200 dòng đầu tiên.
"Hari pada awal musim gugur dengan embusan angin sejuk"
"Hari baik untuk berjalan dengan teman dekat"
Termasuk Ho Dong, bukan? - Saat ini...
Ho Dong... - Men on a Mission!
Ho Dong... - Men on a Mission!
Astaga. Itu mengejutkanku. - Tingkatkan
energinya! - Energinya!
"Tingkatkan energinya!"
"Murid pindahan ini mengguncang kelas"
Hai, Hee Chul! - Astaga.
"Energinya meluap sejak awal"
Mengesankan. - Ho Young memang luar biasa.
Tingkatkan! - Hai, Semuanya.
Dia penghibur yang hebat. - Astaga...
Kami - Dia berlatih sangat keras
sebelum kami masuk kelas. - dari SMA Sekali Teman
Selamanya Teman. - Dia tidak bisa mendengar kita.
Aku teman dekat Seok Hoon, - Dia tidak bisa mendengar kita.
Ho Young.
"Kim Ho Young, teman dekat Seok Hoon"
Kalian berdua teman dekat? - Kim Ho Young!
Dia tidak mau mendengar kita. - Dia bahkan tidak mendengar kita.
Aku teman dekat Ho Young.
Aku Seok Hoon.
"Lee Seok Hoon, teman dekat Ho Young"
Aku dari SMA KARA Hanya Untuk Hari Ini.
Aku teman dekat Mi Joo, Young Ji.
Sudah lama tidak bertemu. - Young Ji!
Hai, Semuanya.
Aku dari SMA Lovelyz Hanya Untuk Hari Ini.
Aku teman dekat Young Ji, Mi Joo.
Mi Joo!
Ini Episode Spesial Sahabat? - Senang bertemu kalian semua.
Senang bertemu kalian. - Ini Episode Spesial Sahabat.
Seok Hoon, Mi Joo, dan Young Ji sudah pernah datang ke acara ini.
Benar. - Ya, benar.
Namun, Ho Young belum pernah datang ke sini.
Apa? Dia belum pernah ke sini? - Ini kali pertamanya di acara ini.
Kurasa tidak. - Ini kali pertamaku di acara ini.
Kamu membintangi banyak acara lain yang kupandu.
Ini kali pertamaku di sini. Astaga, aku gugup sekali. Bagaimana ini?
"Aku gugup sekali"
"Bagaimana ini?"
Dia belum pernah datang ke sini? - Benarkah?
Aku gugup sekali.
"Dia dengan gugup melompat ke pelukan Ho Dong"
Bagus! Kenapa dia gugup? - Kamu pasti sangat gugup.
Kenapa dia gugup? - Tidak apa-apa.
Dia penghibur yang baik. - Namun, dia tampak tidak asing.
Kurasa dia sudah pernah ke sini. - Maksudku...
Dia merasa gugup tanpa alasan. - Energinya cocok dengan Bagian Dua.
Kamu mengatakan kamu gugup. - Kamu mengatakan kamu gugup.
Seragam sekolah dan perilakunya tampak sangat tidak asing.
Bagaimana dia melakukannya?
Ada yang mau kutanya, Ho Young. Kamu dekat dengan Ho Dong?
Ya, kami dekat. - Benarkah? Begitu rupanya.
Bagaimana kalian bisa berteman? - Ho Dong sangat menyayangiku.
Kami membintangi acara TV berkunjung ke restoran-restoran
yang menyajikan daging. - Ya, benar.
Benar. - Ya.
Aku juga bintangi gelar wicaranya - Mereka lakukan banyak hal bersama.
yang para bintang berkumpul
dan ceritakan kisah tidak biasa. - Benar.
Lalu, baru-baru ini, kami memandu satu acara
dengan tamu anak-anak. - Kalian sering bekerja sama.
Mereka sering bekerja sama. - Kami sering bekerja sama.
Namun, dia tidak pernah ke sini? - Aku lihat Ho Young di sebuah acara
tidak lama setelah pembukaan. - Benar.
