197 dòng đầu tiên.
Diterjemahna neng: NDASERUAG
-- Selamat Mendeleng ---
Dahulu kala, di balik pegunungan tertinggi,
berdirilah kerajaan subur milik seorang Ratu.
Kekuatan sang Ratu dikenal luas,
baik dan membawa kebaikan bagi seluruh negeri.
Ketika Ratu dikaruniai seorang anak, ia menamainya Eira,
dan memberinya tiga benda ajaib sebagai hadiah.
Benda-benda itu akan membawa kemakmuran
dan kebahagiaan bagi Eira dan seluruh rakyat selamanya.
Semuanya berubah ketika Raja dan Ratu meninggal dunia.
Eira sangat terpukul.
Untuk menghiburnya, rakyat di istana memberinya banyak hadiah,
tetapi tak ada yang berhasil. Sebaliknya, Eira menjadi manja dan serakah.
Ia terbiasa mendapatkan semua yang diinginkannya.
Tahun-tahun berlalu, dan sihir baik yang dahulu ada dalam keluarganya...
mulai menguasai pikirannya dengan keserakahan yang mengerikan.
Suatu hari, seorang pangeran muda dari utara
datang melintasi kerajaan sang Ratu.
Valemon adalah pangeran yang bijaksana, penasaran, dan baik hati.
Ia memiliki segala sesuatu yang tidak dimiliki Eira di istananya.
Valemon akan menjadi rajanya.
Namun hati sang Pangeran tidak tertarik pada Ratu Eira.
Eira bertanya dan memohon, tetapi jawabannya tetap sama.
Amarah Eira pun tumbuh begitu dahsyat dan tak terkendali
hingga langit menghitam dan gunung-gunung berguncang.
Segala sesuatu yang dahulu indah dan baik berubah menjadi suram dan menyedihkan.
Sejak hari itu, tak seorang pun pernah mendengar atau melihat Pangeran Valemon.
KVITEBJØRN
Liv!
Liv!
Tidak... Tidak... Jangan, geli.
Jangan, geli.
Oh, tidak...
Tak apa-apa.
Oh, lihat!
Ada dunia di dalam gundukan tanah,
keajaiban di atas daun.
Keajaiban di bawah tanah,
membuatku kagum dan bahagia.
Tapi kenapa semut suka menggigit?
Dan apa yang membuat daun hijau?
Bagaimana lebah bisa terbang?
Itu yang belum kupahami.
Ikutlah! Suatu hari petualangan akan datang.
Suatu hari petualangan akan datang,
dan semuanya akan dimulai, karena ada dunia di luar sana.
Aku tahu hidup lebih dari sekadar
menyelesaikan pekerjaan di ladang.
Keajaiban ada di mana-mana.
Lihat ke atas, pandang jauh, lihatlah dunia yang luas.
Setinggi yang bisa kudaki,
sejauh yang bisa kupandang.
Masih ada dunia di luar sana,
dan petualangan bisa terjadi.
Suatu hari petualangan akan datang.
Suatu hari petualangan akan datang.
Dan semuanya akan dimulai, karena ada dunia
di luar sana.
- Di luar sana. - Liv!
Liv.
- Hai. - Kami tadi memanggilmu.
- Benarkah? - Sudah berkali-kali kami panggil.
- Kita sudah terlambat. - Aku cuma...
Itu selalu katamu, Liv.
Teman-teman, ini sudah tahun ketiga hujan turun sangat sedikit.
Kalau panen tahun ini gagal, aku tak berani membayangkan musim dingin.
Karena itu, kita semua harus berusaha sebaik mungkin.
Konsentrasi dan ketelitian. Itu yang paling penting...
Hei.
- Liv. - Ya. Maaf.
Kalian urus kebun dapur, dan kalian cabuti rumput liar. Ayo mulai.
- Liv. - Ya.
- Kamu ikut? - Tak kusangka dia masih diberi kesempatan.
- Ya, aku siap. - Bagus.
Satu lagi, sama seperti yang itu, dan sama lagi seperti yang ini.
Bayangkan semua tanaman luar biasa yang ada di dunia,
tapi kita malah duduk di sini mencabuti rumput yang sama setiap hari.
Hei. Pernahkah kamu keluar dari lembah ini?
Seperti apa dunia di luar sana?
- Apa itu? - Kaki seribu.
Bukankah dia cantik? Lihat kakinya. Tapi jumlahnya tidak seribu.
Astaga, kalian dengar apa yang kukatakan? Konsentrasi dan ketelitian!
Terutama kamu, Liv, karena kamu yang tertua.
Kamu harus bertanggung jawab dan jadi teladan.
Halo, kamu dengar tidak apa yang kukatakan?
- Oh, tidak. - Aduh, Liv.
Dia harus lebih serius. Kalau dia tidak berubah...
Kamu tahu seperti apa Liv. Dia tidak seperti kita.
- Dia punya kelebihan lain. - Kelebihan lain?
Kalau mengumpulkan biji pinus dan bicara dengan hewan kecil disebut kelebihan...
Bayangkan, dia masih tinggal bersama orang tuanya.
