190 dòng đầu tiên.
[Drama ini berlatar di masa depan distopia Korea]
[Semua karakter, organisasi, tempat, dan peristiwa adalah fiksi]
Pak Kim. Apa yang kau lakukan?
Kerja bagus, Pak Kim.
Kerja bagus, Pak Kang.
- Kerja bagus. - Aku tidak melakukan apa pun.
Kerja bagus, Pak Kang.
Mari kita makan malam bersama untuk merayakan kerja keras kita.
Kedengarannya bagus.
Ayolah.
Jika kau tidak mau, tidak apa-apa.
Aku juga akan ikut.
Akhirnya.
Aku sangat ingin buang air kecil karena sangat gugup.
Pak Kim, bagaimana menurutmu?
Maksudku, lampu di mana-mana
dan semua kamera ke arahku.
Aku merasa seperti berdiri telanjang di jalanan.
- Bu Oh. - Ya?
Bisakah manusia meneteskan air mata dan menguap bersamaan?
Entahlah.
Meski kurasa aku menangis setiap kali menguap.
Kenapa kau bertanya?
Lupakan saja.
Omong-omong...
bukankah itu menyenangkan?
Perasaan diawasi oleh seluruh negeri.
Tapi Pak Kang yang diawasi.
Bukan aku.
Bu Oh?
Aku senang itu bukan aku.
Jika aku menjadi dia,
aku pasti akan panik dan mengacaukannya.
Omong-omong, bukankah ini menyenangkan?
Dia mengundang kita makan malam.
- Menyenangkan? - Benar.
Pak Kang adalah pewaris keluarga yang sangat kaya.
Selera makanannya pasti sangat bagus.
Pak Kang, apa hobimu?
Bermain golf? Tenis?
- Berburu. - Berburu?
Berburu, maksudmu
menembak kelinci dengan senapan?
Tidak, itu terlalu membosankan.
Mangsa kuat lebih menyenangkan.
Itu tampak lezat.
Steik apa ini?
Hewan liar. Itu hewan berukuran besar.
Liar...
Aku dapat izin khusus untuk memburunya.
Luar biasa.
Momen yang mendebarkan
saat kau menembak bagian di antara matanya
saat dia lompat ke arahmu, menunjukkan giginya.
- Kau menyukainya? - Tentu.
- Bagaimana dengan ini? - Tempat ini memiliki rasa eksotis
tapi juga kaya.
- Aku iri padamu. - Indra pengecapku tidak sensitif.
Bagiku, makanan adalah... Bagaimana mengatakannya, ya?
Begini.
Naluri mengunyah?
Naluri mengunyah?
Perasaan menggerogoti dengan gigi depanku,
mengunyah dengan gigi gerahamku,
dan bergesekan dengan gigi taring. Perasaan semacam itu.
Makanan kurasakan dengan taringku.
Kata "taring" digunakan untuk merujuk gigi hewan.
Bukankah manusia juga hewan?
Gigi manusia disebut gigi.
Astaga, artinya sama saja.
Kenapa kau tidak punya indra pengecap yang sensitif?
Apa karena kau hanya makan makanan enak sejak kecil?
Apa kau menjadi tidak peka terhadap makanan enak?
Sejak aku kecil?
Kau tumbuh di keluarga kaya.
Kau sudah kaya sejak lahir.
Sejak lahir.
Kurasa aku menyebutkan sesuatu yang tidak seharusnya, bukan?
Tidak. Ya, itu benar. Aku tumbuh di keluarga kaya.
Tapi apa kau tahu?
Mendiang ayahku...
adalah rentenir...
setelah kakekku. Dia rentenir kejam.
Apa dia rentenir berdarah dingin?
Pak Kim.
Kau tahu prinsip utama di balik pinjaman pribadi.
Kau besar di keluarga dengan banyak utang, bukan?
Kau memeriksa latar belakang hakim pembantumu?
Kita satu departemen.
Kita harus saling mengenal.
Ayahmu ditipu seumur hidupnya
dan bunuh diri, bukan?
Astaga. Maafkan aku.
Seharusnya aku tidak membahasnya.
Bukankah berpura-pura peduli saat kau berdarah dingin
sifat peminjaman pinjaman pribadi?
