İlk 200 satır.
MAKAN AKU DAHULU!
SIKAT GIGI! BERSIHKAN GIGIMU!
Hei, Carl.
Agak dingin pagi ini, ya?
Sebentar lagi akan hangat.
Selalu begitu.
MEMBANGUN KOMUNITAS, KARNAVAL
Selamat pagi.
Napasmu berat, Pak Tua.
Napasku baik-baik saja.
Yakin? Lengan kirimu?
Apa akan mati rasa?
Cium aroma hangus?
Karena ada aspirin di sini.
Aku bisa antar ke RS.
Kau banyak bicara untuk orang
yang berlari lambat, Agen Pace.
Karena aku angkat beban.
Saat penjahat datang, kau lari.
Aku mencekik mereka.
Siapa pahlawannya?
-Otot gym tidak sungguhan, Billy. -Tapi itu aneh, bukan?
Kurasa kita membayangkan itu.
-Malam yang tenang? -Sangat.
Brooks dan Rainey berjaga semalaman.
Omong-omong, aku pulang lebih awal.
Garcia memberiku sup menjijikkan semalam
dan aku harus ke toilet.
-Baik. -Sangat mendesak.
Kubangunkan Jane, dia datang untuk menggantikanku.
Kau bangunkan dan minta dia datang cepat
agar bisa pulang dan buang air?
-Mereka yang ingin kesetaraan. -Billy.
Tidak, dia aman.
Sampai jumpa.
Ya, baiklah.
Hei!
Bisep terbesar tak bisa gantikan penis terkecil di dunia.
Itu mungkin benar, Bos. Tapi tak masalah, bukan?
Yang kumaksud penismu.
-Aku tahu maksudmu... -Ya.
Halaman berapa?
Delapan puluh delapan.
Ayah berniat membuatkan kalian panekuk, Presley.
Ya, Ayah kalah cepat.
Kami makan telur.
Ayah makan putih telur.
Putih telur bukan makanan. Itu udara.
Metabolisme Ayah tak seperti dahulu.
Maaf.
Maksudmu Ayah makin tua?
Tidak, maksudku Ayah makin gemuk.
Nak, kau tahu Ayah tampak bugar.
Makanlah putih telur.
Hei, kau dengar ini?
Aku dapat kuning telur.
Berikan kepada Ayah.
Terima kasih sudah membuat sarapan, Sayang.
Sama-sama.
Tidak tidur?
Berhenti mencemaskan Ayah.
Aku akan berhenti cemas saat Ayah tidur.
Ayah akan tidur saat kau berhenti cemas.
Dan kita berputar.
Sepeda adikmu tertinggal di halaman depan lagi.
-Potong dari gajiku. -Hei.
Maaf. Aku akan mengawasinya.
Jangan lupa final debatku pukul 15.00.
Pukul 15.00. Tak akan Ayah lewatkan. Ayah akan pulang lebih awal.
Aku baru membuatkan Ayah telur di sana.
Ini rumah Ayah,
jadi, ini telur Ayah.
Ingat, kau mungkin sudah dewasa,
tapi bagi Ayah, kau masih anak kurus
yang menjerit seperti bayi
-saat digelitik -Tidak.
-di bawah -Tidak. Aku tak mau...
-lengan kanannya. -Tidak. Jangan gelitik.
-Kumohon. -Baik.
Baik.
-Terima kasih. -Sama-sama.
Apa yang kau baca, Nak?
James and the Giant Peach.
Dapat dari mana?
Dari Presley.
-Ini soal... -Ayah tahu soal apa.
Hei, jika Ayah bertemu...
Hei, Ayah. Ayah baik-baik saja?
Ya, maaf.
Maaf, Jay.
Ayah kurang tidur.
Kau suka bukunya?
Ya, ini soal anak laki-laki yang tadinya punya kacang ajaib,
tapi dia tersandung dan menjatuhkan semua kacang ajaib ke rumput,
itu jatuh
dan menyentuh semua lipan, laba-laba, dan kepik
bahkan pohon besar...
Jane.
Bos.
Kau datang lebih awal.
Billy ada urusan di rumah.
Dia pulang untuk buang air.
