İlk 200 satır.
Kau membenciku.
Tidak.
Lantas, kau menyukaiku?
Aku menyukaimu.
Aku…
menyukaimu, Mong-woo.
Jangan memandangku dengan terkejut.
Aku hanya…
mengekspresikan perasaanku.
Apa kau sudah dengar?
Soal apa?
Paduka Raja…
Apa? Penyuka sesama jenis?
Kau yakin?
Kau sedang memikirkan apa?
Cara untuk menang.
Kau tak akan bisa mengalahkanku.
Menurutku,
belum diketahui siapa yang akan kalah.
Mau aku mengalah?
Bilang saja kalau mau. Akan kuturuti.
Perkataan itu macam lelucon.
Aku tak akan begitu.
Kau tak akan bisa menang jika hanya bertahan.
Kau harus menyerang.
Maksud Paduka begini?
Akankah kau mengalah jika kuminta?
Maaf, Paduka.
Namun, aku tidak bisa begitu.
Aku tak mau kehilangan kesempatan besar
yang tak akan datang dua kali.
Dasar.
Kau menang, Mong-woo.
Sejujurnya,
aku tak menang pada babak ini,
tetapi Paduka yang kalah.
Itu karena Paduka tak fokus dan lengah.
Paduka Raja, aku Sang-hwa.
Masuklah.
Mong-woo, itu untukmu.
Apa?
Mengapa aku diberi obat herbal?
Keadaanku sudah lebih baik, Paduka.
Lukaku juga sudah diolesi…
Ini bukan demi kau,
tetapi demi aku.
Kau harus sehat agar aku bisa main Baduk dengan nyaman.
Biar kusuapi.
Bagaimana rasanya?
Apa sangat pahit?
Aku bisa tahan.
Sejak kapan rumor seperti itu tersebar?
Rumornya tersebar sejak gisinje .
Rumornya dimulai dari para dayang yang ikut perjalanan itu,
lalu akhirnya tersebar di masyarakat juga.
Paduka Raja mengajak Kang Mong-woo dalam perjalanan itu,
menyuruh tabib mengobatinya saat terluka karena pelatihan perang,
dan begitu kembali ke istana,
Raja memberi titah kepada tabib untuk memberinya obat.
Bukti yang menunjukkan rumor itu benar sangatlah banyak.
Jadi, rumornya tersebar dengan cepat.
Kang Mong-woo.
Seorang pria yang misterius.
Tiga tahun lalu, dia kaki tangan Kim Jong-bae
yang ikut berkhianat dan memberikan kesaksian palsu.
Namun, dia kini gidaeryeong yang bisa masuk Yeongchwijeong.
Dia mendapatkan kasih sayang Paduka Raja sepenuhnya.
Kesaksian palsu?
Kang Mong-woo melakukan itu?
Kau tidak tahu?
Ya. Aku tak tahu.
Apa ada cara untuk menghentikan rumor itu?
Bukankah cara terbaiknya adalah
dengan memecat gidaeryeong ?
Itu juga cara tersulit.
Paduka Raja tak akan mengizinkannya.
Akan kukumpulkan pendapat para dewan.
Baiklah.
Ada yang mau kukatakan.
Ada apa sebenarnya?
Kau sedang bertanya rumor itu benar atau tidak?
Aku yakin rumor itu tak benar.
Yang mau kutanya…
Sepertinya dewan kerajaan akan memberikan petisi kepada Paduka.
Apa rencanamu?
Tak melakukan apa-apa.
Rumor hanya akan makin parah jika berusaha dihentikan.
Bukankah memang benar Paduka menyayangimu?
Dia tak benar-benar menyayangiku.
Dia hanya berpura-pura…
karena terbawa suasana.
Berpura-pura?
Aku tak akan pernah lupa
perkataan Paduka Raja.
Aku bukan orang biasa lagi.
Aku raja negeri ini.
Raja
hanya memiliki bawahan dan musuh politik.
Persahabatan tak penting baginya.
Aku tak tahu
Raja bicara begitu kepadamu.
Kini, kau tahu.
Jadi, jangan mencurigaiku karena dia menyayangiku.
Raja
adalah musuh bebuyutanku.
Tak akan ada yang bisa mengubah hal itu.