Ho Dong sudah tampak kelelahan.
Mentalnya sudah lelah sekarang. - Karena kamu, Ho Young...
Karena kamu sangat cerewet... - Dia sudah tampak kelelahan.
Ho Dong, tingkatkan - Berhentilah mendekatinya!
energinya! - Dia mendekati Ho Dong lagi.
Kamu harus mengatakan "energi" dengannya.
"Tertawa"
Aku tahu Ho Dong akan menyukainya. - Berhentilah pergi ke sana.
Mereka berdua cocok. - Kita harus tanya pendapat Ho Dong.
Sebenarnya, awalnya... - Ceritakan kisah yang mengharukan.
Maksudku, sebelum kami membintangi acara yang sama,
aku agak takut kepadanya. - Benar.
Ya, benar. - Aku mendengar rumor tentang dia.
Benar. - Fisiknya juga besar.
Dia benar-benar... - Rumor apa yang kamu dengar?
Rumor apa? - Aku hanya penasaran.
Bahwa dia melipat Soo Geun ke belakang seperti ponsel lipat?
Bahwa dia melipat Soo Geun ke depan dan ke belakang.
Sulit untuk mendekatinya, - Itu lucu.
tapi kurasa Ho Dong bijaksana. - Ya, dia bijaksana.
Contohnya, saat memandu acara,
terkadang pewara tidak sengaja mengucapkan dialog pewara lain.
Benar. - Ho Dong pernah ucapkan dialogku.
Astaga. - Aku tidak keberatan.
Namun, setelah syuting, Ho Dong menemuiku
dan dengan tulus meminta maaf kepadaku
karena mencuri komentarku. - Benarkah?
Dia mengatakan itu tidak disengaja.
Hal itu cukup tidak terduga bagiku.
Para penulis menulis dialog kami,
tapi terkadang aku harus mengucapkan dialognya karena waktu.
Itu bisa terjadi. - Tentu saja.
Dia tidak pernah minta maaf kepadaku.
Benarkah?
Dia tidak minta maaf kepadamu? - Itu aneh.
Situasinya... - Kulakukan pada saat yang tepat.
Dia malah memarahiku. - Itu karena...
Dia tampak bingung. - Dia meminta maaf kepada orang lain
yang bekerja dengannya untuk acara lain
karena berpikir mereka bisa datang ke acara ini suatu hari nanti.
Dia ingin mereka mengatakan hal baik tentang dirinya.
Dia buat kisah bagus tentang dia. - Itu rencananya.
Sebelum mengenalnya,
kupikir dia seperti harimau,
tapi dia sebenarnya justru seperti anak anjing dan itu mengejutkan.
Seok Hoon, bukankah kamu - Dia belum selesai.
teman Kyung Hoon? - Bukankah kalian teman dekat?
Benar. - Salah satu temannya?
Ya, benar. - Kalau begitu,
kenapa kamu tidak menghadiri pernikahan Kyung Hoon?
Kami tidak melihatmu di pernikahannya.
Dia dan aku harus membicarakannya - Begitu rupanya.
karena aku juga penasaran. - Kalian bertengkar?
Seperti yang kalian tahu, Kyung Hoon jarang menelepon teman-temannya.
Benar. - Aku juga jarang menelepon temanku.
Jadi, kami jarang mengobrol. - Begitu rupanya.
Aku dengar tentang pernikahannya. - Ya.
Sejujurnya, aku sedikit menantikannya.
Kamu berharap dia meneleponmu? - Ya.
Kukira dia akan meneleponku meski tidak menghubungi orang lain.
Namun, tidak ada apa pun. - Astaga.
Maksudmu, kamu tidak punya nomor teleponku?
Astaga. Bukan. - Ini makin menarik.
Kalian bertengkar? - Maksudku, kamu tidak meneleponku.
Dia tidak meneleponmu. - Dia tidak menghubungiku.
Aku berteman dengan Tei yang juga teman Kyung Hoon.
