İlk 200 satır.
KARAKTER DAN LATAR BELAKANG YANG MUNCUL DALAM DRAMA INI
TIDAK ADA HUBUNGANNYA DENGAN FAKTA SEJARAH DAN HANYA FIKSI
MENDIANG SEOK JUNG
Kamu bahkan tidak pernah datang ke mimpiku.
Apa yang membawamu mencariku?
Nyonya!
Kamu harus pergi ke kuil sekarang!
Astaga.
Ibu, aku sudah...
Apa ini?
Bukankah itu kipas tangan?
Kamu pikir aku bertanya karena tak tahu?
Bagaimana bisa kipas milik pria ada di kuil?
Aku tidak tahu, Ibu.
Baiklah.
Jika kamu tidak tahu,
aku harus mencari tahu siapa yang berani menaruh barang hina ini...
...di kuil ini.
- Madam Bong Mal. - Iya, Nyonya.
Panggil seluruh pembantu dan temukan pemilik kipas ini!
Dia harus ditemukan meski dengan kekerasan!
Jangan!
Apa yang baru saja kamu katakan?
Sebenarnya...
Tidak mungkin.
Sebenarnya...
Apa kamu...
Sebenarnya itu...
Aku yang menyembunyikannya.
Apa yang kamu lakukan?
Beraninya ikut campur!
Yeon Sun, tunggulah di luar.
Nyonya, aku telah melakukan dosa besar!
Nyonya Yoo, Nyonya tidak bersalah.
Kipas itu...
...aku yang menyembunyikannya.
Jika kamu membohongiku dengan lidahmu itu kamu akan keluar dengan penyesalan.
Katakan! Siapa pemilik kipas ini?
Belum lama ini, aku bepergian sendiri di jalan pegunungan...
...dan hampir mendapatkan masalah setelah bertemu dengan perampok.
Para pembantu lain kabur...
...dan para perampok mengarahkan pedangnya padaku.
"Serahkan beras itu atau kamu akan terluka."
Selangkah demi selangkah.
Aku hanya bisa terdiam karena takut.
Aku berteriak meminta pertolongan.
Saat itu.
Berhenti!
Seorang pria datang menyelamatkanku.
Dia menjatuhkan kipas tangannya...
...lalu menghilang dengan cepat.
Jadi, kamu tidak tahu siapa?
Kamu ingin diusir supaya membuka mulut?
Dia Sekretaris Kerajaan.
Maksudmu...
putra kedua dari Cendekiawan Park?
Benar.
Karena itu saya tidak berani mengembalikannya.
Tidak mungkin juga dibuang.
Begitu rupanya.
Cepatlah bersiap.
- Apa? - Bagaimanapun, kamu keluarga kami.
Setidaknya kamu harus berterima kasih secara langsung.
Ikut aku.
- Astaga. - Astaga.
TAKDIR YANG SEPERTI KEBETULAN
Kepala Kasim telah bertemu dengan kasim yang berjaga saat itu.
Malam itu, istri Menteri Keuangan secara langsung...
...membawakan teh untuk ayahku.
Lantas,
apakah ini benar ulahnya?
Meski telah lama berada di samping Ibu,
dia orang yang sederhana yang tak pernah meminta sesuatu.
Tetapi, mengapa dia melakukan itu?
Apa dia melakukannya seorang diri?
Bahkan 15 tahun lalu, dia orang yang bebas keluar masuk istana.
Mungkin sejak itu dia menjalin hubungan dengan Penasihat Negara Kiri.
Setelah kelopak bunga beracun muncul kembali,
Penasihat Seok pasti sebisa mungkin berusaha untuk menghilangkan masalah ini.
Agar kebenaran tidak terkubur kembali,
saya akan meminta adik saya untuk mengawasi istri Menteri Keuangan.
Kenapa kamu tidak menutup lapakmu?
Mereka bilang aku sudah mati, kamu masih bisa melihatku?
Hei.
Kamu tak terlihat seperti hantu.
Kepala Pedagang, kamu tahu segalanya tentang Hanyang.
Mereka bilang rumor Hanyang mengalir lewat Penginapan Myungdo.
Katakanlah.
Kamu kenal janda di keluarga Penasihat Seok?
Aku tidak kenal.
- Baru saja kamu bilang tahu semua... - Kepala Pedagang!
Aku datang bersamanya.
Selamat datang.
Belakangan ini kita sering berjumpa.
- Kudengar ada hal yang mendesak. - Mari bicara di dalam.
- Aku ada pertanyaan. - Aku tidak tahu.
Apa pertanyaanku?
Kamu bahkan tak tahu pertanyaanku!
Apa kamu mengetahui sesuatu tentang istri Menteri Keuangan?
Ya. Dan cukup membuatku terkejut.
- Apa itu? - Apa kamu lupa aku seorang pedagang?
Ini sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan uang.
Apa yang kamu inginkan?
Maukah kamu berjanji mengabulkan apa pun yang kuinginkan?
Akan kukabulkan selama tidak melanggar hukum.
