200 dòng đầu tiên.
Di depan anak-anak, bicara yang lain.
Lakukan saja begitu.
Tetap begitu saja.
Kamu mau apa?
Mungkin itu milik istrinya. Kamu nggak mengira dia memakai semua itu untuk wajahnya sendiri, khan?
Secepatnya, dia akan kehilangan "hal penting" dari badannya. (artinya "kau bukan lagi pria")
Orang-orang mengira aku begini sejak lahir.
Tapi sebenarnya aku berusaha keras.
Kenapa? Kalian sebaiknya memakai beberapa oles.
Krim mata harus selalu dipakai begini *tok* *tok*!
Kubilang hentikan itu.
Kim Do Pal, lihat dia. Ada make up sebanyak milik pengantin wanita!
Kalian... brengsek kalian... Terlalu!
Kau, baru saja,
Tingkahmu menjadi sangat aneh.
Kalian mau minum sesuatu?
Apa itu?
Apa yang kau sembunyikan?
Apa itu?
Jangan sentuh badanku tanpa ijin!
Apa ini?
Oh, itu pisau cukur alis!
Oh, itu pisau cukur alis!
Di mana kau beli warna pink?
Pisau cukur alis?
Pisau cukur apa?
Kau sedang berusaha keras juga?
Pergilah ke neraka.
Aku baru saja membelinya.
Jangan mendekat! Seperti inikah caramu memakainya?
Ya, benar! Kau! Hei, tangkap dia. Biar kita bisa mencukur semua alisnya.
Kesini. Kesinilah.
- Tangkap dia! - Ok, ayo kita buat dia jadi jelek!!
Tangkap dia!!!
Kalian pikir aku akan jadi jelek kalau kalian lakukan itu?
- Di mana kau dapatkan yang pink? - Nggak akan kuberitahu!
- Tolong katakanlah! - Lalu, di mana kau melicinkan alis mata?
- Toko di Cheongdam. - Antar aku ke sana juga!
A Gentleman`s Dignity
Kau menyuruhku mengerjakannya?
Kenapa kau yang harus mengerjakannya,
kamu pasti sangat tahu itu.
Aku? Apa?
Kudengar Yi Soo menyukaiku.
Benarkah?
Tapi kudengar kau sudah tahu tentang itu.
Begitukah...
Kalau kau sudah tahu, kenapa nggak memberitahuku?
Sepertinya kamu nggak akan goyah meski kuberitahu.
Dan, kalau aku goyah?
Kamu goyah?
Tentu saja. Kalau dia wanita yang kau suka, apa kau pikir dia pantas untukku?
Kalau memang itu standar Yi Soo, apa kamu nggak harus menunjukkan perasaan?
Jadi,
apa keputusanmu?
Kalian berdua.. sedang apa di sini?
Oh! Yi Soo, aku hampir menghubungimu. Ini hadiah kejutan untuk Se Ra.
Aku akan mengganggumu. Bagaimana ini?
Aku harus kembali ke lokasi, jadi aku menyerahkannya pada Do Pal.
Dia mungkin nggak terlalu bisa dipercaya, tapi dia nggak akan membuat yang jelek.
Kalaupun kamu mengisinya dengan kata kata, posisi kosong aneh ini nggak akan terisi.
Itu benar, tapi...
Selamat atas ultah hari jadi kalian. Aku akan ke dalam dulu bersih-bersih.
Ya, aku juga sangat senang menerima sms-mu.
Kamu di sini juga?
Aku bukan orang yang nggak bisa kau lihat.
Jangan pedulikan kami, masuklah.
Pindahkan saja ke dalam.
Ya.
Dia nggak mendengarnya, khan? Ahhh... sayang.
Yi Soo harus mendengar semua itu.
Oh, di umur 40, kita akhirnya harus bersaing perasaan.
Persaingan perasaan di hidupku cukup dalam masalah Eun Hee saja.
Jangan ganti topiknya! Jadi, apa keputusanmu mengenai Seo Yi Soo?
Ah, keputusan?
Kalau kita umur 20, mungkin aku akan memacari keduanya tanpa rasa ragu.
Kalau kita umur 30, aku mungkin akan lebih berpikir dan memacari mereka.
Tapi kita umur 41, jadi. . .
Kalaupun aku goyah, aku tetap pada Se Ra.
Kenapa?
Karena meski Se Ra goyah berkali-kali, dia akan tetap di sisiku.
Tapi kalau kau tulus pada Yi Soo,
aku kasihan padamu.
Untuk apa?
Kau pikir wanita yang menyukaiku akan beralih padamu?
Kenapa harus kamu...
Ah, nggak masalah. Mungkin ini karena aku selalu di dekatmu, tapi penampilanmu memang ok.
Aku pergi sekarang.
Karena aku pergi, cukup khan gaji harianmu?
Kalau kamu nggak suka, biar aku yang mengerjakan.
Ini lebih dari cukup.
Sudah selesai?
Ya, hampir selesai memindahkan.
