İlk 200 satır.
Lambat sekali.
Berani-beraninya Akutsu membiarkanku menunggu selama ini.
Kau datangnya lambat sekali!
Kau harus datang lebih awal lima menit dari waktu janjian!
Ah, maaf.
Sekarang kami sangat senggang, bagaimana kalau bermain bersama?
Aku masih sedang menunggu orang.
Imutnya!
Selagi temanmu belum datang, ayo kita minum teh bersama.
Kami sangat familier terhadap lokasi di sekitar sini.
Gawat, aku dikepung mereka.
Kalian jangan begitu.
Kalian tidak memperhatikan kalau sekarang dia sangat terganggu?
Sesuatu yang dipaksakan tidak akan membuahkan hasil yang baik.
Wanita sama rapuhnya dengan kaca.
Wah, pria tampan!
Meski aku tidak mengerti apa yang sedang dikatakannya!
Maaf, membuatmu menunggu lama.
Namun, pahlawan memang selalu terlambat.
Aku sudah tidak peduli lagi!
Sangat menakutkan!
Sakit sekali.
Padahal aku sudah membantumu.
Kau sangat menyebalkan.
Tuan gajah hijau akan menangis, loh.
Kasihan sekali.
Boneka itu menyusut sebanyak ini.
Kau ingin sama seperti boneka itu?
Eh?
Apaan?
Dandananmu lumayan juga.
Misalnya pakaianmu.
Aku tidak pernah keluar bersama orang lain.
Jadi, aku tidak tahu harus berdandan seperti apa.
MENATAP
Kau jangan menatapku seperti itu.
Dasar mesum.
Eh, aku hanya merasa kaget.
Aku merasa sekarang kau sangat imut, seperti waktu itu.
TERLALU BERAT, AKU TIDAK BISA ANGKAT
Terlalu berat, aku tidak bisa angkat.
Sebelumnya kau memang tipe imut seperti ini.
Hari ini juga...
Cukup, jangan dikatakan lagi.
Jika kau masih mengungkit masa lalu...
Ketika masuk sekolah,
selama pelajaran,
selama istirahat,
serta...
Serta?
HAHAHA Di pertemuan bulanan satu sekolah,
aku akan mengaktifkan kalung di lehermu.
Mungkin pagi hari kau akan melihat dirimu yang tak bisa bergerak,
timbul percikan api cinta bersama wali kelas!
Guru.
Jangan, semuanya melihatnya.
Aku salah.
Sudahlah, kita harus pergi.
Saatnya memburu iblis.
Oh.
Kali ini aku bisa memburu berapa ekor?
Memburu iblis?
Artinya selanjutnya aku harus memurnikan rekanku.
Ini adalah tindakan pengkhianatan besar.
Gawat jika diketahui oleh rekanku.
Namun, sekarang aku tidak berdaya.
Aku hanya bisa berdoa jangan bertemu dengan rekanku.
Kalau begitu, kita mau pergi ke mana?
HATI-HATI ANJING LIAR Tempat ini.
JIKA MELIHATNYA, SILAKAN HUBUNGI Anjing liar?
Belakangan ini sering ada orang di sekitar sini yang diserang anjing liar.
Selain itu, korbannya hanya wanita.
Apakah kau tidak merasa ini mungkin ulah iblis?
Mungkin saja.
Jika benar begitu, bagaimana caranya kita menemukan iblis itu?
Ada peta penyebaran korban di beranda kota.
Begitu, ya.
Jadi, kau bisa mendeteksi iblis dalam jarak berapa jauh?
Umm, ini tergantung kondisi.
Jika iblis itu sangat kuat, meski jauh, aku juga bisa mendeteksinya.
Syaratnya adalah iblis itu tidak menyembunyikan atau menekan auranya.
Artinya jika iblis lemah, tidak bisa kalau tidak didekati?
Apaan? Ternyata kau begitu tidak berguna.
Kenapa kau berbicara seperti itu?!
Kenapa?
Ada iblis?
Eh, bukan.
Aku katakan di awal dulu. Kau jangan merahasiakan sesuatu dariku.
Aku mengerti.
Huh, kenapa tidak menemukannya?
Omong-omong,
kau makan banyak sekali.
Apa yang kau katakan?
Butuh tenaga untuk mencari iblis.
GIGIT Apa boleh buat?
Butuh tenaga, ya?
Mungkin suatu hari kau akan berubah menjadi Lily gendut.
Eh? Kenapa aku tidak bisa melihat bagian bawah badanku?