Mungkin kepalamu berpikir begitu,
tetapi apakah hatimu juga?
Ada apa?
Kalian tak takut pada Unit Khusus Senjata Api?
Aku ingin berteman
dengan Gidaeryeong .
Tolong pertemukan kami.
Mengapa harus aku?
Aku tahu kalian akrab.
Meski rumor Kang Mong-woo suka sesama jenis agak membuat kikuk,
tetapi tak masalah.
Toh dia disayang Paduka Raja.
Aku pun pasti akan begitu.
Tutup mulutmu.
Minggir sebelum aku marah.
Tuan.
Apa rumor itu benar?
Paduka Raja, itu semua salah paham.
Aku tak pernah berniat melukai Gidaeryeong .
Jika kau berani mengusik Kang Mong-woo,
akan kupenggal kau dengan tanganku sendiri.
Paham?
Ya, Paduka.
Yang penting bukan rumor itu benar atau tidak.
Namun, apa itu menguntungkanku atau tidak.
Katakan saja.
Memang ada yang bisa kukatakan?
Rumornya sudah tersebar,
dan Nona juga tahu.
Kita hanya akan terluka jika dibicarakan lebih dalam lagi.
Baguslah kalau tahu.
Sebenarnya,
saat Jeomine menjual minyak rambut
ke keluarga Selir Senior Pertama, dia mendengarnya…
Apa aku sungguh harus tahu soal ini?
Tidak.
Kata pembantu rumah itu,
waktu Selir Senior Pertama sakit dan menginap di sana tahun lalu,
dia bercerita sambil menangis tersedu-sedu.
Dia diperlakukan dengan buruk oleh Ibu Suri sampai sakit
karena tidak bisa hamil.
Namun, sebenarnya…
dia tak pernah berhubungan dengan Raja. Bagaimana bisa punya anak?
Namun, sekarang juga ada rumor bahwa Paduka penyuka sesama jenis.
Makanya, seluruh istana menjadi heboh karena itu.
Mengapa?
Selir Senior Pertama mengira hanya dirinya yang ditolak Paduka,
tetapi rupanya,
Paduka Ratu dan juga para selir
tidak ada yang pernah benar-benar berhubungan dengan Paduka Raja.
Apa…
Itu tidak masuk akal.
Banyak sekali yang memperhatikannya.
Pasti akan sulit untuk seperti itu.
Katanya banyak sekali syarat yang menyulitkan
jika ingin menghabiskan malam dengan Paduka Raja.
Rupanya begitu.
Jadi, lebih banyak yang gagal daripada berhasil.
Ternyata begitu.
Sebelum Paduka menyentuhnya, wanita itu tak boleh bertindak lebih dahulu.
Astaga.
Lalu, wanita itu juga tak boleh tidur sebelum Paduka tertidur.
Ada-ada saja.
Katanya Paduka Raja juga selalu bersikap biasa saja
meski melihat wanita cantik sekali pun.
Jika rumor itu benar,
artinya Raja sangatlah hebat.
Bagaimana dia bisa menahan hasratnya?
Ya ampun.
Jelas itu tanda dia penyuka sesama jenis.
Astaga. Aku harus percaya atau tidak dengan rumor ini?
Ya ampun.
Yang paling kasihan, Selir Senior Pertama, yang diam-diam melakukan ritual
karena disuruh Ibu Suri
agar bisa punya putra, tetapi malah diusir.
Kasihan.
Namun, kau tahu apa artinya ini?
Apa?
Dayang Senior Dong…
yang katanya amat disayang oleh Paduka sekali pun
akhirnya…
tetap gagal
- tidur dengan Paduka. - Begitu, ya.
Ada-ada saja.
- Ayo ke Yeongchwijeong. - Ya, Paduka.
Kepala Direktorat mencarimu.
Tuan, ada apa memanggilku?
Seharusnya kau berkata jujur kepadaku.
Apa jangan-jangan
kau pikir bisa membohongiku sampai akhir?
Aku belum membunuhmu sampai sekarang
hanya karena Paduka Raja.
Paduka Raja terlihat menyayangimu,
jadi, kubiarkan kau hidup meski kau membahayakan.
No comments yet. Be the first to leave one.