İlk 200 satır.
Terinspirasi berdasarkan legenda sebenarnya
Sejarah Perang Sipil ditulis oleh orang kulit putih...
...agar sesuai dengan tujuan mereka.
Ini waktunya orang kulit hitam menyampaikan kisahnya sendiri.
Ini adalah kisah ayahku.
Aku sampaikan dengan satu-satunya cara yang aku ketahui.
Legenda Kaisar.
Kau yakin orang kita cukup?/ Cukup.
Kita punya 23 orang terlatih bersenjata. Mereka hanya punya beberapa penjaga.
Setelah kita memasuki ke dalam gerbang,
Kita takkan punya masalah mengalahkan mereka.
Setelah itu, hanya masalah waktu.
Para budak akan memberontak dan bergabung dengan kita.
Bagaimana jika mereka tidak ikut?
Percayalah, Nak.
Ayo.
Jangan biarkan mereka menerobos!
Buka gerbangnya./ Sudutkan mereka ke tembok!
Shields-ku yang manis.
Kau bukan budak.
Kau adalah pangeran dari rakyat yang berasal dari tempat nan jauh.
Kakekmu dulu seorang raja.
Dan kau akan menjadi seorang raja.
Seorang kaisar.
Takkan ada yang menekuk keinginanmu.
Itu sebabnya aku memberimu nama Shields (Perisai).
Jangan lupakan itu, pangeran kecilku.
Charleston, South Carolina. 1859.
Kuda pintar.
Bawa itu ke sini.
Ayo.
Benar begitu.
Terima kasih./ Jangan berterima kasih padaku.
Aku tak ingin kita mendapat masalah dari Grady.
Hei.
Kita kehabisan benih.
Baiklah.
Tn. Grady.
Kita kehabisan benih.
Itu bukan masalahku. Kenapa kau beritahu aku?
"Kaisar."
Kau mau ke mana?
Setiap malam, kau pergi berjudi...
...sementara kau harusnya mengurusi perkebunan.
Masuk.
Malam, Pak. Bu.
Sarah.
Kita kehabisan benih, pak.
Kita akan membutuhkannya Senin pagi...
...atau kita akan kehilangan hasil pekerjaan seharian.
Aku akan mengurus itu. Terima kasih.
Bagaimana kau akan mengurus sesuatu tanpa uang?
Aku akan pergi sekarang. Malam, pak. Bu.
Bagaimana kita akan membayar benih tanpa uang?
Duvane, kita dalam masalah,
Dan jika kau tak berhenti berjudi, kita akan kehilangan semuanya.
Ini akan baik-baik saja, aku janji.
Kita sudah kehilangan semua peninggalan ayahku.
"Eva, karena kebaikan hatinya, memutuskan tetap bersama..."
Tommy.
Ayo.
Betty.
Ada apa?
Tuan Duvane.
Sekarang apa?
Jika dia terus berjudi seperti saat ini, kita takkan punya apapun untuk ditanam.
Kenapa kau begitu khawatir? Itu bukan uangmu.
Aku khawatir tentang kita.
Kau bisa terus merasa khawatir. Takkan ada yang akan berubah.
Pria itu hanya orang bodoh.
Selamat malam, semua.
Selamat malam, Bibi Betty.
Dia benar.
Aku sudah tahu. Sama seperti aku mengetahui tentangmu.
Begitu menurutmu?
Shields.
Setiap dia mencuri buku...
Setiap dia mencuri buku, itu kesempatan lainnya untuk tertangkap!
Dia tidak mencuri, dia meminjam./ Itu terlalu beresiko.
Tuan Duvane tidak peduli.
Saat kita pergi ke Utara, aku ingin dia bisa membaca.
Aku ingin untuk tetap hidup.
Kelihatannya kita mendapatkan pemenangnya.
Tn. Henderson.
Tidak secepat itu.
Aku ingin kau pinjamkan aku uang.
Perkebunanmu tidak sebanding dengan yang sudah kau pinjam dariku.
Aku mohon. Kau tahu situasinya.
Tidak. Antara Lincoln dan percakapan abolisi ini,
Nilai perkebunan sudah merosot.
Bahkan bagi mereka yang tak memiliki budak untuk mengurusnya.
Lebih baik dia dibanding orang kulit putih yang harus kau bayar.
Aku mohon./ Biar aku perjelas.
Kau hilangkan ini perkebunanmu jadi milikku.
Baiklah, tuan-tuan.
Kenapa kita berbicara? Mari bermain kartu.