- Pak Kim. Dia tak berniat... - Ya. Kau tahu betul soal itu.
Rentenir meminjamkan harapan dan membuat mereka membayar dengan rasa takut.
Ayahku selalu pergi ke gereja untuk mengaku dosa
Aku mengakui dosaku kepada-Mu.
Aku tak menyembunyikan sifat burukku. Akan kuakui kesalahanku kepada-Mu.
Dan kau memaafkan kelicikan dosaku.
Apa? Kau tidak bisa membayangkan tumbuh dengan ayah seperti itu?
Permisi.
Pak Kim.
Aku merasa mual.
Aku tidak bisa makan makanan seperti ini.
Kenapa lama sekali?
Lagi?
Biarkan aku bersenang-senang.
Para gelandangan itu.
- Apa masalahmu? - Hei.
Apa yang kau lakukan?
Kau baik-baik saja?
Astaga.
Astaga.
Maafkan aku.
Astaga. Dia seharusnya lebih berhati-hati.
[kami juga berusaha melindungi yang lemah secara finansial.]
Akan kugabungkan hukuman untuk ke-47 korban
dan menyatakan
hukuman penjara selama 235 tahun.
Persidangan bukan lelucon.
Apa? 235 tahun?
Apa itu gambaran besarmu, Pak Presiden?
Kang Yo-han.
- menangis sambil memanggil nama mereka. - Soal itu.
Itu sulit dilakukan.
Aku sering melakukan itu selama masa aktingku.
Sangat sulit menangis di saat yang tepat.
Pak Kang...
Bagaimana bisa? Dia tak pakai obat tetes mata.
Apa pakai stik air mata atau semacamnya?
Saat aku menjadi aktor,
aku baik-baik saja dengan adegan lainnya, tapi aku kesulitan
menangis sesuai aba-aba. Itu sebabnya, aku tak pernah menjadi pemeran utama pria.
Tapi kini kau pemeran utama pria terbaik.
Entahlah.
Apa aku pemeran utama pria?
Ada terlalu banyak pencuri perhatian.
Aku melihat banyak karakter kuat di sekitarku.
Sejujurnya, aku masih tidak tahu
apa peranku.
Kuharap kau tahu peranmu.
Bukankah sudah jelas?
Kaulah sang penguasa
negara kita, bom waktu.
Omong-omong,
kehilangan Pak Joo pasti sangat memengaruhimu.
Kau tahu...
kau sama sekali tidak peduli saat memenjarakan orang kaya lain.
Tapi aku tidak mengerti kenapa kau marah seperti ini
hanya karena dia sudah hancur sekarang.
Entah apa ada sesuatu yang tidak kuketahui.
Astaga, aku berpikir dengan suara lantang.
Aku hanya membayangkannya.
Aku punya imajinasi liar.
Dahulu aku seorang aktor. Aku seniman.
Omong-omong, kau terlibat
pada sidang pertama. Benar?
Benar, bukan?
Yayasan tidak akan senang dengan ini.
- Dia salah satu penyumbang terbesar. - Tidak.
Pak Seo tampaknya tak keberatan dengan sidang itu.
Bu Cha.
Pak Seo ada di dalam, bukan?
Dia sedang bermeditasi.
Kau tidak bisa mengunjunginya tanpa janji temu.
Jangan halangi aku. Mengerti?
Beraninya seorang sekretaris menghalangiku.
Kau membuatku sangat kesulitan.
Situasi sulit?
Kalian harus tahu posisi kalian.
Karena Presiden menghormatinya,
dia pikir dia kepala negara?
Aku mengerti.
Mari bicara.
Kau dengar aku?
Kau marah karena itu tidak berjalan sesuai rencanamu?
Apa?
Kenapa kau di sini?
Kenapa kau membuat keributan?
Itu yang ingin kukatakan.
Kau tidak tahu siapa yang merusak rencana sempurnaku?
Kau berani berkomplot dengan Kang Yo-han di belakangku.
Beraninya kau mengacaukan rencanaku.
Aku tidak mengerti maksudmu.
Kau akan berpura-pura bodoh.
Aku yakin Pak Kang punya alasan sendiri.
Memenangkan publik dengan kasus besar seperti ini
No comments yet. Be the first to leave one.