İlk 200 satır.
Sebelumnya di Bitten...
Ini luar biasa.
Kami bisa cepat memperbaikinya seperti yang kau inginkan.
Aku akan mengejar Roman.
Kau tidak boleh pergi sendirian!
Kau harus tetap di sana
dan awasi semuanya, Elena.
Aku mau sewa rumah.
Aku butuh rumah besar dengan tanah yang luas.
Kami hanya punya satu yang seperti itu
tapi baru saja disewakan
untuk beberapa bulan ke depan.
Pengusaha yang berkunjung. Kurasa orang Rusia.
Kau pikir aku mulai kehilangan kendali?
Menurutmu Roman yang harus mati.
Aku tidak bisa membunuhnya.
Tapi aku takkan menghalangimu.
Aku akan menunggumu di luar
dan tidak akan main-main.
Sayang sekali.
Bagi beberapa dari kita, permainan itu seru.
Jorge! Tidak!
Aku hanya pergi dua menit.
Aku tidak tahu cara menghentikannya.
_
"I will."
"I will have."
"I would."
"I would have."
"I will not."
"I will not have."
"I won't."
"I won't have."
Sekali lagi.
"Harriet punya 5 ayam betina."
"Harriet punya 5 ayam betina."
"Peter Piper mengambil...
acar paprika."
Itu bagus.
"Berapa banyak kayu...
yang bisa dikunyah berang-berang...
kalau berang-berang bisa mengunyah kayu?"
Kami bisa tetap di sini.
Kami bisa membantu.
Kau tidak perlu melakukan ini sendirian.
Aku cukup kenal kalian berdua
untuk memahami alasan kalian datang walau sudah kularang.
Aku sudah memutuskan.
Jawabannya tidak.
Jeremy, kami tahu risikonya, tapi pasti...
Jika kau mau mendebatku, Clayton
artinya kau tidak tahu semua risikonya.
Satu-satunya cara memastikan tidak ada serangan balasan
aku harus bunuh Roman sendirian.
Makanya kalian berdua harus urus pembunuh bayaran Roman.
Dengan senang hati.
Dengan kematian Roman
kau akan mengakhiri semua masalah.
Setelah Roman mati
perseteruan berdarah ini akan mati bersamanya.
Jika kau berhasil
Konstantin akan menarik mundur The Albino.
Kau pikir Konstantin bisa dipercaya?
Dia akan diuntungkan dari kematian Ayahnya.
Dia peluang terbai kita untuk membawamu
ke tempat yang tepat.
Kau punya kualitas pemimpin hebat, Elena.
Di masa mendatang
kau akan memimpin Kawanan kita dengan baik.
Aku hanya memimpin sampai kau kembali.
Kau akan kembali pada kami, Jeremy.
Kadan pimpinan harus ambil keputusan sulit.
Mereka harus tunjukkan jalan.
Punya karakter yang bisa jadi inspirasi bagi yang lain.
Benar. Itu sebabnya...
Dan mereka harus tahu kapan harus cari pengganti
dan mundur.
Seandainya pun aku kembali, sudah saatnya kau memimpin.
Clay.
Kesetiaanmu
keberanianmu
dan loyalitasmu padaku yang tidak pernah pudar
membuatku hidup sampai sekarang.
Kau memberiku kekuatan.
Jeremy, aku berutang hidupku padamu.
Sekarang aku butuh dukunganmu melebihi kapan pun juga.
Tentu saja.
Terimalah Elena sebagai Alpha-mu.
Dukung dia seperti kau mendukungku.
Junjung tinggi perintahnya dalam keadaan apa pun.
Baik.
Pasti. Dengan segenap hatiku.
Jeremy, kau tidak bisa serahkan posisi Alpha begitu saja.
Hal itu belum pernah terjadi
tapi keadaan berubah.
Dan bersamamu, mereka akan berubah.
Kawanan akan mendukungmu.
Aku tidak siap.
Kau sudah siap.
Segalanya dalam hidupmu telah membawamu ke titik ini.
Kau terlahir untuk jadi pemimpin.
Generasi mendatang harus berdiri
di atas bahu para pendahulunya.
Kau akan melihat lebih jauh
dan lebih jelas dariku, Elena.
Sebaiknya kita pergi.
Katia.
Katia.
Katia!
Katia, ayo!
Kau baik-baik saja?
Apa yang terjadi?
Kami ditabrak sampai terguling dari jalan raya.
Kau terluka?
Aku baik-baik saja.
Kau tidak apa-apa?
Aku sempat pingsan.
Kita punya masalah yang lebih besar.
Apa?
Mereka bukan penolong baik hati.
Anak buah Roman.
Datang untuk selesaikan apa yang mereka mulai.
Sabukku macet!
Tidak bisa dibuka!
Awas.
Lari.
Lari!
Nick!
Baiklah!
Jangan sakiti dia!
Ada kabar dari Nick?
Tidak ada jawaban. Aku akan kirim pesan lagi padanya.
Kita tidak bisa menunggunya.
Sebelum ada lagi yang terluka
kita bunuh The Albino.
Sekarang.
Ayo pergi.
Keluar. Baiklah.
Baiklah. Ya.
Kau harus pergi.
Apa?
Ini akan jadi milikmu jika kau pergi malam ini.
Ayolah, Sayang. Ambillah.
Tato yang sama.
Baiklah.
Kau tidak akan berhenti.
Kau sudah menunjukkannya dengan sangat jelas.
Perbuatanmu telah bawa kita sampai ke titik ini.
Kau tidak memberi kami pilihan.
Kau pernah berurusan dengan ayam?
Aku pernah.
Di sebuah peternakan di Rusia.
Si peternak tidak suka membunuh dan memberiku pekerjaan itu.
Aku buat satu permainan dengan ayam-ayam itu.
Berapa besar bagian kepalanya yang bisa aku potong
tanpa membunuh ayam itu
sebelum aku membunuhnya
untuk selamanya.
Kau mengingatkanku pada ayam itu.
Masih berjalan dan berkotek.
Kau bahkan tidak sadar bahwa kau sudah mati.
Kau membunuh temanku sebagai penegasan.
Kau anggap ini permainan?
Akhirnya, kau memberiku pelajaran.
Sudah saatnya ucapkan selamat tinggal.
Ya.
Maksudku, pada temanmu, Nick.
Kau bilang apa?
Kau masih bisa selamatkan dia. Juga Katia.
Salah. Nasib Katia sudah pasti.
Tapi Nick tidak ada di daftarku.
Di mana mereka?
Nick dan Katia. Apa yang kau ketahui?
Aku tahu mereka akan mati jika kau tidak menolongnya.
Ada sebuah foto di ponselku.
Apa yang kau lakukan pada mereka?
Saat ini belum, tapi aku bisa berikan perintah
untuk membunuh mereka.
Aku bisa membawamu pada mereka. Atau tidak.
Pilihan ada di tanganmu.
Baiklah.
_
Katia. Dia bilang apa?
Hei. Ada apa?
Dia bilang apa?
Dia akan menemui kita.
Serigala mata merah.
Mereka memanggilnya The Albino.
Siapa dia?
Serigala pembunuh Ibuku.
Kita akan mati, Nick.
Kita pasti mati.
Kamera CCTV menunjukkan padaku
bukan tugas yang mudah
memasuki markas Roman.
Patroli 24 jam.
Para penjaga bekerja masing-masing.
Itu bisa jadi titik kelemahannya dan caraku untuk masuk.
Tapi para penjaga bekerja berpasangan.
Satu terlihat, satu sembunyi.
No comments yet. Be the first to leave one.