Ayo! Maju!
Ayo, cepat kemari!
Berkumpul.
Selamat siang.
Namaku Randolph Stevens.
Aku pemilik baru perkebunan ini, itu juga berarti pemilik baru kalian.
Pengawas baru kalian adalah Tn. Hank Beaumont.
Tempat ini tidak berjalan dengan baik.
Hank akan membantu kita menebus itu.
Hank.
Selama kau bekerja keras,
Mengikuti arahan dariku dan anak buahku,
Kita takkan ada masalah.
Jika tidak, itu lain cerita.
Kau boleh pergi.
Halo, Pak.
Siapa namamu, Bung?/ Shields, Pak.
Apa tugasmu di sini?
Aku membantu mengurus semuanya, Pak.
Mengurus semua?/ Ya, pak.
Aku membantu mengawasi pekerjaan. Mengawasi persediaan.
Bung, masa-masa pengurusanmu sudah berakhir.
Mulai besok kau akan turun ke lapangan.
Aku yang mengurusi.
Ya, Pak.
Apa yang kau inginkan?
Pak, kita kehabisan benih.
Agar pekerjaan besok bisa selesai,
Kita membutuhkan beberapa saat pagi hari.
Berapa banyak benih yang kita butuhkan?
Kita butuh sekitar tiga pon benih per hektare.
Berapa hektare yang perlu ditanami?
Sekitar tiga.
Pak, kita butuh sekitar enam...
Aku tahu!/ Baik, Pak.
Hanya ini benih yang kita punya?
Shields, benar?
Negro ini salah beritahu aku jumlah benih untuk dibeli di toko.
Hank beritahu aku jika kita akan kehilangan...
...hampir separuh hari hasil kerja karenamu.
Kau tak ingin bekerja, cukup katakan padaku.
Shields, berapa lama kau bekerja di sini?
Sejak kecil.
Sudah berapa lama kau membantu mengurusi benih?
Sangat lama.
Jadi itu tidak mungkin kau membuat kesalahan?
Tidak, Pak.
Aku rasa Tuan Hank mungkin hanya sedikit bingung.
Ya, tapi kau tidak menyebut Tn. Hank pembohong.
Kami ingin memberikan contoh yang bagus di sini.
Ikat dia.
Aku tidak membuat kesalahan.
Hei, ayolah. Ayo. Ayo.
Kita hanya perlu menabung sedikit lagi.
Hingga kita membeli kebebasan kita.
Kita tinggal sedikit lagi.
Kita tinggal sedikit lagi.
Apa itu sakit?
Tidak begitu.
Kenapa kau mengkhawatirkan ayahmu?
Duduklah.
Kau tahu ayah sudah berusaha.
Ayah punya sedikit simpanan.
Tak lama lagi ayah akan membawamu dan ibumu, lalu kita akan ke utara.
Kita akan bebas.
Kau tahu kenapa mereka memanggilku Kaisar?
Karena kakekku, kakek buyutmu,
Adalah seorang raja.
Itu menjadikanmu seorang pangeran. Benar?
Itu artinya kelak kau akan menjadi raja.
Apa itu benar?
Itu benar bagiku.
Mengerti?
Masih khawatir? Masih khawatir?
Kau yakin? Kau yakin?
Kau tidak khawatir?
Ayo, Nak.
Ini hal yang baru.
Ayo. Apa tulisannya?
Hei, hei, hei...
Kau tak apa?
Sarah.
Sarah, ada apa?
Itu tak seburuk kelihatannya.
Setelah kuberikan dia salep, dia pasti akan segera baikan.
Tidak, tidak, tidak. Shields, dengarkan aku.
Dengarkan aku. Jangan melakukan apa-apa.
Tidak, aku mohon. Jangan bertindak bodoh. Kumohon!
Shields, tidak!
Shields! Tidak! Shields!
Beaumont!
Anakmu memang biang masalah.
Mungkin lain kali ayahnya yang sebaiknya mendisiplinkan dia.
Tanganku hampir terkilir.
Hati-hati, Bung.
Kau bisa membuat dirimu terbunuh.
Ayo. Ayo.
Bibi Betty!
Sebentar!
Tenanglah./ Aku mau kau menjaga Tommy!
Mengapa?/ Mengapa?
Karena ini negeri Tuhan, itu sebabnya.
Kami orang kulit putih, kami dibuat sesuai gambaran-Nya.
Dan di negeri Tuhan,
No comments yet. Be the first to leave one.