İlk 200 satır.
Namaku Henry Morgan.
Kisahku panjang.
Mungkin terdengar agak mustahil.
Bahkan, kau mungkin takkan percaya padaku
tapi akan tetap kuceritakan karena melampaui apapun juga
waktuku sangat banyak.
Pintu-pintu ditutup.
Selamat siang.
Selamat siang.
Bagaimana kau tahu aku orang Rusia?
Korovka. Cokelat Rusia.
Ada bekasnya di mulutmu.
Semoga berhasil untuk pertunjukan malam ini.
Maaf.
Aku melihat lekukan di jemarimu.
Awalnya, kukira karena biola
tapi jaraknya terlalu lebar
dan tak ada tanda di bawah dagumu, jadi pasti cello.
Bagaimana kau tahu aku ada pertunjukan?
Kerahmu agak lembab.
Baru mandi
jadi aku menduga kau mau pergi bekerja
atau berkencan dan dengan segala hormat
tak biasanya wanita secantik dirimu
naik kereta untuk pergi kencan.
Kau sangat perhatian.
Aku sudah melihat banyak hal.
Perhentian berikutnya, 66th Street, Lincoln Center.
Mungkin kau mau datang ke pertunjukanku?
Mungkin setelah itu, kita bisa pergi minum?
Dengan senang hati.
Aku sudah hidup sepenuh hati, tergila-gila dalam cinta.
Aku pernah patah hati.
Aku pernah ikut perang
dan melihat banyak kematian.
Dalam hidupku yang panjang, aku sudah mengalami banyak akhir
tapi hanya satu permulaan.
Semua berawal 200 tahun lalu.
Ini hanya demam. Orang ini akan baik-baik saja.
Ia bukan orang. Ia barang.
Ia mengidap kolera. Lemparkan dia dari kapal.
Bisa kupastikan padamu ia tidak terinfeksi!
Izinkan anak buahku membuangnya
atau akan kulakukan sendiri.
Minggir, Dr. Morgan, atau aku akan menembakmu.
Aku tak bisa membiarkanmu melakukan ini.
Baiklah, kalau begitu.
Sesuatu terjadi malam itu.
Aku diubah.
Aku masih merasakan cinta, kesenangan, sakit.
Hidupku sama sepertimu
tapi ada satu perbedaan kecil.
Hidupku tak pernah berakhir.
Sejak malam itu, hampir dua abad yang lalu
setiap kali aku mati, aku selalu kembali ke air
dan selalu bugil.
Berada dalam situasi yang sedikit canggung.
Kini kau tahu kondisiku sebanyak yang kuketahui sendiri.
Yang kutahu pasti adalah rasa sakitnya nyata.
Hanya bagian matinya yang tidak terasa sakit.
Ceritanya panjang.
Sync & Corrected By MicLatu Diterjemahkan oleh mifae :)
Bayangkan saja semua hal yang bisa kaulakukan jika abadi.
Melihat dunia, menguasai banyak bahasa.
Bahkan, hampir tak ada hal yang belum kulakukan dalam hidup ini
selain meninggalkannya.
Sayangnya, itu tak terjadi pada orang di sekitarku.
Cobalah saksikan orang yang paling kausayangi di dunia
pergi ke dunia lain.
Setelah itu, barulah kau tahu apa yang kualami.
Keabadian itu bukan anugerah, melainkan kutukan.
Hanya Abe yang tahu rahasiaku.
Takdir mempertemukan kami bertahun-tahun yang lalu
dan jika ada yang kupelajari selama aku hidup di dunia ini
itu adalah jangan pernah main-main dengan takdir.
Maafkan aku, tapi bahkan bagi orang yang meninggal
lalu menginap di penjara, kau terlihat sangat buruk.
Terima kasih, Abe, tapi kupastikan padamu
aku tampak sama persis setiap hari.
Walau penampilanku mungkin memang sangat buruk.
Tapi ini sisi baiknya.
Tak ada tempat tujuan lain selain ke atas.
Bukan saat terbaikmu.
Hei! Kau menyelinap pergi.
Aku akan menyebutnya pergi tanpa jejak.
Bebas dari rasa malu, sebelum hari ini.
Hanya ada satu kesalahan kecil. Kau salah ambil ponsel.
Baiklah.
Maaf.
Aku tahu ada apa.
- Apa? - Aku melihat foto pria di ponselmu
dan banyak pesan suara yang tersimpan.
Kau mengkhianati suamimu?
Dengar. Ini tak perlu menjadi cinta satu malam.
Tak ada alasan kita tak bisa menjalin hubungan yang serius.
Itu manis sekali, Andre
tapi jika aku mau menemukanmu, aku pasti menemukanmu.
Detektif Martinez.
