İlk 152 satır.
ano hi jinrui ha omoidashita
pada hari itu, umat manusia telah ingat
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
usuyami no naka susumu kage ha daremo kokoromoto naku
bayang melaju dalam cahaya yang redup, membuat setiap orang gelisah
futashika na mirai ha itsudatte hakuhyou no ue ni saku
masa depan yang tak pasti selalu saja mekar di atas es yang tipis
yoru ga otozureru tabi ni ikudo mo
setiap kali malam telah tiba, berkali-kali
tsumetai te de oretachi no kubisuji wo yasashiku nadeta
dengan lembutnya kami elus leher dengan tangan yang dingin ini
tasogare wo uragitte tomoru kibou no se ni sugari
walau khianati senja, kami bergantung pada nyala harapan di punggungnya
oikaketa jigoku he to mukatteiru to shittemo
walau tahu bahwa mengejarnya akan bawa kita menuju neraka
yume no tsuzuki ga mitai nara omae ha nani wo sashidaseru
bila ingin lihat kelanjutan dari mimpimu, apa yang bisa kautawarkan?
akuma wa amaku sasayaita shikabane de michi wo tsukure
iblis itu berbisik dengan manisnya, dan jalanannya terbuat dari para mayat
sono kabe no mukou ni nani ga aru osanaki hibi ni akogareta
"apa yang ada di sisi lain tembok?" pertanyaan itu selalu hantui kami sejak kecil
shinjitsu ha sugu soko ni aru shikabane no michi no saki ni
kebenarannya akan berada di sana, di ujung akhir jalan yang penuh mayat ini
yumiya ga kakenuketa kiseki tsubasa wo chirashite
jejak panah dan busur yang betebangan telah menyebar dan tembus sayap kebebasan
shinzou wo tabanetemo Requiem ni ha hayasugiru
bahkan bila harus lapisi jantungmu, tapi masih terlalu dini untuk berdoa
taiyou ha mada shizundeinai no dakara
itu karena mataharinya masih belum tenggelam
susumi tsuzukeru nami no kanata he
teruslah 'tuk maju hingga lewati ombak
Tombak Halilintar
Erwin, dia mulai memanjat.
Seluruh pasukan! Jangan berhadapan dengan Raksasa Berzirah!
Menjauh darinya!
Siap!
Hange, kenapa belum ada perintah menyerang? Apa yang komandan pikirkan?
Dia sedang perhatikan pergerakan musuh.
Karena Reiner dan rekan-rekannya persiapkan sesuatu untuk sambut kita.
Jenis berkaki empat itu bawa sesuatu di punggungnya.
Dia bukan salah satu dari mereka yang baru saja berubah.
Artinya, apa dia yang mengintai musuh?
Kalau tahu kedatangan kami lalu beri tahu Reiner, pasti...
Jenis berkaki empat di sana merupakan Raksasa Cerdas.
Tidak, mungkin saja ada yang lain juga.
Raksasa itu bawa barang?
Itu barang apa?
Mereka bergerak! Beberapa yang dua sampai tiga meter mulai mendekat!
Ini sama seperti serangan di Kastel Utgard.
Pertama-tama, mereka akan incar kudanya.
Tujuan utama mereka adalah ingin menangkap Eren.
Demi hal itu, mereka akan lenyapkan rute pelarian.
Dengan Tembok Maria yang merupakan wilayah Raksasa,
kami tak bisa kembali tanpa kuda.
Dengan membunuh kudanya,
itu benar-benar lenyapkan rute pelarian dan mengurangi persediaan makanan.
Entah itu membutuhkan satu minggu atau sebulan,
mereka tinggal menunggu sampai tak ada yang bisa bergerak.
Tanpa ada risiko dari pertempuran,
mereka bisa masuk dengan mudah dan bawa Eren yang tak bisa melawan karena lemah.
Lalu sekarang ini, semua Raksasa yang besar tetap berada dalam formasi
merupakan bukti bahwa mereka ingin mengurung kami.
Komandan! Raksasa Berzirah sudah semakin dekat!
Dan kita juga masih belum tahu di mana Bertolt berada!
Ya, aku tahu.
Sekarang ini, yang paling kutakuti adalah
Reiner dan Bertolt yang akan membantai kuda kami.
Berarti...
Apa kau akhirnya akan katakan sesuatu?
Aku bisa makan dulu saat menunggu.
Regu Dirk dan Marlene!
Lindungi kudanya di gerbang bersama dengan Regu Klaus!
Regu Levi dan Hange! Kalahkan Raksasa Berzirahnya!
Gunakan Tombak Halilintar kalau perlu!