Aku anggap kamu sudah berjanji.
Ada seorang anak yang diam-diam dilahirkan ibu istri Menteri Keuangan.
Orang itu...
...adalah Kang Pil Jik.
Dia membuangnya? Kenapa?
Saat itu, ibu istri Menteri Keuangan adalah seorang janda yang berduka.
Seorang janda melahirkan anak, jadi tidak aneh jika dia membunuhnya.
Mereka kakak beradik.
Kang Pil Jik menjadi kepala tingkat atas dan memperluas kekuasaannya.
Di saat yang sama, Yeom Heung Jib yang tak punya sesuatu yang istimewa...
...menjadi Menteri Keuangan dan melakukan segala macam hal kotor.
Tidak mungkin istrinya tidak mengetahui apa pun.
Terima kasih. Ini sangat membantu.
Kenapa kamu melarangku untuk tidak memberitahukan hal ini kepada Nyonya?
Ini jauh lebih berbahaya dari yang kukira. Lebih baik dia tidak mengetahuinya.
Lagi-lagi mengkhawatirkannya.
Ini keputusan tepatku sebagai petugas Pertahanan Ibu Kota.
Sekarang akan kusampaikan keinginanku.
Kuharap kamu tidak lagi menemui Nyonya.
Sekarang bagaimana?
Semua ini karenamu.
Yeon Sun dalam bahaya karena dia yang melindungiku, bukannya kamu!
Jika sesuatu terjadi padanya,
kamu bisa mengucapkan selamat tinggal pada upacara peringatan kematianmu.
Kebetulan sekali, kami hendak menemuimu.
Menemuiku?
Dia adalah salah satu pembantuku. Apakah kamu mengenalnya?
Aku mengenalnya.
Tampaknya kamu meninggalkan kipasmu setelah menyelamatkannya...
...dari para perampok.
Kami datang untuk mengucapkan terima kasih dan mengembalikan kipasmu.
Benar, ini...
...kipas tangan milikku.
Pantas aku mencarinya.
Rupanya hilang saat aku menolong gadis itu.
Terima kasih. Aku tidak akan melupakan kebaikanmu pada keluargaku.
Dan juga,
jangan khawatir kalau Sekretaris Kerajaan dari keluarga bermartabat,
dirumorkan memiliki hubungan dekat dengan rakyat jelata seperti dia.
Kupastikan kejadian seperti ini tidak terjadi lagi.
Tidak ada aturan yang melarang manusia dilarang menolong manusia lain...
...atau mengkhawatirkan manusia lain.
Jika hal yang berbahaya kembali terjadi padanya,
aku akan membantunya lagi.
Aku minta maaf membuatmu datang langsung...
- ...untuk mengembalikan kipas ini. - Tidak masalah.
- Kalau begitu, kami pamit. - Hati-hati.
Ayo.
Yeon Sun.
Sekretaris Kerajaan?
Aku sudah penasaran sejak terakhir kali kita di hutan.
Bagaimana kalian saling mengenal?
Itu tidak penting. Sekarang bagaimana?
Kali ini kita bisa mengatasinya, namun jika tertangkap basah lagi,
kita berdua akan mati.
Tak perlu khawatir.
Apa pun yang terjadi, aku tidak akan membiarkanmu mati.
Kenapa menanggapinya dengan serius?
Aku juga akan serius.
Aku akan ikut mati jika Nyonya mati.
Tarik ucapanmu. Siapa yang akan mati?
Kita tidak akan mati. Tidak akan.
Nyonya.
Jadi, dia bilang kipas itu miliknya?
Kenapa?
Itu...
Kita harus pergi ke kuil.
Apa katamu?
Kenapa dengan Park Soo Ho?
Dia dibawa ke rumah Cendekiawan Park dalam kondisi terluka parah.
Itu terjadi...
...saat 15 tahun yang lalu.
Kapan tepatnya?
Itu saat raja sebelumnya meninggal dunia.
Apa?
Dia bukan anak itu, 'kan?
Tidak mungkin. Tidak mungkin putra Im Kang masih hidup.
Aku menemukannya.
Ayo pergi.
Apa yang harus kita lakukan?
Park Soo Ho jelas tidak mengenal kita.
Dia tak mungkin setenang itu melihat musuh yang membunuh orang tuanya.
Pertama, kita perlu memastikannya.
Kuharap kamu tidak lagi menemui Nyonya Cho.
Akan kupastikan dia tidak terlibat sesuatu yang berbahaya.
Aku minta agar kamu bersikap seolah tidak mengenalnya.
Bagaimana bisa? Aku sangat mengenalnya.
Kamu memintanya untuk menjauh dari bahaya.
Tahukah kamu luka seperti apa yang muncul karena perkataan itu?
Kamu ingin dia perlahan mati dan layu dari balik pagar?
Atau...
...kamu mau menariknya keluar sehingga dia bisa memiliki kehidupan?
Kamu tak bisa melakukan apa pun untuknya.
Apa yang harus kulakukan?
Yeon Sun.
No comments yet. Be the first to leave one.