İlk 200 satır.
Eli Cheng, kau bodoh!
Berjanjilah pada dirimu sendiri!
Belajar lebih giat!
Agar masuk ke HKU, oke?
Ya!
Kita bisa membicarakan semuanya.
Tidak perlu melakukan tindakan fisik.
Jika ada sesuatu yang ada dalam pikiranmu, kau bisa memberitahuku.
Kau juga bisa memberi tahu keluarga atau temanmu,
kau tidak bisa mendorong seseorang dari tangga.
Kau baik-baik saja?
Van Gogh.
Itu cara temanmu memanggilmu,
jadi aku juga memanggilmu Van Gogh.
Terkadang guru dan siswa juga bisa berteman.
Mereka bukan temanku.
Kau juga bukan.
Panggil aku.
Vinsensius.
Oke.
Apa yang terjadi bisa merugikanmu.
Bagaimana kalau kau menulis surat permintaan maaf?
Katakan kau menyesal telah menyakiti "orang lain".
Tidak perlu menelepon ibuku.
Dia tidak ada di Hong Kong.
Tetap fokus!
Kubilang kau harus menulis surat permintaan maaf.
Katakan kau menyesal.
Kemudian aku akan memberi tahu Kepala Sekolah bahwa kau menyesal,
dan mungkin kita bisa menghindari kerugiannya.
Aku tak mau seperti itu!
Aku lebih memilih dapat kerugian.
Bethany, bawa dia ke kantor Kepala Sekolah.
“Kuda nil itu ada di tempatmu?
"Aku mau dia kembali. Kau sudah tandatangani surat cerai?"
"...Aku mau meninggalkan dunia ini".
Petugas kebersihan mengatakan dia menemukan surat itu sekitar jam 6 sore.
Setelah jam sekolah,
jadi kami tidak tahu siapa yang menulis ini.
Mari kita cari tahu siswa mana yang berjuang dengan kesehatan mental,
dan minta siswa tersebut mencari bantuan dari Halena.
Susahnya mendidik anak jaman sekarang...
Mereka sangat rapuh dan sekarang ada yang mengancam melompat dari gedung?
"Aku tidak berharga bagi siapa pun..."
Yang paling mengkhawatirkan siswa akan mengikuti jejaknya.
"Aku tidak berharga bagi siapa pun..."
Meskipun begitu, aku menyarankan kita merahasiakan ini.
Ujian umum tinggal beberapa bulan lagi.
Jika itu tersebar, aku takut
akan mempengaruhi emosi siswa
dan juga kemajuan akademiknya.
Kita harus menyembunyikan dan mencari tahu siapa yang menulis surat itu
tanpa membicarakan ini secara terbuka.
Sebelum kita mengetahui siapa pelakunya, tidak banyak yang bisa kita lakukan.
Ada kalanya seseorang bingung dengan emosinya.
Kita semua pernah mengalaminya kan?
Saat aku masih muda, aku juga seorang misanthrope.
Semoga saja ini
hanya menjiplak karya dari Internet.
Ini sebenarnya ditulis dengan bagus.
Bahkan siswa dari kelas elitku
mungkin tidak bisa menulis ini dengan fasih.
Mungkin tidak seputus asa yang kita pikirkan.
Tidak putus asa seperti yang kita pikirkan?
Menurutmu surat ini disalin dari Internet?
Menurutmu ini hanya lelucon?
Bagaimana jika ini nyata?
Seperti yang kau bilang, ujian akan segera tiba beberapa bulan lagi.
Bagaimana jika saat cuti belajar,
siswa itu melompat dari gedung?
Seorang siswa akan bunuh diri!
Beraninya kau mengatakan omong kosong seperti itu?
Kau wakil kepala sekolah!
Pak Cheng?
Selama ini kau diam saja.
Kau punya pendapat?
Aku menyarankan mencari bantuan dari siswa yang bisa dipercaya.
Bagaimanapun juga, kita, para guru,
tidak mengenal siswa sedalam mereka mengenal satu sama lain.
Hari ini, aku melihat sekeliling kelas.
Tidak ada seorang pun yang tidak bisa kutinggalkan.
Aku mau mereka menyadari aku sudah pergi
tanpa menghakimiku.
Bahkan mantan pacarku pun tidak tahu.
Aku muak dengan kehidupan ini hampir sepanjang waktu.
Aku sedikit ceria saat aku jatuh cinta,
itulah satu-satunya saat di mana aku bisa melupakan perasaan ini.
Tapi tak seorang pun mau berbagi beban ini.
Beberapa teman sekelas yang mengenalku
mungkin kesal selama satu atau dua hari.
Beberapa guru mungkin akan berduka selama seminggu atau lebih.
Ibuku mungkin akan kesulitan menjalani hidupnya selama beberapa tahun,
tapi dia ditemani oleh ayahku.
