200 dòng đầu tiên.
FLEX X COP 2
TOKOH, LOKASI, ORGANISASI, DAN PERISTIWA DALAM DRAMA INI FIKSI
AKTOR ANAK DAN HEWAN DIJAMIN KEAMANANNYA
SEBELUMNYA
Detektif Jin, kau pikir permainan ini sudah usai?
Babak kedua.
Detektif Jin, kau mujur.
Sebaiknya kita amankan Detektif Jin ke rumah aman.
Tempatkan Tim 1 bersamanya. Kau bisa memercayai mereka.
Aku belum pernah lihat kotak itu.
- Apa? - Ini bom!
Apa yang terjadi?
Ada bom di mobil ini. Radius ledakannya 50… Bukan, 100 meter.
Kau yang menyetir.
Empat menit lagi.
Aku tahu satu tempat.
Banyak orang di sini. Hati-hati.
Detektif Park, berhenti!
- Sembilan detik. - Buka pintunya.
- Apa? - Buka pintunya!
Tiga, dua, satu!
Kak!
- Kau tak apa-apa? - Ya.
Nyaris sekali.
Kau baik-baik saja?
Ya.
Kita perlu lokasi lain. Aku tak tahu sejauh apa rencananya.
Bawa Detektif Jin pergi sebelum bantuan tiba.
Baik.
Kau tak apa-apa, kan?
Ya.
Mobil Jatanras meledak?
Ya, Pak.
Maksudmu, pengebom itu datang ke kantor polisi ini
dan menaruh bom di dalam mobil kita?
Ini mimpi buruk.
Kita harus bagaimana?
Pers sudah menunggu.
Lalu bagaimana?
- Kau urus itu. - Pak.
Jangan lihat aku. Keluar dari sini dan urus itu!
Aku tak percaya ini.
Bisa jelaskan yang terjadi?
Kami dengar mobil polisi meledak.
- Apa Detektif Jin ada di dalamnya? - Ada korban?
- Pelakunya tertangkap? - Siapa dalangnya?
Tidak ada korban.
Kami akan mengembargo kasus ini sampai penyelidikannya selesai.
Embargo?
Sudah terjadi dua ledakan besar.
Kami tak tahu apa yang diincar pelakunya.
Kami tak boleh memprovokasinya.
Mohon kerja samanya.
Di mana kita?
Tempat paling aman yang kita punya saat ini.
Ayo masuk.
EKSTASE JATUH HINGGA NAPAS TERHENTI
KLIMAKS CAHAYA BERTEBARAN DI JAGAT RAYA
PEMUSNAHAN KEHENINGAN BISIKAN ILALANG.
Kenapa dekorasinya begini?
NN. JOO HYERA
- Ini rumah Joo Hyera? - Ya.
Pengebom itu takkan menyangka.
Ya.
Aku juga tak menyangka. Aku mau ke hotel.
Hei, ayolah. Kenapa?
Aku kesal dia mempermalukanku di TV nasional,
dan dia terus mengaturku seolah dia ketua tim kita.
Hei, Jin Isoo.
Dia pinjamkan rumahnya demi keselamatanmu. Berhentilah bersikap picik.
Dia benar. Kau harus istirahat.
Harimu sangat melelahkan.
Di mana kamar tidurnya?
Sebelah sini. Ayo, Kak.
Astaga, kita butuh ketua tim.
Sebelah sini, Kak.
Wanita jahat itu suka benda imut seperti ini?
Kenapa kau tidur di lantai?
Aku tak biasa tidur di ranjang orang.
Pergilah. Aku mau tidur.
Selamat malam, Kak.
Bagaimana dengan Isoo?
Dia tidur.
Baiklah. Kerja bagus hari ini.
Kau kembali saja ke kantor. Aku di sini.
Baik.
PANGGILAN TAK TERJAWAB JIWON
PANGGILAN MASUK JIWON.
Halo? Jiwon, maaf…
Apa yang terjadi? Kau tak apa? Di mana kau?
Jiwon.
Tenanglah. Tanya satu per satu.
Bagaimana aku bisa tenang? Ada mobil meledak di Sungai Han.
Isoo baik-baik saja.
- Kami berada di rumah aman, jadi… - Lalu kau?
Apa?
Kau tak apa-apa?
Aku benar-benar khawatir.
