İlk 200 satır.
DYNAMITE KISS
Tuan Gong.
Kau baik-baik saja?
Bangun!
Gawat…
Tuan Gong!
Tuan Gong…
Tuan Gong?
Kau tak apa-apa?
Kau bisa mendengarku?
Syukurlah.
Kau tahu betapa takutnya aku
bahwa sesuatu terjadi padamu?
Aku harus
mengatakan sesuatu.
Tak ada alasan tertentu
kenapa aku menyukaimu.
Aku menyukaimu apa adanya.
Karena kau Go Da-rim.
Makanya aku menyukaimu.
Aku mencintaimu.
Aku juga menyukaimu.
Setelah meninggalkanmu di Jeju,
aku selalu merindukanmu
dan memikirkanmu.
Apa kau serius?
Sulit sekali melihat wajahmu setiap hari
dengan perasaan seperti itu.
Maaf butuh waktu lama untuk mengatakan perasaanku.
Aku…
juga mencintaimu.
Ji-hyeok!
Ji-hyeok!
Ji-hyeok, coba kulihat!
Mata, hidung, mulut. Semuanya lengkap.
Kau aman sekarang!
Aku tak apa.
Lepaskan aku.
- Hei, kau bisa memeriksanya? - Baik.
Sudah kubilang aku tak apa. Astaga.
Tolong cepatlah!
- Bagaimana napasmu? - Baik.
Ji-hyeok, bernapaslah.
Apa ada yang bisa dia minum?
Kau mau air minum?
EPISODE 11
Kuputuskan untuk percaya kau serius
soal membantuku.
Tetap tenang!
- Jangan tergesa-gesa! - Tetap tenang!
Jangan tergesa-gesa!
- Tetap tenang! - Tetap tenang!
Jangan tergesa-gesa.
Tapi kenapa sampai sejauh ini?
Apa benar hanya demi uang?
Aku juga sangat benci Ji-hyeok.
Kenapa?
Karena semua perusahaan yang ingin kau akuisisi
diambil oleh Ji-hyeok?
Cuma karena inferioritas, ya?
Tidak, aku menghormati orang-orang yang kompeten.
Tapi bocah itu
punya tatapan yang sangat arogan.
Tatapannya?
"Aku berhasil tanpa bantuan ayahku.
Aku bersaing jujur dan adil.
Aku tak sepertimu."
Ada kesan merendahkan dalam tatapannya,
dan itu sangat membuatku kesal.
Sepertinya perasaanku hanya akan membaik setelah menghancurkannya.
Dia bersikap angkuh
seolah-olah digerakkan oleh prinsip mulia.
Memang menyebalkan.
Sudah lama kita tak sependapat.
Kita satu tim, 'kan?
Mereka menemukan kartu identitas
milik anggota serikat pekerja Taeyu C&T di dekat kantor.
Aku curiga dia salah satu pekerja yang akhir-akhir ini terkena PHK.
Taeyu C&T terkenal dengan konflik pekerja dan manajemennya.
Entah bagaimana kita jadi terseret ke dalam konflik itu.
Hampir lupa.
Ji-hyeok.
Soal Nona Go Da-rim…
Sekarang mau bagaimana?
Beri kejelasan.
Apa?
Jangan bilang kau melihatnya.
- Aku melihatnya. - Semuanya?
Ya, aku melihat semuanya.
Itu…
Gyeong-min, kurasa kau salah paham.
- Aku… - Salah paham apanya.
Kami semua melihat Nona Go berlari untuk menyelamatkanmu.
Siapa yang mau ambil risiko
menyelamatkan bos dari gedung terbakar di zaman sekarang ini?
Betapa beruntungnya dirimu.
Jadi, jangan bersikap buruk dan membentaknya
hanya karena kau ketua tim.
Baik-baiklah padanya.
Dia bukan sekadar pegawai.
Dia penyelamatmu.
- Oke? - Oke.
Makan buburmu.
Terima kasih atas buburnya.
- Wah, apa ini? - Makanlah.
Jangan!
Hidup memang berat, tapi bukan ini solusinya.
Apa-apaan? Siapa kau?
Lepaskan aku!
Ayo kita lakukan lagi.
Kau tahu aku sangat khawatir?
Aku tak tahu apa kau dikejar
atau mengalami kecelakaan.
Kau tahu sekeras apa aku mencarimu?
Aku tahu.
Kau baik padaku
hanya karena aku anggota timmu.
Tapi tetap saja,
aku
jadi goyah.
Aku
bukan orang baik.
Apa?
Aku juga…
goyah.
Tetap bersamaku.
Jangan pergi.
Tetap di sini.
Tak ada alasan tertentu
kenapa aku menyukaimu.
Aku menyukaimu apa adanya.
Karena kau Go Da-rim.
Makanya aku menyukaimu.
Aku mencintaimu.
Ini gila.
Coba kulihat.
Ini tak cocok.
Ya.
Ini juga tak cocok.
Ya?
Kacau.
Kacau sekali.
Hari ini pasti hari yang penting.
Aku hanya berpikir sayang sekali jika semua pakaian
di lemari adikku ini dibiarkan begitu saja.
Begitu rupanya.
Mau coba kupilihkan?
Boleh.
Bukan ini.
Bagaimana kalau ini?
Sepertinya terlihat bagus.
Benarkah?
Apa tidak terlalu pendek?
Kurasa lebih baik yang sederhana.
Benarkah?
Biasanya ini yang disukai Ji-hyeok.
Astaga, aku tahu apa?
Aku seharusnya percaya pada penilaianmu.
- Tuan Gong, selamat pagi. - Itu dia.
- Tuan Gong. - Pagi, Tuan Gong.
- Selamat pagi. - Selamat pagi.
Tuan Gong tampan sekali, ya?
Andai aku bisa masuk Tim Satgas.
Aku bisa melihat wajahnya setiap hari.
Dia sungguh enak dipandang.
Aku iri sekali.
Aku juga ingin masuk Tim Satgas.
Tunggu.
Aku kaget tadi.
Kita harus hati-hati di kantor.
Hati-hati?
Soal apa?
Ada banyak orang di lift tadi.
Jangan memegang tanganku begitu saja.
Tanganmu?
Aku tak paham maksudmu.
Aku sulit menahan diri
karena kau sangat cantik.
Astaga!
- Astaga, cantik sekali! - Benar!
- Cantik sekali. - Sulit dipercaya.
Sungguh, ini luar biasa.
- Astaga. - Lihat catatannya.
"Untuk semanggi berdaun empat tersayang.
Terima kasih. Aku berjanji akan membuatmu bahagia."
Dia keren sekali.
Tuan Kim Seon-u romantis sekali.
Orang-orang bisa mengira kalian baru mulai berpacaran.
Dia mengirimnya untuk menghiburmu karena pameran berakhir seperti itu.
Aku pasti senang kalau suamiku meniru sedikit saja usahanya.
Jangan harap.
Suami seperti Tuan Kim lebih langka daripada menang lotre.
Dia tampan, berbakat, dan penyayang.
Da-rim sangat beruntung bisa mendapatkan pria sepertinya.
Tenang.
Ini masih jam kerja.
Ayo kembali kerja.
Tolong.
Baik, Pak.
Dasar perusak suasana.
No comments yet. Be the first to leave one.