Capai tujuan kalian tak peduli apa yang terjadi!
Saat ini! Di pertempuran ini!
Nasib umat manusia dipertaruhkan!
Sekali lagi, demi umat manusia,
berikan jiwa kalian!
Laksanakan!
Sudah dengar? Kalahkan Raksasa yang ingin incar kuda kita!
Siap!
Levi, Armin! Tunggu!
Aku memang bilang Regu Levi, tapi aku ingin kau tetap di sini, Levi.
Bukan melindungi Eren tapi kudanya?
Benar.
Lalu habisi dia kalau kesempatan datang.
Hanya kau seorang yang bisa kupercaya untuk hadapi Raksasa Hewan Buas itu!
Baiklah.
Karena aku gagal bunuh si berzirah berengsek tadi,
aku akan menebusnya dengan kepala Raksasa Hewan Buas itu.
Armin, aku ada rencana untuk Raksasa Berzirah ini.
Siap.
Nasib umat manusia punya dua bagian di pertempuran ini.
Salah satunya, aku ingin kau dan Hange memikulnya.
Itu dia, semua terkumpul di satu tempat.
Aku akan lenyapkan kuda- kuda itu dan pergi dari sini.
Itu sudah cukup.
Tak peduli seberapa kuat Kapten Levi, Kepala Suku kami tak tertandingi.
Nyaris saja.
Kalau saja aku terlambat kirim kesadaranku ke seluruh tubuhku,
aku pasti akan langsung mati.
Bagaimana bisa mereka mencari di dalam tembok?
Armin? Apa ini ulahmu?
Tidak, ini tak penting lagi.
Dengan ini, perjalanan panjang kami akhirnya akan berakhir.
Erwin Smith.
Jangan bimbang. Aku harus bunuh kuda mereka terlebih dulu.
Eren!
Kenapa dia muncul begitu saja?
Mereka seharusnya tahu betul kalau dialah tujuan utama kami.
Apa yang kaupikirkan?
Berlari ke arah selatan dan kabur lewat tembok?
Kalau hanya dia sendiri, dia bisa kabur ke Trost sebagai Raksasa tanpa pakai kuda.
Dan kalau itu terjadi, kami tak punya alasan untuk berada di sini dan bertarung.
Bahkan kalau kita berhasil habisi Pasukan Pengintai,
kami tak bisa biarkan dia yang kuasai pengerasan dalam waktu dua bulan.
Kalau dia berhasil kuasai kekuatan koordinat, berarti sudah terlambat.
Tidak, tunggu. Ini aneh.
Kalau dia benar-benar ingin kabur,
dia akan berubah setelah gunakan Perlengkapan Bermanuver 3D di dekat temboknya.
Kenapa dia berubah di Shiganshina yang dikelilingi tembok?
Begitu, ya!
Mereka ingin mengubah
sasaranku dari kuda ke Eren!
Tak memberiku waktu untuk berpikir, ya?
Komandan sialan! Padahal aku sudah memanjat begini.
Bagus! Dia terkena umpan!
Dia ingin gunakan Eren sebagai umpan?
Ya, itulah perintah dari Komandan Erwin.
Dia ingin gunakan Eren sebagai umpan hanya untuk lindungi kuda?
Jangan bercanda! Lalu bagaimana kalau Reiner tetap memilih untuk membunuh kuda itu?
Tidak, dia pasti mengincar Eren.
Kalau Reiner mengincarnya setelah kuda,
Eren akan terus berlari hingga sampai di belakang Raksasa Hewan Buas.
Dengan Levi, serta pasukan lain, dan Eren, mereka bisa jepit dan melawan Raksasa Hewan Buas itu.
Erwin pasti katakan hal ini, 'kan?
Ya.
Bahkan kalau tak berjalan sesuai rencana, dengan Eren kabur seperti itu,
akan cukup bingungkan musuh dan bisa membuat mereka kacau.
Ini tergantung Reiner kalau dia bisa berpikir sejauh itu.
Aku yakin dia akan melakukannya.
Oke! Kita akan melawan Raksasa Berzirah dalam Shiganshina!
Tunggu!
Ada satu hal lagi yang kukhawatirkan.
Bertolt masih bersembunyi entah di mana.
Terakhir kali mereka bertarung, Eren hampir bisa mengalah Reiner,
tapi serangan Bertolt membuatnya lengah dan akhirnya menjadikannya tawanan.
Ini strategi serang balik yang sederhana, tapi ayo bertarung jauh dari tembok.
Mungkin hanya kebetulan belaka.
Aku sudah pernah kalahkanmu.
No comments yet. Be the first to leave one.