Kejar Mimpi Gaspol!

Kejar Mimpi Gaspol!

Indonesian Altyazısını İndir

Sürüm bilgisi

Kejar Mimpi Gaspol 2023 INDONESIAN WEB-DL VIDIO
Şunun yorumuyla tedi
Retail VIDIO | 1h 53m

Etiketler

webdl
Yayınlandı: 2025-03-21
İndirmeler: 114
İşitme Engelliler: No

Indonesian altyazı önizlemesi

İlk 200 satır.

MEMPERSEMBAHKAN

MENGENANG FIFIH HERNAWATI 19 NOVEMBER 1975 - 5 JULI 2021

Aduh!

Aduh!

Tenang, Pak. Medannya memang begini.

- Tapi mobil ini kuat, 'kan, Bu? - Tentu kuat, Pak.

Ini terbuat dari besi.

Dengar, tidak?

Seperti mengetuk Ironman, 'kan?

Bukan begitu, maksudnya, mobil ini kuat menanjak, 'kan?

Tidak akan tiba-tiba mundur sendiri?

Tentu saja tidak.

Ini mobil Jepang.

Dulu dibuat untuk mobil perang.

Dulu uji kemudinya menaiki Gunung Fuji, sementara ini hanya Gunung Bromo.

Kamu tidak apa-apa, Sayang?

Kamu mual, Sayang?

Bu! Calonku sepertinya mual!

Oh, sudah hamil duluan?

Ha? Kamu hamil, Sayang?

Kita belum melakukan apa pun!

Lalu kenapa dia mual, Pak?

- Benar, kenapa kamu mual? - Pasti sudah hamil duluan.

- Memang benar begitu? - Pasti begitu!

- Masyaallah! Astaghfirullah! - Sabar, sebentar lagi kita sampai penginapan!

Tahan! Tenang ya! Sebentar lagi!

Ya... Ini sudah mau sampai!

- Tenang... - Hati-hati, Mbak!

- Jangan mengebut! - Tidak mengebut, ini kecepatan biasa.

- Nanti kita terperosok! - Tidak, tenang saja!

"Ribuan kilo jarak yang kau tempuh,"

"lewati rintang demi aku, babumu."

"Teruslah berputar, menderu!"

"Dari Bromo hingga Semeru."

Aduh, kena!

Senja!

Kamu tahu tidak?

Ban ini baru selesai kucuci, tapi kamu injak lagi. Kenapa?

Apa sih, Benk?

Hidup jangan dibikin susah!

Kalau kotor, kamu cuci saja lagi!

Ban tempatnya di bawah, pasti akan kotor lagi nanti.

Sekarang aku tanya sama kamu,

pantatmu setiap hari dipakai BAB tidak?

- Ya! - Kamu bersihkan atau tidak?

Aku bersihkan.

Kamu mau lihat? Ini!

Kamu malah pamer! Punyaku lebih bagus!

Ini, lihat!

- Lihat! - Lihat ini!

- Lihat! - Lihat ini!

- Punyamu hitam! - Kamu tahu dari mana?

- Aku pernah lihat! - Kamu mengintipku ya?

- Aku mengamatinya. - Mengamati apanya? Mengamati pantatku?

Kalian sedang apa?

Oh...

Kami sedang mengukur celana, Diana.

Begini, aku mau minta tolong, kalau mobilnya sudah selesai dicuci,

tolong cuci motorku juga ya?

Siap, Na!

Nanti Nobenk yang cuci!

Ya, 'kan, Benk?

Lihat, dia mengangguk!

Ya sudah, Benk. Jangan lama-lama!

Ya, Na...

- Sudah sampai! Tahan! - Ibu pulang!

Sebentar ya, Mbak.

- Bu... - Tahan ya, kita sudah sampai.

Nah...

Ayo, Mas!

- Ayo cepat bersihkan, ada tamu! - Silakan. Mbak... Mas...

Nanti kalian diantar Mas Dendi, ya?

Pokoknya aman, ya?

Sepertinya tidak aman... Den!

- Den! - Dendi!

- Ya, Bu! - Ini tas tamunya!

- Na, titip sebentar. - Silakan masuk.

Silakan.

Bawakan tasnya, ya?

Silakan...

- Mbak... - Ayo.

Tolong jaga putri Bapak.

Kalau Bapak tidak bisa, biar aku saja yang menjaganya.

Ini calon istriku. Sembarangan saja!

Ya ampun...

- Bu? - Ya?

- Silakan, Pak. - Bu!

- Bu! - Apa?