Ya.
Kau boleh menolaknya.
Aku tahu.
Brooks dan Rainey di dalam?
Menunggumu.
Bos.
Kudengar malam yang tenang.
Ya, Pak. Pintu kamar tidur dikunci pukul 22.00.
Dia masih belum bangun.
Ini sudah siang baginya.
Tentu tak akan lama lagi.
Bagus sekali. Biar aku saja.
Kami pergi.
Kami berjaga satu jam lagi jika kau perlu sesuatu.
Pak Presiden.
Pak Presiden, sudah hampir pukul 08.00.
Hanya memeriksa.
Pak Presiden, aku akan masuk.
Agen Collins, masuklah.
Tolong lepas sepatumu.
LIMA TAHUN SEBELUMNYA
Aku bercanda.
Ingin lihat reaksi orang-orang.
Pria terakhir duduk di lantai.
Ayo, duduklah.
Kurasa kau tahu kenapa kau di sini.
Kurang lebih, Pak.
Mau kuambilkan air, soda, apa pun?
Tidak perlu, Pak.
Kau mau miras? Ada semua.
Tidak, terima kasih.
Ya, itu tes.
-Ya. -Kau lulus.
Ya, Pak.
Calon agen utama baru tak boleh minum saat bekerja.
Tentu saja.
Aku akan minum.
Sedikit penghilang pengar.
Jangan khawatir. Ini jarang terjadi.
Semalam kami bersenang-senang.
Selamat, Pak.
Ya.
Pria satunya benar-benar memiliki IQ Goldendoodle.
Presiden petahana hampir tak bisa mengalahkan Goldendoodle.
Aku tidak akan bilang itu satu-satunya momen gemilangku.
Itu referensi basket kampus.
One Shining Moment ?
Lagu yang mereka mainkan di akhir turnamen.
Ya.
Baik, langsung saja.
Goldendoodle kalah,
jadi, aku dapat pekerjaan ini empat tahun lagi
sampai aku pensiun di tempat yang indah
berbaring di pelampung selama sisa hidupku.
Ingat, aku akan menjadi mantan presiden
di awal usia 50-an.
Jadi, aku akan mencari wastu terbesar yang aku bisa,
akan kuisi dengan miras dan karya seni terbaik yang ada.
Akan kuhabiskan empat sampai lima dekade di pelampung kolam itu.
Kecuali, tentu saja,
seseorang menembakku lebih dahulu.
Aku mencari orang untuk pastikan aku tak tertembak
agar aku bisa ke pelampung itu. Kau mengerti?
Aku mengerti.
Ada pertanyaan untukku?
Tidak, Pak.
Astaga, ini kencan pertama terburuk yang pernah kualami.
Ayolah, tanya aku.
Kenapa berubah, Pak?
Aku kenal Agen Monroe. Dia sangat hebat.
Dia membosankan
dan tua.
Jika agen utamaku tak menyenangkan,
setidaknya dia bisa angkat barang berat.
Dengar,
aku mencari orang untuk di sisiku empat tahun ke depan
dan berpotensi sampai ke masa pelampung kolamku.
Kau tahu kami bisa dapat penjagaan ringan
bahkan setelah pensiun.
Mereka memberiku daftar dan beberapa nama.
Aku melihat daftar itu dan beberapa nama.
Aku ingin bertemu denganmu.
"Kenapa, Pak? Kenapa ingin bertemu denganku?"
Itu pertanyaan bagus, Agen Collins. Aku senang kau bertanya.
Aku berjanji ini jarang terjadi.
Untuk menjawab pertanyaan
yang tak kau tanyakan,
kudengar kau yang terbaik dari yang terbaik.
Aku cukup yakin kau bisa mengangkat barang berat,
dan tak masalah kau berkulit hitam.
Aku seharusnya progresif Selatan,
tapi aku dikelilingi banyak kulit putih ke mana pun aku pergi.
Jadi, aku di sini karena berkulit hitam.
Kau di sini karena kau hebat.
Pria satunya membosankan dan tua.
Tak masalah kau berkulit hitam.
Apa kejujuranku mengganggumu?
Tidak, Pak.
No comments yet. Be the first to leave one.