İlk 169 satır.
Seandainya butuh sesuatu selama di sini, jangan sungkan untuk menghubungi kami.
Terima kasih.
Bukannya dahulu ini kastel Raja Iblis Clayman, ya?
Iya.
Tuan Rimuru, apa reruntuhannya ada di dalam kastel ini?
Tentu saja tidak ada.
Tapi ada pintu masuknya ada di luar kastel ini.
Jadi, kastel Clayman itu dibangun di atas reruntuhan kuno Amrita.
Pemandangannya bagus, ya!
Jadi tidak sabar, ya, Rimuru.
Jalannya sambil hadap ke depan, bahaya kalau...
Dasar.
Ini adalah pintu menuju reruntuhan kuno, kota bawah tanah Amrita.
Akhirnya.
Iya.
Keren!
Jadi ini reruntuhan kuno Amrita?
Dahulu, pernah ada sebuah kota di Amrita.
Kekaisaran Sihir Agung Soma.
Negara yang ada di masa lampau itu,
pernah mencapai puncak kejayaannya sebagai surga para Elf.
Tetapi...
Akibat perbuatan bodoh yang dilakukan segelintir orang,
Putri Kaisar Naga murka,
dan surga itu pun berubah menjadi puing-puing dalam semalam.
Lalu, mereka yang dikutuk menjadi Dark Elf akibat dosa menghancurkan negara,
mencari tanah baru demi melarikan diri dari pandangan Putri Kaisar Naga.
Di antara mereka, aku yang dulu pun ada di sana.
Di tanah tempat kami melarikan diri itulah kami membangun sebuah ibu kota.
Agar teknologi Elf tidak punah, kami mengabadikan semuanya di sana.
Begitulah awal mula terciptanya Amrita,
ibu kota dari Negara Boneka Jistave
yang juga merupakan wujud asli dari reruntuhan kuno Amrita.
(Bereinkarnasi Malah Menjadi Slime - Musim Keempat)
Daripada reruntuhan...
Lebih mirip kota, ya.
Ternyata masih ada yang tinggal di sini.
Iya, aku tidak menyangka.
Reruntuhan ini memiliki tiga tingkat,
dan tingkat atas inilah yang kami gunakan sebagai tempat tinggal.
Maaf, mengingat ini di bawah tanah, cahayanya datang dari mana?
Dari sihir.
Ini disinkronkan dengan pergerakan matahari.
Apa? Sihir kuno di sini masih berfungsi sepenuhnya?
Ini saja sudah penemuan besar!
Milim, setelah penyelidikan selesai, ini akan menjadi wilayahmu.
Apa kamu bersedia membiarkan mereka tetap tinggal di sini?
Iya, boleh saja.
Terima kasih, Raja Iblis Milim.
Jangan sungkan.
Yang penting kalian melaksanakan tugas sebagai rakyatku.
Ini pintu menuju lantai tengah.
Apa kami bisa masuk ke tingkat yang lebih dalam?
Tidak, aku dengar ada makam di lantai terbawah.
Lagi pula, hanya Tuan Clayman yang bisa masuk ke sana.
Lah, kalau tidak bisa dibuka, bagaimana cara menyelidiki dalamnya?
Kamu masih naif, Gobta. Shion!
Serahkan pada saya! Saya akan buka dengan satu tebasan!
Jangan, dong!
Ih!
Begitu rupanya.
Ini mekanisme sihir kuno.
Kalau dibuka paksa, sistem pertahanan kota akan aktif.
Jebakan untuk penyusup, ya?
Untung tidak ditebas tadi.
Lagian itu cuma perangkat kuno.
Benar juga, masa jebakannya masih aktif?
Sepertinya masih.
Buktinya, sihir cahaya tadi masih berfungsi.
Baiklah, saatnya menganalisis pintu ini.
Ini rumus yang baru kulihat.
Kalau kita gabungkan itu...
Benar, ayo kita coba.
Hei, Clayman pernah ke lantai terbawah, kan?
Apa dia ada hubungannya dengan reruntuhan ini?
Kurasa dia belum lama berkuasa di sini,
jadi hampir tidak mungkin terlibat dengan reruntuhan ini.
Mungkin dia berhasil memecahkan rumus sihir ini.
Seingatku dia raja iblis yang unggul dalam hal itu.
Omong-omong, kemampuan dia apa, ya?
Jawab.
