İlk 197 satır.
(Cerita ini murni fiktif. Tidak terkait peristiwa atau kelompok nyata apa pun)
(Kemampuan super dan adegan pertempuran di sini fiktif, mohon jangan ditiru)
=The Out-Cast S6=
=Episode 19=
Area sekolah baru ini...
Awalnya direncanakan cukup besar.
Namun, saat mulai perekrutan murid,
jumlahnya jauh dari cukup.
Jadi, pembangunannya pun dihentikan.
Beberapa gedung di sini pun ditelantarkan.
Biasanya, murid juga dilarang masuk ke sini.
Kalian berdua..
Aku datang untuk bertemu...
Aku tahu, aku tahu.
Kenapa begitu terburu-buru?
Zhang Chulan.
Tidak peduli kau ingin bertemu Pak Tua,
atau Kak Long,
semuanya harus melewatiku dulu.
Kata-katamu jangan begitu menakutkan.
Halo, Zhang Chulan.
Sekte Tang.
Liu Feixiong.
Halo, halo.
Kau sungguh tidak menghargaiku, Zhang Chulan.
Aku sungguh merindukanmu.
Ayo,
mendekatlah.
Kalian jangan keterlaluan.
Kami dengan tulus memohon untuk bertemu Senior Tang.
Mau mempertemukan atau tidak, itu tergantung kalian.
Namun, mempersulit seperti ini,
sudah sedikit keterlaluan.
Kalian?
Kudengar, yang ingin bertemu Pak Tua hanya Zhang Chulan.
Zhang Chulan,
apa maksudmu membawa orang sebanyak ini?
Apalagi,
Pak Tua bukan orang yang bisa kau temui sesuka hatimu.
Berhubung sudah datang ke tempat kami,
kalian tentu harus bertindak sesuai aturan Sekte Tang.
Jadi,
apa yang kau inginkan?
Sangat mudah.
Pintu keluar di sisi lain gedung ini ada di belakangku.
Kau sendirian,
pergilah ke sana.
Di pintu keluar,
ada orang kami yang menunggumu.
Dia akan membawamu ke atas gunung.
Bagaimana?
Zhang Chulan.
Hanya dengan berhasil tiba di pintu keluar,
kau baru berhak menemui Pak Tua.
Baik.
Kalian cukup melihatnya.
Tantangan ini,
hanya ditujukan kepadaku.
Dengarkan baik-baik
Pria sejati sekali berucap,
takkan menarik kata-katanya.
Aku akan menerima tantanganmu sendirian.
Kau jangan menyesal.
Tidak akan menyesal.
Tidak akan menyesal.
(Energi racun bisa meresap ke dalam cahaya emas.)
(bahwa cahaya emas mampu menahan invasi energi racun.)
(Hanya perlu membuang bagian cahaya emas itu sebelum racun meresap ke dalam tubuh.)
Kami tidak akan turun tangan,
tapi boleh ikut untuk menonton, 'kan?
Bagaimanapun, jika bocah itu dibuat terlalu menyedihkan oleh kalian,
kami juga tidak bisa memberi penjelasan.
Tentu saja.
(Bukankah Sekte Tang memakai racun dan senjata rahasia?)
Kak,
bagaimana menurutmu?
Jika hanya ini kemampuannya,
akan sangat sulit.
Ada sekitar tiga yang bersembunyi.
Kemampuannya cukup bagus.
Menerobos paksa!
Kak Bao,
dan semuanya,
maju bersama!
Baik.
Lebih baik tawuran saja.
Apa kalian sudah melihat siapa ada di mana?
Sudah.
Feng Baobao.
Zhang Chulan,
apa yang kau katakan kepadaku tadi?
Sudah sepakat,
pria sejati tidak akan mengingkari janjinya sendiri.
Tadi, aku adalah pria sejati.
Sekarang bukan lagi.
Aku juga ingin menjadi pria sejati,
tapi tidak punya kemampuan.
