İlk 200 satır.
Hey!
Di mana dia?
Lagi.
Kau bisa.
Skuxx!
Sialan!
Sapi kotor.
Wah! Whoo-ooh!
Ooh.
Pertunjukan yang bagus.
- Hai. - Oi.
- Jim! - Jim.
- Hai! Itu tasku! - Berhenti! Tunggu!
- Ini bukan sirkus. - Apa-apaan, Ayah?
Pakai sarung tangan.
Ayo.
Fokus. Perhatikan.
- Maaf, kami terlambat. - Apa yang bisa kami bantu?
- Baiklah? - Ya.
Baiklah?
Hati-hati.
Ayahmu di sini.
Halo, Davo! Apa kabar bro?
Sialan.
- Hai. - Hai sayang.
- Bawa kami pulang. - Hey, hey. Ayo. Hey.
- Whoo! - Sialan.
Ayo!
Whoo!
Bencong!
Banci jahanam!
- Aku sudah beri tahu untuk tidak menjemputku. - Ini memalukan.
Aku menyiapkan pertarungan profesional pertamamu.
Ini terobosan besarmu.
Kau tidak hadir untuk latihan. Ada apa denganmu?
Ini Tommy Palu.
- Jangan kau angkat bahu. - Aku bisa mengalahkannya.
Tidak, kau tidak bisa, kau tidak bisa.
Tidak dengan sikap itu, kau tidak akan bisa.
Makan ayammu.
- Aku mau jogging. - Tidak.
Ya.
Itu yang kau inginkan, bukan?
Ayahku bisa masuk kapan saja.
Kau menggoda.
- Benar kah? - Ya.
Yah, aku takut pada godaan ini...
Kau harus pergi.
- Ok. - Ok.
Tapi nanti.
Nanti?
Oi.
- Sekarang jam 2 pagi. - Jangan lagi video musik
Aku sudah bilang.
Matikan.
Sialan!
Sialan!
Letak di mana?
Taruh di kulkas, sobat.
Oi. Kita punya waktu empat minggu lagi, sobat.
Kau harus berkonsentrasi.
Konsentrasi!
Hey!
Astaga.
Kau baik-baik saja?
- Tarik napas saja. - Ya.
Kau akan membuatku kena lisensi.
Sialan!
- Kau mabuk! - Hey!
Diam, kau parasit!
Oi!
Kau baik-baik saja?
Begini lagi? Aku selalu melakukan apa yang kau inginkan.
Ayolah.
- Ini sisi angle terbaikku. - Aku fotografer di sini.
Aku modelnya.
- Ha! - Hey!
Tidak!
- Sialan, Riley! - Jalang!
- Sialan! - Dasar wanita jalang bodoh.
Sialan, kau Riley!
- Riley, hapus itu! - Itu cuma lelucon!
- Tidak lucu! - Itu sangat memalukan!
- Hey! Berikan itu padaku! - Beri aku ponselmu!
- Chelsea! - Apa yang kau lakukan?
- Bajingan sialan! - Oh! Apa-apaan!
Apa-apaan ini, Chelsea?
Apa yang akan kau lakukan sekarang?
Atasi istrimu, bung!
Sialan.
Ayah.
Ayo, Ayah.
Akan kubawa kau masuk.
Ayo.
Ayo.
Kau kencig di celana.
Ya.
Astaga.
- Perhatikan. Perhatikan. - Argh!
Pertahankan ritme-mu.
Pergilah.
Halo.
Hoi hoi! Moimoi!
Ha! Haramai!
Haramai! Kemarilah.
Ini tanah Mori.
Sialan!
- Aku hanya berlari. - Aku berkata, sialan.
Haramai.
Argh!
Argh! Oh!
Argh! Sial!
Oh! sial!
Kau disengat ubur-ubur!
- Aku tidak bisa bernapas. Inhalerku! - Ada di tasku! Oh! Oh!
- Duduk. - Argh!
Hei, aku akan mengambil tentakelnya.
- Diam. Diam. - Ok.
- Aku mungkin alergi. - Tidak tidak tidak. Jangan gosok itu.
Jangan gosok itu.
- Kita akan ambil obatnya dulu. - Ok.
Kau bisa melepas bajumu. Itu basah.
Ayo.
- Di bagian mana yang sakit? - Atas sini sampai ke bawah.
- Angkat lenganmu seperti ini. - Ok.
- Bagaimana? - Ya. Ini sangat membantu.
Pegang.
Oh, berbalik.
Aku tidak mencoba bercinta denganmu. Masih ada tentakelnya.
Diam.
Terima kasih.
Ini. Pakai ini.
Kau tinggal di sini?
Aku pulang malam hari...
Kalau aku mau
Jadi, kau membuat ini?
Semua ini?
Hey, kau tidak akan memberi tahu siapa pun tentang hal ini, bukan?
Karena aku seharusnya berlatih, dan ayahku akan membunuhku
jika dia mengetahuinya.
Aku...
membuat video musik.
Tidak, terima kasih.
Itu basah.
Tidak apa-apa.
Maaf. Aku lebih baik pergi.
Ya.
Terima kasih.
Dan tempat ini
menakjubkan.
Dari mana kau?
Aku sibuk.
Aku sudah dua jam menunggu di klub.
- Ayah, aku punya kehidupan juga. - Tidak lagi, tidak.
Kau seorang petinju.
Ke mana kau?
Aku memulangkan kausmu.
Kau ingin minum?
Tentu.
Dari mana kau belajar bermain seperti itu?
Ini lagu temaku.
Whetu
Namaku berarti 'bintang'.
Kau pernah merasa kesepian di sini?
Tidak.
Mm-mm. aku menjaga jarak dari dunia.
Bagus.
tidak, semuanya ada biayanya, e hoa.
Lihat, ini semuanya..
ini tidak selalu akan jadi Vegas di pesisir sini.
Aku akan mendapatkan hal-hal yang lebih baik.
Sialan.
Argh.
Sebenarnya tidak apa-apa jadi pria sepertimu.
Kau bertahan di sini.
Kau berjalan-jalan...
terhuyung-huyung dengan kaki terpisah...
terlihat seperti mau buang air besar.
Merendahkan suara setiap kali berbicara dengan seseorang, 'Ya.
'- Ya.' Kalimat pendek. 'Ya. Tentu, sobat.
'Jangan khawatirkan aku, sobat.
'Satu poin IQ di atas kematian otak, sobat.'
Seluruh kota sialan ini berbau testosteron.
Tapi akan kuberitahu padamu
tahun depan, aku akan pergi ke Sydney.
Lihat saja.
Pada hari terakhir sekolah,
Aku akan berjalan di jalan utama,
dan aku akan berhenti.
Aku akan melihat kalian
dan mengangkat satu tangan ke udara, dan aku akan pergi sambil berkata,
'Sialan denganmu'
'Sialan denganmu'
Kemudian tiba-tiba, dari langit ada
akan ada
semburan cahaya yang sangat besar.
Ia akan turun dan menjemputku...
Pssh!
Dan aku akan pergi.
Yang tersisa hanyalah debu...
No comments yet. Be the first to leave one.