggilkan truk derek?
Tidak, jika kau bisa mengantarku ke kota berikutnya,
Aku bisa pergi ke SPBU.
Tapi pertama, aku harus pinggirkan mobilnya dari jalan.
Dengar, aku buru-buru.
Ya, aku juga. Ini takkan lama.
Aku yang dorong. Kau bisa yang mengendalikan.
Ayolah.
Aku bisa periksa GPS.
Maaf?/ Aku bisa periksa GPS.
Kenapa?
Aku akan cari SPBU terdekat.
Aku akan hubungi mereka./ Aku tahu itu di mana.
Itu tepat diujung jalan, sekitar 15 menit.
Kalau begitu aku akan ke sana,
Lalu beritahu mereka untuk kembali menjemputmu.
Aku butuh bantuan meminggirkan mobilnya dari jalan terlebih dulu.
Itu agak sulit dengan benda ini.
Maaf, aku haus pergi...
Ini tidak akan lama./ Aku harus pergi.
Aku terlambat untuk pertemuan. Maafkan aku.
Aku hanya butuh...
Suatu malam, saat matanya melihat ke lingkungan Palais-Royal,
Keraguan terhadap hiburan apa yang kami lakukan berikutnya,
Temanku mengusulkan untuk mengunjungi Visconti,
Tapi saran ini sangat terdengar tidak bagus...
...karena aku tahu Visconti, dan maksudku adalah...
Hallo?
Jess?
Hai.
Sayang, kenapa kau pergi tanpa memberitahu kami?
Ibu tidak mengerti.
Aku bangun lebih pagi,
Dan kupikir aku mungkin sebaiknya sekalian saja pergi.
Sayang, Ibu berusaha menelepon beberapa kali,
Dan Ibu tak bisa tersambung.
Aku sibuk.
Jadi...
Apa kau sudah sampai?
Belum... Kurasa mungkin besok.
Apa kau merokok lagi?
Tidak.
Jadi...
Jess, kau sudah menghubungi terapis?
Seperti yang aku katakan, aku sibuk.
Ibu hanya tidak mengerti kenapa kau pergi sekarang.
Setelah semua yang terjadi, bukankah itu lebih baik...
Ibu, kita sudah bicarakan ini.
Kenapa kau tak mau bicara soal itu?
Karena itu tidak perlu. Aku tak apa.
Sungguh?
Jess, ayolah.
Sayang. / Sungguh.
Kami hanya berpikir ini ide yang sangat buruk.
Kau memiliki teman dan keluarga...
...yang akan mendukungmu di sini, sayang...
Aku juga tetap akan pergi.
Ibu rasa kau sebaiknya tetap di rumah...
...hingga kau merasa sedikit lebih baik.
Ini sudah 6 bulan... Waktunya untuk melangkah maju.
Oke, tapi janji pada Ibu kau akan bicara pada seseorang...
...saat kau sampai di sana.
Aku harus pergi./ Berjanji pada Ibu. Ibu mohon, Jess,
Kau harus janji pada Ibu...
Ibu, aku harus pergi. Nanti kutelepon lagi, oke?
Oke, hubungi Ibu saat kau sudah sampai.
Baiklah, sampai jumpa.
Hei, aku hanya...
Baiklah.
Bajingan!
Ayolah!
Bajingan, bajingan, bajingan!
Hei!
Aku hanya berusaha ke toilet, dan kau hampir menabrakku!
Apa masalahmu?
Halo? Hei!
Angkat, angkat.
911, apa keadaan daruratmu?
Hai, namaku Jessica Swanson. Aku sedang diikuti.
Maaf, Bu, bisa diulangi? Kelihatannya sinyalnya buruk.
Namaku Jessica Swanson. Aku sedang diikuti.
Siapa yang mengikutimu? / Aku... Aku tidak tahu.
Orang ini, aku sudah bertemu dia beberapa kali.
Aku tidak tahu apa yang dia inginkan. Dia tepat dibelakangku!
Dimana lokasimu, Bu?
Di mobilku! Kau bisa mendengarku?
Bu, tolong, beritahu aku lokasimu.
Astaga, aku tidak tahu!
Aku tidak bisa, aku tidak tahu!
Bu?
Sialan.
Maaf, itu...
Itu alarm palsu./ Itu bukan dia?
Bukan.
Begini saja. Aku akan sambungkan kau dengan salah satu petugas,
Dan kau bisa beritahu dia sedikit tentang situasimu.
Oke.
Apa yang...
Sial! Tidak, tidak, tidak tidak, tidak!
Bajingan.
Ayo, ayo.
Tidak, tidak, tidak, tidak, tidak, tidak, tidak...
Tidak, tidak, berhenti.
Lepaskan aku! Lepas! Lepaskan aku! Tidak! Bajingan!
Kemari!
Sungai
Hei!
Keluarkan aku! Tolong!
Tolong aku!
Tolong aku! Keluarkan aku dari sini!
Keluarkan aku, aku mohon... Kumohon, aku mohon kepadamu.
Aku mohon. Aku mohon!
Apa yang kau inginkan dariku?
Apa yang kau inginkan?
No comments yet. Be the first to leave one.