İlk 200 satır.
Episode sebelumnya...
Sekolah kudirikan untuk lindungi mereka.
Bagaimana melindungi
dari hal-hal yang harusnya tak ada?
Mereka membuat aturan cara makanan kita.
Tapi, tak bilang apa makanan kita.
Ada kantong-kantong darah di dalam kulkas.
Tapi, bukan darah manusia.
Aku membunuh pacarku.
Aku menyetir dan hilang kendali.
Aku tersadar di rumah sakit
dan tahu yang lain.
Kau bahagia?
Aku bahagia sekarang...
Dalam pelukan ibu bayiku yang kerasukan.
Monster datang satu per satu.
Kutemukan diriku dekat sini
dengan hasrat punya pisau itu.
Siapa yang menyuruhmu?
Necromancer.
Kalau kau bertanggung jawab atas kejadian hari ini,
pasti mau jadi orang lain.
PERPUSTAKAAN STEFAN SALVATORE
Kematian biasa bagiku,
tapi, aku enggan membahasnya.
Nenek,
aku memikirkan Nenek, berharap Nenek ada di sini.
Setahun sekali untuk Hari Peringatan,
kami disuruh menyurati mendiang yang terkasih.
Cassie, aku merindukanmu tiap hari.
Ditandatangani, dilipat,
dan ditaburkan di makam.
Aku tak mengerti maksudnya.
Kenapa menyurati orang wafat?
Lebih baik tak memikirkannya.
Kecuali belakangan ini...
Kematian terus mendatangiku.
Cassie?
- Raf. - Cassie? Bukankah itu...
Pacarku.
Apa itu perlu?
Kubilang, aku butuh jawaban.
Untuk apa aku membantumu? Kau merantaiku.
Penghinaan ini takkan dibiarkan begitu saja.
Kita sudah bicara berhari-hari.
Jawab aku atau aku akan mengulitimu
seperti anggur dan menyirammu dengan air aki.
Upaya yang agak aneh, mengingat itu akan terasa seperti
gelitik halus bulu.
Baik.
Bagaimana rasanya?
Dr. Saltzman.
Di sana kau rupanya, Cantik.
Aku ingin tahu apa kau mengunjungiku lagi.
Bagaimana temanmu,
yang kulihat bersamamu tadi,
yang mencoba mengintipku secara ilegal?
Saat kita bicara, dia sedang reuni dengan pacarnya yang sudah wafat.
Itu perbuatanmu?
Kasihan.
Rohnya menempel padanya seperti pohon anggur di musim dingin.
Aku bahkan tak berusaha.
Hanya sedikit gerakan hidung, dan...
cinta lahir kembali.
Untung cuma itu yang kulakukan.
Caramu memperlakukan pria sepertiku,
kau harusnya malu.
Tak ada yang mengenalmu.
Mustahil.
Akan kulihat keadaan Raf.
Kalau ingin kesengsaraan ini berakhir,
berikan saja pisau padaku
- dan aku akan pergi. - Hope!
Keadaan kurang baik?
- Dia diva. - Rencanamu?
Kau enggan beri pisau itu.
Cegah dia hidupkan kesayangan
dari tiap orang di sekolah ini.
Kuatasi. Pertanyaanku butuh jawaban.
Aku ragu caramu efektif.
Hope, kubilang, akan kuatasi.
Jauhi dia.
Cassie, 'kan?
Cassie, aku Dr. Saltzman.
Aku akan membantumu.
Aku tak mengerti yang terjadi.
Kenapa aku di sini?
Entah harus bilang apa.
Bisa ceritakan beberapa hal terakhir yang kauingat?
Raf dan aku pulang dari lomba atletik.
Kondisi jalannya buruk, basah, lalu, gelap.
Aku dengar suara menyuruhku membuka mata.
Lalu, aku ada di sini.
Oke. Ini pasti sulit sekali kaupahami.
Tapi...
Ingatanmu itu,
itu ingatan dua bulan lalu.
Kau kecelakaan mobil.
Kau tak selamat.
Dan malam ini, kau...
dibangkitkan...
dari kematian.
Sudah ketemu?
Nekromansi ada di mana-mana dalam sastra okultisme.
Ini bentuk sihir yang berasal dari Yunani Kuno.