Aku berusaha menghubungimu sepanjang pagi.
Kerja lembur?
Pulang awal. Ikut kelas yoga, lalu tidur.
- Menurut mereka apa yang terjadi? - Entahlah.
Sepertinya bukan aksi teror
atau Federal dan Dephan
pasti sudah menutup seluruh kota.
Jam itu terlihat cukup tua.
Ya, tapi masih berdetik.
Berbeda dengan siapapun yang dulu memilikinya.
Ya, tak ada yang selamat di gerbong ini.
Detektif Martinez.
Letnan. Apa yang kauketahui?
Penyidik Medis di TKP berpikir kondekturnya meninggal karena serangan jantung.
Bekas muntahan, tak ada pendarahan ataupun memar.
Mereka pikir ia meninggal sebelum tabrakan.
Kau butuh apa dariku?
Pergilah ke kantor Penyidik Medis
minta seseorang memastikan penyebab kematian
si kondektur secepatnya dan berdoa tak ditemukan alkohol di darahnya
karena jika ditemukan, kasus berubah menjadi pembunuhan
dan kita akan berurusan dengan 14 pembunuhan.
Baik.
Betulkan jika tebakanku salah.
Kau belum pernah meninggal dalam tabrakan kereta, kan?
Belum.
Kurasa ini harus dirayakan.
Kau mengalami hal baru hari ini.
Bukankah itu tujuan dari hidup?
Abe, kurasa bisa dikatakan
aku belum tahu apa tujuan dari hidup.
Setidaknya tujuan dari hidupku.
Itu sebabnya kita terus mencari tahu.
Bagaimana jika kita beli tiket "La Traviata" malam ini?
Kudengar sopranonya bagus.
Dengar. Kuhargai tawaranmu
tapi kadang setelah kematian yang tragis
seorang pria butuh waktu untuk berduka.
Dimengerti.
Abe.
Jangan mengatakan hal-hal yang terlalu emosional.
Itu akan membuat tidak nyaman.
Tepat sesuai dugaanku.
Penyebab kematian: Tertusuk patahan rel kereta.
Tingkat rasa sakit: 6.
Katakan saja tujuh.
Selama bertahun-tahun, kau bisa bilang aku menjadi siswa kematian.
Bukan karena obsesi
tapi murni untuk riset.
Aku perlu mencari jalan keluar dari masalah ini.
Kunci pembuka kutukanku.
Aku bekerja di kantor Penyidik Medis New York.
Di sana ada koleksi terbesar
mayat beku di dunia.
Jika permainanmu adalah maut, pergilah kemana aksi terjadi.
Baik, Lucas. Siapa yang duluan?
Kondektur kereta.
NYPD menelepon dua kali menanyakan penyebab kematiannya.
Kubilang pada mereka ada sekitar 20 penyebab.
Patah tulang belakang, pukulan benda tumpul di kepala
kehabisan darah, semuanya mungkin terjadi setelah korban meninggal.
Diagnosa awal menyebutkan serangan jantung membunuhnya.
Bajingan yang beruntung.
Kenapa begitu?
Detektif Jo Martinez.
Kalian sudah tahu penyebab kematian si kondektur?
Baru mau memulainya. Silakan bergabung dengan kami.
Lucas bisa mengambilkanmu kopi.
Ya. Bagaimana kalau aku... Kau mau latte atau
minuman dengan susu?
Mungkin jus.
Bagus untuk usus.
Tidak, terima kasih.
Aku akan menunggu saja.
Bagaimana kalau kuambil semua jenis minuman saja?
Benar, kan? Kita bisa putuskan belakangan.
Turut berduka, Detektif.
Maaf, kurasa kau bingung. Aku tak mengenal semua korban.
Bukan, maksudku suamimu.
Maaf?
Aku melihat sedikit perubahan warna di jari manis kirimu.
Bisa jadi perceraian, tapi kebanyakan orang bercerai
tak memakai cincin kawinnya di kalung.
Menurutku ia baru meninggal kurang dari satu tahun.
Bagaimana kau tahu?
Aku menduga kebiasaanmu untuk minum-minum
berkembang belum lama ini.
Mengedip menunjukkan kepekaan terhadap cahaya
sedikit menurunnya fungsi pernafasan
maskara di bawah mata kananmu tidak lurus.
Aku tergesa-gesa tadi pagi.
Dan tak ada maskara di bawah mata kirimu.
Wah, wah.
Jika orang ini hidup lebih lama
ia pasti akan meninggal karena serangan jantung.
Jadi, maksudmu ia tak meninggal karena serangan jantung?
Tidak.
Lihat ini.
Busa pada paru-paru.
Masalah paru-paru.
Aku yakin orang ini diracuni.
Tunggu. Apa?
No comments yet. Be the first to leave one.