Ibu dan mobilnya sama-sama sudah tua,

seharusnya lewat jalan biasa saja.

Tidak apa-apa.

Anggap saja seperti perkawinan.

Perkawinan jalannya terkadang tidak mulus, ada banyak goncangan!

Tidak lucu, ya?

Ya sudah.

Hei!

Nobenk, Senja! Ke sini!

Ya, Bu.

Nanti siang...

...antar mereka pulang.

- Siap, Bu! - Siap, Bu!

Mau jalur biasa atau jalur Kandang Macan?

Lewat jalur biasa saja, jangan sok tahu medan!

Mau apa kamu? Kamu orang Madura!

Bukan Medan!

Jangan sok tahu!

Bu, tadi ada telepon dari Jakarta, dari manajer artis.

Siapa?

Aku juga tidak tahu siapa artisnya.

Zaman sekarang, banyak orang mengaku sebagai artis.

Mentang-mentang pengikutnya banyak, bio langsung pakai "tokoh publik."

Dia bilang apa?

Dia mau menginap gratis.

Mereka mau barter dengan unggahan media sosial.

Tapi kita harus mengeceknya dulu, 'kan?

Semuanya terserah kamu saja. Karena kamu lebih paham.

Ya sudah, nanti aku akan mengabari Ibu lagi.

Ya...

Aku mandi dulu!

Aku mandi dulu ya?

Bu.

Aduh kaget!

Ada apa?

Begini...

Ini, Bu! Halamannya harus basah!

Pasir di Homestay Fifi harus bersih.

Bu, ini! Yang Ibu minta diketik kemarin sudah selesai.

- Terima kasih, Nak. - Ya, Bu.

Jangan marah-marah!

Jangan marah-marah! Kenapa?

"Fifi, sang idaman hati."

"Fifi, bagai bunga yang wangi."

"Manisnya madu nomor satu,"

"tapi bagi Bro Mo...

...lebih manis senyummu."

Mo, jangan membaca puisi di sini.

Lakukan saja besok saat perayaan kemerdekaan.

Kamu itu tidak paham.

Fi, tadi aku melihatmu lewat Kandang Macan.

Jantungku mau lepas!

Jangan begitu lagi, aku khawatir.

Khawatir apa, Mo?

Jalur itu setiap hari dilewati Fifi.

- Khawatir apanya? - Sudahlah, Mas Mo.

Khawatirkan saja kudamu.

Benar!

Jangan panggil aku Mas.

Namaku Bro Mo.

Jadi, kamu hidup dalam namaku.

Bro Mo.

Ingat umur, Mo.

Kamu tidak pantas bersama Fifi.

Maaf saja.

Umur boleh lupa.

Tapi kalau cintaku pada Fifi,

sedetik pun...

...tidak lupa.

Kebanyakan gaya kamu, Mo!

Masih saja kelakuanmu begitu!

Fi, kamu tidak malaria...

...setiap hari mengobrol dengan Bro Mo? Aku saja bosan!

Tidak apa-apa, Mbak.

Jika bukan kami,

siapa lagi yang mau menanggapi Bro Mo?

Masa setiap hari bicara dengan kuda?

Sebentar!

Tapi Bro Mo memang pantas mengobrol dengan kuda!

Yang digoreng pisang, tapi yang panas justru hatiku!

Fi.

Kamu menulis pidato untuk acara kapan?

Minggu depan...

Untuk acara Wakil Bupati.

Tidak seperti minggu lalu.

- Memangnya minggu lalu kenapa? - Pidatonya asal-asalan.

Padahal sudah kubuatkan teks yang sangat bagus.

Eh...

Kapan kamu akan menulis surat untukku?

Masih saja kamu berusaha!

Untukmu...

...yang pantas itu Surat Yasin!

- Benar! Tapi pakai fotomu! - Kenapa fotoku?

- Kamu yang mati! - Tapi itu untukmu!

- Kamu yang mati? - Kenapa aku?

- Memang kamu saja yang mati! - Sudahlah!

Eh!

Kamu mau ke mana?

Mau menulis surat.

Untuk siapa?

Untukmu.

Bagus!

Akhirnya!

- Kamu dengar tadi? - Tidak!

- Kamu dengar tadi? - Tidak!

- Kamu dengar yang tadi? - Tidak!

- Kamu tuli rupanya. - Jaga bicaramu!

- Tidak dengar! - Sudah!

Jangan!

Jangan!

Nak.

Bagaimana? Dana Dikti sudah keluar?

Kejar Mimpi Gaspol! subtitles in other languages

Yorumlar

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left