Butuh kemampuan komunikasi dengan roh
dan bangkitkan orang mati.
Tapi, tak ada soal ahli nekromansi khusus.
Jadi, siapa pun dia,
hilang dari sejarah seperti monster lain
yang mencari pisau itu.
Ada cara untuk menghentikannya membangkitkan orang mati?
Sebab kalau minggu ini adalah indikasi, ini menjadi fenomena.
Akan kuselidiki, tapi, besok, aku libur.
Jadi, itu butuh waktu.
Kejahatan tak pernah libur, Dorian.
Tiap tahun pada Hari Peringatan, aku libur.
Aku menulis surat, mengemas bekal makan siang, ke makam,
bunyikan lonceng hormati mendiang.
Selama 24 jam ke depan,
tanyakan Dr. Saltzman.
Adil. Tapi, aku mencemaskan dia.
- Dia tak apa-apa? - Setelah kejadian, dia butuh tidur.
Dan terapis.
Mungkin liburan sendiri.
Berikan ini padanya.
- Terima kasih. - Terima kasih.
Kau punya aroma kematian kuat.
Ini cukup indah.
Kita bisa bicara.
Makhluk kecil seperti itu berani bermain-main
dengan Necromancer Yang Mahakuasa?
Begini masalahnya.
Kau tak ada.
- Aku takkan tertipu manipulasimu. - Ini bukan manipulasi.
Biar kujelaskan.
Kau wafat,
berada di tempat gelap yang terasa selamanya,
sampai tiba-tiba kau ditarik ke dalam cahaya
dengan misi tunggal yang sulit dijelaskan untuk mengambil pisau.
Lanjutkan.
Seperti makhluk yang datang sebelum kau.
Naga, gargoyle,
Arakhne , peri tumbuhan.
Makhluk seperti itu cuma ada dalam fiksi.
Tidak. Mereka dihapus dari sejarah,
begitu juga kau.
Itu tak masuk akal.
Aku terkenal di dunia.
Orang-orang gemetar mendengar namaku.
Tak percaya?
Bacalah.
Tidak.
Tidak!
Pekerjaan seumur hidup,
warisanku, dikurangi menjadi sesuatu yang menyedihkan seperti merek sihir?
Tempatku cuma jadi catatan kaki?
Siapa yang bertanggung jawab atas penghinaan keji ini?
Semoga kau membantuku memahaminya.
Aku siap mendengarkan.
Kalau kau mau tahu sebabnya,
kita harus tahu yang mengontakmu.
Tak ada yang mengontakku. Aku cepat memahami sesuatu.
Tapi, kaubangkitkan mendiang tunangan Dr. Saltzman
setelah cerita pada peri tumbuhan.
Itu sebabnya dia bertanya-tanya.
Itu bukan kebetulan.
Kalian mengincar hal yang sama,
berkomunikasi dengan cara khusus. Siapa dalangnya?
Aku bukan boneka.
Ini bukan suara, lebih pada insting.
Aku tahu segala hal.
Seperti kau kemari mengambil pisau
dan mengembalikannya ke tempat bernama Malivore.
Kalau kukembalikan pisau ke Malivore, aku akan bebas.
- Dari apa? - Kegelapan.
Kehampaan. Ketidakjelasan.
Pernahkah kaukatakan sesuatu cuma sekali?
Dan yang lebih penting,
tahu cara ke sana?
Pisau itu akan menuntunku.
Kuanggap kau tahu simbol ini.
Itu tanda mimpi eksistensial terburuk.
- Neraka penghabisan. - Kau begitu lagi.
Fokus. Apa artinya?
Simbol itu mewakili hal yang kaubilang menimpaku.
Artinya, kau dilupakan.
Tak ada yang memperingatimu.
Tak ada yang berduka untukmu.
Diterjemahkan bebas,
berarti "kematian permanen".
Itu bukan ide bagus.
Aku harus menelepon ibuku.
Kubilang, jangan tinggalkan dia.
Dia kedinginan. Kubuatkan teh.
Cassie, situasi ini... Aku khawatir, ini sementara.
Entah apa adil bagi ibumu untuk mendengar suaramu.
Aku akan mati lagi?
Kemungkinan.
Maaf.
No comments yet. Be the first to leave one.