Itu Skill Unik bernama "Manipulator".
Kemampuannya membaca urat bumi dan mengendalikan alirannya.
Berarti, aku yang sudah melahap orang itu juga bisa?
Tentu saja bisa.
Ini akan jadi analisis yang panjang.
Bukan masalah, kita lakukan dengan serius.
Boleh perlihatkan padaku juga?
Raja Iblis?
Begitu, ya.
Rumus sihirnya saling tumpang tindih sehingga terlihat rumit.
Rumus sihir di pintu ini terbagi jadi tiga jenis.
Untuk mengunci pintu,
mengalirkan energi urat bumi ke seluruh dinding,
dan jebakan untuk mencegah pintu terbuka secara tidak sengaja.
Jebakan ini yang agak merepotkan.
Kalau aktif, aliran energi urat bumi akan terputus,
dan lampu di lantai ini akan padam.
Dalam kegelapan, semua energi akan dialihkan untuk membasmi penyusup.
Lalu, ini rumus sihir yang paling baru.
Eh, kayaknya ada yang janggal di sini.
Kalau sendirian aku pasti bingung,
tapi berkat bantuan Kak Raphael, ini cuma seperti teka-teki.
Hapus bagian ini, lalu perbaiki rumusnya...
Terpecahkan!
Sisanya tinggal ulangi lagi...
Ah.
Aduh!
Padahal ini tugas tim penyelidik, aku malah keasyikan sendiri...
Anda memang hebat!
Terkadang Anda suka begini, ya.
Sial, kena sindir sama Gobta!
Hebat sekali.
Iya, beliau bisa memecahkan rumus sihir serumit ini.
Maaf, malah kelepasan. Aku tidak bermaksud ikut campur.
Anda ini bicara apa?
Lagi pula, siapa yang bisa menahan diri dari memecahkan rumus seasyik ini?
Boleh jelaskan pada kami cara Anda menganalisis ini, Raja Iblis?
Jadi pola ini yang menghalangi.
Begitu rupanya.
Mereka memang profesional.
Rasa ingin tahu mereka jauh lebih tinggi daripada harga diri.
Baru diberi sedikit petunjuk, mereka langsung menguasai triknya.
Semua telah terpecahkan!
Ayo kita masuk, Rimuru!
Iya, tadinya aku mau langsung masuk.
Tapi matahari sudah mau tenggelam.
Bagaimana kalau kita mulai besok saja?
Ternyata sistem ini benar-benar terhubung dengan permukaan.
Bagaimana Milim? Ada gerakan mencurigakan dari para penyelidik?
Tidak, aman-aman saja.
Kalau Kagali? Apa dia ada menghubungi seseorang?
Tidak ada.
Mau pakai pesan batin atau telepon sihir, pasti ketahuan olehku.
Berarti semua penyelidik bersih, ya?
Lapor. Belum bisa dipastikan.
Jalur komunikasi rahasia bisa dibuat kalau terhubung lewat Lorong Jiwa.
Berarti belum bisa tenang.
Sudahlah, mending hari ini tidur dulu.
Eh? Aku tidak bisa tidur menunggu hari esok!
Memangnya mau piknik!
Kita berhasil, ya.
Kerja bagus.
Tiba-tiba terasa lebih menekan.
Rasanya seperti dungeon di Tempest.
Aku memeriksanya dengan Indra Sihir, dan tempat ini seperti labirin.
Mungkin lantai tengah ini memang dirancang sebagai penangkal penyusup.
Luar biasa!
Mural ini tampaknya menggambarkan kehidupan pada masa itu.
Kondisinya masih bagus.
Ini saja sudah bernilai seni tinggi.
Sangat menyentuh, ya.
Kita bisa melihat langsung bukti peradaban kuno
yang biasanya hanya ada dalam dongeng.
Setelah kamu bilang begitu,
aku jadi merasa nostalgia.
Benar juga.
Milim bangkit menjadi Raja Iblis setelah kematian naga kecil sahabatnya.
Bagi kami, ini hanya dongeng,
tapi ini kenangan bagi Milim.
Milim.
Kamu pasti lapar, kan? Ayo makan siang.
Makan!
Nah, waktunya makan.
Bagaimana dengan apinya?
Begini...
Soal makan siangnya...
Aku meminta tetua Dark Elf untuk menyiapkan bekal!
Bentar, supnya masih panas, lo!
No comments yet. Be the first to leave one.