Saat aku berusia 17 tahun, aku sudah menikah dan punya tiga anak.
Sudahlah... Ayo, Nak.
Maaf, Kakek.
Kamu harus lihat seperti apa Nyonya Besar saat dia masih kecil. Begitu penasarannya.
Dia benar. Aku memang selalu merusak semuanya.
Bayangkan semua yang tak akan kita alami tanpa rasa ingin tahu.
Aku tak akan pernah tahu kenapa cloudberry lebih enak di pegunungan tinggi.
- Dan aku tak akan pernah melihat aurora. - Kakek pernah melihat aurora?
- Pernah. - Kakek pernah keluar dari lembah?
Dulu aku cukup suka bertualang saat seusiamu.
- Benarkah? - Banyak hal yang belum kamu tahu, Liv.
- Ceritakan salah satu petualangan Kakek. - Ya...
Ayo. Satu saja. Tolong?
Baiklah. Kakek akan menceritakan saat Kakek pergi ke utara,
melewati pegunungan dan masuk ke dalam hutan.
Kakek juga berhasil menangkap ikan yang sangat besar.
Dulu Kakek anak yang penakut saat pergi, tapi tak pernah menyesalinya.
Petualangan itu menjadikan Kakek seperti sekarang.
Selamat pagi.
Ini.
Silakan.
Tunggu dulu. Kamu mau ke mana?
Burung gelatik biru.
Kamu ke mana?
Burung gelatik biru
Kemarilah, gelatik biru
Gelatik biru
Kemarilah, kemarilah, gelatik biru
Kemarilah, semua hewan kecil
Kemarilah, semua yang kusayangi
Dari udara, hutan, dan rawa
Kemarilah, tupai Kemarilah, landak
Kemarilah, rubah Dan kemarilah, tikus
Kemarilah, burung hantu, merpati, rusa besar, dan kucing
Hei.
Kemarilah, burung kutilang, burung layang-layang dan burung finch.
Kemarilah, serigala dan rusa, burung camar dan cerpelai.
Dan kemarilah, gelatik biru, kemarilah, kemarilah, gelatik biru.
Kemarilah, semua hewan kecil.
Kemarilah, semua yang kusayangi.
Dari udara, hutan, dan rawa.
Kemarilah, lebah, rusa, agas, dan kelinci.
Kemarilah, rusa kutub dan cerpelai, burung robin kesayanganku.
Kemarilah, gelatik biru, kemarilah, kemarilah, gelatik biru.
Kemarilah, semua hewan kecil.
Kemarilah, semua yang kusayangi.
Dari udara, hutan, dan rawa.
Hei. Kamu juga mau sedikit?
Wah, si kecil.
Kalian kelihatannya lapar sekali.
Ini.
Cuma kalian berdua?
Apa kalian juga kekurangan makanan?
Maaf. Aku kaget sekali.
Aku tidak berbahaya.
Aku cuma ingin menyapa.
Aku belum pernah ke sini sebelumnya.
Semuanya terlihat sangat berbeda dari atas sini.
Bayangkan bisa melihat semua yang ada di luar sana.
Seluruh dunia.
Sebenarnya, kamu berasal dari mana?
Dari pegunungan? Pegunungan? Benarkah?
- Liv! - Apa?
Ya, aku datang. Aku harus pergi. Aku harus bekerja.
Semua orang harus terus bekerja.
Panen tahun lalu dan tahun sebelumnya gagal.
Kami memang cukup miskin.
Kamu tahu bagaimana rasanya. Atau mungkin tidak, karena kamu...
seekor beruang. Sampai jumpa.
Sampai jumpa, Kvitebjørn. Kvite...
Kvitebjørn (Beruang Putih)! Itu nama yang cocok untukmu.
Bunga forget-me-not.
Begitu.
Sampai jumpa.
Ini benih terakhir yang kita punya. Kita harus sangat teliti.
- Liv. - Satu biji jagung tiap 30 cm.
Tidak lebih, tidak kurang.
Satu biji jagung tiap 30 cm.
Kenapa harus 30 cm?
- Liv. - Ya, ya. Satu biji jagung tiap 30 cm.
Aduh, kasihan.
Aku segera kembali!
Hei! Kamu tahu itu tidak boleh.
- Liv! - Liv, turun!
Oh, tidak!
- Benihnya! - Tidak, tidak, tidak!
Tidak! Tidak!
Oh, tidak.
Popcorn.
Dulu Kakek cukup suka bertualang saat seusiamu.
Kakek bisa menceritakan padamu saat pergi ke utara,
melewati pegunungan dan masuk ke dalam hutan.
Hei, Kvitebjørn. Aku berharap kamu ada di sini.
Tahu tidak? Aku akan melakukannya.
Aku ikut denganmu ke pegunungan.
Oh! Boleh aku ikut?
Ya! Asyik. Wah, pasti seru sekali.
Tunggu aku di sini. Aku pulang sebentar.
Kvitebjørn?
Kvitebjørn, kamu di mana?
Kvitebjørn, tunggu aku.
Kvitebjørn!
Kvitebjørn!
Kvitebjørn!
Kvitebjørn...
No comments yet. Be the first to leave one.