Benar. - Benar.
Tei mengatakan dia diundang dan akan menghadiri pernikahan itu.
Jadi, kupikir Kyung Hoon tidak menganggapku
sebagai teman dekatnya. - Astaga.
Jadi, kulupakan saja. - Astaga.
Itu sangat mengecewakan. - Aku hanya mendukungnya di hatiku.
Kamu kecewa? - Aku tidak terlalu memedulikannya.
Aku lupakan saja. - Benar.
Ini Episode Spesial Sahabat. - Ya.
Selama wawancara dengan penulis,
penulis bertanya tentang aku dan Kyung Hoon.
Kukatakan aku harus membicarakannya dengannya di acara ini.
Kamu harus menyelesaikannya.
Kyung Hoon, seharusnya kamu undang Seok Hoon ke pernikahanmu, bukan?
Aku penasaran kenapa tidak. - Kenapa kamu tidak mengundangnya?
Sepertinya ada kesalahpahaman.
Aku sudah menelepon Seok Hoon. - Apa?
Apa? - Dia tidak meneleponku kembali.
Dia tidak meneleponku kembali. - Ayolah. Yang benar saja.
Jika aku terus meneleponnya, - Mungkin dia mengganti nomornya.
dia mungkin merasa tidak nyaman. - Benar.
Jika meneleponnya beberapa kali... - Maksudku, kami menjadi teman
karena bernaung di agensi yang sama
saat aku bekerja sebagai solois. - Kami satu agensi.
Aku mengundang semua orang di agensi.
Benarkah? - Semua datang ke pernikahanku.
Dia pasti lebih kecewa.
Semua orang diundang. - Aku menelepon Seok Hoon,
tapi dia tidak menjawab. - Kamu yakin dia akan datang.
Jadi, Seok Hoon mendapat panggilan tidak terjawab dari Kyung Hoon.
Mungkin kamu mengganti nomor teleponmu.
Tidak, nomor teleponku masih sama.
Apa yang terjadi? - Astaga.
Aku tidak meneleponnya lagi - Seok Hoon.
agar dia tidak merasa risi. - Mungkin masalah koneksi telepon?
Kalian berdua belum bertemu sejak saat itu?
Belum. - Benar.
Jika kamu tahu kepribadianku... - Aku seperti ini.
Seperti yang Ho Young tahu, saat ada panggilan tidak terjawab,
aku selalu meneleponnya kembali. - Benar.
Aku juga tidak pernah mengabaikan pesan teks apa pun.
Begitu menerima pesan, aku membacanya dan membalas.
Dia menghapus nomor Kyung Hoon? - Aku tidak menerima panggilannya...
Hanya ada dua orang
yang Kyung Hoon sebut teman dekatnya.
Dua orang itu adalah kamu dan Tei.
Astaga. - Astaga.
Mengingat fakta itu, - Benar.
entah dia meneleponmu atau tidak untuk mengundangmu ke pernikahannya,
Dia seharusnya menghadirinya. - kamu seharusnya
Benar. - pergi ke pernikahannya.
Ya, tentu saja.
Mustahil datang tanpa diundang. - Benar.
Jadi, Seok Hoon yang salah. - Tunggu sebentar.
Pasti dia tidak tahu tanggalnya. - Benar.
Aku tahu dari artikel berita. - Seok Hoon yang salah.
Kamu bahkan tidak menerima undangan pernikahan digital?
Tidak. - Namun, ini...
Ada yang ingin kukatakan. - Kamu yang menilai.
Seok Hoon, kapan kamu menikah?
Aku menikah pada tahun 2016.
Seok Hoon juga tidak mengundangku ke pernikahannya.
Kyung Hoon juga tidak diundang. - Benar sekali.
Apa masalahmu? Keluar! - Dia yang memulainya.
Kurasa itu alasan dia tidak pergi. - Tunggu.
Jadi, kesimpulannya, - Sebagai pembelaanku...
No comments yet. Be the first to leave one.