Haruskah kita mulai kerja sekarang?
Nggak, kurasa kalau kalian pergi, pekerjaan bisa segera dimulai.
Ya?
Bagaimana dengan para pemindah barang?
Dari keduanya, mana yang kau suka?
Bukan begitu.
Apa yang akan kulakukan dengan semua ini?
Apa aku terlihat selemah itu?
Hm?
Akan butuh waktu berapa lama?
Sekitar... seminggu?
1 minggu?!
Apa yang bisa kulakukan dulu?
Aku akan membantu, jadi bisa selesai dalam 3 hari.
Kamu percaya diri untuk kerja secara proaktif?
Nggak peduli pada badanmu?
Aku nggak perlu khawatirkan diriku. Apa yang harus kulakukan dulu?
Menyanyi? Sepertinya kau sangat bagus dalam hal itu.
Berhentilah, semuanya sama saja.
Meski semua kelihatan sama, mereka berbeda 1 micro.
Kalau keliru 1 micro saja, akan menimbulkan retak seiring waktu berlalu.
Apa ini?
Begitukah?
Sebagai pengetahuan, perbedaan 1 micrometer...
cuma bisa dilihat oleh orang pandai.
Ini dia.
Ah, orang ini, terlalu!
Taruh itu dan pegang ini.
Kau mau apa?!
Jangan bergerak.
Bor nya nggak cuma bisa menusuk kayu.
Hei...
Menurutku kamu kurang peduli pada badanmu.
Kutanya apa maksudnya ini?
Kebanyakan orang akan memegang di pinggirnya. Siapa yang mau memegang di depan begitu?
Nggak ada alasan untuk membenciku.
Lalu harusnya kamu bilang padaku dengan jelas.
Selanjutnya, aku akan memasang lampu.
Ambilkan tangganya. Begini?
Kau!!!
Oh maaf. Aku cuma bertindak spontan.
Aku cuma perlu menyiapkan tangga, khan?
Naiklah.
Aku juga?
Kamu harus memegangnya agar aku bisa memasangnya.
Jangan berani berpikir tentang ciuman kejutan untukku!
Oh, jadi kamu suka hal seperti itu.
Aku cuma mau bilang supaya kau palingkan wajahmu.
Peganglah dengan baik.
Sampai kapan?!
Oh aku lapar.
Jangan-jangan...!
Sampai baru saja tadi. Aku tahu itu makanya memintamu untuk memegangnya.
Ah terlalu!
Berpeganganlah.
Jangan khawatir. Nggak akan kubiarkan kamu terluka.
Diantara hadiah yang bisa kalian beri, kenapa harus home bar?
Daripada minum di luar dengan pria lain, kenapa nggak minum di rumah saja?
Di rumah pun masih bisa minum dengan pria lain.
Menurut kemampuan Tae San, dia nggak berpikir sejauh itu.
Tentu saja nggak. Mungkin, untuk pria yang biasa membiarkan wanita di tempatnya bisa menebak dengan baik.
Aku nggak bisa begitu lagi karena seseorang membenci hal itu.
Kamu sepertinya kecewa. Kenapa nggak kamu lakukan saja kebiasaanmu itu?
Itu nggak akan berhasil. Cuma 1 hal yang mereka berikan padaku.
Oh aku sangat lapar. Nggak ada yang bisa dimakan?
Aku nggak ingin memasak apapun di rumah yang penuh debu begini.
Mau sandwich?
Karena cuma itu yang ada, nggak masalah.
Passwordnya benar-benar sama.
Tolong berikan padaku 2 yang ini.
Tolong tunggu sebentar.
Ok.
Kalaupun kuberitahu kau, mungkin kamu nggak akan goyah.
Dan, kalau aku goyah?
Kamu goyah?
Tentu saja. Kalau dia gadis yang kau suka,
kau pikir dia pantas untukku?
Kalau itu standar Yi Soo, nggak haruskah kamu berperasaan?
Lalu apa keputusannya?
Kalian berdua... sedang apa di sini?
Pelanggan...
Ya?
Oh, maaf. Berapa?
Nggak, aku cuma bicara... karena anda memandanginya terus...
Aku membaginya dengan teman, tapi anda bisa ambil juga.
Ah... aku..
memandanginya dengan serius. Aku sangat lapar.
Berapa...?
Ya ampun!
Anda mengagetkanku!
Enak sekali. Tunggu sebentar.
Tolong berikan ini dan itu.
Ok.
Boleh kubuka mataku sekarang?
Tentu saja.
Sudah beli sandwich?
Ya.
Sandwichnya enak?
Ya.
Kamu nggak bisa menyukaiku sedikit saja?
Sudah kau buka laptop yang kuberikan?
Belum.
Kenapa?
Itu...
Kenapa, apa ada yang perlu kulihat?
Kalau kau nyalakan laptopnya, kamu bisa lihat kasurku seperti ini..
Covernya lebih bagus dari yang sekarang.
No comments yet. Be the first to leave one.