Aku mendengarnya! Beraninya kau memberi kutukan jahat seperti ini
- terhadap sang penyelamatmu! - Kau salah dengar. Salah dengar.
Tunggu!
Aku merasa ada yang tidak beres.
Ah? Kau pikir kau bisa membohongiku?
Kenapa? Iblis?
Aku merasakan aura pembunuhan.
Di sekitar sini.
Tak kusangka iblis bisa muncul di kota yang ramai.
Akutsu sedang berkencan.
Dia berkencan dengan Lily.
Mereka sedang berkencan dengan mesra.
Akutsu sedang berkencan.
Wah!
- Mereka sedang berkencan dengan mesra. - Bagaimana ini?
- Akutsu sedang berkencan. - Hirota sedang menangis.
- Dia berkencan dengan Lily. - Pokoknya...
- Mereka sedang berkencan dengan mesra. - Bagaimana kalau kita suruh dia masuk?
- Akutsu. - Tuan!
Ah, hahaha.
Ternyata aku salah paham, ya.
Ternyata Lily hanya membawa Akutsu mengenal jalanan di sini, ya.
Ya, benar.
Akutsu, kau terlalu sungkan.
Kenapa kau tidak mencariku? Aku bisa menunjukkan jalan kapan saja.
Benar juga. Maaf, ya.
Tidak masalah.
Aduh, tadi aku melihat kalian mirip berkencan,
jadi aku jadi cemburu padamu, Akutsu.
Tatapan yang kurasakan sebelumnya, juga dari bocah ini?
Ternyata tatapan cemburu, ya?
Hei, untuk apa kau datang kemari?
Kenapa kau tidak menyapa setelah melihat kami?
Eh, ar...
Sebelumnya aku bersama orang lain.
Sekarang?
Begitu melihat kalian, aku datang kemari.
Gawat, aku harus segera pulang.
Kensuke!
Kau jangan pergi sendirian!
Aku mencarimu ke mana-mana.
Yuuka, maaf.
Bukankah kau setuju untuk menemaniku hari ini?
Oh ya, siapa mereka?
Mari kuperkenalkan dulu padamu.
Mereka adalah teman sekelasku.
Ini adalah Lily Amane.
Hai!
Anak ini pendek sekali.
Ah, orang yang kau ungkit-ungkit itu ternyata dia?
Kupikir anak SD.
Ah? Apa yang kau katakan? Sangat tidak sopan.
Aku hanya berkata jujur saja.
Aku tidak akan memaafkannya.
Hai!
Lalu ini Masatora Akutsu.
Aku memanggilnya Akutsu.
Hai!
JANTUNG BERDEBAR Uh, hai!
- Oh. - Oh ya, Hirota, siapa dia?
Ah, namanya Yuuka Tanahashi.
- Sejak dulu, dia adalah... - Pacar.
Ah?! Apa yang kau katakan?
Kau keberatan?
Kau ini!
Hirota, kau salah kalau seperti ini.
Padahal pacarmu sangat imut,
tapi kau malah menyatakan cinta padaku sebanyak empat kali.
Eh, lima kali, 'kan?
Lily.
Tunggu! Apa yang terjadi?!
Bagaimana mengatakannya, ya?
Sudahlah, ayo kita pergi!
Sakit!
Lihatlah apa yang kau lakukan.
Kau tidak perlu mengadudomba, 'kan?
Orang yang menghinaku harus menerima hukuman.
HEI, JANGAN BEGITU Dia memang pantas menerimanya.
Oh ya, kau ini kenapa?
Kenapa tadi kau diam saja?
Aku tidak merasakan apa pun.
Sepertinya aura pembunuhan tadi memang berasal dari kecemburuan Hirota.
Sampai di sini saja.
Eh?
Hari ini sampai di sini saja. Aku sudah lelah.
Segera kabari aku jika kau merasakan iblis.
Kau akan kena batunya kalau merahasiakan sesuatu dariku.
Hmph, aku tahu.
Omong-omong,
kau bayar kopinya dulu baru pergi.
Pesanan Anda telah dibayar.
Royal!
Hmph! Akhirnya muncul.
Aku akan membiarkanmu merasakan penghinaan,
kemudian dimurnikan dalam penderitaan!
Selamat pagi.
Kenapa bocah ini...
Maaf untuk peristiwa kemarin.
Aku seharusnya tidak memperlakukanmu seperti itu karena kau mungil.
Ini hanya kesalahpahaman kecil saja. Benaran sangat kecil.
Tidak masalah.
Aku yang harus minta maaf padamu.
No comments yet. Be the first to leave one.