Kau!
Jika aku terus menjadi pria sejati,
bagaimana mungkin Kak Long bisa kalah secara tidak adil,
hingga kalian begitu membenciku?
Kak Lin,
Kak Linglong,
Paman Guru,
jumlah kita banyak.
Jika dia masih tidak mau berhenti,
kita lawan dia bersama saja.
Kenapa kalian menatapku seperti itu?
Paman Guru, kenapa kau merasa malu?
Sebagian besar rencana kecil di dalam hidup tidak akan terlaksana,
tapi kehidupan tetap harus berlanjut, 'kan?
Liu Feixiong,
bisakah jangan mempersulit bocah ini lagi?
Kadang kala, bocah ini memang mengesalkan.
Namun...
Diam.
Zhang Chulan,
kudengar kau juga anggota Gunung Longhu.
Aku tadinya masih tidak percaya bahwa kau selicik ini.
Baik.
Hari ini, aku dan kau...
Sudah disambar petir, tapi masih tidak mau patuh.
Menurutku,
kau sebaiknya jangan sembarangan memamerkan benda itu.
Kak Xiong, Kak Xiong,
jangan marah dulu.
Dengarkan aku.
Kau tahu kenapa aku berani berbuat curang di sini?
Jika kalian sungguh bertindak sesuai aturan Sekte Tang,
aku tidak akan mungkin berani datang.
Aku sangat yakin
bahwa Sekte Tang
tidak memiliki aturan ini.
Menghalangiku,
juga bukan perintah resmi dari Ketua Sekte Terdahulu Tang Miaoxing.
Tebakanku benar, 'kan?
Aku siapa?
Hanya seekor serangga kecil.
Jika Ketua Sekte Terdahulu Tang benar-benar tidak mau menemuiku,
dia cukup bilang tidak mau.
Tidak perlu repot-repot begini.
Menurutku,
tentang mau menemuiku atau tidak,
dia tidak menjawab dengan jelas.
Begini,
Kak Xiong,
tolong pergi bertanya.
Jika dia dengan jelas berkata tidak mau bertemu,
aku langsung pergi, ya?
Bagaimana?
Tingting.
Aku tidak peduli apa yang dipikirkan Kakek.
Aku mau melumpuhkan orang tidak tahu malu ini!
Aku sudah memakai benang tersembunyi yang paling halus,
tapi tetap ditemukan dalam sekejap.
Aku tidak peduli!
Aku mau menghancurkan kalian semua!
Tingting.
Kak Long.
Kak Long,
bocah Zhang Chulan ini
bahkan membawa bala bantuan.
Ayo, kita habisi dia bersama.
Kak Long, tenang saja.
Aku pasti akan membalas ketidakadilan ini untukmu.
Ayo, kubawa kau menemui Pak Tua.
Ayo.
Kubawa kau ke sana.
Kak Long, jangan.
Ayo, buat perhitungan dengannya!
Akan kubantu!
Tingting,
jangan ikut campur dalam hal ini.
Dengarkan aku.
Aku tidak tahan saat Kak Long bersikap lembut kepadaku.
Kak Long,
kau melepaskan Zhang Chulan begitu saja?
Benar, Kak Long.
Aku memang pernah menceritakan masalah Zhang Chulan kepada kalian,
tapi aku tidak pernah bilang ingin mempersulitnya, 'kan?
Apalagi,
aku tidak menyuruh kalian melakukan ini.
Astaga!
Aku makin tidak tahan saat Kak Long bersikap keras.
Bertahanlah, Kak Ting.
Zhang Chulan.
Cepat, cepat, cepat.
Kak Long,
cicipilah.
Ini produk khas lokal.
Semua dapat.
Semuanya,
ini untuk kalian.
Ini punyamu.
Siapa yang mau barang sampahmu?
Ayo pergi.
Zhang Chulan,
No comments yet. Be the first to leave one.