Ya, aku baik-baik saja.
Kau tahu betapa takutnya aku?
Siapa pula yang tega melakukan itu?
Tepat sekali.
Ini insiden ketiga. Aku yakin kami akan menemukan bukti.
Aku ingin Tim 2 memeriksa lagi rekaman dari acara peluncuran itu.
Laporkan kalau ada gerakan mencurigakan.
Baik. Ayo.
- Baik. - Baik.
Ayo kita periksa rekaman CCTV tempat parkir.
Baik.
Babak terakhir.
BABAK TERAKHIR
Datang sendirian. Dia akan meledak kalau ada orang lain.
Kau tahu ini di mana.
PAK CHOI
Nomor yang Anda tuju…
Kau menemukan sesuatu?
Tidak.
Tak seorang pun mendekati mobil itu.
Lalu bagaimana dia menaruh bom itu?
Kapan mobil itu terakhir dipakai?
Tiga hari yang lalu.
Besok kita periksa kamera dasbor di sekitarnya.
Baik.
Omong-omong,
bagaimana Park Gyeongtae?
Kami terus mengawasinya, tapi dia tak pernah keluar rumah.
Besok timku akan mengangkat mobil itu.
- Tidurlah dulu. - Baik.
REKAMAN KENDARAAN YANG DIPARKIR DI SEKITAR
Ya, Pak. Maaf mengganggumu pagi-pagi begini.
Kemarin aku tak bisa menghubungimu.
Kau parkir di depan kendaraan Jatanras.
Aku ingin kau memeriksa kamera dasbormu.
Ya, tolong telepon aku saat kau tiba. Nanti kuambil.
- Akan kuhubungi orang lain di daftar itu. - Baik.
Maaf, aku pergi sendirian.
Meskipun aku akhirnya mati,
kalian tak salah.
Park Junyoung, Choi Kyungjin…
Terima kasih untuk segalanya.
- Ini rekamannya. - Terima kasih.
- Semoga beruntung. - Terima kasih.
Hei, ini rekamannya.
- Terima kasih. - Hati-hati.
Baik, Pak.
INSIDEN KETIGA SERANGAN BOM MOBIL POLISI
BOM AMONIUM NITRAT DAYA LEDAK TINGGI
RADIUS LEDAKAN 100 METER
Nomor yang Anda tuju…
Isoo.
Halo?
Apa?
Baik.
- Ada apa? - Isoo menghilang.
- Dia membawa mobil Detektif Park? - Kurasa begitu.
- Aku akan pergi sekarang. Kau lacak dia. - Baik.
Itu dia. Tolong lacak pelat nomor 9832.
Baik.
- Bu. - Ya, di mana Detektif Jin?
Dekat rumah keluarganya. Alamatnya 251 Pyeongjin-dong.
Aku akan ke sana, jadi terus kabari aku.
- Beri tahu Detektif Park juga. - Baik, Bu.
Sedang apa kau di sini?
Aku menerima pesan.
Aku disuruh ke sini merekammu mati.
REKAM KEMATIANNYA DATANG, ATAU TERIMA AKIBATNYA
Itu ibuku.
Masuklah bersama-sama.
Kita sedang diawasi.
Ayo kita masuk.
Pak Choi!
Nyalakan kameranya,
kecuali kau mau melihat ibumu mati.
Berbalik.
Detektif! Detektif Jin!
Di sini.
Ada bom di mobil ini. Radius ledakannya 50… Bukan, 100 meter.
Ikuti aku.
Ada bunker di sini.
Halo?
Dia berada di rumah Jin Myeongchul.
Sepertinya Jin Isoo dijebak.
Tolong hubungi polisi setempat dan layanan darurat.
Baik.
- Hati-hati. - Baik, Pak.
Bom itu seharusnya sudah meledak.
Keparat itu hanya menggertak.
Detektif!
Detektif Jin!
Jin Isoo, di mana kau?
Di sini.
Kau tak apa-apa? Apa yang terjadi?
Kenapa Asisten Produser ada di sini?
Ceritanya panjang. Kita keluar dari sini dulu.
Hei.
Kau tak apa-apa?
Dasar berengsek!
Kau…
Kalau terjadi sesuatu padamu…
Aku tak punya pilihan. Kita keluar dari sini dulu.
No comments yet. Be the first to leave one.