Mereka pada akhirnya akan melewatinya.
Yang penasaran
bagaimana keadaannya nanti.
Mereka mampu bertahan dalam situasi buruk,
bisa menjalaninya
dan melanjutkan hidup mereka.
Aku bukan tipe seperti itu.
Bagiku, tidak ada artinya bagaimana dunia ini nanti.
Aku hanya kelelahan dengan hidup.
Aku tidak bisa tidur,
aku lelah memikirkan mengakhiri hidupku.
Tidak peduli seberapa baik suatu hubungan.
Akan memburuk seiring berjalannya waktu.
Mengkritik dan menyakiti orang lain adalah satu-satunya hal yang tersisa bagi kita.
Aku tidak berharga bagi siapa pun.
Aku akan mudah dilupakan,
dan itu lebih baik.
Mengerti.
Tapi Pak Cheng,
kenapa kau yakin yang menulisnya seorang perempuan?
Dia menulis tentang mantan pacarnya di surat itu.
Halena, bisa kita menunjukkannya?
Meski begitu, bisa juga laki-laki.
“Aku tidak berharga bagi siapa pun. Aku akan mudah dilupakan.”
Dear Diary,
namaku Eli Cheng.
Aku pemilik barumu.
Aku memutuskan untuk menulis tulisan setiap hari mulai hari ini.
Kemarin,
Aku pergi bersama orang tuaku melihat saudaraku tampil di sekolah.
Jangan salahkan kegagalanmu pada kemalangan.
Aku terlahir miskin.
Tapi,
Aku lebih pekerja keras daripada anak-anak kaya.
Peluang akan berpihak pada pikiran yang siap.
Kerja keras belum tentu membawa kesuksesan,
tapi kemalasan pasti berujung pada kegagalan.
Terima kasih!
Terima kasih, Ketua asosiasi alumni kami.
Penasihat Senior Pak Hung Cheng.
Mohon juga memberikan tepuk tangan meriah pada istrinya,
Bu Heidi Chengng
menyumbangkan seratus ribu dolar ke
"Acara Sekolah Bersama. Walk for Millions".
Pertunjukan yang luar biasa, Alan!
Kuharap dia bisa menjaga standar ini secara akademis
dan belajar di HKU, seperti Felix.
Dia melakukannya dengan baik, selalu di posisi tiga teratas di kelas.
Pastikan untuk mempertahankannya sampai Universitas.
Pak Kepala Sekolah, ada saran membesarkan anak yang cerdas?
Felix punya kebiasaan menulis buku hariannya setiap hari.
Itu sangat membantu pelajaran bahasanya.
Dia sering menunjukkan apa yang dia tulis,
yang meningkatkan hubungan kami.
Sepertinya kau harus mulai menulis buku harianmu
dan membagikannya pada kami,
Oke?
Bu, secangkir air untukmu.
Terima kasih, Eli.
Itu "gelas"!
Hah?
Itu "segelas" air, bukan "secangkir"!
Jangan bicara bahasa Inggris jika kau tidak tahu.
Benar-benar bodoh!
"BAJAK LAUT".
"Tetap bertahan!"
"Suatu hari, kau akan tumbuh jadi orang yang kau inginkan...
Jangan menyerah!"
Kau menandatangani slip pengembalian.
Jangan berani-berani mengatakan itu bukan idemu.
Dari mana kau bisa dapat uang itu?
Kau mau kartu kreditmu dibatalkan?
Sudah kubilang itu salah paham.
Dia menulis namaku, bukan namamu.
Aku menandatangani slip pengembalian itu saat dia memberikannya padaku.
Kau pikir aku idiot?
Aku tahu apa yang kau lakukan.
Kau melewatkan kesempatan mencuri perhatian?
Jika kau tidak percaya padaku, tidak ada yang bisa kukatakan.
Aku belum selesai!
Kau pikir kau hebat?
Ingat ini,
Aku pemilik semuanya di rumah ini!
Jangan!
Jangan berani-berani berpikir punya anak lagi akan menyelamatkanmu!
Kumohon!
Kita beruntung memiliki anak pintar.
Bagaimana jika kau melahirkan anak bodoh lagi!
Apa yang kau tangisi?
Menurutmu cari nafkah itu mudah?
Akulah yang menghasilkan uang!
Dan aku tidak meneteskan air mata!
Kenapa kau belum tidur?
Membaca komik?
Membaca komik?
Membaca komik!
Membaca komik!
Bacalah!
Bacalah!
"Tetap bertahan!"
Ya...
Tidur. Kau akan lebih fokus setelah istirahat yang cukup.
Tidak! Aku harus bangun!
Lihatlah dirimu,
sepertinya kau mengalami hari yang buruk.
Orang aneh!
Kau mau membelinya?
No comments yet. Be the first to leave one.